
Bab.11.
Dy menyelesaikan laporannya ke Back.
Ada beberapa masalah yang tidak mampu Dy lakukan setiap hari, yaitu mengawal Aby di Kantor, karena Dy juga harus kerja.
Dy meraih Ponselnya dan menelepon Beck, Dy minta solusi yang terbaik.
Dan cara kerja yang praktis, tanpa melalaikan tugas yang lain.
" Kalau mengantar Nyonya Ida sekalian Kamu mengantar Aby.
Diam Kamu di Kantor Aby jangan balik pulang sebelum Aby pulang.
Habis kerja Kamu tinggal di Kamar yang dikasi Nyonya Ida, malamnya Kamu naik keatas ketempat Aby, kalau Kamu lengah nyawa Aby bisa melayang". Jelas Beck.
Dy manggut-manggut tanda mengerti.
"Siaap Paa... ".
" Hati-hati menjalankan tugas ".
" Oke Paa .... I Love You ". Kata Dy lalu menutup Ponselnya.
Dy punya waktu banyak untuk istirahat. Sekitar pukul 23.00 malam baru Dy akan ke Rumah Aby.
Dy sudah tahu dari mana Dy harus masuk supaya bisa menuju Kamar Aby..
Biasanya jam sepuluh malam Rumah sudah sepi.
Penghuninya sudah tidur, karena besoknya Mereka kerja.
Alarm Dy berbunyi. Sudah waktunya ke Rumah Aby. Dy ke Kamar mandi, menyetel Shower, air hangat membasahi tubuh Dy.
Malam ini Dy memakai Celana panjang corak tentara dan sepatu Sneaker. Baju kaos hitam serta topi pet.
Tidak lupa Pistol FN dan pisau lempar.
Dy mengendarai Mobilnya pelan menyusuri jalanan yang masih ramai.
Tapi ke ramaian itu pelan-pelan berubah sepi setelah Mobil masuk ke kawasan jalan widuri.
Dy memarkir Mobilnya di sebuah Apotik 24 Jam.
" Nitip Pak sampai jam empat pagi ". Kata Dy lalu menyerahkan seratus ribu kepada Tukang Parkir.
" Trimakasih Non...". Kata Pak Parkir tersenyum senang.
Dy berjalan cepat supaya tidak terlalu menarik perhatian.
Tembok Rumah Aby tidak begitu tinggi, Dy akan masuk ke Rumah Aby dari belakang, melewati kebon buah, kolam Renang dan belok kiri menuju Kamar pembantu.
Dari sini Dy loncat ke atas Balkon, naik ke meja dan mematikan lampu.
Dy duduk di sofa yang ada di Balkon.
Aby pasti menunggunya, karena lampu kamarnya belum mati.
Tidak berapa lama lampu Kamar Aby sudah berganti dengan lampu tidur.
Dy duduk dengan kaki di selonjorkan ke Sofa di depannya.
Malam ini suasananya hening sekali.
Dy sangat menikmati suasana malam yang sepi, perasaan sentimentil menyelimuti perasaannya.
Lamunannya melayang-layang ke segala penjuru, membuat Dy tidak menyadari ada seseorang di bawah mau melempar tali.
Setelah kaitannya mengenai besi baru Dy tahu akan ada tamu tak di undang.
Dy cepat mengeluarkan pistolnya dan mepet di tembok.
Seorang laki-laki berperawakan tegap sudah berdiri di depan Dy.
Sebelum orang itu sadar tentang kehadiran Dy, laras pistol Dy sudah menempel di Pelipis laki-laki itu.
Dy tidak mau ada keributan.
Tidak ada perlawanan yang berarti dari laki-laki itu.
" Bergerak atau mati ". Ancam Dy.
__ADS_1
Kemudian Dy menggeser sofa dan menendang lutut laki-laki itu.
Posisi Laki-laki itu sekarang berlutut.
Dy memasang Borgol di kedua tangannya dan Lakban untuk menutup mulutnya.
Setelah itu Dy mengikat laki-laki itu dengan tali yang tadi di pakai naik.
Jam tangan Dy sudah merekam semua kejadian itu dan tersambung ke layar GSM Beck di Jakarta.
Beck dari Jakarta memerintahkan dua orang menjemput Laki-laki itu.
Di Bali ada juga Markas XPostOne.
Keadaan kembali aman hanya ada daun-daun tanaman hias di Balkon yang berantakan.
Dy melihat jam tangannya sudah pukul. 02.00 dini hari.
Dy memasukkan kawat magnetik ke lobang kunci, pintu Aby terbuka.
Pelan-pelan Dy masuk dan menutup pintu , Aby tidur nyenyak.
Dy merebahkan badannya di Sofa panjang yang ada di Kamar Aby.
Kita dalam keadaan siaga Empat, Kamu harus lebih ketat menjaga Aby.
kata Beck kemarin.
Dy memejamkan matanya dan menajamkan pendengarannya.
Semoga tidak ada pecundang lagi. Bisik Dy dalam hati.
Suara tubuh Aby yang merubah posisi tidur, membuat Dy bangun.
Sudah mendekati Jam empat Pagi Dy mau pulang.
Sengaja Dy meninggalkan Topi petnya sebagai bukti Dy datang.
Dy paling repot kalau Aby ngambek.
Kabar duka.
agak terlambat.
Gama sudah menunggu Dy di Dapur.
Nyonya sekeluarga sudah mulai sarapan.
" Selamat Pagi Nyonya.....
Maaf Saya agak telat ". Kata Dy kepada Nyonya Ida, matanya agak merah.
" Tidak apa-apa, Kamu sarapan dululah ". Sahut Nyonya Ida.
" Sudah Nyonya, trimakasih ". Kata Dy mau keluar, tapi tangannya di tarik oleh Gama.
" Hee...mau kemana, bikinin teh manis dulu ". Kata Gama tersenyum.
Dy dongkol sekali kalau Gama sudah berulah.
Apalagi Aby matanya yang tajam itu terus menatapnya, membuat Dy jengah.
" Ya Tuan Gama....". Sahut Dy langsung Ke Dapur.
" Bi bikinin teh Tuan Gama ". Kata Dy kepada Bi Ijah.
Suara Ponsel Dy terdengar....
Dy buru-buru keluar, sambil menerima telepon.
Ada khabar duka dari Spanyol.
XP.12 telah tertembak.
Tangannya gemetar mendengar khabar itu, tidak terasa air matanya menetes.
Dy bersandar di tembok diluar dapur menarik nafas panjang.
Dy terbayang wajah XP.12 yang Dy selamatkan dari kelompok Candu.
Gama mengurungkan niatnya memarahi Dy, gara-gara tidak di bikinin Teh.
__ADS_1
Gama heran mendengar Dy berbahasa Inggris dengan fasih.
" Dy..ada apa?? ". Tanya Gama mendekat, Dia merasa prihatin.
" No..no...stay away.....stay away.". Ucap Dy menyuruh Gama tidak mendekat.
Gama diam melihat kepanikan Dy.
Cepat Dia mengambil segelas air putih untuk Dy.
Tapi Dy sudah lari ke Kamar istirahat.
Aby yang melihat Dy lari langsung mengikuti.
Samar-samar Aby mendengar suara Dy yang marah-marah memakai bahasa Spanyol.
Aby manggut-manggut, kemudian menjauh dari Kamar Dy.
Dy memakai Sweater untuk menutupi kepalanya, matanya yang merah Dy tutupi pakai kaca mata hitam.
Dy terus menggigit Bibirnya yang merah.
Gama diam tidak berani ngomong sepatah katapun.
Nyonya Ida asyik dengan Ponselnya.
Sedangkan Aby terus mencuri-curi pandang.
Hari ini Dy mengantar Nyonya Ida, Tuan Gama dan terakhir Tuan Aby ketempat kerja masing-masing.
Dy berpikir Aby sengaja menyuruh Dy mengantar kerja, padahal sebagai JM sudah pasti punya Sopir dari Hotel.
Tapi tidak apa, memang seharusnya Dy yang mengantar Aby.
Sampai di Butik Gama cepat-cepat turun membukakan Mamanya pintu.
Gama tidak ingin Dy turun karena merasa kasihan.
"Dy...Aku yang bawa Mobilnya kalau Kamu tidak kuat ". Kata Gama memandang Dy dari samping.
" Gapapa Gam, Aku tidak apa-apa. Sory tadi Aku panik". Sahut Dy suaranya serak.
Aby yang mendengar percakapan Mereka yang begitu akrab menjadi cemburu.
Setelah Dy nge drop Gama,.sekarang tinggal Aby.
" Pakai sabuk pengamanmu, Aku akan ngebut. Waktu tinggal sedikit ". Kata Dy tanpa menoleh.
Di mobil tinggal Dia saja, pasti perintah itu untuknya. Pikir Aby.
Dengan malas Aby memakai sabuk pengaman.
Tapi benar saja, Mobil itu melesat menyalip beberapa Mobil lain dan sampailah di ROMERO HOTEL BINTANG 5.
Jangan di tanya keadaan Aby....
Mobil masuk ke Basement setelah melewati Scurity.
Dy turun membukakan pintu Mobil.
" Aku akan ikut ke Kantornu". Kata Dy.
" Untuk apa? ". Sahut Adi kesal. Mukanya di tekuk, matanya sinis menatap Dy.
Aby jeles melihat Dy begitu akrab dengan Gama.
" Untuk tidur ". Kata Dy mengikuti langkah Aby.
" Jangan Kamu dekati Gama ". Tiba-tiba saja Aby nyeletuk begitu.
" Maksudnya apa?, Aku cuma berteman biasa ". Sahut Dy kurang senang. Hari ini Dy agak Sensitif.
" Kamu harus tahu batasan ". Jawab Aby.
" Kamu aneh ". Sahut Dy pendek.
Aby berjalan berendeng dengan Dy. Semua Karyawan kagum melihat kecantikan Dy yang tinggi semampai.
Memakai Sweater dan kaca mata hitam seperti Pragawati.
******
__ADS_1