AGENT 06

AGENT 06
Perjamuan.


__ADS_3

Bab.20.


Lambhorgini itu menuju UVASSA HOTEL, Beck begitu saja melewati Scurity tanpa di periksa, dan langsung ke Basement.


Beck mengajak Dy menuju life yang langsung menuju Suite Room.


kamar Suite memiliki ukuran kamar tidur dan kamar mandi yang lebih luas, bathroom amenities yang lebih lengkap, mesin kopi/teh sendiri, hingga fasilitas seperti ruang tunggu (living room).


" Kamu akan tinggal disini beberapa hari,atau sampai Kamu bosan ". Kata Beck kepada Dy.


" Apakah ini hadiah untukku ?". Tanya Dy menuju Living Room.


Suite Room ini ada di tepi tebing (cliffside), yang memiliki daya tarik tersendiri, pemandangan lautnya yang luas serta langit yang biru sungguh indah. Dari sini Dy bisa menikmati segarnya angin berembus sambil menghabiskan Cocktail sembari memandang matahari yang terbit atau tenggelam.


" Paa..disini Gama kerja anak kedua Nyonya Ida ". Kata Dy.


" Oh ya...".


" Papa koq kurang greget jawabnya".


"Papa masih menjawab DM teman-teman Papa ". Sahut Beck ngeles.


" Suruh telepon aja Paa, capek ngetik ".


Beck cuma tersenyum mendengar ocehan Dy.


" Aku akan menjemputmu nanti malam ,


Seorang MUA (mike up artis) akan membantumu berdandan, Papa akan keluar dulu.". Kata Beck kepada Dy.


" Memangnya Kita mau kemana nanti Paa?". Tanya Dy heran.


" Papa akan mengenalkanmu dengan kolega Papa .


Kejutan apalagi yang Beck mau bikin.


Bisik Dy dalam hati.


Rindunya dengan Beck sudah terobati.


Beck sengaja ke Bali menengok Dy.


Membawakan Dy Gaun dan perlengkapan Make up yang Dy pesan.


Dy merapikan bajunya dan barang-barangnya.


Ruangan ini selain luas, juga sangat lengkap. Yang membuat Dy betah adalah pemandangannya.


Apalagi kalau sudah Sore, Matahari tenggelam.... indah.


Beck mengingatkan Dy supaya berdandan yang cantik.


Sudah pukul.19.00 Dy sudah berdandan dengan cantik.


Dengan perasaan bangga Beck menggandeng tangan Dy menuju Banquet Room.


Dy memakai gaun Wrap dress sutra, berwarna merah dengan potongan backless dan tali Spageti tipis melingkar di pinggangnya.


Kaki jenjangnya terlihat indah dari belahan gaun yang tinggi.


Ditunjang high heels dengan warna senada.


Semua mata tamu memandang kagum kepada Dy.


Undangan ini terdiri dari para teman dekat Beck yang ada di Bali, dan Karyawan Hotel sekelas Manager sampai Supervisor.


Yang paling kaget dengan penampilan Dy adalah Keluarga Romero yang terdiri dari Nyonya Ida, Aby, Gama dan Vivi.

__ADS_1


Banyak spekulasi di pikiriran para undangan mengenai ke hadiran Dy disamping Beck.


Karena Beck selama ini di kenal tidak menikah lagi, setelah istrinya meninggal.


"Selamat malam Sahabat dan para Karyawan Semua". Kata Beck mencakupkan kedua tangannya membentuk Namaste.


Suaranya yang berat bergema santun.


Keriuhan yang tadi memenuhi ruangan mendadak senyap.


Semua ingin tahu siapa gadis disamping Beck. Istrinya atau Anaknya.


" Perkenalkan ini Valuma Uvassa anak Saya, Dy adalah Calon Owner Hotel ini, Dia pewaris Saya satu-satunya". Kata Beck membuat Vivi hampir pingsan.


Suara riuh dari hadirin terdengar. Terutama Nyonya Ida dan kedua Putranya.


Dy juga sangat kaget, karena sebelumnya Beck tidak memberitahu Dy.


Cepat Dy menutupi kekagetannya itu dengan mengangguk hormat kepada para Tamu. Dy tidak menyangka Beck membuat kejutan yang luar biasa.


Setelah berbasa basi yang cukup lama Beck mengajak Dy memperkenalkan beberapa Keluarga dan Para Manager Hotel.


" Saya tidak menyangka Dy itu anakmu".


Kata Nyonya Ida malu.


Vivi yang duduk di sebelah Nyonya Ida mukanya kecut, ingin rasanya Dia lari dari pesta ini.


Mata Aby dan Gama berbinar mesra menatap Dy yang tersenyum manis.


Kalau boleh waktu di ulang kembali, ingin rasanya Gama memperbaiki sikapnya kepada Dy.


Begitupun Aby, Dia menyesal terlalu curiga kepada Dy.


MR.X


Beck mengajak Dy ketempat Mr.X .


Dy merasa kagum melihat Mr.x yang ternyata sangat ganteng, mirip Aby.


Sedangkan Ardi mirip Mamanya.


Ternyata Mr. x itu, sangat berwibawa, mungkin karena umurnya lebih dewasa dari Aby.


" Kita sudah sering bertemu ". Sahut Admesh menatap Dy.


" Tapi kalau ketemu Kakak selalu memakai masker". Sahut Dy tertawa.


Admesh juga tertawa.


" Ini Mama Saya ". Kata Admesh menunjuk Mamanya.


Seorang Wanita yang sudah berumur menyambut tangan Dy. Tapi masih cantik.


" Bagaimana khabarmu Nak, dulu Kamu masih kecil ketika Tante sering datang ke Rumahmu. Sekarang Kamu begitu cantik, mirip seperti Mamamu". Kata Nyonya Tami memandang Dy.


" Tante mengenal Ibuku?". Tanya Dy langsung duduk disamping Nyonya Tami.


Mata Dy berbinar menunggu cerita Nyonya Tami.


" Aku yang cerita, mumpung Mbak Mia gak ada ". Kata Ardi mendekati Dy.


" Aku gak mau, nanti mbak Mia cemburu sama Aku ". Sahut Dy tersenyum.


" Nanti kerumah, Tante akan ceritakan semuanya ". Kata Nyonya Tami memandang Dy.


"Ya Tante, Aku nanti akan kesana". Jawab

__ADS_1


Dy tersenyum.


"Tante tinggal dimana?".


" Di Ubud bersama Admesh, kalau Ardi di Jakarta ". Sahut Nyonya Tami.


Ke akraban Mereka membuat Nyonya Ida tidak senang, karena Admesh lah yang melaporkan Pak Burhan dan mengungkit kembali kematian Pak Ricardo Romero.


Dan Nyonya Ida menghubung-hubungkan keberadaan Dy di rumahnya.


Nyonya Ida yakin semua masalah yang menimpanya sekarang adalah ulah XPostOne atau Dy.


Hati Nyonya Ida mendidih mengingat kelakuan Admesh dan Dy, seperti musang berbulu domba.


Tidak terasa malam semakin larut.


Perjamuan ini begitu meriah dengan hidangan yang super mewah dari Chef Yuna. Kegembiraan Beck tersirat dari wajahnya.


Banyak pesan-pesan yang berarti dari Beack untuk para Karyawan.


Dy juga merasa sangat bahagia malam ini.


Tante Tami dan keluarganya mohon pamit ketika Perjamuan itu sudah usai.


Nyonya Ida menghampiri Dy, langsung memeluk Dy.


" Saya ingin sekali Kamu main kerumah, Kita sekarang ngobrol tidak seperti Nyonya sama Sopir, tapi Tante sama keponakan". Kata Nyonya Ida.


" Kapan-kapan Saya akan mampir kesana, kalau ada waktu". Sahut Dy.


Beck datang menghampiri Mereka.


" Beck kapan Kamu mampir kerumah, sudah lama sekali semenjak peristiwa ..".


Kata Nyonya Ida tidak meneruskan ucapannya.


Dy memandang Nyonya Ida dengan penasaran.


" Aku belum bisa kesana, Dy juga perlu belajar banyak tentang Hotel ". Sahut Beck. Perasaannya tidak nyaman dekat dengan Nyonya Ida.


" Kamu tidak usah khawatir, Aby adalah JM Romero Hotel,.Aby akan mengajari Dy masalah perhotelan ". Kata Nyonya Ida


Cepat.


"Syukurlah kalau begitu, Dy buta sekali mengenai Perhotelan ". Sahut Beck berterimakasih kepada Nyonya Ida atas kedatangannya.


Kemudian Beck dan Dy mendekati Gama dan Aby. Nyonya Ida dan Vivi sengaja menjauh.


" Om Beck, Aku tidak tahu kalau Dy Anak nya Om. Aku juga heran kenapa Om menyuruh Dy menjadi Sopir di rumah Kami". Tanya Gama penasaran.


" Bukan Om yang menyuruh, tapi Dy yang mau jadi Sopir, mungkin saja Dy tertarik dengan salah satu dari kalian". Sahut Beck tertawa.


" Paa..jangan salah, Mereka selalu menghinaku waktu disana". Kata Dy mengadu.


" Jangan percaya Om, Aku sayang


sama Dy". Ucap Gama melirik Dy.


" Aby... Om minta tolong kalau ada waktu ajarin Dy tentang Management Perhotelan". Kata Beck serius kepada Aby.


Perasaan Gama langsung nge jleb!! seolah-olah Om Beck memilih Aby.


" Ya Om, besok mulai Saya ajarin ". Saut Aby bersemangat.


" Ya sudah, kalian jangan banyak bercanda, sana pulang, Mama kalian sudah menunggu ". Kata Beck menutup perbincangkan Mereka.


Setelah berbasa basi, akhirnya Mereka pulang.

__ADS_1


Beck dan Dy kembali ke Suite Room.


*****


__ADS_2