
Malam sebelum nya .
Lura dengan menggenakan coat coklat ,celana jins, dan sepatu buts hitam ,baru saja tiba di pelabuhan pukul 09:30 di sana sudah banyak anggota militer dan polisi yang berjaga dia menghampiri bagian administrasi yang mengecek dokumen ,Lura membetulkan syal nya sebelum kemudian mendekati meja petugas .
"Dokter Lura claudia imanuel ,dari Rumah sakit Diamon ,silahkan ikuti petugas anggota anda telah menunggu di dalam kapal, anda terlambat dan tak mengikuti acara pelepasan ,kita akan berangkat 10 menit lagi "
"Maaf pak jalanan macet "
Petugas pria yang sepertinya masih anggota kemiliteran itu tersenyum manis pada Lura kemudian memberinya kartu tanda pengenal .Dia heran kenapa dokter muda dan cantik bisa ikut dalam misi berbahaya ini .
"Silahkan ,ah biar saya saja yang antar anda adalah orang terakhir yang kami tunggu "
Lura mengikuti pria tinggi itu dan masuk ke dalam kapal militer yang akan mengantar mereka ke daerah dekat perbatasan yang jarak nya lumayan jauh ,pemerintah sengaja menggunakan jalur laut karna terakhir kali mereka menggunakan pesawat ,para pemberontak menembak jatuh pesawat itu dan tak ada yang selamat .
Saat Lura tiba di dalam semua dokter dan petugas medis lain nya memandangi nya ,mereka jelas mengenal Lura dokter muda jenius yang sangat berbakat dan cantik ,kenapa dia bisa ikut ke dalam tugas berbahaya seperti ini ,dan yang paling terkejut di antara mereka semua adalah Jhosep .
"Lura ,kenapa kau ke sini ?"
Dia sampai tak memperdulikan sekeliling nya dan langsung berlari ke arah Lura ,gadis keras kepala yang sangat di butuhkan rumah sakit bagai mana bisa masuk kapal ini .
"Hallo semua maaf saya terlambat "
"Kenapa kau ke sini ?"
"Diam Jhosep jangan buat aku malu "
Bisik Lura sambil mencubit perut lelaki itu ,dia memang tak pernah tau tempat .
__ADS_1
"Awwww sakitt ,kenapa kau bisa ke sini bagai mana oprasi besok ,apa profesor dan direktur mengizinkan mu"
Sehari sebelum keberangkatan setelah dia berdebat dengan Charli Lura langsung kembali ke rumah sakit dan mendatangi bagaian humas dia akan menggantikan dokter Julian ,dia mengisi sendiri dokumen nya dan meminta direktur menandatangani nya ,hari itu semua orang tengah sibuk mempersiapkan oprasi besar perdana mentri ,direktur tak menyadari kalau dia telah menandatangani dokumen pergantian dokter yang akan berangkat itu, dia tak tau bahwa Lura lah yang mengganti dokter Julian ,lebih tepat nya dia tak sadar saat Lura meminta tanda tangannya .
"Jangan berisik Jhosep ,seperti mu aku juga ingin tau apa ada yang akan menangisi kematian ku nanti "
"Jangan konyol Lura sebelum terlambat cepat kembali "
"Sayang nya kapal ini sudah melaju sekarang"
Jhosep mengusap mukanya prustasi kemudian menarik nafas nya dalam mencoba menenangkan hatinya .Dia tak pernah mengerti dengan jalan pikiran Lura dia tak seperti orang lain yang di kenal nya di rumah sakit ,selain keadaan keluarga mereka yang hampir sama sifat Lura dan dirinya juga hampir mirip ,mereka sama-sama keras kepala dan pemberontak ,hanya saja Lura lebih misterius dari pada dirinya .
Dokter Zuyu dan kedua suster itu keluar dari apartemen Lura dengan muka prustasi orang yang mereka cari ternyata tak ada ,Charli juga bingung kemana Lura pergi dan kenapa mereka mencarinya ,dia masih di dalam apartemen Lura melihat sekeliling tempat itu ,sangat bersih dan rapih. Dia mulai sadar sekarang bahwa tak pernah tau apa-apa tentang Lura ,selama setahun berhubungan dengan nya tak satu pun hal yang dia tau tentang Lura .Charli kemudian masuk ke dalam kamar Lura ,saat pintu nya dia buka semerbak tercium wangi lembut bunga lavender ,aroma tubuh Lura .
Semuanya tertata rapih dan bersih kamar dengan nuansa putih dan pink itu tak ada satupun benda yang menempel di dinding nya,bahkan jam dinding pun tak ada ,sepertinya Lura tak suka hal yang seperti itu ,dia lebih misterius dari yang Charli kira ,hanya ada buku-buku di meja nya,beberapa alat make up dan foto dirinya kemudian foto semua anggota DUX terbingkai di meja nya ,di balkon kamarnya terdapat beberapa tanaman hias yang sengaja dia tanam ,Charli duduk di tempat tidur ,hanya diam di kamar nya saja sudah bisa membuatnya setenang ini .
"Kamu ke mana Lu ?"
** ** **
Direktur dan beberapa profesor di rumah sakit sedang mengadakan rapat darurat sekarang ,Zuyu baru saja tiba dan semua orang yang ada di ruangan itu langsung menatap nya tajam ,dia sudah memberitahu mereka bahwa Lura tak ada di apartmen nya lewat telpon sebelum nya ,dia sudah cari kemana pun tapi hasilnya nihil ,dia sangat prustasi dan marah bagai mana nasib gelar barunya sekarang ,dia tau Lura pasti sengaja melakukan ini padanya .
"Dokter lura tak saya temukan di mana pun "
Keluh nya kemudian mengambil tempat dan duduk di bangku kosong ruang rapat itu .
"Jelas dia tak akan kau temukan ,Dokter Lura telah berangkat ke perbatasan dia ikut dengan tim dokter darurat ke sana "
__ADS_1
Direktur rumah sakit dengan marah melempar dokumen yang berisi persetujuan nya memberangkatkan Lura dan dokter lain nya .
"Hahh bagai mana bisa ?"
"Dia sangat pintar dan cerdik ,seharusnya kita tak mengangkat dokter Zuya sebagai perofesor sekarang dia mungkin sakit hati dengan ulah ku dan memilih pergi ke sana.Kacau ,bagai mana sekarang oprasi 3 jam lagi akan di lakukan ,nama baik rumah sakit ini sedang di pertaruh kan "
Zuya mengepalkan tangan nya ,dia baru sadar kenapa Lura waktu itu tak marah atau memukul nya ternyata ini balasan nya .Sekarang bukan hanya gelar profesornya yang terancam di copot tapi nama nya sebagai dokter juga terancam .
"Bukan hanya masalah oprasi hari ini ,dokter Lura adalah aset kita dia dokter jenius yang banyak di lirik rumah sakit lain ,seharusnya kita bisa lebih menghargai nya "
Profesor Daniel dari awal mengang sudah menentang pengangkatan dokter Zuya sebagai profesor baru rumah sakit ini ,tapi tak ada yang mendengar nya ,mereka gila hormat dan memilih Zuyu yang masih kurang berpengalaman ,hanya karna dia anak pemilik yayasan .
Direktur mulai menyadari kesalahan nya dia benar-benar bingung sekarang ,mereka tak bisa menarik kembali Lura dari tugas itu mungkin sekarang dia sudah sampai di tempat itu .
Benar Lura dan dokter lain nya baru tiba di lokasi ,mereka beruntung bisa sampai dengan selamat dan langsung di sambut dengan meriah oleh wali kota setempat .Dan setelah acara penyambutan selesai para dokter dan perawat di antar menuju tempat tinggal sementara mereka di sana ,tempat itu bersebelahan dengan rumah sakit ,mereka sepertinya sengaja membangun gedung baru agar para dokter bisa lebih mudah mengontrol pasien .
"kita sebaiknya menentukan dulu siapa ketua tim di sini "
Saat semua sedang berkumpul untuk makan siang sebelum pergi ke rumah sakit ,salah satu dokter dari rumah sakit lain memberi usul itu .
"Bukan kah sudah jelas dokter Lura "
"Uhukkk uhukkk ,jangan aku "
Lura yang sedang minum sampai tersedak karna kaget mendengar nya ,bukan kah ada yang lebih senior dari nya .
"Lebih baik dokter Jems dia lebih berpengalaman dari pada aku "
__ADS_1
"Betul aku setuju ,jangan gadis ini dia suka seenak nya dan keras kepala "
Jhosep sepertinya masih marah dan kesal pada Lura .