
Bab.28.
Setelah ngobrol dengan Dy, Aby sedikit tahu sifat Dy.
Mungkin Dy tidak mengerti arti Cinta antara lawan jenis, karena Dy belum pernah bercinta.
Dy hidup selalu berpatokan dengan perintah Beck.
Aby menjadi agak lega, walaupun cintanya ditolak sama Dy, mungkin Dy tidak mengerti arti Cinta.
Aby akan mencari akal supaya Dy mengerti Cinta.
" Dy Apakah Kamu pernah tidur dengan laki-laki lain selain Aku?". Tanya Aby penasaran atas ke hidupan Dy.
" Sering... ". Sahut Dy sambil main game yang ada di ponselnya.
" Ow gitu ya ". Kata Aby mendekati Dy.
Aby tidur di sebelah Dy dan mulai melingkarkan tangannya ke pinggang Dy.
" Aby Kamu kenapa sih. Kalau mau tidur di sofa saja, Aku belum ngantuk".
Kata Dy terpaksa menghentikan permainannya.
" Aku mau tidur disini, sakit di Sofa".
"Kalau Aku dimana bisa tidur, latihan Intelijen itu berat banget.
Kami kadang-kadang tidur numpuk saking tidak ada tempat tidur ".
Aby malu sendiri, pasti yang dibilang tidur sama laki-laki itu dengan teman-temannya saat latihan.
" Kita tidur seranjang, tapi Kamu tidak boleh macam-macam, Kita akan bikin pembatas dari bantal-bantal ini". Kata Dy kembali main Game.
" Kalau macam-macam?". Tanya Aby.
" Aku akan menggigitmu". Sshut Dy enteng.
" Sekarang ja gigit Aku jangan nunggu besok".
"Ya nanti kalau Kamu sudah tidur Aku akan menggigitmu dan menelan badanmu " .
" Drakula donk ".
" Aku Drakula....". Sahut Dy gemes lalu memeluk Aby dengan kencang.
" Dy Aku gak bisa nafas....". Teriak Aby.
Dy melepas pelukannya sambil tertawa.
" Kamu ini gemesan ya?". Tanya Aby.
" Ya...Aku sering gemes lihat Kamu, Aku kepingin gigit Kamu Saja". Sahut Dy.
" Mungkin Kamu mulai mencintaiku ". Kata Aby tidak nyambung.
" Preeett..." sahut Dy mengejek.
Mereka saling mengejek dan bercanda sampai Mereka mengantuk.
Aby dengan senang hati tidur seranjang, walaupun ada persyaratan, itu tidak berpengaruh bagi Aby yang, penting Aby bisa tidur berdua.
Mungkin beginilah orang jatuh cinta, tidak bisa menerima masukan atau tidak gampang menyerah.
Bagi Aby inilah cintanya, cinta yang belum tersambut.... cinta yang harus di perjuangkan...
Aby tidak tahu apakah semua jalan yang Dia lakukan akan menghasilkan buah yang manis atau sebaliknya...
Pemandangan di atas Ranjang bisa membuat mulut bergosip.
Bagaimana tidak!!.
__ADS_1
Mereka tidur berpelukkan, wajah Aby menempel dengan Dy.
Bantal pemisah sudah jatuh ke lantai.
Selimutpun teronggok di pojok.
Matahari mulai muncul dari Timur, Aby membuka matanya.
Aby kaget mendapatkan Dy dalam dekapannya. Kembali Aby menutup matanya pura-pura tidur.
Bibirnya Dy tempelkan ke Bibir Dy.
Dadanya berdebar mesra, bau wangi tubuh Dy membuat asratnya bergejolak.
Aby lebih merapatkan tubuhnya ke Dy.
Dy menggeliat kaget merasa ada yang memeluknya.
Dadanya berdebar.
Rasa nyaman yang tidak pernah Dy rasakan menyelimuti Jiwanya.
Tapi Dy tidak mau lama-lama di peluk Aby, pelan- pelan Dy menggeser tangan Aby. Dan membiarkan Aby tidur.
Dy lalu ke Kamar mandi.
Aby membuka matanya, tersenyum senang, bisa mengelabui Dy.
Hari ini Aby harus pulang untuk menghadiri panggilan Polisi.
Aby bangun dan duduk dipinggir tempat tidur. Muka Dy jengah ketika menatap Aby.
" Dy...sudah selesai mandi?". Tanya Aby melihat Dy keluar dari Kamar mandi.
" Sudah". Jawab dy menunduk. Dy malu ingat dirinya berpelukan dengan Aby.
Dulu Dy tidak pernah malu bila tidur bersama teman-teman cowoknya.
Untung Aby tidak tahu bahwa tadi malam Mereka tidur berpelukan. pikir Dy.
Kerumah Sakit.
Hari ini Dy memakai Outfit Casual, kombinasi dari black top dengan mini skirt dan black boots.
Rambutnya di gerai dan kaca mata hitam menutupi mata indahnya.
Aby diam-diam sangat kagum atas penampilan Dy.
Dalam perjalanan ke Rumah Nyonya Ida, Mereka berdua tidak banyak berbicara, penyebabnya adalah kejadian tadi pagi.
Kalau lagi tidur orang tidak ingat apa-apa
begitupun Mereka berdua.
Pada saat Mereka terlelap bantal pembatas sudah tidak ada artinya.
Ntah Mereka mimpi apa, di dalam tidur lelapnya Mereka sudah berpelukan erat, saling mengkait.
Mungkin AC terlalu dingin atau selimut yang terlempar jatuh.
Dan Mereka kaget setelah bangun pagi.
Kejadian yang tidak di sengaja, tidak ada yang bisa di salahkan.
Tapi bagi Dy tidur berpelukan dengan Aby adalah suatu hal baru, yang membuat dadanya berdebar.
Sangat berbeda rasanya kalau Dy tidur ramai-ramai dengan teman laki-laki nya apabila lagi bertugas.
" Kita ke Rumah dulu atau langsung ke Rumah Sakit?". Akhirnya Dy bertanya karena Rumah Aby sudah dekat.
" Ke Rumah aja, siapa tahu Mereka belum berangkat". Sahut Aby pendek.
__ADS_1
Lambhorgini itu masuk ke pekarangan Rumah Aby. Tidak ada Satpam yang jaga.
Aby dan Dy turun disambut dengan ketiga Bibi dengan muka muram.
" Bi Inah apakah Mama ada?". Tanya Aby.
" Mereka semua pergi di jemput Polisi. Kata Bi Inah sedih.
" Bibi Aku Dy...". Sapa Dy ketika ketiga Bibi tidak menyapanya. Mereka jelas kaget.
Dan perasaan tidak percaya tergambar dari wajah Mereka.
Tapi kesempatan untuk berbincang tidak ada karena Aby sudah menarik tangan Dy.
" Lebih baik telepon Gama sebelum Kita memutuskan ke Rumah Sakit". Kata Dy memandang Aby.
Akhirnya Aby menurut, dan berusaha menghubungi Gama.
" Kita ke Kantor Polisi, semua sudah ada disana. Jadwal Autopsi Verbal ". Kata Aby, Dia merasa bersalah karena terlambat datang.
Mamanya pasti akan marah besar, karena Aby datang dengan Dy.
Apalagi kalau ada Vivi disitu, Aby terlihat gelisah.
Dy menggemgam tangan Aby ketika Mereka sudah turun dari Mobil.
Aby dan Dy meninggalkan kaca matanya di Mobil.
" Kamu jangan gelisah, khan ada Aku". Kata Dy menguatkan Aby.
" Aku tidak kuat kalau Kamu nanti di caci maki sama Mereka". Sahut Aby memeluk Dy. Aby takut Dy marah dan meninggalkan dirinya.
Dy sangat tersentuh dan membalas pelukan Aby.
" Tenang saja Aku anak Beck quay". Sahut Dy tersenyum tipis.
Mereka masuk ke Kantor Polisi dengan bergandengan tangan. Tante Tami dan Admesh menyambut kedatangan Mereka.
Disini terbentuk dua kelompok.
Tante Ida, Gama, Vivi duduk berderet di sebelah kanan.
Tante Tami, Admesh, Ardi dan istri-istri Mereka duduk melingkar di pojok agak jauh.
Tante Tami memeluk Dy dengan kasih.
Kemudian Aby menggamit tangan Dy, mengajak Dy menemui Mamanya.
Senyum terpaksa dari Gama menyambut Mereka.
Caci maki dari Nyonya Ida menghujani Dy.
Aby memeluk erat Dy ketika Vivi mencoba memukulnya.
Admesh cepat-cepat datang menenangkan Nyonya Ida dan Vivi.
Aby terpaksa menjauhi Dy dari Mamanya.
Airmata Dy keluar membasahi baju Aby.
Dengan lembut Aby membelai rambut Dy.
Tante Tami memberi Aby tissue.
Aby terus memeluk Dy, pemandangan itu membuat Nyonya Ida dan Vivi semakin marah.
Dy merasa sangat terpukul ketika Nyonya Ida mengatakan Ibunya ***** dan Dy anak haram.
Aby menghapus air mata Dy dengan kasih.
"Jangan Kamu ambil hati omongan Mama, Kita maklumin saja. Nanti semuanya akan baik-baik saja". Kata Aby mengecup kening Dy.
__ADS_1
*******