
Malam dingin itu berlalu dengan panjang ,semua orang sibuk dengan pikiran dan pekerjaan nya masing-masing .Lura baru saja keluar dari unit gawat darurat ,perutnya lapar dan dia memutuskan untuk segera ke kantin sebelum pulang .Charli dan beberapa rekan nya tidur di studio, mereka sampai subuh memantau perkembangan video itu dan hasil nya di luar ekspestasi ,chanel studio milik nya langsung di seribu banyak orang padahal baru semalam di unggah tapi sudah 2 juta orang yang melihat nya ,Charli masih belum tau itu, dia masih tidur nyenyak di sofa saat terakhir dia melihatnya itu masih 200 ribu orang ,mungkin dia akan langsung kegirangan mengetahui nya .Sedangkan Been sejak semalam dia tak tidur memikirkan Sano, dia masih terbayang bagai mana terakhir kali mereka bertemu ,dia sangat kecewa dengan yang di lakukan Sano ,Been tak pernah menyangka hari itu adalah hari terakhir nya melihat lelaki yang dulu pernah di cintai nya .Dan saat pagi datang Been langsung ke bandara dia mengambil penerbangan pertama ke Paris dia ingin melepaskan kepergian Sano dan melihat nya untuk yang terakhir kali nya .
"Kau melihatnya ?,chanel studio Charli ,dia sudah mengunggah musik video baru nya ,aku sangat suka lagu nya "
"Benarkah ,coba aku cari "
Dua pegawai rumah sakit yang duduk di depan nya sedang membahas video yang baru di unggah studio Charli ,Lura mengamati dari jok di belakang mereka ,dia senang musik nya bisa di terima banyak orang ,pasti Charli lebih senang dari pada dirinya.
Charli tersentak dari tidur nya ,dia langsung bangun dan cepat berjalan ke arah komputer .Sebenarnya semalam dia sudah pesimis karna yang melihat video itu tak bertambah dari 200 ribu, Charli menarik nafasnya panjang kemudian mulai membuka chanel nya ,matanya langsung berbinar melihat angka yang tertera di sana, itu sudah menunjukan angka 2 juta lebih dan masih terus bertambah .Banyak komentar positif di dalam nya, ada juga heters dengan cacian mereka yang memang tak suka pada nya, mengkritik tanpa dasar ,dan dari banyaknya komentar yang masuk banyak juga yang penasaran siapa patner duet Charli di lagu tersebut ,mereka mengagumi suara indah Lura .
"Selamat pagi semua ,kalian belum sarapan kan ?,aku bawa roti bakar dan kopi"
Lura muncul di balik pintu ,kedatangan nya di sambut hangat oleh semua orang apalagi Charli dia langsung memburu Lura dan memeluk nya ,semua berkat nya jika Lura tak memberinya ide untuk membuat studio dia tak akan pernah tau akan jadi apa nanti nya .
"Kenapa kak ?"
Lura sempat bingung dengan tindakan Charli ,dia juga malu karna di perhatikan oleh semua orang di sana .
"Makasih ya ,semua berawal berkat kamu "
"Ini berkat kita semua yang sudah berusaha keras ,ayo mending kaka sarapan dulu "
Charli melepas pelukan nya kemudian merangkul Lura dan bergabung dengan yang lain nya memakan sarapan mereka.
"Aku awalnya kaget saat Charli mengatakan bahwa dokter pacar nya ,ah maksud ku Lura .Selama aku mengenal nya dia tak pernah dekat dengan wanita "
Marky yang memang teman semasa sekolah Charli tau betul bagai mana dia ketika di sekolah .
__ADS_1
"Benarkah ?"
"Dia akan heboh saat di kelas, kemudian saat di luar dia akan sok keren dan jadi kalem "
Charli yang kesal langsung melempari nya dengan kentang goreng .
"Jangan mengada-ngada Mark "
"Aku serius ,bahkan aku sempat berpikir dia gay hahaha "
Lura langsung memalingkan wajahnya dia tersenyum canggung menjawab candaan Marky yang tak tau Charli pernah menjadi gay .Sedangkan Charli hanya diam dia menggaruk tengkuk nya kemudian melirik Lura yang sama dengan nya .Merasa tak nyaman .Setelah itu suasana menjadi hening dan canggung ,Lura tak tau harus bersikap seperti apa dalam situasi itu ,apa lebih baik dia pulang ,lagian dia belum tidur juga semalaman, dia harus istirahat .
"Kak aku harus pulang ,aku harus mengerjakan beberapa dokumen dan juga tidur semalaman aku belum tidur "
Lura menghampiri Charli yang sedang sibuk dengan komputer ,dia langsung berbalik setelah Lura berbicara .
"Tidak usah aku tau kaka sibuk ,dan juga apartemen dari sini jarak nya dekat aku bisa berjalan kaki"
Charli tak mendengarkan perkataan Lura dia langsung mengambil mantelnya dan menarik tangan Lura ,dia tau Lura tak nyaman dengan kejadian tadi ,dia juga tau Lura pasti tak akan pernah lupa dengan masalalu nya sebagai gay ,Charli merasa bersalah dan juga tak pantas untuk nya tapi dia tak mau kehilangan Lura karna terlanjur sangat mencintai nya .
"Bagai mana jika ada paparaji yang lihat kak ?"
"Tidak apa-apa ,aku tak keberatan mempublikasikan hubungan kita "
"Apa ?"
"Aku sangat mencintai mu Lu ,terlepas dari masalalu ku aku sekarang benar-benar mencintai mu "
__ADS_1
Lura menghentikan langkah nya ,Charli pun ikut terdiam kemudian berbalik memandang Lura ,mereka sekarang di perjalanan menuju apartemen .
"Aku serius ,jadi aku tak perduli dengan apapun lagi "
Charli ingin Lura yakin dengan perasaan yang di milikinya ,dia ingin Lura tau bahwa Charli sepenuhnya telah berubah .
"Sadarlah kak ,kaka baru mulai mempromosikan musik kaka bagai mana nanti jadi nya jika mereka tau "
"Aku ingin orang suka musik ku bukan diriku ,jika mereka meninggalkan ku setelah tau aku punya kekasih .Berarti yang mereka suka bukan musik ku tapi wajah ku "
Lura kembali terdiam dia hanya memandang wajah Charli ,tiba-tiba dia merasa tetesan basa di pipinya ,dia menangis ,untuk Charli dan ini yang pertama kalinya dia menangis karna bahagia .
**
Been berjalan di tengah pemakaman yang nyaris tertutup salju tebal ,salju yang terus turun tak sedikitpun membuatnya menggigil ,di tangan nya Been memegang setangkai bunga mawar putih ,dia terus berjalan hingga kemudian berhenti di sebuah gundukan tanah yang masih merah belum tertutup salju spenuh nya ,Been menatap gundukan tanah itu cukup lama sebelum akhirnya dia meletakan bunga itu di atas nya .
"Jadi ini pilihan mu San ,apa sekarang semua beban itu hilang dari hati mu ,?"
Dagu Been bergetar dia menahan tangis nya lagi tapi gagal .
"Apa kau sebenci itu pada ku ?,apa rasa cinta kita yang salah sangat se menjijikan itu ?"
Been berlutut di atas salju putih ,tangisan nya semakin kencang .
"Aku juga tak ingin seperti ini ,tapi hatiku tak bisa "
Malam itu Sano bukan hanya meminta uang padanya ,dia juga memberi tahu Been bahwa kekasih wanita yang hampir di nikahi nya pergi setelah dia tau Sano pernah menjadi seorang gay ,dia pergi karna merasa jijik padanya .Sano sangat mencintai wanita itu ,dia prustasi dan setelah itu nasib buruk terus mengikutinya dia di tipu rekan bisnis nya ,Sano tak berniat menggelapkan dana prusahaan dia hanya meminjam nya dan jika bisnis nya lancar akan segera dia kembalikan .Dia melampiaskan semuanya pada Been dia berpikir Been penyebab semuanya ,karna dulu mereka pernah berhubungan karna dulu Sano mencintai nya .
__ADS_1