11:30

11:30
Tenggelam


__ADS_3

"Setiap hari kita menghadapi situasi ini "


Suster Jasmin melirik Lura yang terbaring di samping nya .


"Situasi apa ?"


Lura tampak sangat kelelahan wajahnya saja sudah pucat .


"Ini ,seperti ini ,kita banyak menyelamatkan nyawa orang melihat keluarga mereka bersyukur dan tersenyum "


Percakapan suatu subuh di rumah sakit pada akhir musim dingin ,malam itu ada kecelakaan beruntun yang memakan banyak korban,rumah sakit kebanjiran pasien ,Lura,suster Jasmin dan suster Maria terkapar di lantai depan ruang oprasi karna kelelahan bahkan mereka masih menggunakan jubah oprasi .


"Kita juga telah banyak melihat orang meninggal ,banyak keluarga mereka yang menangis bahkan marah pada kita ,aku selalu berpikir bagai mana nanti kita mati ,ku harap aku mati saat sudah bahagia ,saat cicilan rumah ku telah selesai hehe"


Tambah suster Maria ,Lura hanya bisa tersenyum menjawab nya .


Entah kenapa percakapan itu seakan tergambar jelas kembali di ingatan ku ,bagai mana aku mati ?.Semakin dalam semakin gelap ku rasakan ,rasa sesak yang menumpuk di dalam dada seolah lenyap bersama tubuh ku .Aku telah berjalan sejauh ini ,mengabaikan sakit yang ku rasakan saat hari demi hari aku tumbuh bersama luka itu ,mungkin Tuhan lebih mencintai ku jadi Dia membiarkan aku patah hati setiap hari agar aku sadar betapa besar cinta Tuhan kepada ku .Aku tak pernah membayangkan akan mati di tempat gelap dan dingin seperti ini tanpa cinta dari siapapun ,dan saat semua nya mulai berakhir ,samar-samar ku melihat Ayah dan Ibu mengulurkan tangan nya untuk ku .Apa ini benar-benar akhir untuk ku ?,aku terus tenggelam semakin dalam dan gelap ,ku pejamkan mata ku ,bukan sakit akan kematian yang aku takutkan ,aku lebih takut karna tak bisa melihat nya untuk yang terakhir kali nya .


** ** **


Semua setatsiun televisi menyiarkan berita yang sama ,tenggelam nya kapal yang menjemput dokter dari perbatasan ,seketika satu negara heboh dan berduka cita kembali ,tim telah di bentuk untuk mencari korban yang masih hilang ,tak ada yang tersisa dari kapal itu mungkin hanya puing-puing nya saja yang mengambang di lautan .


Pihak rumah sakit Diamon juga kalang kabut ,mereka kehilangan beberapa dokter dan yang paling gawat mereka kehilangan Lura ,Direktur lebih khawatir tentang jabatan nya dari pada keselamatan dokter rumah sakit nya ,bahkan Huang zi telah menelpon nya dengan penuh caci maki .


"Buat tim untuk mengurus masalah ini agar keluarga korban bisa langsung di beri informasi "


Direktur sedang rapat darurat bersama para staf di ruangan nya .

__ADS_1


"Pak ,pimpinan yayasan menelpon "


"Akh sial ,aku harus bagai mana ?,berikan "


Direktur mengambil kasar telpon itu dan dengan ragu-ragu mulai meletakan nya di telinga.


"Waktunya dua hari ,sampai hari itu dia tak kembali kau akan menyusul nya "


"Pak kami sedang berusaha mencarin keberadaan nya saya mohon bersabarlah seben,,"


"TUTTTTT"


Huang zi memutus sambungan telpon itu ,kemudian Direktur membanting telpon di tanga nya dia sudah prustasi .


Semua anggota DUX sedang syuting sebuah iklan hari itu ,Been dan Charli terlihat baik-baika saja tapi sebenarnya tidak ,Charli lebih acuh pada Been dia tak membahas lagi masalah itu bersikap biasa saja seolah tak terjadi apa-apa ,ini lebih buruk untuk Been dia sangat mencintai lelaki itu dan merasa bodoh dengan tega menghiyanati nya ,Charli tak pernah bertanya lagi tentang hubungan mereka paling bertanya tentang pekerjaan dan masalah grup mereka ,Charli tak marah dan itu membuat Been lebih sakit .


"Charli Ibu mu terus menelpon dari tadi ,ini sebaiknya kau angkat "


"Hallo bu ,Charli sedang kerja, lain kali saja . APA !!"


Charli menutup sambungan telpon itu kemudian mengambil jaket lalu kunci mobil nya dan pergi dari sana ,semua orang bingung karna dia tak menjawab saat orang lain bertanya .


"Dia mau ke mana ,syuting mau di mulai lagi "


Minki berlari dari ruang ganti ,mukanya juga terlihat panik dan sedih sesewatu telah terjadi.


"Kapal yang membawa dokter dari perbatasan itu tenggelam dan hancur ,Lura ada di sana "

__ADS_1


Ucap Minki sambil menunjukan ponsel nya yang sedang memutar video berita tentang itu ,dan akhirnya mereka mengerti kenapa Charli pergi terburu-buru tadi ,mereka semua kaget tak terkecuali Been ,bagai mana nasib Lura di sana .


** ** **


Charli berlari di koridor rumah sakit ,dia sudah menghubungi suster Jasmin dan dia sudah menunggu Charli di salah satu ruang di rumah sakit yang khusus di gunakan untuk tim yang mengurus masalah itu ,Charli bahkan tak menggunakan masker dan kacamata ,banyak orang yang mengenal nya sebagai selebritis tentu saja itu membuat heboh .Suster Jasmin sudah terlihat menunggu di depan pintu ruangan itu dia tak sendiri ada suster Maria dan dokter Julian mata mereka terliht sembap karna menangis dari pagi .


"Halo ,saya Charli ,bagai mana ada kabar mengenai Lura "


Suster Jasmin menggeleng ,kemudian dia mempersilahkan Charli masuk di dalam ruangan itu sudah ada tim medis yang sedang mengumpulkan sempel DNA untuk di cocokan dengan jenazah yang di temukan,itu di perlukan karna beberapa jenazah di temukan sudah tak utuh karna kapal hancur berkeping-kepingĀ  .


"Lura tak punya keluarga ,kami tak tau harus apa "


"Apa maksud nya semua data ini ?"


Charli bingung kenapa mereka membutuhkan semua itu ,apa berarti Lura tak mungkin selamat .


"Semuanya hancur tak ada korban selamat di temukan ,semua keluarga korban sudah memberi sempel DNA mereka ,hanya Lura dan Jhosep yang tak ada mereka tak punya keluarga lagi "


Seketika kakinya lemas Charli terduduk di lantai ,hatinya sakit sekali dia masih tak percaya dia masih yakin Lura selamat ,Suster Jasmin memberi tahunya bahwa beberapa jenazah korban sudah di temukan dan sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit .Charli kini duduk di kursi ruang tunggu, di sana bukan hanya ada dia ada beberapa keluarga korban lain juga yang nasib nya sama seperti Lura .


Seseorang memegang bahunya dari belakang Charli berbalik dan itu Been bersama meneger nya anggota lain tak bisa ikut karna ada jadwal yang tak bisa di batalkan .


"Semuanya akan baik-baik saja ,kita hanya perlu berdoa yang terbaik "


"Tidak ,semuanya salah ku andai saja aku tak menyakiti nya "


Charli menunduk ,menutup wajahnya dengan kedua tangan dia menangis ,Been sampai kaget melihat Charli seterpuruk ini .Suara tangisan nya sampai membuat orang lain di sana memandang mereka ,membuat suasana menjadi riuh karna keluarga korban lain nya ikut menangis .Been juga ikut menangis dia merasa bersalah semua ini takan terjadi jika dia tak menyuruh Charli mendekati Lura .

__ADS_1


"Charli maafkan aku ,semua salah ku "


Been jongkok di depan Charli ,memandang lelaki besar itu yang kini tengah menagis kencang ,kemudian memeluk nya dengan lembut ,dia tau Charli nya benar-benar telah mencintai gadis itu ,Charli menghentikan tangisnya dan dengan pelan melepas pelukan Been dia kemudian bangkit dan berjalan keluar ,meninggalkan Been dan meneger nya .


__ADS_2