
Awal musim panas di kota Paris ,Prancis 10 tahun lalu .
"Siapa dia ?"
"Dia adik nya Robin ,nama nya Been kenapa ?"
"Dia cantik .Hey lelaki cantik mau bergabung bersama kita .Nanti aku traktir belanja deh "
Mereka adalah teman kaka nya Been ,dia yang saat itu baru pulang sekolah harus berhadapan dengan sekumpulang pria tinggi besar teman-teman kaka nya ,entah apa yang sedang mereka lakukan berkumpul di rumah nya sore-sore .Kaka dan teman-teman nya sangat terkenal nakal dan suka berbuat onar ,Been tak peduli bahkan tak menghiraukan ajakan mereka,dia tak mau berurusan dengan orang seperti itu .Tapi setelah pertemuan petama itu ,teman-teman kaka nya semakin sering mengganggu nya apalagi dia ,Sano pria paling tampan di antara mereka yang entah kenapa senang sekali menjahili Been ,dia sering mengganggu Been belajar dengan datang ke kamar nya ,bahkan dia juga datang ke sekolah nya untuk sekedar menjemput nya pulang meskipun dengan memaksa .
"Kaka jangan ganggu aku ,aku bisa pulang sendiri .Untuk apa kaka repot-repot menjemput ku "
"Aku hanya kebetulan lewat Been ,apa salah nya sekalian menjemput mu "
"Kebetulan kok setiap hari "
Been tak pernah tau bagai mana kehidupan kaka nya ,Been tak tau bagai mana teman-teman nya ,hingga satu malam di musim dingin semua nya di mulai dari sana .Semua teman kaka nya berkumpul di rumah ,mereka berpesta dan minum-minum sampai mabuk ,Been yang saat itu masih remaja hanya diam di kamarnya ,tapi kemudian seseorang menggedor pintu kamar nya dengan kencang .
"Akhh siapa sih ?"
Dengan kesal Been membuka pintu dan ada Sano di sana ,dia tersnyum manis sambil menatap Been ,kemudian tanpa basa basi langsung memeluk nya ,mencium bibirnya dengan paksa ,Been mencoba melawan tapi pria tinggi besar itu memiliki kekuatan lebih besar dari pada dirinya yang mungil ,dia mendorong tubuh Been hingga jatuh di atas kasur ,menutup pintu kamar nya dan mulai menindih tubuh mungil nya .
"Apa yang kau lakukan ,apa kau sudah gila ,lepaskan "
__ADS_1
"Iya aku gila karna mu Been ,aku sungguh menginginkan mu "
"Apa kau gila karna mabuk ,cari saja wanita kenapa malah mendatangi ku "
Tangan kekar nya mencengkram kuat lengan mungil Been ,mereka bukan lelaki normal ,mereka semua gay termasuk kaka Been sendiri .Malam itu malam yang sangat panjang untuk Been dia di paksa meladeni nafsu bejat Sano yang tengah mabuk berat.Dan setelah hari itu Been merasa tak pernah baik-baik saja Sano selalu datang ke rumah nya ,memperlakukan nya layak nya seorang wanita ,Sano memang sangat baik pada nya ,tapi Been yang merasa suadah tak tahan harus terus meladeni nya memilih kabur dan pergi ke Korea . Kebetulan dia ikut dengan teman nya yang akan mengikuti audisi agensi SS ,Been yang awalya tak berniat ikut audisi malah lolos dan menjadi training di sana ,dia lalu bertemu dengan Charli dan yang lain nya .
Tahun pertama di Korea menjadi tahun tersulit di hidup nya ,Been yang masih asing dengan negara itu banyak sekali mengalami kesulitan ,tapi selalu ada seseorang yang membantu nya ,dan dia adalah Charli lelaki cengeng yang sering menagis ,mereka satu kamar ketika di asrama ,dia selalu bersedia membantu nya kapan saja ,meskipun mereka sama-sama kesulitan Charli tak pernah segan untuk membantu Been ,membuat hati nya hangat .Awalnya Been ingin terbebas dari orang-orang seperti Sano dan kaka nya ,tapi dia malah terjebak dalam perasaan itu dan menjadi seperti mereka ,dia malah menyukai Charli dan membuat dia seperti nya .
Been mengerjapkan matanya beberapa kali ,pandangan nya sedikit kabur kepalanya juga pusing ,langit-langit ruang rawat intensif adalah hal pertama yang di lihat nya ,suara dari Alat monitor hemodinamik dan saturasi ,yang memonitor keadaan jantung nya juga menjadi sesewatu yang pertama di dengar, saat setelah tersadar dari mimpi panjang nya .Tak ada siapa-siapa di sana ,dia ingin memanggil seseorang tapi suara nya tertahan di tenggorokan, tak ada tenaga untuk sekedar memanggil suater yang sedang memberseakan alat medis di depan nya .Hingga suster itu berbalik dan terkejut melihat Been sudah membuka mata ,suster itu langsung keluar dari ruangan setelah memeriksa sekilas keadaan nya ,kemudian tak lama setelah itu datang lah Lura .Setelah melakukan beberpa pemeriksaan lagi kini Been sudah di pindahkan ke ruang rawat jalan VIP ,anggota DUX sudah bisa menemani nya hanya saja Been tak boleh banyak bergerak dan banyak pikiran untuk saat ini ,dia harus banyak istirahat agar cepat pulih .
"Lie bisa tolong ambilkan aku air "
"Tentu saja sebentar "
"Akhhhh "
Been memegangi kepalanya ,Charli yang melihat itu langsung panik .
"Kenapa Been apa yang sakit ?"
"Kepala ku "
"Sebentar aku akan panggil dokter "
__ADS_1
Saat Charli hendak pergi Been langsung memegangi tangan nya ,dia ingin Charli tetap di samping nya .
"Jangan pergi "
"Tapi kau kesakitan "
"Aku hanya ingin kau di sini ,jangan ke mana pun "
Charli duduk kembali ,Been terus memegangi tangan nya ,dan saat itu Lura masuk ke ruangan itu .Dia sedikit kaget dengan apa yang mereka lakukan tapi Lura mencoba bersikap biasa saja dan tetap melalukan tugas nya sebagai dokter .
"Hallo ,bagai mana keadaan kak Been sekarang apa masih pusing ?"
Been mengangguk ,entah lah dia tiba-tiba sebal melihat Lura datang mengganggu momen indah nya bersama Charli .
"Apakah itu wajar ?"
Charli melepas genggaman tangan Been kemudian berjalan mendekati Lura ,membuat hati Been semakin sesak dengan kehadiran Lura di antara mereka .
"Itu masih wajar ,kak Been harus rajin minum obat saja "
Semuanya tampak baik Lura sudah selesai mengecek keadan Been ,dia hendak keluar karna masih harus mengurus beberapa pasien ,Charli berniat mengantar nya tapi kemudian Been memanggil nya .
"Jangan tinggalkan aku sendiri "
__ADS_1
Lura mengangguk dia tak apa-apa Been sekarang harus mendapat perhatian ekstra dari orang terdekat nya ,dan Charli salah satu nya .Been melihat semuanya bagai mana Charli mengusap kepala gadis itu dan mengecup kening nya sebelum dia pergi ,Been ingin Charli nya kembali ,toh sekarang dia tak perlu menyembunyikan jati diri nya lagi .