
Bab.49.
Aby merasa lega dengan sikap Dy yang mengkhawatirkan dirinya.
Kamu harus jual mahal, Om rasa Dy sudah mulai cemburu. Kata Beck tadi.
Dy kembali ke Mobil setelah membeli 2bungkus Nasi padang.
Aby tetap acuh setelah turun dari Mobil, sampai kembali ke Suite Room.
Dy menjadi khawatir kalau Aby sampai pergi dari Suite Room.
Dy menaruh nasinya di Meja makan.
" Yank, tidak makan dulu?". Tanya Dy mengikuti Aby kedalam Kamar.
Aby tidak menjawab langsung ke Kamar mandi.
Dada Dy berdebar kencang, pikirannya galau. Dy duduk di Sofa menunggu Aby yang lagi mandi.
Tidak lama Aby keluar dari kamar mandi. Biasanya Aby memakai piyama habis mandi, tapi sekarang Aby memakai Celana pendek dan singlet.
Melihat Aby mengambil koper, Dy cepet-cepet menarik tangan Aby keluar.
"Yank..Kita makan yuk ".
" Aku tidak lapar ". Sahut Aby berusaha menolak. Tapi Dy terus memaksanya keluar. Aby terus bersandiwara sebelum Dy minta maaf dan mengakui Cintanya.
Aby merasa kasihan melihat Dy sibuk meladenin.
" Ayo makan....". Kata Dy duduk disebelah Aby. Saat ini Aby memang merasa lapar.
" Yank, diam disini sebentar Aku ke dalam sebentar ". Kata Dy masuk kedalam kamar.
Dy mengunci Almari Aby dan merubah kode koper Aby.
Kemudian Dy keluar sudah agak tenang.
Aby menyelesaikan makannya dan kembali ke Kamar.
" Yank...sudah selesai makannya?". Aby tidak menjawab pertanyaan Dy dan langsung kekamar.
Dy mengambil 2botol minuman ringan dan membawanya kedalam.
Kemudian Dy mengunci pintu Kamar dan menyimpan kuncinya.
" Lihat kunci Almari gak?". Tanya Aby tanpa senyum.
" Gak lihat..memangnya Kamu mau kemana?". Tanya Dy mendekati Aby.
Aby tetap tidak menjawab.
" Kamu ada merubah sandi koperku??".
Tanya Aby lagi. Dy hanya menggeleng.
Aby menaruh kopernya kembali dan duduk di Sofa.
Dy sudah merasa aman, lalu Dy ke Kamar mandi membersihkan badannya.
Mengganti pakaiannya memakai Lingerie.
Aby sibuk dengan ponselnya, berusaha cuek dengan keberadaan Dy.
" Yank, tidak tidur..besok Kamu kerja. Kata Dy berusaha mengingatkan Aby.
Aby cuma mendehemm saja, membuat Dy mau menangis.
Dy lalu naik ketempat tidur dengan muka sedih. Dy menutup seluruh tubuhnya dengan selimut, karena air matanya sudah mengalir.
Dasar kaku. Gerutu Aby, karena Dy belum juga minta maaf dan mengakui Cintanya.
__ADS_1
Akhirnya Aby mengganti lampu kamar dengan lampu tidur.
Aby pura-pura tidur, kupingnya mendengar isak tangis Dy.
Merasa Aby sudah tidur Dy langsung ke Kamar mandi dan mencuci muka, Dy menumpahkan semua kesedihannya di Kamar mandi.
Kemudian Dy kembali ketempat tidur dan menatap tubuh Aby yang tidur miring.
Dy pelan-pelan memeluk tubuh Aby dari belakang.
Aby juga pura-pura menggeliat dan memeluk tubuh Dy.
Aby malam ini merasa menang banyak,
Karena Dy terus menciumi wajahnya, mengecup bibirnya.
Aby terus bersandiwara sampai Dy
Terlelap dalam pelukannya.
Aby memandang wajah cantik Dy di antara temaramnya sinar lampu.
Aku sangat mencintaimu Sayank. Bisik Aby dalam hati. Terus mengecup kening Dy dengan lembut.
Malam semakin larut Aby tidak bisa menahan rasa kantuk dan ikut terlelap.
Pagi ini Aby membuka matanya dengan malas. Tapi Aby harus bangun, karena Beck akan datang.
Aby menuju Kamar mandi.
Habis mandi Aby duduk di Sofa, mau keluar tidak bisa, karena kunci kamar di umpetin Dy. Untung sekarang hari Sabtu, Aby bisa santai karena off.
Aby membuka Laptopnya dan mulai melanjutkan pekerjaannya.
Aby merasa semenjak jatuh cinta dengan Dy, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan menjadi tertunda.
Masalah keluarga tinggal menunggu proses pengadilan.
Tersangka sudah mendapat hukuman yang setimpal.
Pembagian Harta juga sudah selesai, tinggal proses balik nama, Rumah sudah atas nama Gama.
Walaupun Gama memohon supaya Aby tetap tinggal di Rumahnya, tapi Aby bersikeras keluar.
Mungkin Aby akan membeli Rumah baru untuk tempat tinggal.
Sekarang tinggal menutup hutang di Bank dan menarik jaminannya.
Setelah itu baru kembali akan di adakan rapat mengenai Villa di Canggu.
Untung ada Admesh dan Beck yang gesit mengurus semua ini.
Aby sangat salut kepada Beck yang tetap setia dan mau berkorban demi pertemanannya dengan Papanya.
Suara dari DJ Tonjelava Hawillian Tauke You Deserve to be My wife membuat Dy membuka matanya.
Dy memandang Aby yang tidak perduli, walaupun Aby sudah tahu Dy sudah bangun. Lagu ini sengaja diputar oleh Aby untuk mewakili kata hati Aby, dimana Aby sangat mengharapkan Dy menjadi istrinya.
" Yank tidak kerja?". Tanya
Dy sambil bangun dari tempat tidur.
Aby cuma menggeleng.
Sungguh Dy tidak enak hati atas perubahan sikap Aby yang dingin.
Dy tidak berusaha mengulang pertanyaannya lagi, Dy lebih memilih mandi.
Aby melanjutkan sikap dinginnya sampai Dy benar-benar tidak tahan.
Dengan cuek Dy langsung memeluk Aby dari belakang ketika Mereka berada di Dapur.
__ADS_1
" Yank, ada apa denganmu ". Bisik Dy mempererat pelukannya.
Aby yang sedang membuat Serapan hanya diam.
Dy terpaksa melepas pelukannya ketika Aby tidak memperdulikannya.
Dengan lesu Dy duduk di Sofa sambil terus memandang Aby.
" Sarapan dulu ". Kata Aby .
" Gaaakkkkk...
Aku kenyang, Aku akan terus kenyang...". Sahut Dy merubah posisi duduknya menjadi rebahan, kedua kakinya sudah berada di pangkuan Aby.
" Aku mau minum kopi, nanti Kaki mu ketumpahan kopi panas".
" Biarin gak urusss...". Sahut Dy memejamkan matanya.
Aby menurunkan kaki Dy ketika ada suara ketukan pintu. Dy bangun menbukakan pintu, ternyata Beck.
" Papaa... Dy langsung memeluk Beck.
" Pagi Om....". Kata Aby berdiri.
" Bagaimana khabar Kalian pagi ini?".
Tanya Beck langsung duduk di Sofa.
" Baik Om....". Sahut Aby.
Dy langsung ke Dapur membuatkan Beck Kopi.
Beck meletakkan Bubur Ayam, Soup jagung dan Kentang goreng dari Restoran cepat saji.
"Mari Kita sarapan ". Ajak Beck.
Mereka mulai sarapan sambil berbincang-bincang.
" Pesawat pukul berapa Om?".
" Sebentar lagi, Bording Pass sekitar jam sepuluh ". Sahut Beck.
" Dy ikut Papa ke Jakarta?". Tanya Beck tiba-tiba membuat Dy gelagapan.
Mata Dy langsung melirik Aby.
" Nanti Aku menyusul ". Sahut Dy membuat Beck tersenyum.
" Rupanya Kamu sudah jatuh Cinta dengan Bali ya ". Kata Beck penuh arti.
Dy tidak menjawab, matanya menatap Aby yang pura-pura acuh.
"Papa kapan balik ke Bali?, Aku tidak mungkin terus tinggal disini. Aku pingin pindah dari sini, disini semalam 35juta.
Bayangkan kalau sebulan, kasihan Aby".
" Sudah mulai pintar menghitung ya". Kata Beck tersenyum.
"Papa ke Bali lagi sebulan ". Sambung Beck lagi. Kemudian Beck berdiri.
" Berarti pas Ultah ku ". Sahut Dy tersenyum.
Kalian tidak usah nganterin ke Bandara, sudah ada Sopir dibawah.
Beck memeluk Dy dan mengecup keningnya.
" Kalian jangan suka berantem ". Pesan Beck membuat Aby dan Dy tersenyum.
" Hati-hati Om ". Aby mengantar Beck sampai pintu.
Dy menatap punggung Papanya dengan sedih. Tapi perasaannya tidak seperti dulu. Kalau dulu Dy ingin mengejar Papanya dan ingin ikut, tapi sekarang Dy lebih berat ke Aby.
__ADS_1
Aku tidak tahu perasaanku, perasaan ini membelengguku dan membuat Aku sering terluka. Bhatin Dy.
*******