11:30

11:30
Sebuah Mimpi


__ADS_3

Rapat yang alot itu sepertinya memakan waktu yang tak sedikit ,Dokter Luis sebagai pemimpin yayasan ini sepertinya harus mulai merelakan kekuasaan nya ,orang yang baru sekali ikut rapat ini mungkin akan menggeser posisi nya ,dia awal nya berpikir Huang zi tak akan menjadi ancaman yang besar karna dia terlihat tak pernah peduli pada Rumah sakit ,tapi ternyata salah ,dia tak datang dengan tangan kosong ,bagai mana bisa dia punya semua dokumen tentang pelanggaran yang dia lakukan ,dan setau nya Huang zi hanya pemilik tanah dan bangunan Ruamh sakit bagai mana bisa sekarang dia menjadi pemegang saham ,kenapa dia tak mengetahui nya ?.


"Dia lebih licik dari yang kita kira, kita meremehkan nya selama ini ,apa yang akan kita lakukan Pak ?"


Bisik wakil pimpinan yasyasan yang duduk bersebelahan dengan dokter Luis .Dia terlihat prustasi ,sudah tak ada jalan keluar ,jika dia kekeh pada jabatan nya bukan tak mungkin dia juga akan terseret masuk penjara seperti anak buah nya yang dia jadikan Kambing hitam .


"Kita kalah ,semua orang takut sekarang padanya "


Dan akhirnya rapat selesai dan seperti yang Huang zi inginkan dia sekarang memegang kendali penuh atas Rumah sakit ini .Banyak orang yang tampak nya tak suka dengan keputusan ini apalagi mereka yang berpihak pada dokter Luis .Tapi tak ada pilihan lain setiap orang di ruangan itu sudah di pengang kartu nya oleh Huang zi ,sebelum rapat ini berlangsung dia menemui satu persatu dari mereka dan menunjukan apa yang dia punya ,kartu yang akan menjatuhkan mereka kapan saja jika mereka punya niat melawan .


"Direktur ,sepertinya kita harus bicara secara pribadi "


Direktur Rumah sakit merasa pirasat buruk ,dia yakin sekarang giliran nya yang akan di gulingkan .Mereka berjalan beriringan Direktur ,Huang zi ,dan beberapa anak buah nya menuju kantor Direktur di dalam rumah sakit .Berita itu cepat menyebar ,semua orang di rumah sakit kini tau si pemimpin yayasan baru .Berbeda dengan orang yang berada di dalam aula rapat ,para tenaga medis yang bekerja di Rumah sakit ini sangat senang dengan pergantian ini ,mereka berharap pemimpin baru dapat memperlakukan mereka dengan lebih adil lagi .


"Silahkan ,pak Zi mau kopi atau teh ,biar saya buatkan ?"


"Air putih saja "


Di ruang kerja Direktur hanya ada mereka berdua ,Huang zi duduk di sofa yang tersedia di sana kemudian Direktur duduk di depan nya sambil meletakan segelas air putih yang baru di ambilnya .


"Aku tak suka basa basi Direktur ,aku tau kau tak suka dengan ku ,tidak apa-apa tak masalah "


"Saya akan mencoba yang terbaik ,anda bisa mempercayai saya Pak "


"Aku ingin percaya padamu ,tapi tak bisa .aku meminta mu bicara pribadi begini bukan untuk membahas jabatan mu, tenang saja kau masih akan jadi Direktur "

__ADS_1


Sesaat rasa sesak yang di rasakan Direktur terasa lega .Lalu apa yang Huang zi inginkan ,dia tau pria di depan nya tak semanis wajah nya .


"Apa itu pak ?"


"Kau tau Dokter Lura ,kenapa kau mengirim nya ? "


Kenapa Huang zi bisa tau Dokter Lura ,bukan kah ini pertama kalinya dia datang ke rumah sakit .


"Dokter Lura ,? anda kenapa bisa kenal dengan dia? "


"Dia adik ku "


"APA !!!"


"Kau pasti terkejut kan ,dia adik ku satu-satunya ,ku dengar dia di kirim ke perbatasan dan sebelumnya dia di perlakukan tak pantas di sini ,aku marah jadi aku bertindak .Sebelumnya aku membiarkan kalian tapi saat dia di kirim ke sana aku tak bisa diam lagi "


"Saat ini di Rumah sakit ini hanya kau yang tau,jika terjadi apa-apa dengan adik ku kau yang pertama akan pergi dari sini ,"


Huang zi pergi dari ruangan itu meninggalkan Direktur yang masih tak percaya dengan semua yang Huang zi ucapkan barusan ,bagai mana bisa dia tak tau tentang itu ,dan Lura ,bahkan dia tak pernah mengatakan nya .


** ** **


Nafasnya terengah-engah udara di sana sedang dingin tapi keringat membanjiri tubuh nya ,kemudian dia tiba-tiba terlonjat matanya langsung terbuka lebar ,Lura kemudian bangun dari tidur nya ,mengatur nafas nya mimpi itu lagi ,sudah tiga kali dia bermimpi hal yang sama di tempat ini dan apa maksud nya kenapa terasa nyata sekali .Lura mencoba menggapai air di naks samping tempat tidur .


"PRRRRAAKKKK"

__ADS_1


Tangan nya bergetar gelas yang hendak dia ambil terjatuh saat berhasil di genggam nya ,Lura mengusap mukanya yang basah oleh keringat ,setelah di rasa cukup tenang dia bangkit dan mengambil jas puih dari kursi di ruangan itu kemudian keluar, lebih baik dia bekerja lagi ,sebenarnya Lura baru tertidur tadi siang dia bekerja ekstra dari pagi sampai pagi lagi ,Lura ingin serius menangani masalah di sini ,berkat dirinya dan semua Dokter yang ada pandemi yang sedang terjadi sudah mulai teratasi mungkin hanya butuh satu minguan lagi dia bisa pulang .


"Kenapa kau pucat sekali ? "


"Aku ,pucat benarkah ? "


Jhosep yang baru keluar dari ruang rawat mendapati Lura sedang duduk di kursi tunggu pasien ,dia terlihat sangat lemas dan pucat .


"Kau mimpi buruk lagi ?"


Lura mengangguk dia sudah cerita pada Jhosep tentang mimpinya .


Di mimpi itu dia berjalan bersama Charli mereka saling berpegangan tangan berjalan bertelanjang kakai di pasir pantai yang putih ,awalnya begitu indah hingga semua berubah menjadi menyeramkan saat ombak datang dan membawanya pergi ,memisahkan nya dengan Charli ,dia tergulung ombak itu ,membawanya ke tengah lautan yang luas ,tak ada siapa-siapa di sana ,perlahan dia tenggelam dan semuanya gelap .


"Apa kita bisa pulang dengan selamat ? "


"Tentu saja ,tenanglah itu hanya mimpi ,ayo kita makan "


"Semoga saja ".


Siang itu Charli masih di asrama ,sudah 3 hari dia tak pulang ke apartemen ,dia terlalu takut menghadapi perasaan nya ,saat dia sendiri bayangn Lura selalu berhasil mengganggu nya .Charli sadar dia kini masih bersama Been ,hubungan mereka tak sesingkat itu untuk dengan mudah di akhiri .


Charli sedang memainkan gitar nya ,dia mencoba membuat lagu seperti kebiasaan nya ,Been dan yang lain nya baru saja keluar mereka mau memesan makanan ,tiba-tiba konsentrasinya teralih pada suara ponsel Been yang sepertinya tertinggal ,ponsel itu dari tadi berbunyi ,banyak pesan masuk ke dalam nya ,Charli yang merasa terganggu akhirnya mengambil ponsel itu dan membuka nya .


Pesan itu dari nomor yang di beri nama Panegran kelinci ,dia mengirim Been beberapa foto mereka saat liburan musim semi kemarin ,mereka terlihat dekat dan hanya ada mereka berdua di foto itu ,Mata Charli membulat sempurna saat melihat foto terakhir mereka yang sedang berciuman ,dan di ikuti sebuah pesan .

__ADS_1


"Aku tak sabar untuk kembali ke korea ,aku selalu merindukan aroma tubuh mu Been "


Jadi dia teman yang di maksud Been waktu itu ,saat dia sakit hari itu ternyata Been pergi dengan nya .Charli ingin marah dan membanting ponsel itu ,tapi kemudian dia sadar ,apa bedanya Been dengan dia ,dia juga melakukan hal yang sama pada Lura .


__ADS_2