
Bab.46.
Keadaan akan terbalik kalau Dilan dengan diam-diam masuk ke Rumah itu.
Sekarang malah Mereka tidak mau keluar Rumah, walaupun sudah di ancam.
Terpaksa Dilan menembakan gas air mata.
Tapi tidak juga ada yang keluar.
Mereka membuka Masker nya dan kembali merangsek maju.
Dy memakai tameng perisai dan berjalan di depan Dilan, pistol siaga di tangan Dy.
Dilan mengambil Pistol FN nya dan perlahan maju.
" Kami memerintahkan Anda untuk keluar dan menyerahkan diri". Teriak Dilan sambil membuka satu persatu pintu Kamar yang berada di Rumah itu.
Tapi tiba-tiba saja ada suara tembakan dari Kamar pojok.
Dy dan Dilan cepat tengkurap.
" Anda tidak punya pilihan, Rumah sudah di kepung silahkan Anda menyerah ". Teriak Dilan lagi.
Kembali terdengar tembakan dari target.
Dy dan Dilan sengaja melempar kursi kayu ke pintu target dan menghitung tembakan.
Target terus menerus menembak dan tiba-tiba berhenti.
Kalau sudah 6 kali bunyi tembakan berarti pelurunya sudah habis. Dilan langsung menembak keatas memberi tembakan peringatan.
Dy maju menendang pintu, mengarahkan pistolnya ke Target.
"Angkat tangan", teriak Dy lantang.
"Keluar satu persatu dengan tangan berada diatas kepala". Teriak Dilan.
Merekapun keluar.
Dy dengan cepat menendang Mereka satu persatu menyuruh tengkurap di lantai dan langsung memborgolnya.
Ada 3orang berarti lagi dua 0rang masih bersembunyi.
Dy tetap waspada berjalan di depan memegang prisai dan keluar lewat pintu belakang.
Dilan dan Dy berlari menuju Gudang, suasana gelap. Dilan memencet lampu perisai supaya terang.
Dy mematikan lampu perisai dan menuju ke Kamar mandi.
Suara tembakan terdengar ketika Dy menendang pintu kamar Mandi.
Dy dan Dilan cepat berlindung di balik Drum minyak.
Tembakan kembali terdengar beruntun, target mungkin memakai senjata AK.47 dengan Magazine 30 peluru.
Dilan dan Dy lebih hati-hati.
Dilan berhenti menembak dan memberi kode kepada Dy.
Dilan tahu Dy adalah Sniper 1 km gugur...
Makanya Dilan akan memancing target supaya mau keluar.
Kemudian Dilan melempar bangku perlastik kedepan dan tembakan beruntun keluar dari target. Dy terus membidik menunggu target keluar.
Dilan lari menembak kembali, berusaha memancing target supaya mau keluar dan akhirnya target keluar sepersekian detik...
Duuaarrr.....
Dy menembak lawan dengan senjata otomatis SIG P226. Amunisi 9x19mm dan 357 SIG.
__ADS_1
Terdengar suara mengaduh.
" Angkat tangan senjata lempar
kedepan". Teriak Dilan.
Tidak ada jawaban.
" Atau Kami akan menembak Kalian ".
Bentak Dilan lagi.
"don't shoot ( Jangan tembak )". Suara teriakan terdengar dari dalam.
Dan seorang Bule keluar.
Dy berlari dan menendang Bule itu sampai tersungkur, Dilan cepat bergerak memborgol target.
Kemudian Dy kedalam dan ada seorang target sudah tergeletak berdarah.
Dilan mengambil senjata target.
Dy menghubungi Beck untuk segera menghubungi Aparat dan Ambulans.
Dilan mengangkat Bule itu supaya berdiri dan berjalan ke teman-temannya.
Bule itu terus ngoceh dan memaki Dy.
"You have the right to remain silent. Anything you say can be used against you in a court of law". Kata Dy malas meladeni omongan Bule itu.
Mungkin Bule itu 'make". Pikir Dy.
Aparat sudah menangani masalah itu, banyak warga sekitar yang menonton kejadian dramatis itu.
Dilan dan Dy kembali ke Mobil.
Dy menyerahkan air Mineral ke Dilan.
Hari ini cukup sampai sekian, selanjutnya Beck yang melanjutkan laporan ke Aparat.
Dy ingin cepat sampai di Rumah mandi dan minum sedikit, menghilangkan bayangan darah ..
Mengantar Dilan.
Dalam perjalanan pulang Dy lebih banyak diam. Pikirannya ke Gudang tadi.
" Kurasa Gudang itu Pabrik Extacy ". Kata Dilan, ternyata pikiran Mereka sama.
" Aku juga berpikir begitu, mungkin masih banyak Pabrik sejenis yang belum terhendus oleh Polisi ". Sahut Dy.
" Dy Aku minta diantar ke Markas, di Suite Room Aku tidak bisa istirahat ".
" Kenapa tidak bisa?, Aku tidak pernah mengganggumu ".
" Badanmu yang sexy menggangguku ". Jawab Dilan terus terang.
" Dasar genit ". Sahut Dy merasa terpuji.
" Aku berharap Kita ada tugas keluar Negeri atau keluar Daerah berdua ".
Kata Dilan menoleh ke Dy.
" Kamu sudah matiin Jam Sensor nya, nanti di dengar Beck ". Sahut Dy tertawa.
" Iihh..bikin kaget aja, sudahlah!. Kalau di dengar Beck bisa tamat riwayatku ".
Mereka tertawa berdua.
Tidak terasa sudah sampai di Markas.
" Oke..sampai ketemu di Luar Negeri ". Kata Dilan bercanda. Merekapun berpisah.
__ADS_1
Dy membelok arah mengambil lajur cepat menuju ke Toll Bali Bandara.
Setiap lewat disini Dy merasa nyaman.
Padahal banyak di Luar Negeri Toll yang lebih Indah, ada air mancur warna warni.
Tapi tetap saja Dy merasa yang terindah Toll Bali Mandara, mungkin karena banyak burung-burung Camarnya atau perahu Nelayan yang masih tradisional.
Dy memasuki Area Romero Hotel Luxury Bintang 5. Megah banget.
Sampai di Lobby Dy langsung ke Bar.
Kalau Dy datang selalu menjadi tontonan, Mereka kagum melihat penampilan Dy.
Tapi tidak ada yang berani mendekati, kecuali siap di pecat JM.
Melihat Dy datang seorang Bartender cepat melayaninya. Dan Bartender yang lagi satu langsung sembunyi-sembunyi menelepon Aby.
(Pesan dari JM, setiap Dy datang harus memberitahu JM).
Dy duduk di kursi Bar sendiri.
" Ada yang bisa Kami bantu Nona?".
" Aku minta segelas Vodka Cocktail".
Sahut Dy.
" Me, too". Terdengar Suara pria di belakangnya. Dy menoleh.
Aby memeluknya dari belakang.
" I Love Baby ". Bisik Aby mesra. Kecemasannya hilang setelah Aby melihat Dy.
" Apa Pak JM mau minum?". Tanya Bartender ramah.
" Tidak, Trimakasih ". Sahut Aby.
" Yank, sudah mau pulang??". Tanya Dy merasa dirindukan. Aby duduk di sebelah Dy. Matanya tidak lepas memandang kekasihnya.
" Maaf Pak, Saya cari-cari Bapak dari tadi".
Tiba-tiba saja Lopi sudah ada disitu.
Dy melihat Lopi langsung perutnya mual saking kesalnya.
" Ada apa Lop?". Tanya Aby kurang senang.
Aby takut kalau Dy marah gara-gara kedatangan Lopi.
" Anu Pak, Saya mau nanya beberapa pekerjaan yang belum Saya mengerti". Kata Lopi seenaknya.
" Sorry Mbak, ini Hotel besar, kalau Mbak mau kerja disini sudah harus siap, tidak ada istilahnya JM mengajari Asmen. Kalau Mbak tidak bisa bekerja bisa Mengundurkan Diri ". Sahut Dy tegas.
" Apa maksudmu?, Kamu tidak ada Hak menceramahi Saya". Tungkas Lopi.
Dy tidak menyahut dan mengeluarkan Kartu Namanya, sebagai Owner Romero Hotel dan Uvassa Hotel.
" Besok-besok jaga mulutmu, besok Saya kasi Kamu SP .1". Kata Dy membuat Aby dan Lopi kaget.
" Jangan cepat mengambil keputusan, Saya tidak bersalah". Suara Lopi meninggi.
" Saya tahu Background Kamu, Namamu Lopi Agustini, lemparan dari Villa Araya.
Dan Trick Record mu sudah menjadi rahasia umum. Sebentar lagi Saya juga akan melempar Kekasih gelapmu yang masih menjadi suami orang". Kata Dy membuat Lopi menahan marah. Dan langsung pergi. Dy senang melihat reaksi Lopi, seperti orang yang tertangkap basah.
Berarti Dy diam-diam mencari informasi tentang Lopi.
Mungkin karena Dy cemburu. Pikir Aby senang.
Dy mengajak Aby pulang setelah segelas Cocktail membasahi tenggorokan.
__ADS_1
Mereka berjalan mesra berdua membuat orang yang melihatnya iri.
******