
Setelah pulang dari pelabuhan Direktur kini sibuk memasukan barang-barang nya ke dalam dus ,sudah tak ada harapan lagi dia bisa bertahan di rumah sakit setelah semua kejadian ini .Huang zi sudah beberapa kali meneror nya baik lewat telpon maupun mendatangi nya ,dia benar-benar takut kini padanya .Lura dan para korban lain tak mungkin ada yang selamat dan itu artinya sebenatar lagi dia akan di depak dari rumah sakit ini .Beberapa kali dia menghela nafas beratnya dia tak menyangka karna masalah yang awalnya di anggap sepele karirnya akan berakhir secepat ini ,butuh waktu bertahun-tahun untuk bisa menjadi seorang Direktur rumah sakit ,dan hanya butuh satu kecerobohan untuk nya di depak dengan cara tak terhormat.
"Tok tok tok "
Dia menegok ke arah pintu yang di ketuk seseorang .
"Masuk "
Sekertarisnya masuk dengan muka berbinar ,mungkin dia akan membawa kabar baik .
"Direktur aku punya kabar gembira "
"Apa ?,sudah jangan ganggu aku "
"Dokter Lura dan dokter Jhosep berhasil di temukan dalam keadaan selamat "
"APA !!,coba ulangi sekali lagi perkataan mu barusan "
"Dokter Lura dan Jhosep selamat "
Wajah lesu dan putus asanya berubah menjadi cerah kembali ,dia langsung menelpon Huang zi dan memberitahu hal itu ,tapi yang di telpon ternyata sudah mengetahui duluan dan malah memarahinya "
** ** **
Di malam penyerangan .
Saat itu Lura sudah pasrah dengan takdirnya semuanya sudah gelap dia merasa nyawanya sudah sampai tenggorokan, bayang-bayang ibu dan ayah nya sudah memenuhi kepalanya .Tapi ternyata Tuhan masih melindunginya seseorang meraih tangan nya kemudian membawanya muncul ke permukaan.
__ADS_1
Dia adalah Jhosep yang selalu di samping nya saat kejadian itu bermula ,Jhosep yang kebetulan telah wajib militer di angkatan laut sudah sangat terbiasa berenang ,melihat Lura tak berada di sampingnya setelah terjun ke laut Jhosep panik dan mulai berenang mencarinya ,saat dia menemukan Lura sudah tenggelam, dengan cepat Jhosep menyelam menyelamatkan nya ,kemudian mereka terapung di sebilah papan bekas kapal yang hancur .
"Lura sadarlah "
Jhosep menepuk-nepuk pipi Lura agar bangun ,sepertinya banyak air yang masuk ke tubuh nya .Dia bahkan terlihat sudah tak bernafas ,di atas papan itu Jhosep mencoba membaringkan tubuh Lura dan mulai memberikan nya pertolongan pertama dengan melakukan CPR menekan area dada dengan kedua tangan nya ,tapi Lura masih belum bereaksi,Jhosep kemudian memberinya nafas buatan ,memencet hidung Lura kemudian meniupkan udara lewat mulutnya .Dan setelah perjuangan yang cukup membuatnya prustasi akhirnya Lura terbatuk .
"Uhukkk uhukkkk"
Bahkan dia memuntahkan banyak air .
"Hahhhh syukurlah ,ku pikir kau tak akan bangun lagi "
Lura masih mengatur nafasnya ,kesadaran nya masih belum terkumpul sepenuhnya ,dia mulai melihat sekeliling semuanya gelap ,mereka kini di tengah lautan dan bisa saja penyerang itu menemukan mereka kembali .Dia sadar Tuhan memberinya kesmpatan untuk hidup lagi ,sama seperti dulu .
"Kita di mana ?"
"Kau pikir di mana ,kita di tengah-tengah lautan Lura "
"Aku tak tahu ,mungkin hanya kita yang selamat ,ahhh belum tentu juga kita selamat "
Papan itu membawa mereka ke sebuah pulau kecil di negera tetanga bagian utara ,tempat terpencil yang akan susah di cari tim penyelamat ,Lura dan Jhosep segera menepi ,Jhosep terpaksa memangku Lura karna kaki nya patah ,mungkin terbentur bagian kapal saat dia jatuh tadi dan saat mereka sudah di pantai Jhosep langsung merawat kaki nya agar tak bertambah parah dan bengkak .Mereka saling menjaga satu sama lain dan saat matahari datang mereka tak kunjung juga di temukan .
Mereka memakan apapun yang di temukan di alam membuat api dengan manual dan susah payah ,musim dingin yang hampir membunuh mereka jika saja Jhosep tak membuat tempat darurat dari pepohonan yang ada di pulau itu ,mereka sudah pasrah dengan keadaan bayang-bayang kematian selalu muncul di pikiran mereka .
"Lu kalau kita tak di temukan bagai mana ?"
"Aku mungkin harus menikah dengan mu dan punya anak di sini "
__ADS_1
"Kau bercanda ?"
"Aku serius kau tak lihat muka ku "
Hingga tiba di hari ke tiga mereka melihat sebuah prahu boat mendekat ,Jhosep langsung melambaikan tangan nya akhirnya mereka di temukan oleh tim penyelamat yang di kirim kaka nya Lura, Huang zi .Kawasan itu memang tak bisa di masuki tim penyelamat pemerintah karna berada di negara tetangga yang sedang bersitegang ,tim penyelamat kaka nya pun tadinya ragu datang ke kawasan itu karna takut di serang ,tapi saat Huang zi murka mereka lebih memilih mati di lautan dari pada mati di tangan nya .
Pukul 10:00 Lura dan Jhosep tiba di rumah sakit mereka di sambut dengan tangisan oleh para tim medis di sana ,suster Maria bahkan langsung memeluk Lura begitu pula suster Jasmin sebuah keajaiban mereka bisa selamat dalam pristiwa itu .
"Ya Tuhan lihatlah kau sudah sangat kurus dokter Lura "
Suster Jasmin mendorong kursi roda Lura masuk ruang perawatan ,kaki nya harus segera di tangani sebelum memburuk ,Jhosep pun sama dia sudah di tangani suster Maria mereka dehidrasi parah .
"Kau luar biasa Jhosep terimakasih telah menyelamatkan Lura"
"Aku akan sangat kesepian jika Lura tak selamat ,tak ada yang akan mengomeli ku lagi nanti "
"Dasar"
"Akhh sakit sus"
Suster Maria menjitak kepala Jhosep dia masih bisa bercanda setelah semua yang menimpanya ,pantas saja Lura hoby sekali menjitak anak ini ,pikir nya .
Kini Lura sudah tidur di kamar rawat inap kaki nya di gips dan tangan nya di infus dia masih sangat pucat ,saat hampir subuh terdengar seseorang membuka pintu kamar itu ,seseorang masuk ke kamar Lura ,di sana ada suster Jasmin yang menjaganya setelah selesai bekerja ,dia yang sedang tidur di sofa terbangun begitu mendengar suara langkah kaki ,dia tampak terkejut melihat siapa yang datang dan langsung bangun dari tidur nya .
"Pak Huang zi "
Mau apa pikirnya pimpinan yayasan masuk kamar Lura subuh-subuh begini .
__ADS_1
"Jangan pedulikan saya ,kamu tidur saja lagi "
Jasmin mengangguk tapi dia tak bisa tidur lagi dan hanya melihat Huang zi duduk di kursi samping ranjang Lura ,dia membelai lembut kepala adik nya yang tertidur lelap itu ,rasa bersalah memenuhi hatinya dia akan menebus semuanya kini, meskipun dia tau Lura pasti akan sangat membencinya sekarang .