AGENT 06

AGENT 06
Menolak cinta.


__ADS_3

Bab.27.


Sore ini Dy dan Aby lagi asyik duduk santai di Pantai memandangi Matahari yang pelan-pelan tenggelam.


Pemandangan yang indah membuat nuansa baru dalam perasaan Dy.


Tidak pernah Dy menikmati sesuatu yang indah sepanjang hidupnya.


Karena hidupnya dipenuhi dengan latihan kekerasan, walaupun menghibur diri, Beck akan mengajak Dy ke Restoran, Pub mendengar live musik atau nonton film tentang Spionase.


Mungkin karena Tanjung Periok agak jauh dari tempat tinggal Dy, membuat Beck tidak pernah mengajak Dy ke Pantai.


Tapi di Bali di mana-mana ada Pantai dan Pantai nya sangat indah dan alami.


" Apakah semua Pantai di Bali indah?". Tanya Dy memandang Matahari yang sudah tenggelam.


Aby tidak menjawab, Dia mendekati Dy dan memeluknya dari belakang.


Bau wangi rambut Dy menyapu wajah Aby.


Perasaan mesra memenuhi perasaan Aby.


Dy membiarkan dirinya di peluk Aby, ada perasaan bergelora dari dalam dirinya.


" Dy....Aku mencintaimu ". Bisik Aby membuat Dy terkejut dan melepaskan dirinya dari pelukan Aby.


Matanya yang indah memandang Aby dengan heran.


" Apa maksudmu?". Tanya Dy pelan.


" Aku mencintaimu dan berharap Kamu menerimaku ". Suara Aby bergetar. Dy diam menunduk, kata-katanya tiba-tiba hilang. Dy ingat Beck yang melarangnya mencintai siapapun, karena sebagai Intelijen akan terbelah pikirannya kalau menjalankan tugas.


"Kamu boleh tidak menjawab sekarang, tapi Aku akan menunggu jawaban Yess dari Kamu". Sambung Aby lagi.


" Aku akan menjawab sekarang ". Sahut Dy tegas.


" Maaf ... selama ini Aku cuma menganggap Kamu teman dan tidak ada perasaan Cinta untukmu. Disamping itu Kamu harus berpikir lebih waras supaya tidak menyakiti perasaan Vivi, dengan caramu ini Aku jadi tidak resfek kepadamu. Bagaimanapun bencinya Aku pada Vivi tapi Kamu tidak boleh menduakan Vivi". Jawab Dy menohok.


Aby langsung duduk lemas mendengar kata-kata Dy. Sebenarnya Aby tidak pernah merasa senang atau cinta kepada Vivi, tapi Aby juga tidak pernah memutuskan dengan tegas. Kebersamaannya dengan Vivi karena Mamanya.


Dy juga ikut duduk disamping Aby, suasana Pantai mulai gelap. Tapi pemandangan berganti menjadi indah dari lampu-lampu Hotel yang bertaburan di sekitar Pantai.


Suasananya sangat romantis.


Ingin rasanya Dy duduk berlama-lama di Pantai tapi Dy merasa terganggu karena banyak ada binatang kecil-kecil yang menggigitnya.


" Aby Kita pulang yuk". Ajak Dy menarik tangan Aby. Terpaksa Aby bangun mengikuti Dy.


" Semua badanku gatal digigit binatang malam, besok-besok kalau Kita kesini harus pakai semacam Cream". Kata Dy tanpa merasa bersalah, padahal dada Aby masih nyesek.


Tidak ada besok-besok mungkin ini malam terakhir. Bathin Aby sedih.

__ADS_1


Sampai di Suite Room Aby langsung mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama, sedangkan Dy memakai Lingerie warna hitam.


Aby kesal sekali dengan tingkah Dy yang tidak mengerti situasi.


Sudah tahu ada Cowok di Kamar, berpakaian yang tertutup atau duduk yang sopan seperti perempuan lain, jangan duduk seenaknya seperti Cowok.


Aby jadi serba salah, kalau di lihat salah kalau tidak dilihat pemandangan bagus.


" Aby Kita ke Bar yuk". Kata Dy menghampiri Aby yang berada di Living Room. Aby duduk dengan menselonjorkan kedua kakinya, tangannya memegang Ponselnya.


Merasa kata-kata Dy tidak di tanggapi, Dy langsung duduk di paha Aby dan tangannya memegang wajah Aby supaya Aby menatapnya.


Tentu saja perbuatan Dy membuat Aby kaget, sekarang muka Dy dan Aby sangat dekat.


" Kita ke Bar, Yes or Not ". Kata Dy menatap Aby.


" Aku malas ". Sahut Aby membuat Dy turun dari pangkuan Aby.


Biasanya Beck selalu menuruti ke inginannya. Dan Dy akan memeluk Beck dan mencium pipi Beck. Tapi Aby bukan Beck yang harus mengikuti ke keinginannya.


Aby adalah teman yang Jadul, yang selalu ngomel melihat Dy duduk seenaknya.


Makan seadanya.


Aby masuk ke Kamar ketika Dy lagi mengganti pakaiannya.


Perasaan hati Aby saat ini sedih, galau, karena di tolak cintanya sama Dy.


" Kamu mau kemana?". Tanya Aby mulai cemas, Dia mencoba bersabar.


" Aku mau ke Bar". Jawab Dy pendek, mulut Dy manyun.


" Dy mengertilah sedikit, Aku tidak mau ke Bar karena Aku banyak pikiran.


Besok Aku harus pulang karena Papa akan di Autopsi jenazahnya.


Kami dalam keadaan tertekan


Mama dan Om Burhan terancam di penjara. Dan semua ini ulahmu dengan Kak Admesh". Jelas Aby membuat Dy mengurungkan niatnya.


Dy kembali membuka pakaiannya dan kembali memakai Lingerie di depan Aby. Dy tidak pernah berpikir perasaan orang yang melihat tubuhnya yang setengah telanjang.


" Aku memang salah, tapi yang kulakukan adalah tugas dari XPostOne dan kalaupun terjadi ke kemalangan dengan Tante Ida dan Pak Burhan itu semua karena ulahnya. Karena Pak Burhan telah menggelapkan Sertifikat Villa Om Ricardo yang ada di Canggu senilai hampir 500miliar dan dua Mobil Expander.


Juga ada beberapa lahan yang sertifikatnya di gadaikan oleh Pak Burhan atas se ijin Tante Ida". Jelas Dy membuat Aby baru mengerti tujuan Kak Admesh.


Aby sadar Mamanya yang salah dan Pak Burhan memanfaatkan situasi ini dengan licik.


" Kalau sudah tahu keadaan begini apa pantas Aku mempertimbangkan perasaan Vivi. Aku sudah bilang sama Vivi Aku tidak cinta". Sahut Aby merubah topik pembicaraan.


" Aku tidak tahu dan tidak mau tahu, karena Aku sudah lapar". Kata Dy enteng membuat Aby gemas.

__ADS_1


Ingin rasanya Aby memeluk badan Dy dan menggumulinya, tapi itu tidak mungkin karena Dy mempunyai ilmu bela diri yang canggih. Bisa-bisa Aby hancur lebur kalau Dy sudah mengamuk.


" Kita pesan Pizza atau Chicken katsu". Tanya Dy memandang Aby.


" Chicken Katsu saja ". Sahut Aby pendek.


Aby ingin mempelajari sifat Dy lebih mendalam. Mungkin juga karena Dy kurang sentuhan seorang Ibu, yang pasti Beck terlalu keras membentuk watak Dy.


" Dy. Aku tidak mengerti Intelijen, tapi di dalam tugas Intelijen itu pasti ada pihak yang terbunuh, bagaimana Kamu menghadapi orang yang harus Kamu bunuh". Tanya Aby bergidik.


"Jika berhasil tidak dipuji, jika gagal dicaci maki. Jika hilang tak akan dicari, jika mati tak ada yang mengakui".


Sahut Dy menghapal Slogan seorang Intelijen sambil berjalan ke pintu mengambil pesanan.


Sedikitpun tidak tergambar muka sedih di Wajah Dy, atau perasaan takut...


Slogan yang sangat menyedihkan. Pikir Aby.


Pesanan Mereka sudah datang,


Dy mengajak Aby makan.


Aby tidak berselera makan.


" Aby...besok Kamu akan pulang?". Tanya Dy ingat akan Autopsi Jenazah Om Ricardo.


" Ya, tapi Kamu ikut khan...". Aby berharap Dy ikut, Aby tidak ingin Dy jauh darinya.


Belum nanti Autopsi Verbal pasti akan lama sekali.


" Kalau Aku ikut semua orang akan memakiku". Sahut Dy memberi pengertian kepada Aby.


" Aku akan melindungimu, dan akan selalu membelamu". Kata Aby. Membuat Dy menyetujui.


" Bagaimana kalau Vivi mencakarku, memukulku seperti waktu itu?".


Ujar Dy mengakhiri makannya.


" Aku akan menciummu di depan semua orang dan memproklamirkan Kamu adalah Calon Istriku ". Sahut Aby tersenyum.


" You Crazy...". Kata Dy tertawa.


" Ya. Aku tergila-gila denganmu ". Sahut Aby serius.


" Kamu seperti teman-temanku, kalau ngomong suka ngawur. Nanti kalau di dengar Beck quay baru Nyahok". Kata Dy menganggap lucu pernyataan Aby.


Malam ini Aby harus mengalah tidur di Sofa, karena Aby tidak ingin terjadi sesuatu.


Lebih baik mencegah..... daripada...


Nasi menjadi bubur....😁

__ADS_1


*******


__ADS_2