AGENT 06

AGENT 06
Berantem.


__ADS_3

Bab.24.


Gama termenung lesu di belakang laptopnya. Tanpa sengaja Dia melihat Aby dan Dy tadi berjalan berdua menuju ke Suite Room.


Perasaan cemburu melandanya.


Hatinya tidak bisa berdamai, tapi Dia harus waras menyikapi masalah ini. Karena Aby adalah Kakaknya dan Gama tahu persis Om Beck lebih memilih Aby untuk mendampingi Dy.


Padahal Mama dan Om Burhan ingin menjodohkan Aby sama Vivi.


Selalu ke beruntungan berpihak kepada Aby. Bathin Gama.


Di Suite Room Aby meringis kesakitan. Dy mengobati lembab-lembab yang ada di tubuh Aby dengan hati-hati.


" Kamu ganti pakaian dengan piyama, Aku mau periksa kakimu siapa tahu ada yang luka".


Kata Dy membantu Aby bangun dari tempat tidur.


Sebagai Intelijen swasta Dy sering melakukan pertolongan apabila ada teman yang luka dan tidak pernah punya perasaan istimewa kepada orang-orang yang Dy tolong.


Tapi mengobati Aby perasaannya berbeda, ketika Aby membuka bajunya dan ketika Dy menyentuh dada Aby yang telanjang perasaan malu itu muncul.


Cuma Dy pura-pura tenang, walaupun dadanya bergetar.


Aby berjalan ke Almari ganti, disana sudah berjejer piyama.


" Kamu duduk disini, sebentar Kita sarapan ". Kata Dy ketika Aby sudah selesai mengganti piyama.


Aby tidak menjawab, mulutnya terus meringis menahan sakit.


Dy membantu Aby duduk di Sofa.


Setelah Aby duduk Dy mengangkat kaki Aby dan di letakan di pahanya.


Dy memeriksa kaki Aby, cuma ada satu yang membiru.


Kemudian Dy mengobatinya.


" Semua badanku sakit, seperti ada yang keseleo". Kata Aby mulai manja.


" Yang mana Aku akan mengurutnya".


Sahut Dy memandang Aby. Dy mengerti Aby pasti mempergunakan situasi ini supaya terus bisa dekat dengan dirinya.


" Seluruhnya keseleo, Aku tidak mau pulang ". Kata Aby berusaha mencari alasan supaya Aby dijaga Dy.


Aby akan berusaha supaya Dy tidak bisa bertemu dengan Christian.


" Ya..Aku akan memijat semua badanmu". Sahut Dy tersenyum. Padahal Dy sudah tahu Aby cuma mencari alasan supaya bisa bersamanya.


Baru saja Dy mengurut kaki Aby...


Jam tangan Dy bergetar.


Sebuah pesan terlihat di layar.


" Sebentar ya, Aku mengambil barang dulu". Kata Dy menurunkan kaki Aby.


Dy langsung berdiri menuju ke pintu dan


mengambil bungkusan, XPostOne telah mengirim Handphone.


" Siapa yang mengirim Handphone?" Tanya Aby merasa curiga. Karena belum satu jam Aby memecahkan Handphone , sekarang sudah ada yang mengirim Hp. Yang menjadi pertanyaan bagaimana Dy menghubungi orang sedangkan Hp nya rusak.


" Beck.... ". Jawab Dy cepat.


Aby mencoba percaya, karena Dy adalah Intelijen, tapi Aby terlalu dangkal pengetahuannya mengenai Intelijen.


Kalau Intelijen di film-film memang serem dengan peralatan canggih, tapi di kenyataan apakah begitu. Pikir Aby.

__ADS_1


Aby lebih percaya kalau yang memberi HP adakah Christian.


Dy tahu Aby curiga, tapi Dy tidak peduli, karena Dy tidak punya perasaan apa-apa sama Aby. Dy cuma mengagumi Aby yang ganteng, seorang JM walaupun masih muda.


" Kita akan sarapan dulu, setelah itu Aku akan memijatmu". Kata Dy mengajak Aby ke meja makan.


Sebagai Owner Dy bebas memesan makanan yang ada di Restoran.


Dan Dy juga tidak pernah memilih yang penting ada buah dan sayur.


Baru beberapa suap Dy makan Jam tangan Dy bergetar.


Sebuah pesan masuk.


*Krakatau @ meledak cari di sekitar persinggahan*Ketapang gilimanuk.


Artinya bom akan meledak cari pelaku di setiap pelabuhan. Berarti Dy harus berangkat hari ini ke pelabuhan Ketapang.


" Mau kemana?". Kata Aby ikut bangun.


Inilah penyebab Dy tidak senang pacaran, akan ada penghalang kalau Dy tugas.


" Aku tugas, Kamu boleh disini tinggal".


Sahut Dy cepat.


" Aku tidak percaya!!, Kamu mau ketemu Christian". Sahut Aby, suaranya mulai meninggi. Kecemburuannya melebihi dendamnya. Aby sangat mencintai Dy.


Patner baru.


Kecemburuan Aby membuat Dy ingin memperlihatkan siapa dirinya.


Mungkin dengan begitu Aby bisa menjauh darinya.


Dy mengambil koper yang berisi senjata rahasia dan membukanya diatas tempat tidur di samping Aby.


Kemudian Dy membuka pakaiannya, tinggal BH dan CD.


Dy memakai celana Stocking warna hitam, kemudian Dy memasang Holster


dan menyematkan Pistol Agen


Setelah itu Dy memakai Rok mini skirt, baju kaos hitam dan Rompi anti peluru.


Topi Eiger menutupi kepalanya dan Kaca mata Agen yang bisa menge" Zoom " keberadaan lawan.


Terakhir Dy memakai sepatu Boots.


Mata Aby tidak berkedip melihat Dy memakai semua itu di depannya.


Persis seperti di film-film James Bond 007.


" Dy mau kemana?". Tanya Aby khawatir.


Suaranya mulai memelas.


" Aku tugas ". Sahut Dy menyambar tas gendongnya.


Sebelum pergi Dy mendekati Aby.


" Aku punya utang pijat denganmu ". Kata Dy mengecup bibir Aby.


Lalu Dy setengah berlari keluar menuju life. Aby hanya bisa bengong, tidak mengerti harus berbuat apa.


Seperti separuh jiwanya melayang.


Hanya Doa yang bisa Dia panjatkan untuk keselamatan Dy.


Baru Aby menyadari bahwa Dy bukanlah gadis biasa..

__ADS_1


Lamborghini Aventandor itu melesat menyusuri jalanan yang padat.


Tidak sampai tiga jam Dy sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk.


Disini Dy tidak bekerja sendiri, XP 5 akan menemaninya.


Dy mencari tempat yang sudah di tentukan oleh XPostOne, seorang laki-laki telah menunggunya di atas Motor.


Dy turun dari Mobil dan menghampiri XP.5


Mereka saling memberi kode dan bercakap-cakap sedikit.


Brian tahu yang diajak bekerja sekarang adalah Putri Bosnya.


Makanya Dia harus hati-hati.


Brian sering mendengar berita bahwa putri bosnya ini tidak bisa di ajak main-main. Jangan harap bisa mencintainya, menyenggol badannya sedikit saja sudah mendapat resiko.


Mereka mengambil peran yang sudah di tentukan.


Undercover Mereka sebagai pasangan kekasih.


XP.5 nama samarannya Brian dan Dy adalah Diana.


Siang menjelang Sore, mereka sudah berada di Kapal penyeberangan.


Orang-orang yang mau menyeberang ke Banyuwangi cukup banyak.


Dy berpencar dengan Brian, Mereka mencari posisi masing-masing untuk memasang alat perekam.


Dy melihat orang-orang melempar uang koin ke laut dan anak-anak menyelam merebut koin seribuan itu. Miris.


Dy tidak tega melihatnya


Kapal sudah merapat di Ketapang.


Suasana sedikit mencekam, karena ada beberapa Polisi yang mondar mandir dengan senjata lengkap.


Berita penyusup yang membawa Bom mungkin sudah di antisipasi oleh jajaran ke polisian.


Kalau sudah begini penyusup pasti mengambil cara lain untuk menyeberang.


Dy dan Berian tidak jadi mengambil bagian di Pelabuhan.


Mereka terus berboncengan menuju Jember dan berhenti di rumah makan Jawa Timur di jalan gajah Mada.


Warung Makan ini cukup ramai, siapa tahu ada titik terang dari sini. Pikir Dy.


Dy dan Brian masuk kedalam dan menyalakan sensor sensitif di Jam tangan Mereka.


Jam tangan ini akan bergetar kalau ada orang membawa senjata api, Bom atau semacamnya.


Sensor bergetar mengarah ke Pojok di mana ada seorang Bapak berkunis dengan tiga orang laki-laki dewasa mengitari satu meja.


Dy dan Brian duduk tidak jauh dari Mereka.


Kaca mata Dy merekam apa yang mereka bawa. Tidak ada Bom atau sejenisnya, hanya ada ransel yang tergeletak disamping Mereka duduk.


Tapi di balik Jaket ke tiga orang itu ada senjata api terselip di pinggang masing-masing.


Ada pembicaraan menjurus ke penyewaan kamar.


Berarti ke tiga orang ini akan menyewa kamar di tempat Laki-laki berkumis itu.


Dy memberi kode kepada Brian untuk menempelkan alat perekam ke salah satu dari Mereka.


Brian menunggu situasi yang pas.


Orang-orang itu juga kelihatan gelisah dan menatap semua Orang yang datang belanja.

__ADS_1


******


__ADS_2