
Semakin di pikirkan semakin membuatnya bingung .Hubungan antara Charli dan Been terlihat lebih dari sekedar sahabat di mata Lura ,dia cukup paham karna seorang dokter tapi hati dan otak nya mengiginkan hal berbeda ,hatinya terus menyangkal dan tak menerima apa yang otak nya pikirkan .Saat beberapa bulan lalu Lura membaca artikel tentang Charli dan Been yang di gosipkan gay dia dengan tegas menentang nya ,apalagi setelah Charli menyatakan bahwa dia mencintainya .Tapi semakin dekat dia mengenal mereka semakin banyak bukti untuk membenarkan hal itu .Hal yang selalu Lura takutkan adalah bagaimana jika Charli hanya pura-pura mencintai nya .
Pagi di musim dingin ,kebiasaan barunya setelah menjadi kekasih Charli adalah membuatkan dia sarapan ,Lura membuat beberapa hidangan dan sebelum berangkat kerja dia berniat mampir ke apartemen Charli untuk menaruh di mejamakan nya ,Lura memencet sandi di pintu apartemen Charli mereka sudah sama-sama tau sandi pintu apartemen masing-masing ,setelah meletakan semua makanan di meja Lura bermaksud pergi karna dia tau pasti Charli masih tidur setelah semalaman begadang minum bersama anggota DUX lain nya ,tapi tiba-tiba dia mendengar suara benda pecah dari arah kamar Charli ,Lura langsung cepat masuk ke kamar nya dan dia langsung terkejut mendapati Charli ambruk di dekat temat tidur nya .
"Kaka kenapa ? "
Lura langsung mendekati Charli dan memeriksa suhu tubuh nya ,dia demam tinggi .
"Kaka ,kaka masih bisa dengar aku ?"
Charli hanya mengangguk dengan lemah ,Lura dengan susah payah membopong tubuh lelaki raksasa itu dan menidurkan nya di atas kasur ,dia beruntung karna Lura menemukan nya apa jadinya jika dia telah berangkat kerja .Lura mulai memeriksa keadaan Charli dan sepertinya dia harus di bawa ke rumah sakit .
"Sebaiknya kaka di bawa ke rumah sakit ,biar aku telpon ambulans "
Baru saja Lura menempelkan ponsel di telinganya Charli dengan susah payah menggapai lengan Lura yang satu nya lagi .
"Jangan bawa aku ke rumah sakit ,nanti bisa jadi heboh bisa kah kamu merawatku di sini "
Lura mengangguk kemudian beralih dan menelpon suster Maria memberitahukan nya bahwa dia akan mengambil izin hari itu .Setelah itu Lura mulai merawat Charli demam nya sangat tinggi bahkan baju nya sudah basah dengan keringat Lura hendak mengganti baju nya tapi entah kenapa rasanya dia malu sendiri ,padahal dia sudah biasa melihat tubuh pasien nya di rumah sakit ,apa karna dia kekasih nya .Dengan memalingkan wajahnya lura membuka baju Charli dan menggantinya dengan yang baru ,Charli yang menyadari itu tersenyum ,dia pikir Lura adalah wanita baik-baik yang masih polos .
"Kak aku akan memasang infus ya ,mungkin akan sedikit sakit tidak apa-apa kan "
__ADS_1
Charli mengangguk kemudian mulai memperhatikan Lura yang terampil melakukan nya ,dia dengan cekatan dan telaten mengurusinya ,mengganti dengan rutin kompresan di dahinya ,memeriksa infus yang terpasang ke tangan nya ,dia juga membuatkan bubur dan menyuapi nya .Ini adalah sesewatu yang tak pernah di dapat nya selama berhubungan dengan Been, selain ibu nya baru kali ini ada orang lain yang merawatnya ketika sakit,apa ini rasanya berhubungan dengan seorang wanita ,rasanya nyaman dan juga tenang .Charli mulai memikirkan arti hubungan nya dengan Been selama 5 tahun ini apa dia benar-benar menyukai lelaki cantik itu dan juga Lura ,dia juga mulai terus merasa bersalah karna memanfaatkan gadis itu .
"Kak makan dulu bubur nya nanti minum obat ya "
Lura membantu nya bangun dan membuat Carli duduk bersandar ,menyuapinya dengan sabar bahkan mengelap sisa makanan di dekat bibir Charli .
"Makasih dan maaf ya lu aku merepotkan mu ,bahkan kamu sampai bolos kerja "
"Ini sudah kewajiban aku kak ,bukan kah kita harus saling menjaga ,aku sayang kaka "
Charli langsung menatap lekat gadis itu ,dia tau Lura tulus mengatakan nya selama ini dia tak pernah mengeluh tantang hubungan mereka ,saat dia sibuk dengan tur konser grup mereka ,saat dia lebih memilih pergi bersama Been di hari ulang tahun nya dia tak marah dan selalu mengerti dengan alasan yang sebenarnya bohong di buat Charli .
"Maafkan aku "
Lura mengusap lembut pipi Charli ,dengan tatapan dan senyuman khas nya kenapa Charli baru menyadarinya ,kenapa baru kali ini dia sadar betapa cantik nya Lura .Charli menarik tubuh Lura dan memeluknya ,Lura kaget karna baru pertama kali di perlakukan begini oleh Charli selama hubungan mereka jangankan memeluk berpegangan tangan saja tak pernah .
Tak pernah ada kenyamanan seperti ini yang Charli dapat dia merasa pelukan Lura penuh dengan kedamaian ,rasa khawatir ,rasa takut,rasa lelah, dan marah yang menumpuk di hatinya seolah hilang entah kemana .
Malam semakin larut dan keadaan Charli sudah lebih baik ,setelah tadi minum obat dia langsung tertidur ,Lura juga sudah mengantuk dia sudah beberapa kali menguap lebar dan menahan kantuk nya ,Lura hendak beranjak dari duduk nya di sebelah Charli, dia merasa Charli sudah baik-baik saja dan dia bisa pulang untuk tidur tapi saat dia hendak bangkit tangan nya di tarik Charli .
"Mau ke mana ?"
__ADS_1
"Kenapa kaka bangun ?"
"Jangan pulang menginaplah di sini "
Charli tak mau Lura pulang dia terlanjur nyaman dengan kehadiran gadis itu di samping nya .Lura bingung harus bagai mana ,apa tidak apa-apa menginap di rumah Charli .
"Baik aku tak akan pulang ,aku tidur di sofa kak ,kalau kaka butuh aku panggil saja "
"Di sini saja "
Charli menarik Lura untuk tidur di samping nya ,jujur perasaan Lura saat itu sangat tegang Charli adalah cinta pertamanya dia sebetulnya belum punya pengalaman bersama seorang pria .Tapi Lura menurut dan perlahan tidur di sampingnya ,bukan hanya di samping nya tapi di dekapan Charli berbantalkan lengan kekarnya dan lengan Charli sataunya lagi melingkar di perutnya ,Lura mencoba mengontrol jantung nya yang saat itu tak karuan dia tak pernah membayangkan hal ini sebelumnya ,bisa tidur dalam dekapan Charli sang idola.
Malam itu kedua nya tertidur sangat lelap mungkin terlalu lelap ,kenyamanan yang Charli dapatkan dari Lura seolah menganggkat semua beban di hatinya dan saat pagi datang tanpa di duga seseorang datang ke apartemen Charli ,dia sangat kaget melihat pemandangan yang di lihatnya ,Charli tidur dengan seorang wanita sambil memeluknya ,jujur dia sangat terluka melihat itu .
Mata Lura mengerjap beberapa kali ,dia masih merasa bermimpi saat kesadaran nya terkumpul dan melihat wajah Charli begitu dekat dengan wajahnya ,dia bisa merasakan nafas hangat lelaki itu ,Lura memegangi dadanya dia bisa merasakan detak jantung nya yang kencang saat itu .Wajah tidur Charli sangat lembut dan tentu saja tampan garis mukanya kokoh ,Lura tanpa sadar mendekatkan wajahnya dan mengecup singkat bibir merah Charli ,setelah itu dia terkejut sendiri dan langsung bangkit meninggalkan kamar Charli .
Charli yang sebenarnya sudah bangun juga tak kalah terkejut dengan apa yang Lura lakukan ,dan kenapa dia merasakan debaran aneh di hatinya dan tubuhnya seolah menginginkan lagi hal itu ,apa dia sudah gila, pikirnya .
"sudah bangun ?"
"ya Tuhannn "
__ADS_1
Lura kaget mendapati Been yang sudah duduk di depan meja makan ,dia dengan tersenyum menyambut pagi Lura .