11:30

11:30
Seolah baik-baik saja


__ADS_3

DUX kembali lagi memulai aktivitas normal nya sebagai grup meskipun tanpa Minki yang sedang dalam tugas militer ,mereka akan segera merilis album baru dan mengadakan kembali tur konser yang telah di tunggu-tunggu penggemar .Perlaha meskipun masih butuh banyak waktu para penggemar mulai menerima keadaan Been ,mereka menyadari Been juga manusia normal yang tak bisa sempurna ,mungkin apa yang Been jalani masih tabu untuk sebagian banyak orang ,tapi dia buka orang jahat yang berprilaku buruk .Ini hanya pilihan hatinya Been tak bisa mengatur perasaan semau pikiran nya .


"Kau mau ke mana lagi Been ,bukan nya kita mau makan malam bersama di asrama ?"


"Maaf aku sudah ada janji ,kalian saja "


Lagi ,sudah hampir sebulan Been begini ,setelah jadwal latihan selesai Been akan langsung pergi entah kemana ,dia tak pernah memberi tahu Dori atau pun yang lain nya .


"Bukan kah dia sering keluar malam akhir-akhir ini ?"


Huno juga khawatir mengingat kondisi mental Been yang belum setabil,hanya Charli yang terlihat acuh tak acuh ,dia kini tak banyak bicara ,setelah tiba di asrama Charli langsung duduk dan meminum sekaleng bir nya ,dia tak perduli apapun tentang Been ,dia memang tak bisa membenci lelaki cantik itu ,tapi hatinya masih terlalu marah untuk bersikap seperti dulu lagi .


"Iya benar ,tapi Been terlihat lebih ceria sekarang dia tak pernah melamun lagi "


"Benarkah syukurlah kalau begitu "


Been akhirnya setuju dan menjadi relawan di sana selama satu bulan ,tak banyak orang di unit itu yang tau tentang nya ,Been sering menggunakan masker dan pakaian tertutup saat ikut berpatroli paling hanya Tami yang tau betul siapa Been dia juga banyak membantu Been saat bertugas .Been sama sekali tak memberitahu anggota DUX tentang apa yang di kerjakan nya akhir-akhir ini ,Been tak mau mereka tau kalau dia pernah ingin mencoba mengakhiri hidup nya ,bisa-bisa dia akan di kurung di rumah dan tak di izinkan keluar lagi .


"Kak Been sebentar lagi tugas relawan ini selesai ,bagai mana perasaan kaka sekarang ?"


Been menyeruput kopi nya ,kemudian menengadah memandang langit malam yang seakan lebih luas dari hari biasa nya .


"Sekarang perasaan ku lebih tenang ,tapi ada yang masih mengganjal .Aku harus memperbaiki hubungan ku dengan nya ,membuat hubungan mereka kembali seperti dulu "


"Kaka tak apa-apa ?"


"Aku sekarang sudah sadar ,hubungan kami sudah benar-benar berakhir ,jika aku masih menginginkan nya itu pasti hanya sebuah obsesi .Aku percaya Tuhan ada dan dia menyayangi ku "


"Aku senang mendengar nya ,aku senang kaka lebih cerah sekarang "


"Benarkah ?"

__ADS_1


"Iya "


Been tersenyum ,dia sering tersenyum sekarang menghadapi semua permasalahan dengan positif dan lapang dada ,menjadi pribadi yang lebih bersyukur dan tak menggantungkan hidup hanya pada perasaan membuat nya merasa lebih baik .Tuhan masih memberinya kesempatan untuk hidup dan memperbaiki semuanya .


Saat malam hampir berakhir ,Been kembali ke asrama DUX dia akan tidur di sana karna jarak nya lebih dekat dari tempat Been patroli malam itu ,Been sudah setengah mengantuk ketika sampai , dia merasa aneh melihat lampu ruang tengah menyala ,apa Dori lupa mematikan nya .Been terlonjat kaget begitu melihat seseorang berbaring di bawah sofa ruang tengah ,banyak bekas kaleng bir berserakan di dekat nya .Dia Charli sepertinya dia mabuk berat dan tak sadar tidur di sana ,Been berjalan mendekati nya ,melihat Charli yang seperti ini membuatnya semakin merasa bersalah ,Been sadar dia telah menghancurkan hati orang yang di cintai nya itu ,dia membawa Charli ke dunia nya membiarkan dia tersesat di dalam nya dan saat Charli menemukan jalan untuk keluar Been malah ingin menarik nya kembali ,membuatnya semakin hancur .


"Maafkan aku "


Tak mungkin mengangkat tubuh tinggi dan kekar Charli seorang diri ,lantas Been mengambil bantal dan selimut dari kamar dan memakaikan nya pada Charli .


"Aku merindukan mu "


Saat Been hendak pergi setelah menyelimuti Charli ,dia memegangi tangan nya menahan Been tetap tinggal di sana .


"Aku sangat merindukan mu Lu ,kembali lah aku sangat mencintai mu "


Dia mengigau dalam tidur nya ,suara


"Kenapa dia mabuk di sini ,harusnya dia tidur di kamar "


Been melepaskan tangan Charli dan pergi dari sana .


Saat bus berhenti di pemberhentian terakhir ,seorang pria yang usia nya masih terbilang muda turun dari dalam nya ,dia tampak sangat tampan dengan kemeja lengan panjang yang di jadikan outher dan dalaman kaos berwarna putih ,kemudian celana jins panjang dan sepatu tali dia juga menggendong tas ransel di punggung nya ,cuaca cukup panas hari itu dia menyeka keringat di dahinya ,ini musim gugur tapi tengah hari di pulau jeju yang terletak dekat laut membuat udara masih panas dengan matahari yang cukup terik .Setelah melihat layar ponsel nya dia kembali berjalan menuju tujuan nya datang ke sini ,setelah 10 menit berjalan dia akhirnya berhenti di depan sebuah villa mewah ,dia melihat kembali layar ponsel nya memastikan alamat yang di tuju nya benar ,setelah yakin dia memencet bell di pintu depan villa itu .


"Hallo apa benar di sini kediaman Lura ?"


Seorang wanita yang sepertinya lebih tua dari nya membuka pintu itu .


"Anda siapa ?"


"Ah perkenalkan saya Jhosep teman dan rekan kerja Lura di rumah sakit "

__ADS_1


Jhosep mengulurkan tangan nya untuk berjabat ,dan kemudian di sambut hangat oleh Emely .


"Ahh jadi kamu Jhoseo ayo masuk ,Lura sudah menunggu mu ,saya Emely kaka ipar Lura "


Dia mengikuti Emely masuk ke dalam villa besar itu ,Jhosep tercengang melihat isi di dalam nya yang mewah ,matanya tak bisa untuk diam dan malah sibuk menikmati desain villa itu ,hingga pandangan nya berhenti pada satu orang yang kini berdiri di depan nya dengan senyum yang sangat di rindukan nya .


"Lura "


Jhosep memeluk Lura erat .


"Kenapa mendadak datang nya aku pasti akan masak makanan enak ,kenapa memberitahu nya tadi pagi "


"Akh aku sengaja ,bukan nya tangan mu masih sakit ?"


"Sudah lebih baik ,tinggal 2 kali kontrol aku suda sembuh "


Lihatlah senyum gadis itu ,kenapa rasanya tak secerah dulu ,apa dia tak bahagia dengan pilihan nya .Jhosep bisa tau itu dia merasa Lura menyimpan semua dan bersembunyi dari masalah nya ,dia terbiasa menyimpan luka dan bersikap seolah baik-baik saja ,tapi mata seseorang tak bisa berbohong Jhosep tau itu dia jauh lebih mengenal Lura dari pada Charli .


Dia sengaja datang jauh-jauh dari Seoul untuk melihat keadaan Lura ,sudah hampir 3 bulan mereka tak bertemu dan hanya bertukar kabar lewat ponsel ,bukan hanya Jhosep yang merindukan nya ,semua yang ada di rumah sakit diamon sangat kehilangan sosok Lura .


Setelah makan malam Lura mengajak Jhosep ke atap bangunan villa itu ,ini seperti kebiasaan mereka saat di rumah sakit ,melihat bintang dengan angin yang lebih kencang .Jhosep merogoh saku jaket nya dia mengambil sepucuk surat dari sana .


"Ini dari mantan pasien mu "


"Surat ?"


"Iya katanya dia ingin menyampaikan sesewatu ,bacalah nanti di kamar mu ok ,sudah larut sebaiknya kau tidur "


Lura mengangguk dan mereka akhirnya menyudahi kegiatan melihat bintang itu lalu kembali masuk ke kamar masing-masing .Lura sangat penasaran dengan surat yang Jhosep bawa ,selama dia di sini tak pernah ada yang mengirimi nya surat .Bukan kah jaman sudah canggih ,kenapa menggunakan surat begini , dia kemudian mulai membuka lembar surat itu .


"Been ?"

__ADS_1


__ADS_2