AGENT 06

AGENT 06
Finish.


__ADS_3

Bab.18.


Hampir Tiga Puluh Menit Dy menunggu di tempat Pigura.


Bukan Bingkai lukisan ini yang membuat Dy melamun, tapi Brankas di balik lukisan itu. Dy merasa kurang sensitif terhadap lingkungan.


Sebagai Intelijen harusnya Dy tahu bahwa di Kamar seorang Tuan rumah pasti ada Brankasnya.


Apalagi Nyonya Ida adalah istri seorang Kolongmerat, pasti Brankas itu ada.


Setelah selesai membayar harga Pigura, Dy kembali ke rumah Nyonya Ida.


Dy mengeluarkan lukisan itu dari Mobil dan masuk kembali ke ruang tamu.


Di ruang Tamu masih ada Vivi dan Aby.


Vivi berdiri ketika Dy masuk, dengan garang Vivi menghadang Dy.


" Ku mohon jangan bikin masalah ". Kata Aby, sambil memegang Vivi.


Tentu saja Aby takut kalau Dy mengeluarkan Ilmu kungfunya, bisa-bisa Vivi babak belur.


Vivi berontak dan berusaha mencakar Dy.


" Sopir tidak tahu diri, dasar perempuan gatal, pelakor ". Seribu umpatan di lontarkan oleh Vivi. Semua nama hewan di kebun Binatang di sebut oleh Vivi.


Aby sibuk menenangkan Vivi yang dimakan cemburu.


Sebenarnya Dy bisa dengan mudah membungkam mulut Vivi, tapi Dy tidak mau melakukan itu. Seorang Intelijen sejati tidak boleh sembarang bertindak.


Dy masuk ke ruang Nyonya Ida, Dy tidak jadi membuka Brankas karena Aby keburu datang.


" Kamu bisa memasangnya?". Tanya Aby mendekati Dy.


" Tidak perlu di bantu, jaga peliharaanmu supaya tidak mengamuk". Sahut Dy kesal.


Dy tidak tahu kenapa Dy kesal kepada Aby.


" Jangan khawatir Dia sudah pulang ". Jawab Aby, menatap Dy.


" Baguslah....". Kata Dy pendek.


" Apa maksudmu tadi ". Tanya Aby.


Dy sudah tahu pasti Aby akan bertanya masalah Dy mengecup Aby.


" Tidak ada maksud apa-apa, itu cuma spontan ". Jawab Dy memalingkan muka.


" Kenapa kamu takut mengatakan yang sebenarnya?, apakah Kamu menganggap Aku Kakakmu?". Tanya Aby sinis.


" Apa maksudmu?". Dy jadi tidak mengerti dengan tingkah Aby yang berubah-ubah.


" Ngaku sajalah Kamu anak haram Papa". Kata Aby.


Dy langsung tertawa sinis.


" Aby...Aby... Kamu ini lho, tidak ada kapok-kapoknya menuduh Aku. Nuduhnya yang bermutu dikit lah ". Sahut Dy membuat Aby kesal.


" Trus Kamu siapa?, Aku tidak percaya kalau Kamu cuma Sopir. Tidak ada Sopir yang menaiki Lambhorgini atau Sopir yang membayar tagihan Hotel ". Kata Aby mengeluarkan unek-uneknya selama ini.


" Ow...itu, jadi Kamu sudah tahu siapa Aku?". Tanya Dy menatap Aby.


" Aku yang bertanya, siapa Kamu apa tujuanmu di rumah Kami, tidak mungkin orang sepertimu mau jadi Sopir kecuali ada maksud jahat. Papaku seorang Kolongmerat banyak yang mengincar ke kayaannya". Kata Aby penuh emosi.

__ADS_1


Dy diam, baginya hinaan, rasa curiga dari orang lain itu sudah biasa.


Sebagai Intelijen Dy harus bersabar dan kalau tidak kuat mendengar lebih baik pergi. Kadang-kadang Dy merasa berada di titik jenuh menanggapi ke curigaan Aby.


" Aby, Aku dari tadi mendengar caci maki dari pacarmu dan sekarang Kamu menghinaku sebegitu rupa. Trimakasih...kalian berdua memang pasangan yang cocok". Kata Dy keluar dari Kamar Nyonya Ida.


Dy merasa lelah lahir bhatin.


Dengan setengah berlari Dy menuju Mobil, Dy ingin ke Home stay, ber istirahat sebelum menjemput Nyonya Ida.


Sampai di Home Stay Dy langsung masuk Kamar.


Dy langsung merebahkan dirinya di tempat tidur.


Bunyi Alarm mengagetkan Dy, dengan malas Dy bangun dan langsung menuju Kamar mandi.


Sebentar lagi Dy harus menjemput Nyonya Ida dan Gama.


GSM nya menyala.


- Finish. Menyingkir dari sana-


Ini pesan dari Beck, berarti Dy harus segera keluar dari rumah Nyonya Ida.


Perasaan gembira menyelimuti hati Dy.


Makan dengan Gama.


Aby di Rumah gelisah. Tadi Dia sudah bertengkar di garasi dengan Vivi.


Aby sudah mengatakan supaya Vivi tidak mengharapkan dirinya.


Walaupun Vivi ngamuk atau nangis darah, Aby tidak bisa mencintai Vivi.


Aby menunggu Dy dengan perasaan bersalah...


Sehabis mandi Dy akan menjemput Nyonya Ida dan Gama.


Dy memakai Jeans belel dan baju you can see putih serta Jaket jeans pendek.


Rambutnya Dy kuncir kuda.


Tentu saja Pistol selalu terselip di pinggangnya.


Dy tidak membawa Tas tapi cuma membawa ponsel saja.


Sekarang Dy sudah berada di Mobil Pajero, menyusuri jalan yang macet.


Berusaha bersabar.


Dy berharap supaya Beck memberi Dy istirahat, sebelum memberi tugas baru.


Sebelum Mobil memasuki Hotel Uvassa, Gama sudah menunggunya di Gardu Scurity.


" Maaf Gam..tadi macet ". Kata Dy setelah Gama duduk di Mobil.


" Gapapa...sudah biasa ". Sahut Gama memandang Dy berpakaian tidak seperti biasanya.


" Kamu mau kemana Dy". Tanya Gama ingin tahu.


" Mau mengantar Kamu pulang". Sahut Dy pendek. Hari ini Dy malas bicara.


Gamapun tidak ingin lebih lanjut bertanya, Dia tahu Dy lagi gak Mood.

__ADS_1


Mobil berhenti di Butik. Gama turun mencari Mamanya di dalam, ternyata Nyonya Ida sudah pulang dengan Pak Burhan.


Mobil memasuki Jalan Teuku Umar dan berbelok ke Marugame Udon.


" Mau apa Kamu kesini ? ". Tanya Gama heran. Dy menyuruh Gama turun.


" Kita makan ". Ajak Dy masuk kedalam.


Gama ragu mengikuti Dy, tapi Gama sudah siap uang seandainya Dy kekurangan uang. Terus terang saja Gama belum pernah kesini dan belum tahu makanan apa ini.


Gama duduk agak di pinggir, suasananya cukup ramai. Banyak anak-anak muda.


Dy ke Kasir dan memesan Chicken Katsu Curry Udon. Mie Udon yang disajikan dengan kuah kari dan katsu ayam spesial.


Sedangkan Gama Dy pesankan


Beef Abura Udon.


Mie Udon yang disajikan dengan saus abura tanpa kuah dengan topping.


Minumnya 2gelas Macha, dan Dessert.


Dy juga request makanannya setengah saja karena biasanya Mie Udon porsinya banyak.


Gama memperhatikan tingkah Dy yang tidak canggung membayar dan mengerti menu apa yang ada disini.


Gama tidak banyak bicara, matanya tidak lepas dari Dy.


" Kamu pernah kesini ? ". Tanya Gama ingin tahu.


" Tidak ". Jawab Dy pendek. Dy pernah makan Mie Udon waktu Papanya mengajak Dy ke jepang.


Gama bengong melihat Dy makan, Dy sangat akhli memakai sumpit dan Dy sepertinya sudah sering makan Mie Udon.


Dan Gama juga heran melihat Dy tadi membayar dengan menggesek ATM.


" Kamu ini siapa ?". Gama bertanya setelah Mereka kembali berada di Mobil.


Dy tidak menjawabnya. Malas!!.


Mobil melaju sedang menuju pulang.


Sore telah berganti malam.


Sampai di Rumah Gama dan Dy turun dari Mobil menuju ruang Tamu.


Dy akan bicara dengan Nyonya Ida mau berhenti kerja.


" Tuan tidak makan?". Tanya Bi Inah kepada Gama setelah Mereka sampai di Ruang Tamu. Ada Aby duduk di Ruang Tamu dengan tampang kusut.


" Sudah makan dengan Dy ". Gama sengaja mengeraskan suaranya supaya Aby dengar.


" Makasi Dy, Aku mau mandi dulu ". Kata Gama lagi dan Dia langsung naik ke atas menuju Kamarnya.


Dy cuma mengangguk, Dy tidak peduli dengan Aby yang menatapnya dengan tatapan Drakulanya.


" Ow..gitu ya, jadi malam ini tidak ada yang mau makan?". Tanya Bi Inah lagi.


" Semuanya sudah kenyang Bi ". Sahut Dia.


Mengajak Bi Inah ke Dapur. Aby serasa mau menangis melihat sikap Dy yang acuh.


******

__ADS_1


__ADS_2