Affair Dengan Seorang Dokter?

Affair Dengan Seorang Dokter?
Perubahan sikap Madam Roxanne ( Tamat)


__ADS_3

Setelah mengetahui bahwa Alwan Salam adalah orang tua Heni, Madam Roxanne menjadi malu saat mengingat perbuatan jahatnya kepada menantunya. Tapi dia bersyukur Heni tidak mengadu dan memperpanjang masalah, baik kepada Tama, Alwan maupun suaminya. Pasti dia akan dihukum oleh mereka. Tidak dapat dibayangkan betapa malunya jika sampai Alwan mengetahui kelakuan buruknyabterhadap anak perempuannya. Dia harus menjaga citra baiknya didepan mantannya itu.


Hatinya merasa penuh suka cita setelah bertemu dengan Alwan. Pria yang pernah singgah dan memberinya banyak kenangan. Meski dia hanya sebagian dari memorinya yang tidak perlu diungkit kembali. Dan ternyata selama ini mereka begitu dekat karena berhubungan dengan kedua anak mereka sendiri.


Madam Roxanne berniat mengakhiri kebenciannya kepada Heni. Rasa negatif yang mungkin bisa membunuhnya sedikit demi sedikit. Dan juga tidak bisa mendatangkan kebaikan sedikitpun untuknya. Dia mempunyai rencana untuk berkunjung ke rumah menantunya bersama Mona karena suaminya masih sibuk dengan pekerjaannya. Dia akan datang untuk berdamai dan lebih dekat dengan sang menantu.


Wanita itu segera berbelanja dan menghubungi Mona. Dia sangat antusias. Toh membenci Heni juga tidak memisahkan kedua pasangan sejoli itu. Malah keduanya semakin kompak dan menyayangi dari waktu ke waktu. Berbaik hati juga bisa membuatnya tenang seperti yang dirasakannya saat ini.


Di sebuah mall dia masuk bersama Mona. Gadis itu menemaninya dengan terpaksa karena sudah di jemputnya saat sedang makan siang. Wanita itu segera mencari outlet baju bayi serta mainannya. Dia berencana memborong. Mona heran dan tidak mengerti apa yang dilakukannya. Sebab wanita itu belum bercerita apa pun kepadanya. Dia hanya bisa menatapnya sembari ikut menawarkan baju bayi yang bagus kepada wanita itu. Tanggapan wanita itu mengiyakan dan langsung meletakkannya di troli belanja. Menurutnya pilihan Mona bagus dan indah. Dia teramat setuju dengannya.


...............


Setelah pesta berakhir, Heni tidak langsung pulang. Melainkan menginap dirumah kakak iparnya. Dean memintanya untuk menginap karena masih kangen kepada adiknya. Dia turut senang saat mengetahui Heni juga mempunyai seorang bayi yang hampir seumuran dengan anaknya yang juga berjenis kelamin perempuan.


Kedua lelaki yang sama-sama memiliki ikatan darah itu berbincang dan saling ngemong anak mereka. Sementara istri mereka sibuk didapur, mereka juga asyik berbincang membicarakan sang mertua. Nasib yang sama-sama dibenci oleh sang mertua membuat mereka nyambung. Tetapi Risa tidak begitu mempedulikannya, bahkan saat wanita itu berkunjung dia bersikap baik terhadapnya. Walau wanita itu tidak pernah sekalipun tersenyum kepadanya. Risa bahkan sampai memijat kaki mertuanya guna meraih simpatinya. Heni sampai tidak habis pikir, betapa kakak iparnya ini terlalu baik. Pantas saja Dean jatuh cinta kepadanya?

__ADS_1


Tapi terlepas dari pemikiran mereka, bahwa mertuanya hanya ingin mendapatkan menantu yang sama-sama berasal dari orang kaya dan berpendidikan. Tapi standar itu tidak berlaku bagi Heni yang memenuhi semua kriteria itu. Wanita itu seakan tidak peduli dan masih membencinya, sampai mendorongnya hingga terjatuh. Sejak saat itu wanita itu tidak pernah datang berkunjung ke rumahnya lagi. Heni juga bersumpah akan selalu menjaga jarak dengannya. Mengingat rasa traumanya masih begitu besar.


Siang itu setelah makan siang, Tama dan Heni berniat untuk pulang. Menginap sehari sudah cukup. Tama masih harus kembali ke rumah sakit siang nanti untuk mengurus masalah yang harus diselesaikannya. Dia juga meminta kakaknya untuk kembali bekerja di perusahaan ayahnya. Walau bagaimanapun kakaknya memiliki sebagian saham di tempat itu. Tapi lelaki itu hanya menjawab lain kali saja. Karena dia sudah cukup dengan usaha kuliner yang dirintisnya bahkan juga sudah memiliki cabang. Kesibukannya membuatnya tidak bisa hadir saat mereka mengucap janji. Tama memeluk kakaknya hingga beberapa menit. Dia masih belum puas sebenarnya tapi mengingat tanggung jawabnya mau tidak mau dia harus segera kembali. Risa dan Heni menatap kakak beradik itu dengan haru. Betapa mereka saling menyayangi satu dengan lainnya.


" Heni, kau jaga adikku yang bengal ini ya. Awas jangan biarkan dia bertindak bodoh lagi hanya gara-gara kau, " ujar Dean. Heni menatap heran apa maksud perkataan kakak iparnya. Sementara Tama dan Risa terkikik mengingat kelakuan Tama. Bahkan bahu Risa sampai terguncang menahan tawa. Dia juga ikut repot saat Dean harus meninggalkannya demi menjaga sang adik ipar dirumah sakit akibat bunuh diri yang dilakukannya dulu.


" Memang apa yang dilakukannya kak? " tanya Heni. Tama membekap mulut sang kakak saat ingin mengungkapkan apa yang membuatnya berkata seperti itu. Hanya kedua tangan Dean yang menjelaskan dengan isyarat walau Heni juga tidak paham maksudnya.


" Itu hanya masa lalu lelaki yang labil kok Yang, " ujar Tama. Mengingatnya dia malu. Risa masih terkikik sampai kedua adik iparnya masuk ke dalam mobil. Heni melambaikan tangan kepada keduanya lalu menatap heran suaminya.


" Sudahlah sayang jangan dipikirkan, itu hanyalah hal konyol dan tidak masuk akal, " ujar Tama meyakinkan istrinya yang masih sibuk dengan segala prasangkanya.


Di kediamannya, Madam Roxanne dan Mona tengah menunggu diruang tamu. Dia mendapat pesan bahwa Tama sedang dalam perjalanan pulang. Ada sedikit rasa hangat menyelimuti hatinya. Terlepas sebelum memutuskan untuk berdamai dengan Heni, melihatnya saja hatinya terasa mendidih.


" Madam, kau baik-baik saja? " tanya Mona yang masih belum mengerti apa maksud wanita itu. Segala macam prasangka buruknya mulai berdatangan dipikirannya. Ditelitinya wanita itu tanpa berkedip. Hingga yang ditunggu pun tiba. Tama memasuki rumah bersama istri dan buah hatinya setelah memarkir kendaraannya. Lelaki rupawan itu melempar senyum yang sempat menyihir Mona mengaguminya kembali untuk beberapa saat. Tapi gadis itu segera tersadar saat beradu pandangan dengan Heni. Tama memeluk ibunya juga menyapa Mona. Madam Roxanne langsung meraih Tania dalam gendongannya. Meski ragu dan takut, Heni menyerahkan bayinya.

__ADS_1


" Sini cucuku, nenek bawakan baju dan mainan untukmu, " ujarnya. Bahkan wanita itu menciumi Tania berulang kali hingga membuatnya menangis.Akhirnya diberikannya lagi kepada sang ibunya. Heni menggendong Tania dan menenangkannya.


" Heni, mami minta maaf atas segala kelakuan burukku kepadamu, " ujarnya perlahan.


Mereka terkejut sekaligus senang mendengar permohonan maaf darinya. Tama memeluk kembali sang ibu dengan haru.


" Iya nyonya, saya juga meminta maaf jika banyak kesalahan, " ujar Heni tulus.


Mertua dan menantu itu juga berpelukan melepas kebenciannya dalam hati. Menguatkan rasa damai, tenang dan bahagia.


Selesai......


..............


Terima kasih bagi yang suka dan memberi dukungan, bagi yang tidak suka di skip aja jangan menjatuhkan semangat saya👌. Terlebih saya juga masih baru dalam bidang tulis menulis.

__ADS_1


Sekali lagi Terima kasih....


Juga semoga ke depannya kemampuan saya dalam menulis bisa lebih baik lagi....


__ADS_2