11:30

11:30
Sebuah perasaan


__ADS_3

Apa benar ini musim semi ,Lura yakin jika sekarang adalah pertengahan musim panas ,bagai mana tidak ,matahari begitu terik menyinari nya yang kini berjalan seorang diri di jalan yang cukup menanjak ,dengan menenteng dua kantung besar belanjaan dia mengutuk Jhosep yang tak memberitahu nya kalau jalan ke apartemen nya se ekstrim ini .Mungkin dia akan naik taxi jika tau ,kawasan apartemen nya mamang tak terlalu jauh dari apartemen nya ,tapi setelah turun di halte bus dia harus berjalan kembali dan jalan nya cukup menanjak apalagi di cuaca cerah seperti ini ,Lura seperti sedang lari maraton .


Dia bersyukur karna Charli menyuruh nya mengganti pakaian jadi dia bisa lebih nyaman ,bagai mana jadinya jika dia memakai dres dalam situasi begini .Lura sekarang menggunakan pakaian yang Charli pilih untuk nya ,kaos putih dengan outer kemeja over size dan celana jins yang robek di bagian lutut nya, kemudian sepatu sneakers yang warna nya senada dengan kemeja yang dia kenakan.


"Jhosep gila awas saja jika sudah sampai aku pukul kepala nya "


"Siapa yang gila ?"


"Ya Tuhan "


Orang yang sedang dia maki ternyata ada di belakng nya ,sejak kapan ,Lura sampai terlonjat karna kaget .Jhosep langsung mengambil kantung belanjaan yang Lura bawa .


"Kenapa kau tak memberitahu ku jalan nya menanjak seperti ini "


"Hehe sekali-kali olah raga tak apa-apa kan "


"Sekali-kali mata mu ,aku setiap hari olah raga di rumah sakit "


"Maaf ,apa perlu aku gendong sampai ke apartemen ?"


"Tidak trimakasih "


Setelah perjalanan yang cukup melelahkan itu akhirnya mereka sampai ,ternyata suster Jasmin dan Maria sudah ada di sana ,mereka tersenyum begitu melihat Lura datang .Sebelum berangkat Lura pergi ke supermarket terlebih dahulu dia membeli perlengkapan kamar mandi,dari mulai tisu ,sabun mandi ,pasta gigi ,sikat-sikat ,diterjen sampai sabun cuci piring dia beli ,dia tak tau harus memberi apa untuk hadiah pindah rumah sahabatnya tersebut .


"Lura kau mau jualan membawa ini semua ?"


Jhosep yang baru saja meletakan barang bawaan Lura cukup terkejut melihat isi nya .


"Itu hadiah dari ku ,gunakan semuanya dan berhematlah "


"Kenapa kau bawa sabun mandi segala dan diterjen ?"


"Kau harus wangi mulai sekarang agar dapat pacar "


"Memang nya aku bau selama ini "


Suster Jasmin dan Maria tertawa melihat tingkah konyol kedua nya ,mereka tau Lura dan Jhosep memang dekat tapi tak tau kalau Jhosep sebenarnya menyimpan perasaan pada Lura .


"Akhh aku haus "


Wajah nya masih merah dan keringat bercucuran di dahi nya Lura membuka kulkas Jhosep untuk mencari air dingin ,setelah mendapat sebotol besar air mineral Lura menuangkan nya ke dalam gelas .


"PRAKKKK"

__ADS_1


Gelas yang tengah di genggam nya jatuh begitu saja ,Lura langsung jongkok memegangi tangan kanan nya yang tiba-tiba sakit kembali .Jhosep ,Suster Jasmin ,dan Maria langsung berlalri kearah nya .


"Kau baik-baik saja "


"Ahh aku baik-baik saja ,tangan ku licin "


Jhosep panik dan langsung melihat tangan Lura yang terus dia pengang sendiri .


"Sakit tidak "


Jhosep mencubit tangan Lura ,dan dia tak bereaksi apa-apa ,tangan nya sakit tapi juga kebas ini sudah ke 3 kali nya tapi Lura tak memperdulikan nya .


"Sudah aku tak apa-apa "


"Kau harus segera ke dokter saraf ,aku akan menghubungi dokter Maikel "


"Tidak usah ,besok aku akan menemui nya langsung "


Suster Maria langsung membereskan pecahan kaca yang berceceran sedangkan Jasmin membantu Lura dan mengelap tangan nya .


"Sudah berapa lama kau begini ?"


"Sebenarnya sudah 2 bulan belakangan ini ,jangan bilang Jhosep dia suka cerewet "


Jasmin memukul punggung Lura karna kesal ,dia selalu mementingkan orang lain dari pada dirinya sendiri ,dia terlalu rajin bekerja sampai tak memperhatikan kesehatan nya .Lura berbalik melihat Jhosep yang sedang mengambil paket makanan yang baru datang .Lura tau Jhosep yang paling peka terhadap nya ,dia akan tau sekecil apapun masalah yang sedang coba di sembunyikan nya .


"Apa masih sakit ?"


"Tidak sekarang sudah mendingan "


Sesuai janji nya Jhosep membelikan mereka semua jajangmeyon ,kini dia sedang mengaduk jajangmeyon di hadapan nya Suster Maria dan Jasmin juga ,hanya Lura yang tak di beri jajangmeyon Jhosep mengambil milik nya .


"Ini makan lah "


Dia ternyata mengaduk jajangmeyon untuk Lura terlebih dahulu ,Suter Jasmin dan Maria sudah biasa melihat adegan seperti itu ,Jhosep memang selalu memperlakukan Lura dengan sangat perhatian ,berbeda dengan perlakuan nya pada wanita lain yang terkesan acuh dan dingin .Karna merasa janggal Jasmin pernah sekali bertanya pada Jhosep tentang perasaan nya pada Lura .


"Kau suka dokter Lura ? "


"Suka ,memang nya kau tidak ?"


"Bukan suka seperti itu ,tapi sebagai laki-laki "


Jhosep hanya tersenyum dia tak menjawab lagi pertanyaan nya ,bukan kah sudah jelas dia memang menyukai Lura .Bahkan sekarang dia sedang menatap Lura yang memakan jajangmeyon nya ,kemudian tiba-tiba dia menyeka bekas saus jajangmeyon yang ada di bibir Lura ,sampai kapan lelaki itu akan menyembunyikan perasaan nya .

__ADS_1


Di ruang rawat Been ,dia tampak malas menguyah makanan nya ,mengetahui Charli tak ada di samping nya saat bangun pagi tadi membuat nya tak bersemangat ,Been yakin lelaki itu semalam bersama Lura ,bagai mana pun dia berusaha agar Charli di samping nya hasil nya tetap sama .


"Been kunyah makanan mu ,kau harus minum obat agar cepat sembuh "


Huno sedari tadi yang menyuapi Been makan .


"Kapan Charli ke sini ?"


"Dia ada janji pengting di studio nya ,ada apa kau menanyakan Charli ?"


"Tidak apa-apa "


Setidak nya Charli tak bersama gadis itu .Huno mulai menyadari sewatu hal ,tentang Been yang selama ini sangat dekat dan manja pada Charli ,awalnya dia tak berprasangka apa-apa karna tak tau Been Gay tapi sekarang saat dia tau dia akhir nya sadar ,sepertinya Been menyukai Charli .


"Apa kau menyukai Charli ?"


Been langsung menatap Huno ,jadi dia tak tau Been pikir Huno telah tau sama seperti Dori .


"Kami pernah berhubungan 5 tahun kami pacaran ,kau tak tau ?"


"Bagai mana aku tau kalian tak pernah memberi tahu ku ,eh apa jadi "


Been menganguk untuk meyakinkan Huno agar percaya pada nya .


"Lalu Lura dan Charli ,kau putus dengan Charli lalu dia pacaran dengan Lura begitu ?"


"Bukan ,Charli mengencani nya saat kami masih bersama ,kemudian kami putus gara-gara gadis itu "


"Apa ,kau serius ?"


"Iya ,"


"Syukurlah "


"Maksud mu ?"


"Charli sudah menemukan wanita yang baik "


"Tapi aku masih mencintai nya ,bisakah kau membantu ku ,ku tau kau suka gadis itu "


Huno diam ,dia tak tau harus berkata apa dalam situasi seperti ini ,dia memang menyukai Lura dan tak menyangka Charli ternyata sama seperti Been .


"Kau bantu aku membuat Charli kembali dan kau bisa mendapatkan gadis itu "

__ADS_1


Dia buta, bagai mana pun dia berusaha sesewatu yang pecah itu tak akan pernah kembali seperti semula ,Been semakin tenggelan dalam dunia nya Been semakin ingin menarik Charli berasama nya .


__ADS_2