AGENT 06

AGENT 06
Cemburu.


__ADS_3

Bab.41.


Aby sangat berterimakasih dengan Admesh, atas semua bantuannya memulihkan kepercayaan orang kepada Perusahan Romero.


" Kak salam buat Mbak dan Mama Tami. Kapan-kapan pasti Aku kesana".


Pesan Aby ketika Admesh pamit mau kembali ke Ubud.


" Kamu harus datang, Mama selalu merindukanmu". Sahut Admesh menepuk bahu Aby.


Mereka akhirnya berpisah.


Aby mulai melanjutkan pekerjaan.


Tidak begitu banyak yang harus dikerjakan, karena Admesh sudah menyelasaikannya.


Sudah Jam istirahat, Aby mau makan bersama Dy di Suite Room.


Dy sudah memesan makan Siang untuk Mereka berdua.


Ada perasaan sedikit takut pada saat Aby


berada di life, karena keadaan sepi. Tapi Syukurlah semuanya aman.


Aby memasukan Kartu Chipnya dan membuka pintu. Suara Dy tertawa membuat Aby ingin tahu siapa yang diajak tertawa.


" Aby ini Dilan, sini duduk ". Seru Dy berdiri dan mengajak Aby duduk disampingnya.


" Dilan..Om Beck mana?". Tanya Aby berusaha ramah. Aby tidak begitu senang melihat Dy terlalu akrab dengan Dilan.


" Masih di Markas, Aku di suruh Standby disini". Sahut Dilan hormat.


" Beck terlalu mengada-ada, Dy saja sudah cukup nenjagaku". Kata Aby berusaha supaya Dilan pergi.


" Biarin saja Dilan disini Aku ada teman, tadi saja Kita berdua berenang ".


Deegg!!. Jantung Aby mau copot mendengar pernyataan Dy. Terbayang Dy memakai Bikini yang minim.


Aduhhh....perut Aby mendadak kenyang sebelum makan.


" Maaf Aby, Aku takut menolak, Dy khan anak Bosku ". Kata Dilan berusaha membela diri. Aby tidak menyahut, Dia berusaha setenang mungkin.


" Kita juga berjanji akan ke Raja Ampat.


Dulu Kita kesana tapi belum ke Telaga Bintang ". Dy nyerocos lagi membuat Aby semakin panas.


" Kapan kalian ke Raja Ampat". Tanya Aby menatap Dilan.


" Dulu, Waktu Kamu tabrakan". Sahu Dy polos. Dada Aby semakin nyesek. Dilan yang tahu situasi langsung berdiri.


" Aby ..Dy, Aku permisi dulu, Beck mungkin membutuhkanku". Kata Dilan cepet.


" Lho koq pergi, belum Kita makan siang". Sahut Dy betusaha menahan Dilan.


" Kapan-kapan Aku kesini lagi ". Kata Dilan melangkah keluar setelah mengambil Tas ranselnya.


Lebih baik kabur daripada melihat Perang Dunia ke 3. Pikir Dilan.


Perasaannya lega setelah keluar dari kamar Dy.


Bersamaan Dilan keluar, Room Service datang membawa pesanan Aby.


Dilan merasa aneh melihat gelagat Room Service itu.


" Mau masuk kedalam?". Tanya Dilan kepada Orang itu.


" Saya membawa pesanan Pak Aby". Jawab Orang itu memaksa masuk.

__ADS_1


"Nanti dulu Pak, Saya akan memeriksa dulu apa yang Bapak bawa". Kata Dilan menghadang.


" Bapak Siapa?". Tanya Orang ini tidak senang.


" Saya saudaranya ". Sahut Dilan bohong.


Tidak seorang Karyawan akan menyebut nama Aby, pasti kalau ditanya Mereka akan mengatakan Pak JM atau Pak Manager. Disitulah letak kecurigaan Dilan.


Mendengar ribut-ribut Aby dan Dy keluar.


Tapi sudah terlambat, seorang laki-laki menodongkan Pistolnya kepada Dilan.


Dy sama Aby sangat kaget melihat pemandangan itu.


Aby merasa sangat terguncang, keringat dingin membasahi bajunya.


" Aku tidak akan mencelakai kalian asal kalian mau memberi semua data-data dan Surat wasiat ". Kata orang itu keras.


" Sabar sobat, masalahnya Kami tidak tahu Surat yang mana Anda maksud ". Sahut Dy tenang.


" Jangan banyak cingcong. Surat atau Nyawa Aby melayang". Ancam orang itu.


Aby merasa kenal dengan suara ini, tapi dimana. Masalahnya orang ini memakai masker.


Seluruh badan Aby bergetar, belum pernah Dia melihat Orang menodongkan Pistol kecuali di Film Action.


Pingsan.


Muka Aby yang sudah pucat tambah pucat, ketika mendengar nyawanya terancam. Tiba-tiba matanya berkunang-kunang dan Aby langsung ambruk...


Dy berteriak kaget, kesempatan sedetik itu di pakai Dilan untuk menyikut dada laki-laki itu, tidak sampai disitu Dilan memutar badannya dan tendangannya mengenai badan laki-laki itu, dan perkelahian tidak bisa diindari lagi.


Dy tidak tinggal diam dengan cepat Dy mengambil pistol orang itu dan menodongkannya.


" Jangan bergerak!! ". Bentak Dy.


Dy cepat menghubungi Beck.


Dilan menggendong Aby ke tempat tidur dan berusaha menyadarkannya.


Beck datang sekitar 20menit,


Laki-laki itu langsung kaget melihat Beck datang.


Kemudian Beck memegang kendali, bersama Dilan mengajak laki-laki itu ke Living Room.


Beck tidak mengenal laki-laki itu.


" Yank, Kamu sudah siuman?, tenang...


semuanya sudah selesai tidak terjadi apa-apa ". Kata Dy sambil mengelap wajah Aby dengan tissue basah.


" Aku haus ". Suara Aby terdengar lemah.


Dy cepet-cepet membuat teh manis.


Pikirannya bercabang antara Aby dan ingin menemui Papanya.


Pintu kamar sengaja di tutup supaya suara dari luar tidak kedengaran.


Dy membantu Aby duduk dan membegi minum.


" Yank, Kamu tidak apa-apa khan?". Kata Dy. Sambil mengecup pipi Aby.


" Jangan Aku ditinggal Aku sangat takut". Sahut Aby mulai aleman.


" Tapi Aku mau sama Dilan dan Beck ...".

__ADS_1


" Tidak!! Aku takut". Potong Aby cepat. Dy hanya bisa diam. Kesal Dy sama Aby yang tidak tahu situasi. Tidak seperti Dilan yang gagah melawan penjahat. Aby tadi malah ambruk, bikin malu saja.


" Aku keluar sebentar, menyuruh Papa mengunci Kantormu ". Kata Dy mendapat alasan kalau keluar.


" Sudah Aku kunci dan semua makanan yg dibawa orang itu jangan di sentuh".


Ucap Aby memegang tangan Dy supaya tidak keluar.


Dy mengangguk dan terpaksa tetap duduk.


" Yank ..papa ke Markas dulu, kunci pintunya. Makan seadanya, jaga Aby".


Beck datang menghampiri Aby.


" Jangan takut, semua sudah beres".


Kata Beck kepada Aby.


" Ya Om...". Sahut Aby lemah.


Beck pergi bersama Dilan dan lali-laki itu


lewat life khusus yang langsung menuju Basement.


Disana sudah menunggu Mobil Alphard dan 2orang dari XPostOne.


Setelah semua masuk mobil dan Beck memberi pesan-pesan singkat, Beck menaiki Mobil Lambhorgini sendiri.


Rencana Beck sudah matang akan memberi umpan balik kepada Orang yang mengirim laki-laki ini dengan cara membiarkan laki-laki ini membawa "salinan" surat-surat dari Beck.


Beck ingin tahu siapa dalang semua ini.


Orangnya terlalu gegabah, seperti terburu-buru ingin mendapatkan hasil.


Mobil membelok ke Markas XPostOne perwakilan NTB.


Dilan turun dan langsung masuk kedalam.


Seorang laki-laki muda menyambut Mereka.


" Masuk ke dalam kamar ". Perintah Dilan.


Laki-laki itu tidak menjawab, Dia membalikkan badannya lalu masuk kedalam Kamar.


Pandangannya kosong.


Beck datang langsung ke ruangan khusus yang biasa di gunakan untuk mengintrogasi orang.


Ruangan ini kedap suara, supaya teriakan orang tidak terdengat.


Sore beranjak malam Beck memerintahkan Dilan dan Boncu siap-siap


Mereka berdua akan menembus titik target, sedangkan Agung dan fery akan menunggu di Mobil.


Dan laki-laki ini akan pergi sendiri sebagai umpan, supaya target bisa ketemu.


Mereka mulai bergerak dengan membawa satu Mobil Alpard.


Semua sudah bersiap dengan senjata masing-masing.


Menurut laki-laki ini Rumah orang yang menyuruh Dia ada di Daerah Kintamani, turun ke bawah menuju Danau.


Setelah Mereka pergi Beck masuk ke Kamar. Perasaan Beck sedih melihat pemuda kurus di depannya.


Beck mendekati meja dan mengambil Ponsel laki-laki itu, mencari Playlist.


Mulai menyetel lagu-lagu dari The Weeknd.

__ADS_1


*******


__ADS_2