
Saat Charli keluar dari ruang rekording Lura langsung menghampiri nya ,dia sebenarnya tak yakin mengajak Been ke studio Charli ,tapi dia juga ingin membantu nya dan sedikit menghibur nya .Lura tau Been di sana pasti sangat tertekan dengan masalah ini .Lura perlahan mendekati Charli dan bicara pada nya .
"Kak"
"Hmmmm apa ?"
Charli yang sedang sibuk dengan teks di tangan nya langsung memandang Lura.
"Bagai mana jika kita mengajak kak Been ke sini ,aku tau dia sangat tertekan dan kesepian di sana .Tadi dia yang menelpon kaka "
Charli terdiam dia pikir yang menelpon tadi adalah meneger nya ,lalu kenapa Lura ingin mengajak Been ke sini ,mengapa dia bicara sesantai itu ,padahal Been adalah mantan kekasih nya .Dan lagi kenapa dia masih peduli pada Been setelah semua yang terjadi .
"Kamu gak apa-apa Lu ,jika Been ke sini ?"
"Kenapa kaka tanya begitu ,aku malah senang bisa menghibur nya "
Charli tersenyum kemudian membelai rambut Lura lembut ,dia gadis yang baik .Tuhan masih sayang pada nya dan mengirim Lura sebelum semuanya terlambat seprti Been,betapa beruntung nya Charli bisa bersama dengan nya dia tak akan tau bagai mana nasib nya jika kini masih bersama Been dalam situasi ini.Charli mengangguk kemudian mengizinkan Lura menjemput Been dengan meminjam mobil Marky agar tak ada orang yang curiga .Kini mereka berdua berdiri di depan mobil itu ,Charli khawatir terjadi apa-apa pada Lura jika ke sana .
"Kamu yakin bisa sendiri ,kamu punya SIM kan Lu ?
"Kaka tak percaya pada ku ,ini lihat "
Lura mengeluarkan kartu SIM milik nya dari dalam dompet di tas ,dia memang belum punya mobil tapi dia punya SIM untuk berjaga-jaga saja jika terjadi situasi seperti ini .
"Ahhh hehe aku percaya pada mu "
__ADS_1
Lura mengerucutkan bibirnya kemudian masuk ke dalam mobil milik marky ,Charli masih tetap khawatir dia menyalakan GPS di ponsel Lura untuk menunjukan arah ke apartemen Been takut-takut kalau Lura ke sasar nanti ,dia juga memastikan sabuk pengaman itu menempel kuat dan memasangkan nya pada Lura,bahkan dia tak beranjak dari tempat nya berdiri sebelum mobil yang di kendarai Lura benar-benar hilang dari pandangan nya .Lura tertawa melihat wajah cemas Charli dari kaca sepion mobil ,dia benar-benar manis.
Sudah ke sekian kali nya Been menenteng baju yang di ambil nya dari ruang pakaian ,dia masih mencocokan jaket mana yang pas untuk kaos yang di kenakan nya .Senyum nya merekah setelah sambungan telpon tadi terputus ,dalam bayangan nya hanya ada Charli ,dia se senang ini akan bertemu lelaki itu .Been memang tertekan dengan kejadian ini tapi di sisi lain ada satu ke legaan di hatinya dia tak perlu bersembunyi lagi tentang jati dirinya di depan semua orang .Setelah menemukan jaket yang cocok Been kini sibuk lagi dengan wajah nya ,dia mengoleskan krim pelambap wajah dan lipblam di bibir merah nya ,kemudian tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin dia merasa sudah siap sekarang .Ponsel nya berdering dan itu nomor yang tak di kenal nya ,seeperti nya itu Lura.
"Hallo ,kamu sudah sampai ok tunggu aku sebentar "
Dan benar Lura menelpon nya katanya sudah sampai di parkiran basemant gedung apartemen nya ,Been segera mengambil tas nya dan turun .Lura melihat sekeliling tempat itu dia takut jika ada orang yang memergoki nya ,di luar gedung itu banyak sekali orang berkerumun seperti nya mereka adalah heters yang menunggu Been keluar untuk menyerang nya .Lura tak habis pikir apa mereka tak punya pekerjaan lain selain sibuk dengan hidup orang lain ?. Di lihatnya Been yang baru keluar dari lift kemudian sedang berjalan mendekati nya .
"Hai Lu sudah lama ?"
"Hallo kak ,belum baru saja aku sampai "
Been langsung masuk ke mobil itu dan Lura kembali mengemudikan nya ,Been membungkuk saat melewati kerumunan itu ,mereka tampak menyelidik melihat ke dalam mobil yang Lura dan Been kendarai ,sesaat Lura merinding sendiri dengan situasi itu ,apa Been baik-baik saja selama ini .Bagai mana dia bisa bertahan ?.
"Kak Been sudah makan ?"
"Ya Tuhan ,apa kaka tak lapor polisi "
"Tak ada guna nya setelah aku lapor orang yang seperti mereka akan tetap datang lagi "
Lura masih tak habis pikir ,apa itu tidak berlebihan .
Charli berusaha kembali konsentrasi dengan pekerjaan nya ,tapi pikiran nya terus memikirkan Lura dia takut kekasih nya itu ketahuan membawa Been dan menjadi bahan amukan fans nya ,dia sudah berusaha menelpon nya tapi tak di angkat ,ponsel Lura sebenarnya mati karna kehabisan batrai jadi tak aktif .
"Kau kenapa Lie ?"
__ADS_1
Marky yang melihat kegelisahan teman nya mulai merasa terganggu ,pasalnya Charli dari tadi terus mondar mandir di depan nya .
"Lura sedang menjemput Been aku takut terjadi sesewatu pada nya "
"Dia gadis pintar tenang saja ,oh iya mengeni Been aku ingin bicara sesewatu tentang itu "
"Tentang apa ?"
"Gay "
Charli langsung terdiam kemudian duduk kembali di kursi nya ,kenapa Marky mengatakan itu bukan nya dia sangat anti dengan kata gay .
"Dulu aku seperti itu "
"Apa !!"
"Pelankan suara mu "
Charli mengangguk kemudian mendekatkan kursi nya pada Marky ,dia tak tau itu ,setau Charli Marky sangat mencintai istri nya Sita sekarang .
"Aku dulu seperti Been ,punya kekasih laki-laki yang sangat aku cintai ,ku melakukan apapun untuk membuat nya senang .Hingga suatu hari dia berselingkuh dari ku dan mencintai seorang wanita ,aku marah dan meminta mengakhiri hubungan kita ,tapi dia bersikeras tak mau dan beralasan wanita itu di jodohkan keluarga nya .Aku bertahan dengan nya bahkan sampai dia menikah ,bodoh nya aku saat itu .Hingga aku bertemu Sita dia menyelamatkan Hidup ku "
Charli tak berkedip saking fokus nya mendengarkan cerita Marky .
"Kau tau Been tak akan pernah sadar dia telah salah jalan ,keyakinan nya akan cinta di hatinya akan dia jadikan alasan untuk terus seperti itu ,harus ada seseorang yang menarik nya dari sana seorang wanita yang baik dan tulus mencintai nya .Seperti yang Sita lakukan pada ku ,rasa cinta yang salah jistru akan menjadikan kita budak nya dan terlena dengan perasaan itu ,ku harap Been akan sadar "
__ADS_1
Yang di katakan Marky benar ,dia juga seperti itu dan untung nya dia bertemu Lura gadis baik yang tulus mencintai nya .