AGENT 06

AGENT 06
Menguntit.


__ADS_3

Bab.25.


Brian mengambil Rokok dan berdiri mendekati meja Target.


" Permisi Pak, pinjam koreknya ". Kata Brian sopan. Salah satu dari Mereka memberi korek.


Kesempatan itu di pakai Brian menempelkan sebuah benda kecil ke jaket Target.


Setelah Brian menyalakan rokoknya dan mengembalikan koreknya, Brian dan Dy keluar dari Warung.


Kita cari tempat dulu. Bisik Brian setelah Mereka jauh berboncengan.


Akhirnya Mereka memutuskan untuk mencari penginapan di sekitar sana.


Sebuah kamar 3x3 dengan kamar mandi dalam dan tempat tidur satu Bed yang menjadi tempat berteduh Mereka sementara waktu.


Sampai di kamar Dy mulai sibuk mengirim data kepada Beck.


Brian trus melihat sensor GSM.


Target yang sudah mulai keluar dari warung dan menuju sebuah Mobil.


Kemudian target diam dititik tertertu.


" mungkin Mereka sudah sampai di penginapan dan membuka jaketnya". Kata Brian tersenyum tipis.


" Gak apa-apa yang penting Kita sudah tahu dimana Mereka". Sahut Dy.


Semoga saja ke yakinan Mereka tidak meleset.


Sambil menunggu perkembangan selanjutnya Dy dan Brian mengisi perutnya dengan beberapa roti dan air mineral.


" Dy Aku mau mencari kopi dulu, Kamu lihat Target ". Kata Brian keluar Kamar.


" Oke ". Sahut Dy, matanya terus memandang kotak Sensor.


Tidak berapa lama Brian sudah membawa 2 gelas kopi dan sebungkus Roti.


" Gimana ada perkembangan?". Tanya Brian sambil menyodorkan satu gelas kopi kepada Dy.


" Rupanya Mereka ke Taman Baluran.


Aku punya Feeling nanti malam Mereka akan membawa semua barangnya ke Rumah penginapan".


Kata Dy sambil menyeruput kopinya.


" Kita tunggu perkembangan selanjutnya, nanti malam Kita akan mendekati penginapan Mereka". Sahut Brian.


Malam beranjak naik, Dy sudah menyiapkan senjata P229 dengan amunisi kaliber 9x99mm dan 357 SIG.


Sekitar pukul 02.00 dini hari Dy dan Brian mulai bergerak.


Mereka mulai mengikuti jalan setapak menuju Pantai. Karena penginapan itu dekat dengan pantai.


Dengan langkah ringan Dy dan Brian meloncat keatas tembok pembatas.


Tidak ada lampu yang menerangi. Suasana senyap.


Mereka mengikuti Sensor ke titik tujuan.


Tapi langkah Mereka terhenti dan cepat Mereka bersembunyi. Sebuah Mobil datang dan dua orang turun dari Mobil.


Mereka menyalakan lampu ruangan.


Dy memakai kaca matanya meng " Zoom" apa yang Mereka lakukan.


Dy dan Brian kaget karena Dua orang yang tadi datang adalah " pengantin "


atau orang yang akan mengorbankan nyawanya dengan bom bunuh diri.


Badan Mereka sudah terikat dengan Bom dan ada tiga orang lainnya membawa beberapa ransel naik ke Mobil.

__ADS_1


Dy dan Brian yakin Orang-orang ini akan ke Bali.


Dengan ketatnya penjagaan di Pelabuhan ketapang Dy yakin Mereka punya cara lain untuk menyebrang.


Dy dan Brian keluar dari penginapan itu setelah Mobil itu meluncur pergi.


"Aku yakin Mereka akan naik Boat, dan Akan menyusup di salah satu kapal".


Kata Dy.


" Kita tunggu disini dulu, kalau Mereka naik Boat pasti akan lewat di depan Kita.


Siapin saja senjata". Sahut Brian.


Mereka lalu mencari tempat tersembunyi di pinggir pantai.


Dy melapor lewat GSMnya kepada Beck tentang keadaan sekarang.


karena ada Pom bensin beberapa meter dari Mereka duduk, Sekitar 100 meter ke kanan.


Tapi kalau Dy membiarkan Mereka lewat akan lebih banyak memakan korban.


Akhirnya diambil keputusan Dy dan Brian harus menjauh dari Pom bensin.


Dy dan Brian berlari ke Utara dan Mereka cepat tiarap, sebuah bayangan mendekati Pantai.


Dy dan Brian merayap, pelan-pelan mendekat dan mengambil jarak.


Mereka bersembunyi di rerimbunan pohon yang ada di tepi pantai.


Sekarang datang lagi satu Boat


Berarti ada Dua buah Boat yang bersandar.


Dari Boat ke dua ada 2orang yang turun.


berjalan bolak balik mengangkut sesuatu.


Kemudian Boat pertama naik 2 orang yang tadi Mereka lihat, atau sebagai penganten.


Dy dan Brian bersembunyi di pinggir Pantai di balik rerimbunan pohon perindang.


" Apa Kita mengambil tindakan?".


Tanya Brian.


" Kita fokus ke Boat yang membawa "penganten". Kata Dy.


Senjata Light Fifty yang kalibernya 50 BMG (12,7mm) diarahkan ke Boat yang mulai bergerak.


Dy tahu efek dari tembakannya akan sangat bergemuruh, karena ada Bom di badan dua orang yang di Perahu.


" One shoot one kill...". Bisik Dy.


Brian memberi jempol.


Brian juga mulai membidik.


Pertimbangannya lebih baik sekarang di habisi dari pada nanti, banyak orang yang celaka.


Kira-kira Boat itu sudah berjarak 50meter baru Dy dan Brian melepas tembakan.


DOAARRR....


air Laut muncrat naik dan nyala api membuat di sekitar Pantai terang benderang.


Setelah itu Dy dan Brian cepat menghilang dari sana.


Suasana malam itu sungguh mencekam.


Orang-orang semua panik, karena belum tahu apa yang terjadi.

__ADS_1


Dy dan Brian berboncengan ke pelabuhan.


" Kita lain arah, trimakasih kerja samanya". Kata Dy turun dari boncengan.


Mereka berpelukan dan kemudian Brian pergi.


Dy berjalan menuju Post Polisi KP.3.


Beberapa Polisi menghentikannya, Dy mengeluarkan tanda pengenalnya.


Polisi manggut-manggut.


Seorang Polisi mengantar Dy sampai di Kapal Penyeberangan.


Aby memandang Ponsel Dy yang di kirim oleh XPostOne.


Saat ini Aby tidak bisa menghubungi Dy karena Dy meninggalkan Ponsel barunya.


Ke khawatirannya yang amat sangat memenuhi perasaan Aby.


Dia baru mengerti ternyata dendamnya tidak seberapa dari pada cintanya kepada Dy. Sekarang Aby merasa sangat sedih atas semua yang Dia lakukan terhadap Dy.


Tadi Mamanya menghubunginya tentang tindakan selanjutnya terhadap Dy.


Dan Aby terus terang tidak akan melakukan apapun terhadap Dy karena Aby sangat mencintainya.


Mamanya marah-marah tidak karuan.


"Apapun yang terjadi Aku memilih Dy". Kata Aby tegas kepada Mamanya.


Aby yakin Dy tidak mencintainya, tapi Om Beck sudah memberi sinyal ke padanya untuk mendekati Dy.


Sudah pukul 03.00 dini hari Aby mulai mengantuk dan Aby membiarkan matanya tertutup mencoba mencari mimpi indah bersama Dy yang ntah berada dimana.


Dy melawan ngantuk menyusuri jalan menuju Denpasar.


Bis-Bis Wisata berlawanan arah memadati jalanan.


Dy tersenyum sendiri melihat lampu-lampu Bis atau Truck yang warna warni.


Lamborghini itu terus melaju kencang melewati Kota Negara dan menuju Kota Tabanan.


Suara Sirene Polisi memecah keheningan malam.


Dy yakin rombongan Polisi itu pasti akan ke Gilimanuk.


Sampai di Denpasar sudah Pukul 06.00 pagi. Dy membelokkan Mobilnya ke Restoran cepat saji 24 jam.


Dy memesan Big Breakfest terdiri dari, setangkap roti muffin inggris tawar, scramble egg, chicken sausage patty, hash brown dan secangkir kopi susu panas.


Hari ini Dy merasa lega walaupun lelah tapi Dy bersyukur tugasnya cepat selesai.


Dy juga merasa senang tugas bersama Brian, orangnya cepat tanggap dan tidak neko-neko.


Dy tahu saat ini Beck pasti sibuk dengan tanya jawab dengan ke Polisian.


Semoga saja ini tugas terakhir. Bhatin Dy.


Beck akan membebaskannya setelah Dy punya pacar.


Aku harus cari pacar. Bisik Dy dalam hati.


Tapi siapa ya??


Belum ada bayangan seorang laki-laki di otak Dy.


Gama? atau si Drakula Aby? atau Christian?.... Dy menggeleng.


Belum ada yang sreg.,


Dy tidak bisa menghabiskan pesanannya dan membiarkannya begitu saja.

__ADS_1


Tadi memang Dy lapar sekali, tapi baru diisi sedikit sudah kenyang, tadi seharusnya Dy memilih Bubur Ayam atau Soup jagung.


******


__ADS_2