
Suasana hangat malam di kamar rawat Lura ,kedatangan anggota DUX bagai obat mujarab bagi nya ,sejenak dia bisa melupakan masalah yang menumpuk di kepala ,Candaan Huno dan Charli membuat senyum tak luntur dari wajah nya.Berbeda dengan Lura ,Been merasa berada di penjara saat itu bagai mana tidak ,dia melihat Charli memperlakukan Lura dengan manis bahkan dia mengupas semua buah yang Lura makan dan terus berada di sisi nya ,hatinya terluka dia masih sangat mencintai Charli .
"Lucu sekali ,kau cemburu pada adik ku bukan pada lelaki itu "
Been langsung menoleh ,mendengar Huang zi berbicara pada nya ,dia jelas mengerti tapi dia cukup kaget mendengar itu dari lelaki yang baru di temui nya .
"Adik ?"
"Lura adik ku ,kau cemburu kan karna dia bersama lelaki itu ,lelaki yang kau sukai "
Dia lansung menatap lelaki di depan nya dengan tatapan tak percaya ,bagai mana dia bisa tau apa Lura cerita pada nya .
"Aku tau semua tentang kalian berdua ,aku bahkan bisa menghancurkan hidup kalian dengan mudah .Jadi jangan ganggu adik ku lagi "
Ucap Huang zi lagi ,percakapan itu hanya di dengar oleh mereka berdua karna yang lain sedang sibuk bercanda dan tertawa .Been tak mengerti dengan apa yang dia ucapkan ,tapi jelas dia tau Huang zi bukan orang sembarangan ,wajah nya benar-benar tak asing di ingatan nya .
Huang zi yang dari datang sudah di acuhkan Lura memilih untuk diam dan hanya memperhatikan ,dia terlihat begitu bahagia berada di samping lelaki yang pernah menyakiti nya .Huang zi belum sepenuhnya yakin bahwa Charli benar-benar berubah ,dia sudah kenal banyak lelaki yang seperti nya .Dan saat sedang memperhatikan mereka matanya tak sengaja menangkap sikap Been yang terus sepertinya, menatap mereka tanpa bicara ,tapi dengan tatapan yang berbeda ,ada cemburu di sana dan juga rasa tak suka .
"Heh kau yang paling tinggi,ikut aku keluar aku ingin bicara berdua dengan mu "
Dan yang paling tinggi di ruangan itu adalah Charli ,dia langsung menatap Lura dan Huang zi bergantian .Lura langsung menggeleng dia tak ingin Charli berurusan dengan kaka jahat nya .
"Hanya sebentar "
Charli mencoba meyakinkan Lura kalau dia tak apa-apa dengan tersenyum hangat pada nya ,dan Lura akhirnya membiarkan dia pergi bersama Huang zi .
Charli mengikuti langkah Huang zi menuju taman belakang rumah sakit ,dia sebenarnya takut karna belum tau dia siapa sebenarnya di tambah lagi ada dua orang yang sejak tadi mengikuti ,mereka tadi nya berjaga di depan kamar Lura dan sekarang malah mengikuti nya dari belakang ,Huang zi duduk di salah satu bangku taman kemudian menyuruh anak buah nya menunggu agak jauh dari mereka .Charli menghela nafas dalam sebelum akhirnya duduk di sebelah Huang zi .
Sesaat hanya keheningan yang terjadi di antara mereka ,Huang zi sengaja membawa Charli ke belakang rumah sakit karna dia ingin bicara santai sambil merokok .
"Kau mau ?"
__ADS_1
Dia menawari sebatang roko pada Charli .
"Aku tak merokok "
Huang zi tersenyum sinis kemudian memasukan kembali rokok itu pada saku dalam jas nya .
"Kau benar-benar menyukai Lura "
Siapa sebenarnya lelaki ini ,Charli masih bertanya-tanya dalam hatinya dia begitu penasaran karna sejak dia datang lelaki ini terus saja memperhatikan nya .
"Tentu saja "
"Bagai mana dengan lelaki cantik itu ,Been .Kau masih menyukai nya ?"
Charli langsung menatap Huang zi tak percaya ,dari mana dia tau hubungan nya dengan Been .
"Aku tak tau kau siapa ,dan kenapa kau bisa dengar cerita itu .Yang pasti aku benar-benar mencintai Lura ,aku tak ingin kehilangan dia lagi "
"Aku kaka nya ,aku meninggalkan nya 15 tahun lalu di panti asuhan setelah kedua orang tua kami terbunuh "
"Kau tak tau ?,jika kau benar mencintai nya seharuanya kau tau semua itu .Dengar baik-baik ,aku bukan orang baik aku bisa saja langsung membunuh mu setelah kejadian kemarin ,ini kesempatan mu untuk lari karna jika nanti kau menyakitinya lagi ,aku tak akan tinggal diam "
Huang zi bangkit kemudian pergi meningalkan Charli yang masih sibuk dengan semua pikiran nya ,mengolah kata-kata yang di ucapkan lelaki yang mengaku sebagai kaka Lura barusan .Apa yang dia tau tentang Lura gadis ceria dengan senyum selembut kapas itu ternyata punya banyak hal yang bisa membuat nya jatuh dan terpuruk ,dia yang tak tau apa-apa datang ke kehidupan nya dan membuat luka lain di hati nya .Charli hampir membeku di sana ,tapi dia tak merasakan apa-apa yang dia tau dia harus memperbaiki semuanya dan mulai lagi dari awal .Jika Lura bisa setegar itu menjalani hidup dan bahkan bisa menjadi dokter berbakat ,terus apa yang dia dapat dari hidup nya ,hanya seorang idol yang besar dengan nama grup nya .Setelah beberpa waktu terdiam akhirnya dia bangkit dan kembali ke kamar Lura .
"Apa yang kalian bicarakan kenapa kaka lama sekali di luar ?"
"Akh maaf ,kaka mu hanya meminta ku untuk lebih menjaga mu "
"Kaka apa nya ,jangan panggil dia seperti itu ,dia psikopat jahat "
Sudah tak ada siapa-siapa lagi di kamar Lura semuanya telah pulang saat Charli di luar tadi ,Charli kemudian duduk kembali di tempat sebelu nya di tepi ranjang samping Lura .
__ADS_1
"Tangan kaka dingin sekali "
Lura tak sengaja bersentuhan dengan Chali dan tubuhnya sudah sedingin es.Charli tiba-tiba memeluk Lura erat sekali ,hati nya yang membeku sekarang perlahan mencair dengan kehadiran Lura yang hangat .
"Maafkan aku yang tak berguna ini "
"Apa maksud kaka ,dia bicara pa sebenarnya ? "
"Aku membutuhkan mu Lu tanpa tau bagai mana keadaan mu ,aku juga ingin berguna untuk mu jadi manfaatkan aku "
"Kenapa bilang begitu ,aku baik-baik saja dan kita bisa saling memanfaatkan "
Charli melepaskan pelukan nya kemudian menatap mata Lura dalam ,gadis cantik yang luar biasa ini telah memberinya kehidupan baru ,Charli mengusap pipi Lura yang mulai bersemu kemudian dengan lembut dia tarik dagu nya dan dia dekatkan bibirnya mencium nya dengan lembut .Bibir tipis Lura sangat manis untuk nya dia tak bisa berhenti hanya dengan kecupan singkat ,tangan nya kini menarik tubuh Lura agar semakin merapat padanya dia mencium nya lebih dalam .Lura hanya diam dia masih kaget dengan apa yang Charli lakukan ,tapi saat Charli mulai bermain-main dengan bibirnya,dia mulai memejamkan matanya nya mengikuti permainan lelaki itu .
"Dok aku bawa tteokbokki mau tidak ..?"
Jasmin langsung berbalik melihat adegan itu,dia tak menyangka gadis lugu yang di kenalnya bisa nakal juga dan Lura langsung mendorong tubuh Charli bahkan dia sampai terjatuh dari tempat tidur Lura.
"Aduhh !!"
"Akh maaf kaka aku refleks "
Kini wajah putih Lura langsung merah ,dia dengan cepat mengelap bibir basahnya dengan punggung tangan nya saat Jasmin berbalik .
"Maaf saya sudah mengganggu kalian "
Jasmin malu sendiri .
"Akh tidak apa-apa "
"Saya hanya ingin memberi ini "
__ADS_1
Dia kemudian meletakan bungkusan tteokbokki itu di meja dekat Lura lalu dengan terburu-buru keluar dari kamar .
Charli berusaha menahan tawanya ,kejadian tadi menurutnya sangat lucu dan lagi dia tak tahan melihat wajah menggemaskan Lura yang sudah semerah kepiting rebus.