
** ** **
Udara semakin hangat ,bahkan bunga yang di tanam di balkon kamar nya mulai berdaun kembali ,sepertinya musim semi tahun ini lebih cepat datang .Lura masih mengumpulkan kesadaran nya ,matanya sudah terbuka tapi dia belum bangun dari berbaring nya ,bagian bawah tubuh nya di tindih kaki besar Charli ,dia sepertinya menganggap tubuhnya sebagai guling .Sudah seminggu sejak dia keluar dari rumah sakit dan Charli selalu menginap di apartemen nya ,mungkin bisa di bilang dia pindah ke apartemen nya karna tak pernah pulang meskipun jarak apartemen mereka cuma beberapa meter .Lura memandangi wajah tidur kekasih nya itu dia tampak polos dan menggemaskan ketika tidur dengan rambut acak-acakan,sangat berbanding terbalik ketika dia bangun ,ini hobyy nya sekarang memandangi wajah tidur Charli yang masih sangat tampan .
"Apa aku se tampan itu ?"
Ucap Charli tiba-tiba dengan mata yang masih terpejam ,Lura sedikit kaget .
"Iya "
Jawab Lura polos dengan senyum manis nya ,Charli langsung menarik Lura ke dalam dekapan nya berada di dekat gadis ini membuat hati dan jiwanya tenang .
"Apa jadwal kaka hari ini ?"
"Aku free,aku anggota paling tak berguna di grup "
"Jangan bicara begitu "
"Itu fakta ,semua punya kegiatan nya masing-masing ,Dori sedang syuting filem ,Huno syuting variety show,Minki drama musikal ,Been solo ,dan aku hanya meluk kamu seharian ,aku bahagia sih tapi ya neginilah "
Lura mencubit perut Charli sampai dia melonjat karna kesakitan .
"Aww sakitt "
"Jangan bicara seperti itu ,kaka juga berbakat kok "
Lura bangkit kemudian mengambil kruk di samping tempat tidur dan mulai berjalan ke kamar mandi ,Charli masih mengusap perutnya yang kena cubitan maut Lura sambil memandangi dia yang hendak masuk kamar mandi ,dia masih khawatir takut Lura jatuh .Dan setelah rutinitas pagi yang manis mereka sekarang sedang sibuk di dapur Charli seperti biasa memasak sesewatu untuk mereka ,tapi kini Lura selalu membantunya berada di samping Charli duduk di meja dapur .
"Apa ini masih kurang asin "
Charli menyendok masakan di dalam wajan yang hampir matang ,meniup nya kemudian menyuapi Lura .
"Sudah pas ,wahh kaka banyak kemajuan"
__ADS_1
"Benarkah ,apa aku buat restauran saja saat nanti pensiun dari grup "
Sepertinya Lura harus menyadarkan Charli akan satu hal ,dia sangat berbakat dia pandai bernyanyi dan memainkan banyak instrumen ,dia selalu kurang percaya diri .
"Kaka .Bukan kah kaka suka membuat lagu ,lagu kemarin juga sangat bagus ,kenapa tak debut solo dengan lagu ciptaan kaka sendiri ?"
Charli menghela nafas panjang ,dan setelah menaruh pasakan nya di meja dia langsung menghampiri Lura yang ada di belakang nya .
"Aku ingin tapi agensi tak mendengarkan ku ,mereka hanya menjadikan ku model selama grup hiatus ,mereka tak memberikan ku akses untuk mulai sendiri "
Lura mengusap wajah tampan Charli lembut ,tubuh mungil Lura kini di antara tangan kekar Charli yang tertahan ke meja tempat duduk Lura tubuhnya condong dan wajah mereka hanya terpaut beberpa centi .
"Kaka ,kenapa tak buat studio sendiri ,buat lagu sendiri kemudian buat chanel sendiri .Buat lah karya mu sendiri "
Charli menatap Lura seperti tak percaya kenapa dia tak pernah terpikirkan hal itu ,senyumnya kembali merekah lalu dengan tiba-tiba dia mencium bibir merah Lura ********** dengan lembut ,Lura hanya terpejam menikmati semuanya ,dia sangat menyukai hal ini kini ,bahkan tanpa sadar tangan nya kini sudah melingkar di leher Charli dan ikut bermain dalam ciuman itu .
"Sedang apa kalian ?"
Kenapa selalu seprti ini saat indah mereka selalu ketahuan orang ,dan siapa kini ?.Huang zi tiba-tiba ada di apartemen Lura .
Lura dan Charli gelagapan ,bagai mana kaka nya itu bisa masuk .
"Aku bisa masuk ke apartemen siapapu di negri ini "
Benar Lura baru ingat siapa dia ,kaka nya adalah haker jenius tentu saja dia bisa dengan mudah membuka pintu nya .
"Lalu untuk apa kau datang ke apartemen ku ?"
"Jelas untuk menengok mu ,apa salah seorang kaka menengok adik nya ?"
"Salah ,kenapa kau tak lakukan itu 15 tahun lalu ,kenapa baru sekarang saat semuanya sudah terlambat "
Huang zi mengusap mukanya prustasi ,dia meletakan bingkisan yang di bawanya di atas meja kemudian berjalan mendekati Lura yang sedang bersama Charli .
__ADS_1
"Stop ,jangan mendekat bisa saja kau membawa senjata untuk membunuh kita berdua "
Charli membulatkan matanya tak percaya ,kenapa Lura bisa bicara begitu siapa sebenarnya kaka nya itu .
"Aku tak akan melukai adik ku sendiri ,dan juga aku punya alasan kenapa meninggalkan mu di panti saat itu "
"Apa alasan mu ?"
"Aku tak bisa bicara ,ada orang asing di sini "
"Dia bukan orang asing bagi ku "
Charli mengerti kemudian memandang Lura dan meyakinkan nya untuk mau bicara dengan kaka nya ,Lura awalnya enggan dia sebenarnya takut pada kaka nya ,bisa saja dia melukai nya .
"Aku akan berdiri di depan pintu jika ada apa-apa tinggal teriak saja ok "
Dan akhirnya Lura mengangguk ,Huang zi tak habis pikir kenapa adik nya harus takut pada nya ,bahkan dia yang menyelamatkan nya saat Lura terdampar kemarin .
Setelah Charli keluar kini dua kaka beradik itu duduk berhadapan Lura masih masa bodoh dan hanya fokus pada ponsel di tangan nya ,Huang zi tak mempermasalahkan nya Lura mau mendengarkan nya saja sudah sangat bagus .
"Setelah orang tua kita tiada aku di bawa orang-orang itu ,mereka memanfaatkan ku untuk kepentingan nya .Aku tak bisa membawamu Lu aku juga tak bisa berada di sekitar mu apalagi menengok mu ,aku di bawa ke Rusia tempat markas besar mereka jika aku mendatangi mu mereka semua akan dengan mudah melukai mu "
Huang zi selalu ingin melihat adik nya tapi banyak mata-mata di sekitar nya ,dia berusaha sangat keras untuk bisa di posisi nya sekarang ,dia harus membunuh agar tak terbunuh dia sekuat mungkin bertahan demi adik satu-satunya yang telah lama di buatnya menderita ,Huang zi sadar akar masalah berawal dari nya dia sadar apapun alasan nya tak bisa menjadi pembenaran atas perbuatan nya .
"Aku minta maaf ,seumur hidup ku akan selalu meminta maaf pada mu dan kedua orang tua kita ,aku tak akan meminta mu untuk tak membenci ku ,tapi bisakah aku berada di sekitar mu untuk mengawasi mu dan menjaga mu,beri aku kesempatan untuk menjadi kaka mu lagi ?"
Lura menghela nafasnya panjang lalu meletakan ponsel nya di meja ,dia akhirnya menatap kaka nya dengan benar .
"Bukan kah selama ini kau selalu mengawasi ku ,aku tau bahkan kau menyadap semua kegiatan ku "
Dia pintar ,Huang zi seharusnya tau adik nya itu sama pintar nya dengan nya ,pantas saja saat dia pergi ke perbatasan anak buah nya tak ada yang tahu ,tapi jika dia tau kenapa dia diam .
"Aku sudah menduga nya kau tau ,tapi biarkan aku mengawasimu dengan terang-terangan kini "
__ADS_1
Charli tersentak saat pintu itu terbuka dan kepala Lura muncul ,dia menyuruh nya untuk masuk sekarang ,seprtinya pembicaraan di antara mereka berdua telah selesai ,Huang zi kini duduk di meja makan bar dan Charli duduk di samping nya di tengah-tengah antara Lura dan kaka nya .Ini suasana canggung yang membuatnya tak berselera makan lagi .