
Dia tak berhak marah ,mungkin Been kesal dan kesepian ,tapi bukan kah dari awal dia yang menyuruh nya memanfaatkan Lura .Tapi Charli tak ingin menyalahkan Been atas perasaan yang dia miliki saat ini ,perasaan ini bukan Been yang buat ,tapi hatinya yang ingin sendiri .Been dan yang lain nya sudah kembali dan membawa dua kantung makanan ,Charli mencoba biasa saja hatinya tak merasakan apapun kini ,dia tak cemburu lagi dengan yang di lakukan Been ,mungkin dia hanya kecewa karna Been tak jujur .
"Been ada yang mengirimi mu pesan "
"Oh ya ,dari siapa ?"
"Pangeran kelinci "
Charli sudah tak berselera makan ,dia langsung berlalu setelah mengatakan nya .Dia Lebih baik pulang sekarang dan melanjutkan pekerjaan nya di rumah ,terlebih dia tak ingin adu argumen dengan Been setelah ini, kemudian teman-teman nya jadi curiga .Been langsung memeriksa ponselnya ,dan pesan itu telah di buka Charli ,dia langsung mengejar Charli yang sudah keluar dari asrama .Been yakin dia pasti marah saat ini ,bagai mana dia akan menjelaskan nya ,foto itu telah menunjukan semua nya .
"Charli tunggu ,!!"
Charli yang sudah menyalakan mesin mobil ,langsung terdiam melihat Been yang berdiri di depan mobil nya ,dia membuang nafas nya jengah ,entah lah dia sudah malas dengan situasi seperti ini .
"Ada apa?,aku mau pulang "
"Aku bisa jelaskan ,semuanya "
"Jelaskan apa ? "
"Kamu sudah lihat semuanya kan ,please ini gak seperti yang kamu pikir "
"Memang kamu tau apa yang aku pikirkan ?"
Been seketika diam ,dia memangdangi Charli yang duduk di dalam mobil nya ,biasanya Charli akan langsung berteriak jika marah atau mungkin dia sudah membanting ponsel nya tadi ,tapi sekarang ini lebih menakutkan dari itu ,Been takut Charli tak peduli lagi pada nya ,dia sudah terlihat begitu tatapan matanya dingin .
"Kamu marah padaku ?,lebih baik kamu marah padaku dan berteriak mengoceh sampai malam ,atau banting ponselku "
__ADS_1
"Aku tak berhak marah padamu ,aku juga telah begitu pada Lura,mungkin ini karma yang harus aku terima ,aku telah menyakiti hati orang lain dan kini aku pantas mendapatkan nya ,kamu cepat masuk udara sudah dingin ,nanti yang lain curiga "
Charli melajukan mobil nya ,meninggakan Been yang masih terdiam di sana ,air matanya tak terasa mengalir di pipi putih mulus nya.Bagai mana dengan hubungan nya kini ,jarak antara dirinya dan Charli semakin jauh .
Ketika Charli mengingat kembali foto tadi dia malah teringat Lura ,bagai mana perasaan nya saat melihat dirinya malam itu bersama Been ,dia yakin Lura sangat amat terluka lebih dari yang dia rasakan kini ,dia kemudian berpikir ,apa Been juga memperlakukan nya sama seperti dirinya memperkakukan Lura ,hanya memanfaatkan dan mempermain kan nya ,hari itu dia terbaring sakit sedangkan Been bersama laki-laki lain ,dan hanya Lura lah yang ada di samping nya .
"Aku merindukan mu Lu ,aku mengerti sekarang ,cepat pulang "
** ** **
Lura sedang mengemasi pakaian nya ,akhirnya masalah di rumah sakit perbatasan itu telah selesai ,semua orang gembira karna akan pulang dan tak ada kejadian yang mengerikan ,seperti yang ramai di bicarakan ,tapi kenapa dia tak bahagia sama sekali ,tak seperti dokter lain yang sudah sangat riang sejak siang tadi ,dia tak tau apakah di sana ada yang menunggunya.Proses pemulangan akan di lakukan nanti malam dan mungkin akan tiba di sana pagi hari ,Lura merasa tak enak hati ,setelah mimpi itu dia selalu cemas akan sesewatu .
"Kenapa melamun ?"
"Yahh,aku tak melamun "
Jhosep tau ada sesewatu yang menggangu pikiran Lura dia tak seperti yang lain bahagia atas selesainya tugas di sini .
"Trimakasih dokter Lura ,berkat anda pandemi di kota kami bisa dengan cepat teratasi "
Walikota itu menjabat tangan Lura sambil memberi nya bingkisan .
"Bukan hanya saya Pak tapi semua dokter di sini "
"Betul ,tapi dokter yang paling berjasa karna telah menemukan vaksin nya "
"Tetap saja saya tak akan bisa berjuang sendiri Pak ,saya juga berterimakasih karna Bapak sangat memperhatikan kami selama di sini "
__ADS_1
Lura sadar ternyata bukan karna siapapun dia datang ke sini ,tapi Tuhan yang mengirim nya ,melihat warga yang ikut melepas kepergian mereka dengan suka cita ,membuat dia kembali sadar akan prioritas nya sebagai seorang dokter ,rasa cinta dan kasih sayang bukan hanya untuk pasangan, tapi untuk sesama manusia ,dia terlalu egois berpikir bahwa hidup nya hanya untuk cinta pada Charli ,di sini banyak orang yang membutuhkan cinta dan kasih sayang nya sebagai dokter ,dan inilah alasan Tuhan mengirim nya .
Lura kini berdiri di dek kapal ,menikmati angin laut malam berhembus yang menerbangkan rambut panjang nya ,pelabuhan kota sudah jauh tertinggal hanya kerlap-kerlip lampu yang terlihat dari kejauhan .Selama di sini Lura sadar kembali siapa dirinya dia tak akan berharap apa-apa pada Charli ,dia mungkin bisa melepaskan nya kini ,membiarkan nya bahagia bersama pilihan nya ,meskipun rasa sakit karna masih sangat mencintai nya akan terus dia rasakan .
"Kenapa belum tidur ?,nanti masuk angin "
Jhosep datang menghampiri nya ,melihat Lura tak ada di dalam membuat nya mencari keberadaan nya .
"Akhh aku sedang melihat langit ,bintang nya banyak sekali "
"Wahh benar ,langit sangat cerah dan lautan tenang sekali ,tapi perasaan ku tak enak sejak naik kapal ini "
"Kenapa ?"
"Tidak tahu "
Bukan hanya bintang yang menghiasi malam ini ,tapi juga bulan yang bulat sempurna ,sinar nya bahkan memantul dari hamparan lautan yang luas ,mereka tak bersuara lagi hanya fokus menikmati keindahan malam itu ,hingga sesewatu yang tak di inginkan terjadi ada ledakan keras yang terdengar dari bagian belakang kapal ,semua awak kapal langsung sibuk dan menyuruh Lura dan Jhosep bergabung bersama rombongan .Saat Lura berjalan kembali masuk ke bagian dalam kapal dia melihat kapal lain tak jauh dari kapal ini ,ukuran nya jauh lebih besar dan tampak nya itu bukan kapal biasa .
"Ada apa ini sebenarnya ?"
Semua orang di dalam sudah panik ,mereka tak tau situasi apa yang sedang terjadi ,awak kapal hanya memerintahkan semua orang segera memakai pelampung ,Lura saling pandang dengan Jhosep mungkin hanya mereka berdua yang sadar apa yang sedang terjadi .
"Lu jangan jauh-jauh dari ku "
Tubuh Lura bergetar dia takut ,sangat takut ,situasi ini mengingatkan nya pada kejadian tragis masa lalu nya ,apa mereka bisa selamat .Benturan keras terjadi lagi dan kini kapal mulai oleng ,terdengar suara tembakan dan jeritan dari luar ,kapal semakin tak bisa di kendalikan ,Lura melihat orang-orang yang berlari tak beraturan dia hanya diam membisu dengan tubuh yang semakin menggigil .
"Lura !!,Lura sadar lah ayo !!!"
__ADS_1
Jhosep menarik tangan nya hingga sesaat kemudian kapal ini terbalik dia lompat bersama Jhosep ,air asin laut langsung menenggelamkan tubuh nya ,Lura tak pandai berenang apalagi ini di lautan dalam dan luas ,susah payah dia berusaha muncul ke permukaan tapi usaha nya gagal ,dia belum sempat memakai pelampung ,air dingin itu perlahan menyeret tubuh nya semakin dalam ,ini persis seperti mimpi nya ,mungkin ini akhir dari segala nya .
Kejadian itu begitu cepat terjadi tak ada yang mengira kapal akan mendapat serangan dari kapal negara tetangga yang memang sedang bersitegang memperebutkan wilayah di perbatasan ,tak ada yang tau nasib mereka selanjutnya .