
** ** **
Hari itu adalah puncak nya musim dingin ,dan udara malam itu sampai minus 10 derajat celcius .Been masih di luar studio kini dia berjongkok di sudut bagian belakang bangunan itu setelah Charli pergi dan kembali masuk ke dalam ,tetesan air di ujung atap beton bangunan sudah membeku hawa dingin berhembus kian menusuk ,tapi entah kenapa hal itu tak membuat Been menggigil sedikit pun ,hatinya sudah terbakar sangat hebat malam itu ,susah payah dia tahan air mata agar tak menangis ,tapi itu sulit .Dia menyesali dan menyadari kebodohan nya ,dia begitu mencintai Charli dan dia pun bilang begitu .Been dari awal sudah menyadari rasa cinta mereka berbeda,yang Charli punya bukan rasa cinta sepertinya ,rasa yang dia miliki hanya rasa kesepian dan nyaman, Charli tak pernah benar-benar mencintai siapapun .Dan saat cinta itu benar datang dia jadi bingung dengan perasaan nya .Charli tak pernah mencintainya ,seharusnya dia sadar dan berhenti bukan malah mencari kenyamanan dari lelaki lain ,membuat hubungan mereka tambah kacau .
"Kenapa ?"
"Apa ?"
"Kau habis menangis ?"
Dori yang melihat Been baru masuk langsung fokus melihat mata sembap nya ,dia tau apa penyebab nya dia tadi keluar bersama Charli pasti mereka telah membicarakan sesewatu .
"Akhh tidak mata ku perih karna kontak lens "
"Kau dan Charli masih berhubungan ?"
Been menghentikan langkah nya yang hendak menuju meja rias ,dia langsung mematung mendengar pertanyaan Dori .Sejak kapan dia tau hubungan nya dengan Charli ?.
"Kau ?"
__ADS_1
"Aku sudah tau dari dulu ,sebaiknya akhiri semuanya sekarang jangan buat suasana canggung dengan anggota lain "
Kejadian itu sudah dua tahun lalu ,saat dia dan member lain harus pergi ke luar kota untuk sebuah acara ,hanya ada Been dan Charli di asrama mereka pikir member lain tak akan ada yang pulang malam itu ,tapi ternyata Dori pulang dia melihat mereka sedang berciuman di sofa ruang televisi ,Dori yang punya tanggung jawab sebagai leder grup merasa telah gagal karna tak bisa menjaga anggota nya .Tapi kemudian dia sadar Been dari awal memang berbeda dia memang telah begitu bahkan sebelum bergabung di grup ,dan Charli yang dulu masih polos terbawa suasana dan mengikuti jalan Been .Saat dia tau Charli punya kekasih seorang wanita Dori sangat senang tapi setelah tau alasan nya dia menjadi muak dengan mereka berdua .Dan kini sepertinya Charli telah benar-benar menyukai Lura ,dia ingin Charli hidup normal seperti sebelum nya .
"Aku tak melarang mu untuk berhubungan dengan siapapun ,tapi jika orang itu sudah menyerah segera lepaskan .Dari awal dia tak seprti itu kau juga tau kan Been ,aku ingin kita tetap menjadi saudara "
Suara nya seoalah tertahan di tenggorokan dia tak bisa membantah sekata pun yang di ucapkan Dori,lelaki cantik itu benar-benar tak menyangka Dori sudah tau semuanya selama ini,tapi kenapa dia masih diam apa karna dulu Charli belum bertemu Lura .
"Kenapa kau masih diam ,dan membiarkan kami ?"
"Itu urusan mu dengan Charli ,selama semuanya masih di batas kewajaran .Tapi sekarang dia sudah menemukan cinta nya bisakah kau lepaskan dia Been ?"
** ** **
Lura memandangi semua bingkisan yang ada di hadapan nya ,beberapa buket bunga ,beberapa keranjang buah, dan tiga dus cake, ini semua dia dapat dari orang yang baru saja pergi setelah menengok nya .Entah ada angin apa para petinggi rumah sakit itu mendatangi nya dia belum mengerti dengan situasi yang sedang terjadi ,Lura belum tau maksud mereka yang ingin mengambil hati Huang zi pimpinan baru mereka,dan setelah semuanya Huang zi datang lagi ,dia juga terlihat membawa beberapa makanan dan itu makanan paforit Lura .Dari mana dia tau bahkan permen lolipop paforit nya.Lura langsung menatap Jasmin yang sedang memeriksa selang infusan nya tajam dia yakin pasti suster itu yang memberitahu nya ,Jasmin langsung menghindari tatapan Lura dia berpura-pura bodoh .Jasmin tak sanggup menolak permintaan lelaki berwajah malaikat itu ,apalagi dengan senyum se manis madu nya .Dia dengan lembut bertanya semua hal tentang Lura dan dengan senang hati dia memberitahu nya .
"Bagai mana keadaan mu sekarang ?"
Lura tak menjawab dia tak ingin bicara dengan kaka durhaka nya .
__ADS_1
"Dokter Lura sudah sangat baik sekarang kemarin dia hanya dehidrasi ,mungkin kaki nya yang akan membutuhkan waktu lama untuk sembuh ,lusa mungkin dia sudah bisa pulang "
Tetapi Jasmin dengan manis nya menjawab pertanyaan Huang zi ,dia tak perduli meskipun mendapat cubitan dari Lura .
"Ahh syukurlah ,nanti kaka jemput ikut kaka pulang ke rumah "
Bagai mana dia bisa se tenang itu mengatakan nya ,bahkan Lura masih sangat membenci nya .Lagi-lagi Lura hanya diam ,bahkan kini dia tidur dan menutupi kepalanya dengan selimut dia sudah bertekad takan menganggap orang itu .Huang zi menghela nafas beratnya kemudian duduk di sofa sambil memperhatikan kelakuan adik nya .Tak lama setelah itu Charli datang bersama member DUX termasuk Been ,Lura yang sedari tadi sembunyi langsung menarik selimutnya dan bangun begitu mendengar suara Charli datang .Begitu mereka masuk pandangan pertama mereka langsung mengarah ke Huang zi ,yang di balas dengan tatapan tajam dari nya .
"Hallo dok ,aku tak menyangka kita bisa bertemu lagi "
Huno langsung memeluk Lura erat ,dan Huang zi lagi-lagi tak suka dia mendehem sangat keras untuk menunjukan ke tidak sukaan nya .
"Siapa dia ? "
Tanya Huno sambil berbisik ,Charli juga penasaran siapa lelaki tampan ber setelan jas rapih itu ,bahkan di pintu masuk kamar Lura juga ada dua orang pria berbadan besar berjaga .
"Jangan perdulikan dia ,anggap saja dia tak ada "
Jawab Lura sambil mendelik dengan tajam pada kaka nya .Charli langsung duduk di samping Lura ,di tepi ranjang nya ,sementara yang lain nya duduk di sofa dan Huang zi di ujung nya menjauh .Been dari tadi hanya diam ,dia merasa pernah melihat lelaki berjas itu di suatu tempat .
__ADS_1