AGENT 06

AGENT 06
KE BANDARA


__ADS_3

Bab.52.Bab.52.


KEBANDARA.


Dari pukul .20.15 Dy menunggu kedatangan Aby dari Korea Selatan.


Biasanya perjalanan dari sana memakan waktu 6jam 55menit kalau pesawat tidak Delay. Sambil menunggu Aby, Dy mencoba mengorek keterangan dari Papanya, tentang rencana ke depan yang mungkin ada di otak Beck.


" Hello Papaa....".


" Bagaimana Sayank, apa Kamu sudah menempati Rumah mungilmu?".


" Sudah Paa, Aku sangat menikmati ".


" Syukurlah, Apa Aby sudah datang dari Korsel?".


" Belum, Aku lagi nunggu Dia. Aku lagi di Bandara ".


" Baguslah, Anak Papaa sekarang sudah mengerti cinta".


" Tapi Papa tidak mengerti cintaku ".


" Maksudmu apa sayank?".


" Kapan Papa akan memberi Aku tugas?, tanganku sudah gatal ingin menembak orang ". Sindir Dy, mengingat ada filling cabinet di Rumah barunya.


" Sayank, apakah Kamu serius?, memang ada beberapa tugas ringan yang bisa Kamu ambil. Menjadi mata-mata dari Artis terkenal untuk suaminya yang lagi berselingkuh. Atau menjadi Bodyguard


Seorang Aktor yang menjadi target pembunuhan.


Yang terakhir adalah mengungkap kasus pencucian uang yang marak terjadi disini".


" Ow gitu, berarti semua kemewahan yang Papa berikan ini jawabannya ".


" Apa maksudmu sayank?".


" Tidak apa-apa Paa, Aku akan mengambil tugas menjadi Bodyguard ".


" Tapi itu paling berbahaya sayank, dan tempatnya di Singapore ".


" Aku senang yang berbahaya ". Sahut Dy kecewa terhadap Beck. Hatinya sakit.


Dulu waktu Dy habis tertembak, Beck menangis dan berjanji untuk membebaskan dirinya dari tugas.


Tapi semua itu bohong, Beck hanya ingin membunuhKu. Bathin Dy sedih.


Dy keluar dari parkiran ketika Aby menyuruhnya datang ke tempat penjemputan.


Dy membuka atap Mobil supaya Aby melihatnya. Di Bali Pulaunya kecil, tapi banyak banget Bulenya, dan yang bikin Dy kagum adalah kendaraan Mereka yang canggih. Di jalanan Mobil sports berseliweran dengan segala merk.


Aby melambaikan tangannya ketika Dy sudah hampir dekat.


Akhirnya Mobil Dy melaju meninggalkan Bandara. Wajah Aby terlihat cerah duduk disamping Dy. Sepanjang perjalanan pulang Dy lebih banyak diam.


Tadinya Dy mau mengusulkan supaya Aby pindah dari Rumah Dy. Dengan adanya pembicaraan dengan Beck tadi, Dy akhirnya membiarkan Aby menginap disitu.

__ADS_1


" Yank, kenapa Kamu diam?, apa Kamu sakit?". Tanya Aby merasa ada perubahan sikap dari Dy.


":Aku tidak enak badan ". Sahut Dy pelan.


" Aku yang nyetir, Kamu istirahat saja". Kata Aby khawatir.


Dy hanya tersenyum, mungkin karena didikan Beck, Dy selalu merasa lebih kuat dan lebih bisa melindungi Aby.


Dimatanya Aby itu lemah, cengeng....


" Yank, semenjak Kita bertemu dan sekarang berpacaran, Aku merasa Kamu lebih dari lelaki. Apa Kamu menganggap Aku lemah?". Dari dulu Aby ingin mempertanyakan sikap Dy.


" Ya..". Jawab Dy tersenyum. Aby tahu Dy terpaksa untuk tersenyum.


Pasti ada sesuatu yang membuat Dy tidak ceria.


Dy membelokkan Mobilnya ke Restoran Bebek Nusantara. Disini semua serba bebek tapi diolah dengan Varian yang berbeda.


" Kita makan dulu ". Ajak Dy turun dari Mobil. Selalu begitu. Dy tidak pernah bertanya apa Aby mau makan atau tidak.


Padahal Aby mau mengajak Dy supaya makan di Restoran Korea.


" Yank, Kamu mau yang mana?". Tanya Dy menyodorkan menu ke Aby.


Walaupun hati Aby sedikit dongkol, tapi Aby berusaha tersenyum. Rindunya dengan Dy sudah setinggi gunung.


Aby ingin acara makan bebek ini cepat selesai. Namun sepertinya Dy malah sengaja mengulur waktu pulang.


" Yank, Kita muter-muter dulu ya". Kata Dy mengambil lajur kanan dan Mobil melsju mengelilingi Kota Denpasar.


Dasar anaknya Beck, selalu semau gue.


" Yank, apa Kamu tidak kangen pelukanku?atau ciumanku?". Akhirnya keluar juga unek-unek dari Aby.


" Biasa saja ". Sahut Dy tanpa menoleh


Aduuhh... jangan-jangan Dy sudah dapat yang lebih Hot, misalnya Dilan... pikir Aby kesal.


" Yank, Dilan tadi ada kerumah atau ada cowok datang.....".


" Tadi ada 2orang ". Potong Dy cepat.


" Siapa itu?". Tanya Aby mulai tidak enak hati. Dy sengaja diam, supaya Aby pemasaran. Aby yang tidak di jawab pertanyaannya tambah cemburu.


" Kita pulang!!". Perintah Aby tegas. Mukanya sudah tegang.


Dy akhirnya mengikuti perintah Aby menyusuri jalan by pass dan masuk ke perumahan Elite.


Perumahan ini One Gate System, sehingga agak macet dikit.


Seorang Scurity menahan Mobil Dy dan menanyakan tentang keberadaan Aby.


" Saya suaminya, baru datang dari Korea". Jawab Aby ketika Pak Scurity menanyakannya. Dy cuma tersenyum melihat ulah Aby yang tidak pintar bohong.


" Ada Akte nikahnya Pak?, atau KTP Bapak?".

__ADS_1


" Aduhh..Saya tidak bawa, besok Saya anterin kesini ". Sahut Aby, mau menyogok Scurity itu. Dy menahannya.


" Jangan memberi uang, nanti kebiasaan". Kata Dy lalu turun dari Mobil.


"Maaf Pak, ini calon suami Saya ". Kata Dy menaikkan baju kaosnya sedikit, sehingga gagang pistol Revolvernya kelihatan menonjol di pinggangnya.


" Yya Nona Silahkan masuk ". Sahut Scurity itu kelihatan kaget.


Dy naik ke Mobil dan meluncur kerumah baru.


" Yang Kamu ngomong apa, koq Scurity itu mau memberi Kita masuk".


Tanya Aby heran.


" Aku bilang Kamu lagi kebelet ". Sahut Dy bohong. Aby cuma manggut-manggut percaya.


Dy memarkir Mobilnya sembarangan dan membantu Aby menurunkan Kopernya.


Aby berusaha tenang terhadap sikap Dy yang berubah dingin.


Aby mengambil kunci Mobil dan menutup atap Mobil. Kemudian Aby membawa Mobil itu ke garasi.


Dy duduk di Sofa sambil mempermainkan remote TV.


Sebenarnya banyak hadiah yang Aby belikan untuk Dy, tapi Aby urung memberi, karena melihat gelagat Dy kurang yang kurang respek.


Aby mengambil 2botol minuman ringan dari kulkas dan menaruh di depan Dy.


" Yank, Kamu tidak rindu padaku?". tanya Aby pelan. Matanya menatap Dy yang tanpa memperdulikannya.


" Kita harus terbiasa hidup sendiri dan membuang perasaan ketergantungan kepada orang lain. Aku dari kecil belajar mandiri, membuang rasa kasihan dan menolak perasaan cinta ". kata Dy lantang.


Dy berusaha melawan rasa rindunya dan cintanya yang membludak.


" Jadi, Kamu berusaha putus denganku?.


Dy... Aku sangat mengenal sifatmu, Kita saling mencintai. Ada apa sebenarnya?". tanya Aby seraya memeluk Dy.


Air mata Dy akhirnya jatuh, ternyata Dy tidak bisa membekukan hatinya, seperti ajaran Nick yang mengajarkan Dy supaya bisa membekukan hatinya terhadap target.


Ternyata cintanya lebih luas dari es di Kutub Utara.


" I Love You Sayank ". hanya itu yang bisa Dy ucapkan, setelah itu Dy sudah lebih agresif dari pada Aby.


Aby mengimbangi kerinduan Dy dengan ciuman panjang.


" Aku sangat mencintaimu sayank, Kamu adalah hidupku ". bisik Aby semakin erat memeluk Dy.


Dy melepaskan pelukannya dan mengunci pintu utama.


Dengan bergandengan Tangan Aby mengajak Dy ke Kamar.


Mereka kembali menumpahkan kerinduannya di atas tempat tidur.


Terbesit pikiran Aby untuk memperkosa Dy supaya Dy hamil dan Beck cepat menikahinya.

__ADS_1


*******


__ADS_2