AGENT 06

AGENT 06
Car Wash Robotic.


__ADS_3

Bab.10.


Mereka sudah sampai di Car Wash Robotic.


Dy membayar tagihan dan mendapat Voucer segelas Kopi.


Mobil berjalan otomatis dan di cuci secara otomatis.


Jaman sudah semakin maju, semua serba otomatis.


Dy dan Gama turun dari Mobil karena Mobil mau di Vacum.


Mereka menuju Cafe mini Robotic.


" Kamu sering cuci Mobil kesini?". Tanya Gama memandang Dy yang berada di depannya.


Mereka sekarang lagi menunggu di Cafe mini yang berada di Cars Wash.


Dua cangkir Cappucino panas berada di hadapan Mereka.


" Seringlah, Aku khan Sopir". Sahut Dy bohong, sambil menyeruput kopinya.


" Kamu sudah punya pacar?". Tanya Gama selanjutnya.


" Sudah Tuaannn...". Sahut Dy.


" Aku tidak percaya, Aku juga tidak percaya Kamu seorang Sopir ". Kata Gama menatap mata Dy.


" Trus Aku harus bilang Wow gitu....". Ledek Dy.


Mereka kemudian saling mengejek.


Ada saja topik yang membikin Mereka tertawa.


Gama tidak tahu Dia dimamfaatkan oleh Dy. Semua pembicaraan Mereka terekam di Jam tangan Dy.


" Ayo Kita pulang sudah selesai ". Kata Dy berdiri.


" Gimana kalau Kamu menjadi Sopirku dan Mama Aku cariin Sopir baru ".


" Kamu gila...". Sahut Dy tertawa.


Kemudian Dy ngebut, kebetulan Jalan sepi. Gama mengoceh sepanjang perjalanan, tapi Dy tidak menggubris.


Mobil telah masuk ke garasi, ketika Bibi Narti berlari menghampirinya.


"Tuan Gama, Tuan Aby mengamuk ".


Gama dan Dy kaget dan Mereka lari ke dalam. Dan Dy melihat Pas Bunga hancur dan beberapa Pot.


Ternyata Nyonya Ida tidak dirumah, pantas tadi Dy naik ke Kamar Aby tidak ketahuan.


" Aby ada apa ?". Tanya Gama setelah berada di Kamar Aby.


Aby diam duduk mematung, matanya tajam menatap Dy.


" Gam..lebih baik Kamu suruh Bibi siapin makannya Tuan Aby, mungkin ini pengaruh sakitnya yang kemarin.


Dari pagi Tuan belum makan, jelas kumat sakitnya ". Kata Dy.


Gama langsung keluar.


" Maafin Aku Tuan, tadi Aku buru-buru".


Kata Dy mendekati Aby.


Aby menepis tangan Dy yang mencoba memegang tangan Aby. Habis sudah rayuan Dy supaya Aby mau memaafkannya, tapi Aby kaku.

__ADS_1


" Bagaimana kalau sekarang Kita keluar?".


Kata Dy mencoba lagi sekali membujuk Aby. Akhirnya Aby mau berdiri.


Mereka turun kebawah.


" Mau kemana, makanannya baru mau diantar ke atas ". Kata Gama setengah teriak.


" Aku keluar sebentar membeli obat ". Sahut Dy bohong.


" Tunggu Aku ikut ". Kata Gama.


" Bangkunya tidak cukup". Jawab Aby ketus. Degg!!. Tumben Aby berkata ketus begitu. Disitulah Gama tahu bahwa Aby ada rasa dengan Dy.


Gama langsung menuju ke kamarnya.


Berarti Dy tahu bahwa Aby menyukainya, makanya tadi Dy menyuruh dirinya ke Dapur.


Goblognya Aku. Bhatin Gama.


" Kita mau kemana?". Tanya Dy setelah Mobil keluar dari garasi.


Aby diam saja mematung. Melirik juga tidak. Dy merasa bersalah juga. Tadi sekitar satu jam Dy pergi sama Gama. Berarti Aby menunggunya lama banget, pantaslah Aby mengamuk.


Dy jadi Serba salah mengajak patung hidup. Terpaksa Dy mengalah karena perintah Beck.


Menurut Beck Dy harus mengawal Aby kemanapun Aby pergi.


Tapi itu masalah rumit, karena akan membuat Nyonya Ida berprasangka buruk terhadap dirinya.


Kecuali Aby tidak tinggal di Rumah Nyonya Ida, baru Dy bisa mengawasi Aby seharian.


Berkelahi.


Dy membelokkan Mobilnya ke IBC, Dy mau mengajak Aby makan Ikan Bakar Cianjur.


" Makan dulu sudah siang ". Kata Dy menggemgam tangan Aby.


Baru Aby mau turun setelah Dy bersikap mesra. Dy memilih tempat di luar dekat Kolam Ikan supaya lebih santai.


Tanpa menunggu persetujuan Aby, Dy memesan satu paket Ikan Bakar beserta nasi liwet dan tumis pucuk Labu.


Dy salah tingkah kalau berhadapan dengan Aby, karena Aby jarang ngomong dan selalu menatapnya. Tidak seperti Gama yang enak diajak ngobrol, walaupun Gama agak genit.


" Tuan..ng..ng...tidak pusing lagi khan?". Tanya Dy berusaha mencairkan suasana kaku. Aby tidak menjawab, matanya tertuju kepada ikan-ikan di kolam.


Dy menghela nafas panjang, berusaha sabar. Sebenarnya matanya sudah ngantuk.


Dy pindah duduk disamping Aby, Dy sudah tidak peduli, badannya sudah lelah.


Pesanan sudah datang, untung Aby mau makan, walaupun mulut Aby masih bungkam. Aby makan dengan lahap, Dy senang melihatnya. Harusnya Dy memilih menjadi Sopir Aby, bukan Sopir Nyonya Ida. Karena Aby yang menjadi Target.


Beck salah memposisikan Dy.


" Apa Kita langsung pulang?". Kata Dy ketika Mereka sudah keluar dari IBC.


Aby ngambeknya kepanjangan, bikin Dy gregetan saja. Kalau bukan karena tugas mungkin Dy sudah meninggalkan Aby dipinggir jalan.


Dy juga bingung mau diajak kemana Aby, masalahnya baru jam dua belas siang, sedang panas-panasnya.


Dy ngerem mendadak dan meminggirkan Mobilnya, ketika ada motor Trail membikin ulah didepannya.


Dua orang Cowok turun dari Motor dan menendang bemper Mobil Aby.


" Diam sini, jangan ikut keluar". Kata Dy kepada Aby. Dy keluar dari Mobil.


" Apa maksudmu menendang Mobil ". Teriak Dy. Kedua Orang itu tidak menggubris, malah langsung mengeroyok Dy. Perkelahian tidak bisa dihindari lagi.

__ADS_1


Satu lawan dua. Kedua orang itu membawa senjata tajam.


Berhubung kejadiannya dipinggir jalan, otomatis menjadi tontonan.


Aby tetap diam di Mobil, Dia sangat percaya dengan kehebatan Dy, makanya Dia tidak khawatir.


Aby sangat kagum sama Dy, pujaan hatinya.....


Menjadi tontonan orang, tidak diinginkan oleh Dy, sebelum banyak yang nonton Dy cepat mengeluarkan pistol dari pinggangnya dan menembak ke atas menberi peringatan. Tapi kedua orang itu tidak menyerah, tambah ganas menyerang.


Jalan terakhir adalah Dy melompat ke Mobil dan memutar badan di udara sambil pistolnya menumpahkan dua peluru mengenai masing-masing Kaki kedua orang itu.


Permainan selesai, karena ada seorang laki-laki yang memakai masker dan topi Pet memborgol tangan penjahat itu.


Dy cepat naik ke Mobil dengan nafas memburu, sebelum Polisi datang Dy harus pergi. Kekagumi Aby berubah menjadi kengerian setelah melihat Dy mencabut pintol dari pinggangnya dan menembakkan ke Kaki penjahat itu.


Jalan Mobil Dy seperti terbang kembali menuju Rumah Aby.


Muka Dy marah, matanya yang Indah terlihat mengerikan.


Setelah sampai di garasi Dy langsung mengambil Ponselnya dan menelepon Beck dengan bahasa Inggris dan beberapa bahasa yang Aby tidak mengerti.


Aby terus memperhatikan gerak gerik Dy yang Maskulin. Tidak ada tampang Sopir, Aby yakin Dy ini Reserse dari Polda.


"Turun Kamu, jangan keluar, diam di Kamar, nanti malam Aku kesini ". Perintah Dy memandang Aby. Sudah tidak ada kata "Tuan" lagi dari mulut Dy.


Suara Dy tegas tanpa senyum dan tanpa basa basi. Sebelum Aby turun Dy sudah setengah berlari keluar Rumah.


Sebuah taxi telah menunggunya.


Aby menarik nafas dan membuangnya kasar. Hari ini Dia merasa kalah level dengan Dy.


Ternyata Dy bukan gadis sembarangan yang Dia pikirkan selama ini.


Aby turun dari Mobil berjalan gontai ke dalam Rumah.


" Mana Dy Kak?". Tanya Gama menghadang Aby di ruang tamu.


" Sudah pulang ". Sahut Gama pendek.


Terlihat kekecewaan di mata Gama, tapi Aby tidak peduli. Tadi juga Dia lama menunggu Gama dan Dy.


Aby masuk ke Kamarnya.


Setelah mengunci pintu Aby langsung merebahkan badannya di Kasur.


Bayangan Dy tidak lepas dari dirinya.


Aby mengambil Ponselnya dan menghubungi Dimas.


" Dim...ternyata Sopir Mamaku bukan cewek sembarangan". Kata Aby bangga.


" Gimana ceritanya? ". Tanya Dimas.


Akhirnya Aby bercerita dengan menggebu-gebu. Dimas cuma diam, Dia duluan tahu. Cuma Dy mengancamnya menyuruh Dia tutup mulut.


" 0ow gitu....". Tanggapan Dimas singkat yang membuat Aby heran.


" Dim, Kamu tidak kagum dengan Dy?".


" Aku sangat kagum, sampaikan Cintaku padanya ". Sahut Dimas sambil tertawa.


" Langkahi dulu mayatku ". Kata Aby ikut tertawa.


" Kita bersaing dengan sehat...". Sahut Dimas. Mereka lalu ssling mengejek.


Akhirnya Aby menutup Ponselnya.

__ADS_1


*******


__ADS_2