
** ** **
Sudah beberapa hari ini Charli tak bisa tidur ,pikiran nya selalu di penuhi tentang Lura ,dia kini baru sadar telah mencintai nya bahkan dalam tidur nya dia masih memimpikan senyum hangat nya yang selalu menenangkan .Tidur Charli terusik dengan sinar mentari yang masuk lewat jendela kamar Lura ,dia tidur di sana lagi ,entahlah perasaan nya selalu lebih baik jika tidur di sana seolah Lura ada dan memeluk nya .Charli mengambil ponselnya yang tergeletak di lantai dia lupa mengisi ulang daya baterai nya ,ponselnya mati ,dia bangkit dan mengambil kabel penambah daya di meja Lura kemudian mencolokan nya ke ponsel dan ponselnya mulai hidup kembali .Dia terkejut mendapat banyak panggilan tak terjawab dari suster Maria ,dia lalu segera menelpon balik untuk memastikan ada kepentingan apa dia menelpon tadi malam.
"Hallo ,ahh maaf ponsel saya mati ,ada apa sus ?"
Charli seketika berlalri keluar apartemen Lura dan masuk ke apartemen nya mengganti baju dan mengambil kunci mobilnya ,dia kaget dan juga senang seolah semuanya masih dalam mimpinya dia di beritahu bahwa Lura telah di temukan dan dalam keadaan selamat ,Charli selalu yakin dengan hal itu mungkin ini kesempatan nya untuk memperbaiki semuanya .
Lura juga baru bangun dia baru selesai sarapan di bantu suster Maria ,dan Lura mendengar semuanya saat suster Maria menerima telpon dari Charli dia juga di beri tahu bahwa Charli sangat terpukul dengan kejadian ini. Semua orang menganggap Lura sudah tewas dalam aksi penyerangan itu.
"Dia diam di rumah sakit seharian menunggu kabar tentang mu ,bahkan dia menangis kencang, tak seperti tubuh raksasanya dia seprti bayi saat itu ,aku tau dia benar-benar tulus mencintai mu dan satu-satunya orang yang masih yakin kau hidup adalah Charli ,jadi apapun masalah di antara kalian berdua aku harap kau mau memaafkan nya Lu,manusia tak ada yang sempurna "
Benarkah Charli seperti itu ,benarkah dia menangis untuk nya ,seorang Charli ?.Setelah pergi ke perbatasan dan mengalami hal mengerikan seperti ini dia semakin merindukan lelaki itu dia ingin memeluk nya andai saja itu bisa .
"Benar bahkan saat aku menyimpan barang ke apartemen mu Charli ada di sana ,dia sepertinya tidur di apartemen mu ,mungkin dia sangat merindukan mu "
"Benarkah ?"
"Dia merasa sangat bersalah atas kejadian ini ,dia terus menyalahkan dirinya sendiri "
Suster Jasmin juga menceritakan bagai mana Charli begitu kehilangan sosok Lura dan merindukan nya .Lura hanya diam memang benar Charli salah tapi hatinya tak pernah bisa membenci lelaki itu sedikit pun .
"Oh iya Lu apa kamu kenal pimpinan yayasan baru ?"
"Pimpinan yayasan di ganti ? tidak, memangnya kenapa?"
"Waktu subuh tadi dia datang ke sini dan melihat mu ,bahkan mengusap kepala mu "
__ADS_1
Bahkan Lura tak tau pimpinan yayasan di ganti ,jika dia hanya ingin menengok nya kenapa harus mengusap kepalanya apa dia hanya berusaha bersikap baik padanya ,karna Lura dokter yang selamat dari kejadian mematikan itu .
Keadaan nya sudah jauh lebih baik hanya kaki nya yang membutuhkan waktu sedikit lama untuk sembuh ,suster Maria dan Jasmin harus bekerja kembali .Lura sendirian di kamar rawat nya kemudian datang Jhosep untuk mengganggu nya ,Jhosep sudah lumayan sehat meskipun harus membawa infusan ,dia hanya ingin makanan di kamar Lura ,karna lebih banyak orang yang menengok Lura dari pada dirinya, jadi ada lebih banyak makanan di kamar itu ,jujur saja terdampar tiga hari membuat nya menjadi rakus .
"Mereka hanya peduli padamu lihatlah semua makanan ini "
Lura hanya tersenyum melihat Jhosep yang sedang merajuk .
"Ya sudah makan semuanya ,kalau perlu bungkus dan bawa ke kamar mu "
"Boleh nih ?"
"Boleh ,aku juga tak mengerti kenapa Direktur menjadi mendadak baik sekali pada ku "
Semua makanan di kamar Lura adalah pemberian Direktur bahkan dia sengaja menempatkan Lura di kamar vip ,dia sedang berusaha menyenagkan hati Huang zi dengan berbuat baik pada adik nya .Saat mereka asik menggosipkan Direktur seseorang masuk ke kamar Lura ,dia yang sedang ketawa ketiwi mendengar Jhosep menjelek-jelekan Direktur seketika diam dan menatap kaget orang yang baru masuk itu .Banyak sekali kejutan dalam hidup nya akhir-akhir ini ,dia merasa seolah sedang tidur panjang dan bermimpi .Bagai mana bisa kaka nya yang meninggalkan nya 15 tahun lalu muncul kembali tiba-tiba ,dia masih ingat betul wajahnya,dia tak banyak berubah meski sudah belasan tahun tak bertemu .
"Mau apa kau ke mari ,Jhosep suruh dia keluar "
Jhosep bingung dengan situasi ini ,bagai mana bisa dia mengusir pimpinan yayasan dan sekaligus pemilik rumah sakit dari kamar ini ,dan kenapa Lura seolah sangat membenci nya .Jhosep berjalan mendekati Lura dan sedikit berbisik pada nya .
"Lu dia pimpinan yayasan baru ,semalam dia datang juga ke kamar ku dan berterimakasih telah menyelamatkan mu ,kenapa kau begitu padanya ?"
"Aku benci padanya ,suruh dia keluar dari kamar ini "
Jhosep semakin tak mengerti dengan ucapan Lura ,bukan kah ini kali pertama mereka bertemu .
"Kaka tau pasti kamu sangat membenci kaka ,kamu pantas melakukan nya "
__ADS_1
Kaka ?,Jhosep merasa telah salah mendengar. Dia memandang Lura dengan penuh tanda tanya ,setau nya Lura sama dengan nya tak punya keluarga .Bagai mana bisa pimpinan yayasan baru itu menjadi kaka nya .
"Aku tak kenal dengan mu ,semua keluarga ku telah tiada malam itu ,pergi dari sini !!"
"Bisakah kita bicara berdua sebentar ?"
Huang zi melirik Jhosep memberi isyarat agar dia meninggalkan mereka berdua ,tapi saat dia hendak melangkah pergi Lura menahan tangan nya .
"Jangan pergi ,dia yang harus pergi ,ku bilang pergi PERGI !!!"
Lura berteriak histeris ,bahkan melempar Huang zi dengan barang yang ada di dekat nya .Jhosep kaget dia langsung meminta Huang zi keluar dia belum pernah melihat Lura marah sampai seperti itu sebelum nya .
"Sebaiknya anda keluar pak "
Huang zi mengangguk kemudian meninggalkan ruangan itu sepertinya Lura membutuhkan waktu untuk menerimanya kembali ,dan setelah itu Lura hanya terdiam menatap pintu kamarnya yang tertutup kembali ,dia menyentuh pipinya yang basah .Ini pertama kalinya setelah 15 tahun ,dia menangis kembali .
"Kenapa dia baru muncul sekarang ,semuanya sudah terlambat "
Lura menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan dia menunduk kemudian menangis histeris ,menumpahkan semua beban yang tertahan di hatinya .Segala rasa sakit itu akhirnya mencair menjadi air mata yang tak berhenti dengan sebentar .Dan saat itu lah seseorang memeluk nya Lura kira itu Jhosep, tapi kemudian dia sadar ini bukan tangan Jhosep , ini aroma tubuh yang sangat di kenal nya ,saat dia mengangkat kepalanya melihat orang itu ,tangisnya semakin pecah ,Lura langsung balas memeluk nya dan menangis kembali di pelukan nya .
"Aku ada di sini ,aku tak akan meninggalkan mu "
Dia Charli .
Huang zi
__ADS_1