11:30

11:30
Benci dan menjijikan


__ADS_3

Satu minggu setelah Lura mengakhiri hubungan mereka ,Charli tak pernah lagi bertemu dengan nya ,Lura menghilang entah kemana ,bahkan saat dia mendatangi rumah sakit tempat nya bekerja ,suster Jasmin dan Maria pun tak bisa membantu nya .Ini patah hati pertama dalam hidup Charli ,jangan tanya bagai mana rasanya ,karna dia merasa setiap malam seolah ada berjuta kilogram besi yang menindih hati nya ,rasanya sakit dan menyesakan ,itu karna dia sangat mencintai Lura ,gadis luar biasa yang selalu dia lukai .


Musim panas telah berlalu ,udara kering dan dingin musim gugur mulai menyelimuti kota Seoul ,daun-daun di sepanjang jalanan kota sudah mulai menguning dan memerah banyak juga yang telah luruh dan berserakan di jalan beraspal ibu kota .


Siang itu Charli berada di studio nya ,dia terus fokus pada layar monitor laptop di depan nya ,musik video Falery baru saja di rilis ,dia ingin tau bagai mana tanggapan orang-orang yang melihatĀ  .Di samping nya duduk marky yang sejak tadi terus memperhatikan nya ,Charli akhir-akhir ini bersikap sangat aneh dia menjadi tak banyak bicara dan cenderung sensitif ,dia bahkan jarang pulang ke apartemen nya malah sering menginap di studio ,dan tidur dengan keadaan mabuk berat .


"Wahh respon nya bagus juga ternyata ,mereka suka dengan konsep Falery yang baru "


Seru marky dengan riang .


"Syukurlah "


Charli hanya menjawab dingin dan datar seperti tak perduli .


"Jujurlah pada ku ,ada masalah apa kau sebenarnya ?"


"Tidak ada ,sudah lah biarkan aku tidur sebentar kau bisa pulang "


"Kau bertengkar dengan dokter Lura ?"


"Kita sudah putus "


"Apa ,kenapa ?,bukan kah dia sangat baik pada mu ,pada kita semua "


"Aku tak cukup baik untuk nya "


Masalalu nya sebagai gay akan terus ada sampai dia mati ,bayang-bayang menyakitkan tentang nya dan Been akan terus di ingat Lura sampai kapan pun ,luka itu menumpuk dan terus bertambah yang suatu waktu pasti akan meledak .Charli merebahkan tubuhnya di sofa dia mencoba memejamkan matanya berharap kantuk itu segera mendatangi nya ,sekarang dia tak bisa tidur jika tak benar-benar lelah atau di bantu alkohol dan obat tidur .Dia merasa kacau apa patah hati selalu sesakit ini ,saat pikiran nya mulai terbang ke alam mimpi kejadian itu seolah menjadi sebuah klise filem yang menunjukan kembali adegan malam itu ,wajah kecewa dan sedih Lura masih tergambar jelas di mata nya ,wajah cantik putih nya yang memerah akibat menahan tangis agar terlihat kuat di depan nya ,semuanya terus terulang dalam setiap malam di mimpi nya .Charli tersentak bangun saat mendengar bunyi ponsel yang berdering tepat di meja sebelah nya ,nama Dori tertulis di layar ponsel nya ,Charli segera menjawab panggilan itu ,dia meminta Charli untuk datang ke asrama sudah hampir 1 bulan mereka tak berkumpul bersama ,apalagi sekarang ada Minki yang sedang libur tugas militer ,Charli sebenarnya ragu untuk datang dia takut jika bertemu Been dia takut tak bisa mengontrol emosinya dan menyakiti dia .


"Kau sudah datang "

__ADS_1


Charli datang menenteng dua kantung belanjaan yang isinya daging dan sayuran ,mereka akan memanggang daging malam ini .Been yang mendengar nama Charli di sebut langsung berlari menghampirinya ,selama seminggu ini Charli tak pernah membalas pesan atau panggilan nya .


"Kau bawa apa ,wahhh daging sapi "


Dia meletakan kantung itu di tempat nya tadi berdiri kemudian pergi meninggalkan Been di sana ,Been yang merasa tak punya masalah tak terlalu memperdulikan perlakuan Charli dia tak tau hubungan Charli dan Lura telah hancur karna ulah nya .


"Wahhh produser Charli apa kabar ,tampak nya projek mu dan artis itu sukses besar "


Charli duduk di samping Minki yang sedang menonton televisi .


"Iya syukurlah mereka suka "


"Tapi kenapa wajah mu lesu begitu ,seharusnya kau senang sekarang "


"Benarkah ,aku kurang tidur akhir-akhir ini "


Been berjalan mendekati mereka berdua dan duduk tepat di samping Charli ,dia yang merasa risih sedikit membuat jarak tapi Been malah semakin mempersempit jarak itu membuat Charli makin kesal dan bangkit pergi dari sana .Dia tak ingin membuat masalah lagi dengan Been dia sekuat mungkin ingin menjaga jarak dengan nya ,Charli takut tak bisa mengontrol emosinya dan menyakiti pisik Been yang masih dalam prawatan .Setelah mengambil sekaleng bir dari dalam kulkas Charli lantas pergi ke balkon asrama menikmati kesendirian nya di sana ,biarlah Dori dan Minki yang masak kali ini .


Dori dan Minki yang sedang mulai masak merasa curiga dengan sikap Charli yang aneh kali ini .


"Tidak ,hmmm apa karna malam itu ya "


"Apa yang kau lakukan pada nya ?"


Huno yang baru selesai mandi ikut menyimak obrolan itu .


"Aku mencium nya ,aku terlalu mencintai nya hingga tal rela kehilangan dia"


Meskipun mereka semua sudah tau mengenai masalalu hubungan kedua nya tetap saja pengakuan Been itu membuat mereka kaget .

__ADS_1


"Kenapa kau mengganggu nya lagi ,biarkan Charli bahagia dengan wanita pilihan nya ,jangan membuat hubungan di grup kita canggung karna masalah ini "


"Aku tak mengganggu nya ,aku hanya menyadarkan nya saja "


Kapan Been akan sadar dengan semua ini ,Dori juga mulai muak dengan sikap nya .Been juga tampak nya mulai kesal karna tak ada satu pun dari member DUX yang mendukung nya ,Been meletakan kembali selada yang sedang di cuci nya kemudian pergi dari sana dia berniat menghampiri Charli yang tengah sendiri di balkon .


"Lie kamu marah pada ku "


Charli hanya melirik sekilas Been kemudian fokus kembali pada bir nya ,dia ingin menghindari nya tapi sepertinya Been sengaja memancing emosi nya .


"Kau bisa tidak janga ganggu aku ,sana kembali ke dalam biarkan aku sendiri "


"Kau benar marah pada ku "


"Benar aku marah pada mu ,karna kau hubunga ku dan Lura berakhir dia melihat semua yang kau lakukan malam itu di rumah sakit "


"Ahh syukurlah "


Apa barusan yang di katakan nya ,Been tengah memantik api amarah di dalam hati nya .Charli mencengkram kaleng bir di tangan nya hingga kini tak berbentuk ,dia sebisa mungkin menahan tangan nya agar tak meninju Been sekarang .


"Dia harus sadar dan kau juga ,berhentilah berpura-pura dan kembali lah ,apa kau tidak bosan terus seperti ini ,ayolah Charli kita bisa memulainya kembali "


Dengan gerakan kilat Charli melempar kaleng bekas bir itu sembarang dan kemudian langsung menyambar kerah kemeja Been ,membuatnya kaget bukan kepalang .


"Ku bilang hentikan ,aku muak dengan segala kegilaan mu Been aku bukan sekedar marah padamu ,tapi kini aku membenci mu ,kau menjijikan "


"Kau kenapa Charli ,jangan seperti ini "


"Sekuat mungkin aku menahan nya dari hari itu ,hari dimana Lura meninggalkan ku ,tapi kau bilang apa ,syukurlah ,kau gila kau menjijikan Been aku membenci mu ,jika bukan karna kasian aku sudah menghajarmu saat ini "

__ADS_1


"Charli ,apa yang kau lakukan ,lepaskan dia "


Minki yang melihat kejadian itu langsung melerai keduanya dia dengan sekuat tenaga mendorong tubuh besar Charli yang mencengkram kuat Been ,setelah berhasil lepas Charli lantas pergi dari sana mengambil jaketnya dan meninggalkan asrama ,semua orang di sana terkejut terutama Been ,dia kini terkulai lemas duduk di lantai dengan derai air mata ,bukan perlakuan kasar Charli yang membuat nya kaget tapi kata-kata nya yang seakan menyambar nya hingga hancur. Selama ini Charli tak pernah berbuat kasar padanya semarah apapun dia Been sadar apa yang Charli ucapkan tadi benar-benar dari hati nya .


__ADS_2