
Termometer di dinding menunjukan angka minus 3 derajat celsius,hawa dingin menyelimuti kota Seoul malam itu,hembusan nafas hangat yang bagai asap keluar dari mulut saat Charli menghembuskan nya kasar ,ada yang aneh di hatinya dia merasa ada sekilo batu di sana yang membuatnya sesak dan sakit ,dia kini di luar ruangan informasi itu , terduduk di lantai sambil bersender pada dinding koridor ,belum ada perkembangan apa-apa korban meninggal yang di temukan bukan Lura ,dia tak sendirian di sana meneger nya menemani sejak siang ,dia tak bisa membiarkan artisnya sendirian di tempat se ramai rumah sakit ,sedangkan Been sudah pulang sejak sore lalu karna jadwalnya padat .
"Charli ,lebih baik kamu pulang ini sudah hampir tengah malam ,saya akan langsung mengirim kabar begitu ada informasi tentang Lura "
Suster Maria kasian melihat Charli yang sudah sangat lesu ,bahkan dia tak beranjak dari sana sejak siang tadi .
"Benar Lie kamu juga harus makan dan istirahat "
Charli memandang suster Maria dan meneger nya bergantian ,dia hanya ingin segera tau bagai mana keadaan Lura .Charli menggelang lemah kemudian menunduk kembali .
"Jika kamu pingsan di sini keadaan nya akan lebih menyulitkan "
__ADS_1
Suster Maria ingin Charli segera pulang dia juga sama khawatirnya dengan Charli dia juga ingin tau bagai mana keadaan Lura, dan lagi keadaan Charli sekarang sudah sangat memprihatinkan dia takut Charli malah jadi sakit, itu akan tambah sulit ,lelaki itu bahkan tak minum setetes pun dari siang tadi ,dia tau Charli pasti sangat kehilangan Lura ia pun sama ,tapi jika dia sakit semuanya akan tambah buruk.
"Benar Lie kita harus pulang ,lebih baik kita banyak berdoa semoga dia cepat di temukan "
Meneger menarik lengan Charli dan akhirnya dia mau mendengar dan segera pulang .Sepanjang perjalanan salju turun perlahan ,meneger memacu kendaraan nya dengan pelan karna jalan menjadi licin ,Charli menatap kosong ke depan pikiran nya hanya terisi oleh Lura.
"Pasti dia sangat kedinginan malam ini ,semuanya salah ku "
Dia datang ke sini lagi tempat yang selalu dia datangi nya ketika merindukan gadis itu ,partemen nya dan kamar yang beraroma tubuh Lura .Charli mematung di depan pintu kamar Lura yang telah dia buka ,memandangi seisi kamar yang tak banyak pernak pernik di sana ,dia membayangkan bagai mana Lura selama ini tinggal mengisi kamar ini .Kemudian dia mulai melangkahkan kaki masuk ke dalam kamar itu menyentuh setiap perabot yang ada di sana ,kasur ,meja rias ,lemari ,sofa dan meja ,dia membayangkan bekas sentuhan Lura pasti ada di sana .
"Ku harap kamu baik-baik saja di mana pun kamu berada ,mungkin sampai mati aku tak akan pernah bahagia setelah ini ,aku sadar sekarang kamu lebih mengenal ku di banding diriku sendiri ,kamu yang lebih tau bagai mana cara menghukum ku setelah semua yang aku lakukan,kamu membuat ku sadar bahwa rasa di hatiku bukan hanya sekedar membutuhkan mu ,setelah aku menyakitimu perlahan aku mulai merindukan mu rasa rindu yang menyiksa hatiku karna tak bisa memeluk mu .Dan yang lebih menyakitkan lagi aku terlambat menyadari bahwa aku mencintai mu "
__ADS_1
Jam di ponsel nya menunjukan pukul 11:30 ,saat tiba-tiba pesan masuk ke ponsel nya ,Charli yang saat itu hampir tertidur langsung membulatkan matanya melihat siapa yang mengirimi nya pesan ,dia langsung membuka isi pesan itu dengan tangan gemetar .
"Hallo kak Charli ,selamat ulang tahun yang ke 28 aku harap pesan ini tak pernah sampai pada kaka ,jika akhir nya sampai berarti aku sudah tak bisa pulang dan tak bisa bertemu dengan mu .Aku tak marah pada kaka aku hanya kecewa karna kaka tak jujur dari awal ,mungkin aku bisa dengan senang hati membantu jika kaka jujur pada ku.Jangan terlalu menyalahkan diri kaka atas apa yang terjadi pada ku ,ini semua pilihan ku , memang benar awalnya aku hanya ingin lari ke sini menjauh dari semua masalah yang tak bisa aku selesaikan ,tapi sepertinya Tuhan memang punya rencana lain ,banyak orang yang membutuhkan ku di sini .Terlepas dari semua itu aku masih sangat mencintai mu kak ,andai ada sedikit saja cinta di hati mu mungkin aku akan pura-pura amnesia lalu melupakan semua hal buruk yang terjadi di antara kita dan kita bisa mulai semuanya dari awal ,ku harap pesan ini tak pernah sampai karna aku malu kaka tau semua ini ,jaga diri kaka baik-baik ,dan jika benar aku tak pulang cobalah mampir ke apartemen ku dan masuk ke kamar ku di laci meja rias ,aku menyimpan sesewatu untuk kaka .Selamat ulang tahun sekali lagi ku harap kaka tak membuang kado dari ku itu buatan tangan ku sendiri ."
Charli terisak membaca isi pesan itu ,dia membaca nya berulang-ulang takut jika dia melewatkan satu kata tak terbaca .
"Pulanglah Lu dan aku akan berikan hidupku untuk mu ,aku mencintai mu "
Semuanya terlambat kata-kata itu sekarang mungkin sudah tak berguna lagi .Charli bangkit dari duduk nya kemudian berjalan mendekati meja rias dan membuka laci nya ,benar di sana ada sebuah kado ,Charli mengambil nya kemudian duduk di tempat tidur Lura membuka nya perlahan .Di dalam nya tersimpan kupluk rajut berwarna abu-abu dengan inisial nama mereka C dan L ,Lura menyiapkan itu sebelum masalah di antara mereka terjadi ,dia memang ingin memberi Charli itu ,Lura tau dia sangat suka mengenakan sesewatu di kepala nya .
Charli
__ADS_1