11:30

11:30
Anniversary


__ADS_3

Entah kenapa Lura merasa canggung ketika  berduaan saja dengan Been ,rasanya berbeda dengan member DUX lain yang pernah dia temui ,dia merasa hanya Been satu-satunya teman Charli yang tak menyukai nya ,mungkin dia tadi tersenyum padanya tapi Lura tau dia tak benar-benar tulus melakukan nya .Sekarang dia sedang menyiapkan sarapan untuk mereka dan Been tepat di belakang nya duduk di kursi bar meja makan dapur Charli ,dia hanya memperhatikan semua gerak gerik Lura .


Been sadar gadis di depan nya memang cantik dia bahkan tak memakai make up sedikit pun sekarang ,dengan menggunakan sweater hitam Charli yang kebesaran dan hotpants yang nyaris tenggelam di dalam sweater itu ,kaki jenjang putih mulus nya mungkin akan sangat menggoda bagi lelaki normal .Been sedang berpikir keras apa yang telah mereka lakukan semalam ,sejujurnya dia ingin marah dan mengusir gadis itu dari apartemen ini tapi dia sadar posisinya sekarang .


"Kamu menginap di sini Lu ?"


Dari pada terus menerka-nerka lebih baik dia tanya langsung .


"Iya kak ,kemarin kak Charli sakit jadi aku merawatnya dia demam tinggi aku mau membawanya kerumah sakit tapi dia menolak ,jadi aku merawatnya di sini  "


"Sakit benarkah ,?"


Jika Charli sakit kenapa dia tak memberitahu nya ,Been berdiri dari duduknya dia hendak ke kamar Charli dan melihat keadaan nya ,tapi ternyata Charli sudah ada di belakang nya .


"Kaka sudah tak pusing lagi,bagai mana sekarng sudah lebih baik  "


"Tidak Lu ,aku sudah baikan sekarang ,hai Been sudah lama di sini "


Charli langsung duduk di samping Been .


"Lumayan lama sejak kalian masih tidur sambil berpelukan "


Jawab Been dengan nada cemburu yang berusaha di sembunyikan nya dengan senyuman ,mata Charli langsung membulat sempurna dia ingin menjelaskan sesewatu tapi di sana ada Lura .


"Nahh sekarng makan dulu ,ayo kak Been makan bareng kita "


Charli yang hendak berbisik sesewatu pada Been langsung salah tingkah begitu Lura menaruh masakan nya di meja ,mereka mulai memakan masakan Lura gadis itu memang pandai sekali membuat makanan sederhana dengan rasa yang lezat ,Charli sudah lebih baik sekarang berkat perawatan Lura ,sebenarnya kemarin dia menelpon Been tapi ponselnya tak bisa di hubungi .


"Kamu gak kerja Lu ?"


Been bertanya pada Lura dia ingin memastikan gadis itu pergi secepatnya dari hadapan mereka .


"Ahh iya sepertinya aku harus kerja hari ini ,apa kaka sudah lebih baik sekarang ?"


"Tenang saja Lu aku sudah sehat ,maaf dan terimakasih kamu sudah merawat ku sampai harus bolos kerja kemarin "


"Itu sudah kewajiban ku kak ,buat apa punya pacar seorang dokter kalau tak berguna hehe benar kan kak Been "

__ADS_1


"Hehe iya benar "


"Kak Been aku bisa minta tolong tidak ?"


"Iya Lu apa ?"


"Tolong jaga kak Charli ya ,mungkin kelihatan nya dia sudah sehat tapi keadaan nya masih lemah "


"Iya tenang saja Lu ,aku akan menjaga nya "


Been mencoba tersenyum setulus mungkin ,gadis itu tak salah sama sekali ,dia yang egois dia yang meminta Charli memanpaatkan nya ,tapi sekarang dia yang khawatir ,dia mulai takut Charli mungkin mulai menyukai nya .Setelah Lura pamit dan berangkat kerja Been hanya diam di samping Charli tak ada kata yang keluar dari bibir mungilnya ,entahlah perasaan nya sedang kacau dia bingung harus cemburu atau tidak ,yang jelas hatinya tak nyaman melihat adegan tadi pagi ,dia jelas melihat Charli yang memeluk Lura bukan sebalik nya .


Charli sudah menjelaskan semuanya ,dia juga minta maaf dan tak bermaksud menggoda gadis itu ,meskipun dia pacar nya hanya saja Charli saat itu sedang membutuhkan seseorang di samping nya ,dan kemana Been saat dia di butuhkan ,ponselnya saja di matikan .


"Teman ku dari Paris datang berkunjung dan ponsel ku ketinggalan di apartemen ,"


Been kembali diam dia mengacuhkan Charli dan malah asik memainkan ponselnya .


"Been jangan marah pada ku ,aku tak bermaksud melakukan nya "


"Heemmm"


Dengan malas Been berbalik dan menatap lelaki raksasa itu ,dia memang tak bisa marah padanya ,apalagi setelah Charli masang senyum bodoh nya .Dia malah ikut tersenyum dan langsung memeluk lelaki itu .


Musim telah berganti dan beberapa bulan telah berlalu ,hari itu Lura sangat bersemangat ,rekan setim nya di rumah sakit sampai aneh melihat tingkah laku dokter cantik itu ,bahkan saat si dokter menyebalkan Zuyu mengganggu nya dia cuek dan membalas nya dengan senyuman .Lura senang karna besok adalah hari anniversary hubungan nya dengan Charli dia berniat membuat cake kesukaannya dan merayakan malam itu di apartemen Charli ,bahkan dia sudah membeli drees cantik untuk dia kenakan malam itu .


"Apa semuanya lancar ?"


"Apanya ?"


"Hubungan mu ?"


Lura mengangguk semangat saat Jhosep bertanya ,dia adalah sahabat yang paling dekat dengan Lura di rumah sakit ,lebih tepat nya hanya Lura lah yang mau berteman dengan nya di rumah sakit itu,mereka menjauhi nya karna berpikir Jhosep bukan orang baik dan sering terlibat masalah .


"Kamu yakin dia mencintai mu ?"


"Maksud nya ?"

__ADS_1


"Aku meragukan nya "


Jhosep langsung pergi ,sudah waktunya pulang ,sebenarnya saat adegan Charli mencium Been dalam mobil di parkiran itu dia juga melihatnya ,saat itu dia tepat di belakang Lura dia tak buta dan sering mengingatkan gadis itu ,tapi percuma saja Lura sepertinya sangat mencintai dia .


"Setidak nya beri aku selamat ,hahhhhh dia memang tak pernah senang dengan hubungan ku dan Charli "


Lura dengan semangat pulang tanpa rasa lelah sedikit pun .Bahkan hujan yang mengguyur kota dengan lebat tak mengurangi rasa bahagia nya .Setiba nya di apartemen dia langsung membuat cake itu ,senyum nya masih terus tergambar jelas di wajahnya ,membayangkan ekspresi bahagia Charli saja sudah sangat membuat hatinya berdebar .


Sebenarnya hari itu Charli sudah membeli bunga untuk Lura dia membelinya sebelum pulang ke apartemen ,Charli sebenarnya lupa dengan tanggal jadian mereka ,tapi saat tadi pagi Lura membahasnya dia pura-pura ingat dan setuju untuk merayakan nya malam nanti .Setiba nya di apartemen ternyata sudah ada Been di sana ,mata nya langsung fokus pada bunga yang di bawa Charli ,bunga lavender yang di bungkus dengan sangat cantik bahkan ada sepucuk surat di dalam nya .


"Been "


"Kenapa kaget begitu ?"


Been berjalan mendekati Charli dan langsung mengambil bunga itu ,mengambil surat yang ada di dalam nya dan melemparkan bunga nya sebarang .


"Kamu seperi lavender ini ,menenangkan ku .Terimakasih telah bersama ku 1 tahun ini ,mari kita jalani hari-hari yang panjang bersama .


Yang selalu mencintai mu .Charli "


Been membaca isi surat yang sepertinya Charli buat sendiri ,dia sudah mendunga nya lelaki itu sudah mulai menyukai gadis yang dia manfaat kan ,Been tersenyum miring sambil meremas surat itu dia menatap Charli seolah tak percaya dengan apa yang dia baca barusan .


"Aku sudah janji padanya ,aku hanya ingin terlihat baik di mata nya ,bukan berarti aku benar-benar menyukai nya Been ,kau tau kan "


"Cepat atau lambat dia akan tau hubungan kita Charli ,kamu tak perlu sebaik ini pada nya , atau kamu memang benar-benar sudah menyuki nya "


"Been ayolah ,kita sudah banyak membohongi nya dan memanfaat kan nya .Dan sudah berapa kali aku jelaskan aku tak mencintai nya"


"Baik aku pergi "


Charli menarik tangan kekasihnya itu dan langsung menariknya ke dalam pelukan nya ,lelaki yang telah dia kenal 8 tahun itu bukan hanya sekedar kekasih untuk nya tapi juga teman hidup yang mengetahui segala hal tentang nya .Dia yang pertama mengajarinya segala sesewatu tentang cinta .Meski Charli tak tau apakah cinta yang Been punya benar-benar cinta atau sebuah hasrat yang lain.


"Jangan tinggalkan aku "


Rengek Been dalam dekapan Charli


"Tak akan "

__ADS_1


Dengan berjinjit Been mencium bibir merah kekasihnya itu ,ciuman itu di balas dengan lembut oleh Charli ,sampai mereka tak sadar melakukan yang lebih dari seharuanya .Been rindu dengan tubuh lelaki itu ,setelah Lura masuk ke dalam kehidupan kekasih nya mereka jarang punya waktu intim berduaan .Awalnya adegan panas itu mereka lakukan di ruang tamu ,kemudian Been menuntun Charli masuk ke kamar nya ,dia selalu terhipnotis dengan apa yang Been lakukan sampai dia lupa rencana nya malam itu bersama Lura .


__ADS_2