AGENT 06

AGENT 06
Galau


__ADS_3

Bab.22.


Sebagai JM di Hotel ini, tentu ke datangan Aby bersama dua orang gadis cantik membuat semua Karyawan kalang kabut.


Aby duduk di kursi panjang di pinggir kolam menunggu Dy dan Jannet berganti pakaian.


Jantung Aby hampir copot melihat Dy dan Jannet keluar dari kamar ganti menuju kolam renang.


Yang membikin Aby kesel adalah Dy, karena Dy memakai Bikini merah yang sangat minim.


Ingin Aby melabrak Dy, tapi Aby lebih memilih pergi dari kolam renang ketimbang membuat kegaduhan.


Untung juga tidak banyak yang berenang.


Sehingga marah Aby lebih terkendali.


Hampir satu setengah jam Aby menunggu, tapi Dy belum juga datang.


Perasaan marah semakin mengganggunya.


Tapi akhirnya Dy menelponnya.


" Aby Kamu dimana??, Aku sudah menunggumu di Mobil ". Kata Dy.


" Ya Aku turun ". Sahut Aby ketus lalu menutup Ponselnya.


Dy sudah duduk di belakang setir mobil ketika Aby datang dengan muka cemberut. Sepanjang perjalanan ke Hotel Uvassa, Aby tidak mau bicara.


Dy merasa aneh dengan sikap Aby, tapi Dy tidak perduli.


Sampai di Hotel sudah Maghrib.


"Kamu mau pulang atau mau masuk? ". Tanya Dy sambil menempelkan kartu Chip nya. Aby tidak menjawab tapi nyelonong saja masuk keruang tunggu.


" Kenapa sih, dari tadi Kamu aneh ". Sambung Dy lagi.


" Kamu hidup dimana?". Tanya Aby suaranya meninggi. Tentu saja Dy kaget.


" Maksudmu apa? ". Tanya Dy heran.


" Kamu bukan Bule, pakai pakaian yang pantas. Aku tidak senang Kamu pakai Bikini berenang. Apa kata Karyawanku kalau melihat Kamu cuma pakai Bikini?.


Kamu seharusnya mengerti sudah dewasa, mana yang pantas dan tidak pantas ". Kata Aby berapi-api.


" Kamu aneh...". Kata Dy heran. Tumben ada yang memarahinya memakai Bikini di Kolam renang.


" Kamu kenapa marah, Aku biasa memakai Bikini kalau berenang ". Kata Dy heran.


" Aku tidak suka, itu tidak pantas". Kata Aby setengah teriak.


" Kenapa Kamu yang marah, Beck saja tidak pernah memarahiku.


Kamu pacar bukan, dasar manusia jadul..".


Sahut Dy kesal.


" Tapi Om Beck menyuruh Aku menjagamu". Kilah Aby.


" Aku bisa jaga diri, Aku tidak perlu bantuanmu ". Kata Dy masuk ke Kamar.


Aby merasa Dy sombong.


Tapi mengapa juga Aku marah kepadanya. Pikir Aby.

__ADS_1


Tidak berapa lama Dy keluar dari Kamar dan sudah memakai pakaian sexy dan berdandan cantik.


" Mau kemana berdandan begitu ". Kata Aby berdiri.


" Aku mau keluar ". Sahut Dy tenang.


Kemarahan Aby sudah diambang batas, dengan kasar Dy menyeret tangan Dy masuk Kamar dan mengunci pintu Kamar.


" Aby!! apa-apaan Kamu!! ". Bentak Dy mencoba merebut kunci dari tangan Aby.


Mereka jadi guling-gulingan di lantai seperti anak kecil.


Akhirnya Dy mendapat kuncinya, tapi Aby tidak tinggal diam.


Aby langsung memeluk Dy dan menibannya.


" Aby Kamu menibanku ". Kata Dy berontak.


" Aku tidak mengijinkan Kamu keluar".


Kata Aby tambah erat memeluk Dy.


" Aku akan menggigit lehermu kalau Kamu tidak melepaskanku ". Bisik Dy di kuping Aby. Bibir Dy sudah di leher Aby.


" Tapi Kamu janji tidak keluar khan". Kata Aby pelan.


" Aku janji...". Sahut Dy.


Badan Aby yang tinggi tegap mulai menggeser kesamping.


Perasaannya bergejolak mesra memandang tubuh Dy ýang memakai pakaian acak-acakan.


" Kau berubah sekarang, Aku lebih senang Kamu jadi Sopir ". Kata Aby lalu berdiri.


Makanya Kamu bilang sama Papaku, untuk mengundurkan diri. Gak usah mengajariku". Sahut Dy.


Aby diam memandang Dy. Hatinya galau antara perintah Mamanya atau perintah Beck.


Ke Bar.


Dy bangun dan mengambil air mineral di atas Kulkas.


Matanya memandang Aby.


" Aby Kamu tidak pulang?". Tanya Dy sambil menghabiskan segelas air mineral.


" Aku belum mengajarimu". Kata Aby.


" Aku akan belajar di Kantormu besok".


Sahut Dy sambil mempersilahkan Aby mengambil minuman di Mini Bar.


" Aku bukan peminum, jadi di Mini Bar hanya ada minuman ringan". Sambung Dy bohong, padahal Dy terpaksa minum karena tuntutan tugas.


Dy memandang Aby yang membuka Kulkas dan memilih minuman ringan.


Aby duduk sambil minum, pikirannya galau. Antara perasaan suka dan perasaan dendam bercampur jadi satu.


" Aku pulang sekarang, besok Aku tunggu Kamu di Kantorku". Ucap Aby lalu berdiri.


Setelah kepergian Aby, Dy langsung keluar menuju life.


Dy ingin tahu keadaan Hotel nya.

__ADS_1


Sebagai Owner bayangan, tentu Dy harus belajar banyak seluk beluk Hotel dan bagaimana cara menanganinya.


Malam ini Dy akan nongkrong di Bar berbaur dengan tamu yang lain.


Tapi rencana itu buyar karena semua karyawan sudah mengenalnya, malahan Dy di layani dengan hormat oleh seorang Bartender handal.


Seorang Bule Italy mendekatinya dan mengajak Dy ngobrol santay sambil minum Cocktail.


Dy selalu kagum melihat Bule, karena badan Mereka tinggi-tinggi dan rata-rata Mereka ganteng-ganteng.


Seperti Bule di depannya yang bernama Christian, sangat ganteng dengan mata coklatnya yang berbinar kalau memandang Dy.


" Kamu lama di Bali?". Tanya Dy kepada Christian. Memakai bahasa Inggris.


" Aku hanya seminggu dan Kamu berapa hari menginap disini?". Tanya Christian membuat seorang Bartender tersenyum, karena Bule itu tidak tahu bahwa yang di ajak bicara adalah yang punya Hotel.


" Mungkin juga seminggu ". Jawab Dy enteng.


Dy terpaksa meladeni Christian minum. Sebagai intel Dy tahu cara minum yang tidak memabukkan, karena Dy sudah terlatih.


Tidak lupa Dy mengabadikan moment ini dan mengirimnya ke Aby.


Sayang Aby sudah tidur karena jarum jam sudah menunjukan pukul 01.30 malam.


Dy ingin membuat Aby kesal, dan Aby akan marah besar.


Setelah itu Aby tidak akan datang-datang lagi dan Dy akan bebas.


Kadang-kadang Dy juga kagum melihat Aby yang ganteng, tapi sebatas kagum saja.


Malam ini Dy merasa punya teman yang cocok di ajak ngobrol.


Christian adalah seorang pembinis alat-alat berat di Negaranya.


Ini sudah ke tiga kalinya Christian ke Bali dalam rangka liburan.


Dan baru sekali ini Christian menginap di Uvassa Hotel.


Hotel ini baru di beli oleh Beck sekitar setahun yang lalu dan dibawah naungan Starwords.


Dan Jenderal Managernya adalah Hendrigo Orang Asing.


Komunikasi yang di pakai di Hotel adalah Bahasa Inggris.


Malam semakin larut, Dy menyudahi obrolannya dengan Christian.


Christian berusaha menahan Dy, tapi Dy sudah ngantuk.


" Aku harus pulang ". Kata Dy .


Terlihat dari sikap Christian yang keberatan melepas Dy.


" Aku akan menghubungimu besok". Kata Christian setelah Dy memberi nomor kontaknya.


" Ok. Aku balik dulu". Sahut Dy kembali ke suite Room.


Sampai di Kamarnya Dy langsung ke Wastafel, jarinya mencolok mulutnya dan Dy memuntahkan semua minuman yang tadi masuk ke lambungnya.


Dy membasuh mukanya dengan air hangat.


Kemudian Dy naik ketempat tidur dan Dy sudah tidak ingat apa-apa lagi.


******

__ADS_1


__ADS_2