11:30

11:30
Studio dan rindu


__ADS_3

Mata Charli yang berbinar membuat Lura susah menolak permintaan nya ,dia hanya menyanyi untuk mengusir bosan, selama ini tak pernah ada yang mendengarnya bahkan ketika dia hanya bersenandung ,tapi kenapa malam itu Charli malah mendengar nya bernyanyi. Meskipun Ibunya dulu seorang guru vokal tapi Lura tak pernah punya niat untuk menjadi seorang penyanyi .Dan di sinilah dia sekarang di studio musik Charli di dalam ruang recording dia menyuruh nya mencoba, lagi-lagi dengan mata berbinar itu Lura tak mampu menolak nya ,kenapa dia menjadi seperti anak kucing sekarang .


"Ayolah sekali saja coba dulu ya ya ,aku sudah tak bisa menemukan orang yang cocok dan seprtinya jenis suara mu yang kita cari please Lu ya ya "


"Aku bahkan tak tau nada kak ,bagai mana jika aku salah dan membuat malu kaka "


"Aku akan mengajari mu please ya ya "


Lura tersenyum sendiri mengingat bagai mana tadi Charli merengek manja untuk memaksa nya ,dia melakukan itu dengan tubuh raksasanya .


"Dasar bayi besar ,ok sekali ya "


"Iya makasih sayang "


Charli memeluk Lura kemudian mengecup singkat bibr merah muda nya ,membuat dia sedikit merona ,entahlah dia belum terbiasa di perlakukan begitu padahal mereka sering berciuman, tapi tetap saja dia akan merona jika Charli melakukan nya .


Sebelum masuk ruang recording Charli secara singkat menjelaskan bagai mana lagu nya , mereka juga sempat berlatih dulu menggunakan gitar acoustic ,dan setelah Lura cukup mengerti akhirnya kini dia masuk ruang recording itu ,dia sudah memakai headphone jujur saja rasanya lebih tegang di banding ketika dia masuk ruang oprasi dan mengoprasi pasien nya .Charli mengangguk meyakinkan nya dan kemudian mulai menghitung mundur dengan jarinya saat hitungan selesai musik mulai mengalun di telinga nya .Lura mulai mendengarkan lagu bagian pertama yang di nyanyikan Charli dan setelah bagian Charli selesai kini giliran nya ,Lura meremas ujung kaos yang di pakai nya dan dengan satu tarikan nafas Lura mulai bernyanyi ,Charli yang memperhatikan di luar ruangan yang terhalang kaca itu sepertinya sangat puas dengan Lura ,bagai mana dia bisa sesempurna itu bahkan bisa di bilang tanpa latihan .Seprtinya Lura sudah sering berlatih vokal ,suaranya yang halus dan ringan berpadu dengan suara berat dan rendah milik nya,Charli tersenyum dan bertepuk tangan saat Lura menyelesaikan bagian akhir lagu nya .


"Kamu yakin tidak mengerti nada ,lalu apa barusan kamu seperti orang yang profesional ?"


"Benar kak aku baru pertama kali masuk ruang record ,aku hanya ingat dulu suka melihat saat ibu mengajar vokal "


"Wahh ibu mu guru vokal pantas saja ,jadi bagai mana boleh kan suara mu bergabung di lagu ini "


Charli berharap Lura mau ,dia sangat suka dengan warna vokal nya .Bagai mana bisa dia sesempurna ini wajah cantik ,otak pintar ,dan suara merdu semua di miliki nya ,membuat siapa saja akan dengan mudah jatuh cinta pada nya .


"Aku tak ingin di kenal orang ,aku hanya seorang dokter dan tak ingin jadi penyanyi .Aku suka musik tapi itu bukan bagian ku kak "


Charli tak bisa memaksa nya lagi ini pilihan Lura , mungkin dia harus cari orang lagi .Dia menghela nafasnya dalam kemudian mulai membuka ponsel ,nya niat Charli akan menghubungi angota studio nya untuk memberitahu bahwa dia gagal merekrut orang .


"Tapi kalau nama ku di samarkan dan wajah ku tak muncul di video mungkin tak masalah "


Charli langsung menatap Lura ,dia tak salah dengar kan ?.

__ADS_1


"Deal "


Lura tertawa melihat ekspresi Charli yang langsung berubah kembali ,dia mengulurkan tangan nya untuk bersalaman .


"Deal "


Tapi kemudian dia malah menarik tangan Lura dan memeluk tubuh nya erat ,mengecup pucuk kepalanya lama .


Besok nya Charli mulai menggarap video musik nya dan saat jam makan siang Lura menyempatkan datang membawakan mereka makanan sekalian Charli juga memperkenalkan nya pada semua anggota studio di sana ,mereka tau Lura pacar Charli ,teman semasa kuliah nya sempat tak percaya bahwa Charli berkencan tapi setelah Lura datang di hadapan nya dia akhirnya percaya dan bersyukur akhirnya Charli yang tak pernah dekat dengan wanita bisa juga punya pacar sekarng .


"Dokter apa tak apa-apa datang kemari saat kerja "


Mereka terus menyebut Lura dokter setelah Charli memperkenalkan nya dan memberi tahu mereka bahwa Lura adalah seorang dokter .


"Ini jam istirahat sebentar lagi juga aku kembali ke rumah sakit ,dan jangan panggil aku dokter di sini ,itu sedikit canggung "


"Hehe baiklah terimakasih dok eh Lura sudah bergabung "


Charli tersenyum melihat Lura sudah akrab dengan angota studio nya ,dia gadis yang ramah dan mudah bergaul .


"Maafkan aku karna tak bisa mengantar mu ,aku harus mengantar Minki yang akan mulai wajib militer "


"Tidak apa-apa ,tolong sampaikan salam ku pada kak Minki dan yang lain nya "


Taksi yang di pesan Charli untuk Lura sudah datang ,dia mengantar Lura sampaiĀ  masuk ke dalam dan taksi itu menjauh dari pandangan nya .Kemudian dia segera berangkat menyusul anggota DUX yang telah berangkat lebih dulu ,butuh waktu sekitar 1 jam untuk sampai di pusat pelatihan militer itu dan di sana mereka sudah menunggu kedatangan Charli ,semua anggota juga ada di sana termasuk Been yang terus memakai masker menutupi wajah nya yang lebab akibat di pukul Sano .


Mereka semua melepas kepergian Minki dengan haru, dulu juga begitu saat Dori menjalankan kewajiban nya ,anggota DUX pasti akan mengantar membernya yang akan melaksanakan wajib militer .


"Ah iya Lura menyampaikan salam untuk mu ,katanya semangat semoga kau tak terluka di sana "


"Benarkah ,harusnya Lura ikut andai saja tak banyak media di sini "


Minki melambaikan tangan nya kepada semua anggota dan fans yang mengantar nya ,kemudian dia masuk dan semua orang yang berkerumun itu perlahan menghilang .

__ADS_1


"Charli bisa kah aku menumpang di mobil mu ,aku tadi tak bawa mobil dan ikut meneger ,tapi dia sekarang akan mengantar Huno syuting "


Tak ada pilihan lain ,sebenarnya Been sangat ingin menghindari dia .


"Oh iya ayo kita kan searah "


Charli ingin bersikap biasa saja bagai mana pun Been dulu sahabatnya dan selamanya akan seperti itu sekarang .Selama perjalanan mereka tak banyak bicara Been trus fokus ke ponselnya dan Charli fokus ke mengemudi hingga dia harus berhenti di sebuah tempat pengisian bahan bakar untuk mengisi bensin ,Been ikut keluar dan pergi ke mini market di dekat nya membeli minuman untuk mereka berdua .


"Ini "


Dia memberikan satu minuman itu pada Charli yang baru masuk kemabali ke mobil .


"Ah makasih "


Mereka meminumnya bersamaan ,Been membuka masker yang dari tadi di kenakan nya dan Charli tanpa sengaja melihat memar itu dia langsung mendekatkan wajahnya dan meraih dagu Been .


"Ini kenapa bisa memar begini ?"


Sial Been susah payah menyenbunyikan nya tapi dia malah ceroboh dan lupa .


"Akh aku jatuh kemarin "


Been segera menepis tangan Charli dia tak ingin Charli tau dia berbohong .


"Kalau jatuh pasti ada goresan atau luka nya ,ini cuma memar seperti terbentur atau di pukul orang "


"Benar aku cuma jatuh dan terpentok dinding "


Charli tau Been sedang berbohong pada nya dia cukup mengenal lelaki itu ,tanpa bertanya lagi Charli mengambil kotak P3K di jok belakng mobil nya dan mengambil sebuah salep .


"Sini "


Dia menarik tangan Been kemudian tanpa memperdulikan reaksinya Charli perlahan mengoleskan salep itu pada luka di wajah Been ,wajah mereka sangat dekat jantung Been berdebar kembali dia sangat merindukan Charli lebih dari apapun .

__ADS_1


Charli



__ADS_2