11:30

11:30
Terulang


__ADS_3

Senja musim semi,sinar yang terpantul dari jendela ruang kerja nya selalu menyilaukan ,selalu ada sisi melankolis yang dia rasakan saat petang datang ,hari ini pun hampir berakhir ,bertahun-tahun bekerja di sini dia tak pernah merasa se lelah hari ini ,apa karna sebentar lagi dia akan libur panjang karna sakit tangan nya,jam menunjukan pukul 05:00 ,ini waktu nya pulang Lura sudah mulai mengemasi barang-barang nya ,dia sengaja ingin mencicil membawanya agar tak terlalu di lihat orang .Baru saja dia melangkahkan kaki nya keluar dari ruangan itu ,tiba-tiba seseorang berlalri ke arah nya .


"Dok tunggu !!"


Dia terengah-enah kehabisan nafas karna berlari cukup jauh .


"Suster Jasmin ,ada apa ?"


Jasmin mulai mengatur nafas nya ,sepertinya ada situasi yang gawat .


"Kenapa tak mengangkat telpon ku bantu kami ,dokter Zuyu berulah lagi di ruang oprasi ,pasien sudah dalam keadaan darurat dia melakukan kesalahan saat mengoprasi nya "


Lagi ,bagai mana dia bisa menjadi dokter dengan kemampuan nya ,tanpa banyak bicara lagi Lura meletakan kotak barang yang dia bawa dan langsung mengganti lagi pakaian nya, mereka berlalri ke ruang oprasi itu dan saat tiba di sana semuanya sudah kacau ,dokter Zuyu hanya jongkol di bawah ranjang oprasi dengan tangan bergetar .


"Apa yang kau lakukan ,jika tak sanggup pergi dari ruangan ini ! "


Lura mulai mengambil alih ,sebenarnya saat itu tangan nya sudah lumayan sakit tapi dia lebih mementingkan pasien yang sedang pendarahan hebat itu ,dia dengan cepat berhasil mengurangi pendarahan dan melanjutkan oprasi .


Syuting hari ini memang tak sampai malam jadi Charli bisa langsung ke rumah sakit untuk menjemput Lura sekalian melihat Been yang juga akan pulang malam itu ,kondisinya sudah membaik Been tinggal berobat jalan selama beberpa bulan untuk proses pemulihan nya ,mereka sengaja memilih waktu malam hari agar tak ada fans yang berkerumun mengganggu pasien lain yang ada di sana .Setelah menerima telpon dari Lura siang tadi ,Charli dengan cepat menyelesaikan pekerjaan nya ,Lura tak pernah meminta apapun pada nya ,dia selalu mengerti dengan pekerjaan nya ,jika dia meminta nya untuk bertemu pasti ada hal penting yang ingin di sampaikan nya .


"Marky ,semuanya sudah kan kita tinggal finishing "


"Sudah Lie ,kau mau ke mana kenapa buru-buru ,bukan nya malam ini kita akan makan malam bersama tim menejemen Falery "


"Oh iya maaf semuanya aku harus ke rumah sakit,aku harus mengurus hal penting "


Marky mengerti sudah seminggu ini Charli tak bertemu Lura ,apalagi hal penting yang ada di rumah sakit selain dia ,pujaan hati nya .


"Yah sayang sekali ,tapi mau bagai mana lagi ,kapan-kapan kamu harus menteraktir ku makan ya "


Dia lebih memilih pergi ke rumah sakit dan menemui pacar nya ,Falery semakin penasaran bagai mana pacar Charli ,siapa dia sampai seorang Charli bertekuk lutut seperti itu pada nya .


"Baiklah kapan-kapan aku akan teraktir "


Setelah meminta maaf dan berpamitan pada semua orang karna tak ikut makan malam Charli langsung pergi ke rumah sakit dengan mobil nya ,Lura pasti sudah menunggu .

__ADS_1


Sementara itu di ruang oprasi Lura dan tim nya sedang berjuang menyelamatkan nyawa pasien nya ,semua yang ada di sana harap-harap cemas melihat kondisi pasien yang semakin melemah ,jika oprasi ini gagal mereka akan di tuntu malapraktek dan mungkin kehilangan izin peraktek sebagai tenaga medis .


"Akhhh"


"Dok anda tidak apa-apa ?"


Kenapa di saat seperti ini tangan nya malah sakit ,Lura berusaha sekuat mungkin menahan nya ,apalagi dia tak sempat minum obat yang di beri dokter Maikel .


"Tidak apa-apa ,semuanya sudah selesai dokter Roy tolong bereskan sisa nya "


"Baik terimakasih dok anda telah menyelamatka kami semua "


"Tuhan yang menyelamatkan nyawa pasien ini kita hanya sebagai jalan nya saja "


Untung lah Lura dengan cepat mengambil alih oprasi ini jika tida mungkin situasi nya akan tambah kacau .Kenapa Zuyu senang sekali membuat masalah dan melimpahkan semua itu pada nya ,Lura keluar daru ruang oprasi dan melihat Zuyu masih jongkok di sisi lorong tak jauh dari pintu ruangan itu ,dia masih memakai jubah oprasi dan sarung tangan yang berlumuran darah dia pasti sangat syok dengan kejadian tadi ,bagitu melihat Lura keluar dia langsung berlari menghampiri nya .


"Bagai mana ,apa kau berhasil menyelamatkan nya "


"Apa nyawa seseorang bagai mainan buat mu ,jika kau tak sanggup bilang dari awal jangan mengambil resiko yang membahayakan orang lain .Ini bukan hanya tentang pasien saja tapi semua orang yang terlibat di dalam nya "


"Maaf "


Bahkan dia meminta maaf pada nya ,apa dia sedang sekarat ,ada apa dengan nya .


"Minta maaf lah pada pasien dan tim mu jangan pada ku "


Lura berlalu meninggalkan Zuyu yang masih berdiri di tempat nya .Dia baru ingat hari ini Charli akan menjemput ,pasti dia sudah menunggu nya ,oprasi tadi berlangsung selama 4 jam apa Charli masih ada di rumah sakit ini .Lura mempercepat langkah nya dia segera mengganti baju dan pergi ke bagian resepsionis ,ponsel nya dia titipkan di sana sekalian di carger karna mati kehabisan batrai .


"Mana ponsel ku ?"


"Ini tadi Charli menelpo mu ,aku sudah bilang pada nya bahwa kau ada oprasi darurat ,katanya dia menunggu di ruang rawat Been "


Jasmin memberikan ponsel itu pada Lura ,dia terlihat mengernyitkan alisnya menahan rasa sakit di tangan nya yang semakin bertambah buruk ketika hendak mengambil ponsel itu ,Lura menurunkan tangan kanan nya dan mengambilnya dengan tangan kiri .


"Kau tak apa-apa ,apa tangan mu semakin memburuk ?"

__ADS_1


"Iya ,aku harus segera di oprasi ,sebenar nya besok aku sudah mulai cuti "


"Kenapa kau tak memberitahu ku lebih awal ,mungkin tadi aku akan minta tolong dokter julian "


"Tidak apa-apa ,lagi pula dia sedang cuti kan ,putri pertama nya ulang tahun jangan mengganggu nya "


"Semua ini gara-gara dokter Zuyu bodoh itu, dia senang sekali membuat masalah ,ku harap kali ini dia di pecat .Dan kenapa sampai harus di oprasi apa separah itu bagai mana dengan yang lain sudah kau beritahu ,bagai mana dengan Jhosep ? "


"Aku akan memberitahu semuanya besok "


Selama bekerja dengan nya, Jasmin jarang melihat Lura mengambil cuti dia juga jarang sakit ,bahkan di hari libur dia sering masuk untuk lembur ,pasti tubuh nya sudah lelah dan akhirnya sakit seperti ini .


"Ku harap semuanya akan segera membaik "


Kini dia sudah di langai 6 rumah sakit ,ruang VIP menag ada di laintai paling atas ,dia sebenarnya sudah malas bertemu Been ,Lura tak membenci nya malah dia kasihan melihat nya ,Been selalu terlihat seakan baik-baik saja tapi sebenarnya tidak ,Lura bisa melihat dari mata nya bahwa dia sangat kesepian selama ini ,apalagi setelah berpisah dengan Charli .Dari kejauhan dia sudah melihat pintu ruangan itu ,seseorang baru saja keluar dari sana ,dan itu adalah Dori dia telihat melambaikan tangan nya pada Lura yang sekarang jaraknya terpaut beberapa meter dari nya .


"Hallo dok "


"Panggil saja Lura kak "


"Tapi ini rumah sakit ,kata dokter aku harus memanggil mu dengan itu jika di rumah sakit "


"Akhh benar hehe ,apa Charli ada di dalam ?"


"Ada dia sedang membantu Been membereskan beberapa barang ,masuk lah ,aku harus ke bagian administrasi dulu "


Setelah Dori berlalu Lura kembali berjalan ke arah ruangan itu ,dia terus memegangi tangan nya yang mulai sakit kembali .Obat yang di beri dokter Maikel baru saja dia minum tapi sepertinya sudah tak epektif lagi .Lura mulai membuka pintu ruang rawat Been ,samar-samar dia mendengar suara Charli dan Been yang sedang bicara ,bahkan mendengar suara nya saja sudah membuat dia tersenyum dan melupakan sakit nya ,apa dia sebegitu rindunya pada Charli .


"Kita hanya memanfaatkan gadis itu ,sadarlah .Kau mau membuang apa yang telah kita bangun selama lebih dari 8 tahun ini "


"Benar hubungan kita selama itu dan aku baru menyadarinya "


"Aku tau kau hanya main-main dengan nya karna jenuh dengan hubungan kita ,sekarang kita harus kembali seperti dulu tak ada yang perlu di sembunyikan lagi ,aku minta maaf soal waktu itu ,aku tak bisa kehilangan mu Charli "


Apa barusan yang di dengar nya ,apa benar Charli hanya mempermain kan nya .Lura tidak tuli dan buta dia bisa mendengar dan melihat semuanya ,bahkan Been kini tengah mencium lembut bibir kekasih nya .Dengan cepat Lura menutup pintu itu ,kini seolah ada bom yang meledak di kepalanya dia dengan cepat berlari menuju lif dan pergi dari sana.

__ADS_1


__ADS_2