AGENT 06

AGENT 06
Om Burhan.


__ADS_3

Bab.6.


Seorang laki-laki paruh baya datang membuyarkan rayuan Gama. Dy menatap laki-laki itu tanpa sengaja.


" Gam, Mama ada ". Tanya laki-laki itu kepada Gama. Raut wajah Gama yang tadinya cerah berubah kecut.


" Ada Om, didalam ". Jawab Gama singkat.


Laki-laki itu lalu keluar dari ruang makan menuju ke ruang Utama.


Sifat Intelijen Dy keluar, dengan manis Dy mulai mendekati Gama.


" Siapa yang tadi itu? ". Tanya Dy berusaha memancing omongan Gama.


" Om Burhan ". Kata Gama singkat.


Senyumannya yang tadi cerah mendadak hilang.


" Pasti Om Burhan sangat Sayang ke padamu ya, kelihatan dari Dia menatap Kamu ". Jebakan Elisitasi dilancarkan oleh Dy.


" Kebalikannya, Dia itu sangat benci kepadaku ". Sahut Gama menunduk.


" Kenapa bisa begitu? ".


Malas Gama membahas masalah Om Burhan. Dari pertama bertemu sampai sekarang Gama tidak pernah senang sama Om Burham.


Nyonya Ida keburu datang bersama Om Burhan dan Aby.


Mereka mau makan bersama.


" Nyonya....". Sapa Dy santun.


" Kirain Dy belum datang.


Hari ini Dy boleh pulang, karena tidak ada kerjaan. Besok juga Dy boleh libur ". Kata Nyonya Ida tersenyum.


"Ya Nyonya, kalau begitu Saya langsung pamit pulang, sekalian kunci motornya Saya kembaliin". Sahut Dy menaruh kunci Motor diatas meja.


Ujung matanya melirik Abyshaka yang duduk dengan muka acuh.


" Terus Kamu naik apa?". Tanya Nyonya Ida heran.


" Sama teman Nyonya ". Jawab Dy berbohong.


Dy sengaja tidak naik motor, karena pristiwa kemarin.


" Pacarnya ya Dy, Saya baru ingat sekarang Weekend ". Kata Nyonya Ida.


"Ya Nyonya ". Sahut Dy enteng.


Akhirnya Dy keluar dari ruang makan menuju Dapur,.Dy pamit dengan Bibi. Semua Bibi sayang dengan Dy, mungkin karena Dy ringan tangan dan tidak sombong.


Disamping itu Dy banyak membantu meringankan beban kerja Mereka.


Tadi pagi Nyonya memuji penyajian masakan Mereka, yang simpel dan sangat pas. Setelah Bibi mengadu bahwa semua itu berkat Dy, Nyonya langsung melihat daftar menu yang di tempel di tembok Dapur. Biasanya bumbu dan segala ***** bengeknya berantakan, sekarang di atur rapi. Nyonya Ida tambah kagum kepada Dy.


Dy keluar dari Rumah Nyonya Ida dengan banyak pertanyaan.


Seharusnya Dia tetap tinggal di Rumah Nyonya Ida, supaya cepat mendapat informasi.

__ADS_1


Tapi badannya terasa pegal gara-gara kemarin berantem.


" Mau pulang Dy ". Kata Pak Adi satpam Nyonya Ida.


" Ya Pak... ". Sahut Dy.


" Naik apa Dy?..". Tanya Pak Adi.


" Naik Ojek Pak ". Sahut Dy.


Dy langsung menuju ke Mas Ojek.


Rasa ngantuk menyerangnya sepanjang jalan. Untung hari ini tidak begitu macet.


Jogging.


Cuaca pagi ini sangat cerah.


Abyshaka sudah dua kali mengitari Lapangan Renon.


Dia Jogging ditemani Dimas teman setianya. Dimas adalah temannya dari SMA sampai sekarang.


Ke akraban Mereka tidak perlu di ragukan lagi.


Sampai ada yang menilai bahwa hubungan spesial Mereka adalah karena Mereka sebenarnya "Gay".


Tapi kecurigaan itu terpatahkan, karena Abyshaka kerap kelihatan menggandeng seorang gadis bernama Vivi Sumantri, anak dari Bapak Burhan Sumantri.


Setiap Minggu pagi, Lapangan ini penuh sekali dengan orang-orang yang mau Olah Raga.


Biasanya Aby nge gym, tapi hari ini Dia mengalah demi Dimas.


Sudah beberapa kali Dimas minta di temani Jogging, sekarang baru kesampaian.


Siapa tahu ada yang kecantol, mumpung Dimas lagi jomblo.


" Aku heran semenjak Kamu megang jabatan, Kamu jadi Kaku dan tambah pendiam ". Kata Dimas mengomentari tingkah Aby yang berubah drastis.


" Perasaanmu Saja, Aku biasa saja. Memang semenjak Papa meninggal Aku sangat terpukul ". Sahut Aby pelan.


" Itu sudah takdir, semua Orang akhirnya akan meninggal. Kita hanya bisa berikhtiar saja".


" Aku gak terimanya, karena Papa tidak ada riwayat sakit, dalam artian Papa hidup sehat, rajin olah raga, menjaga pola makan, selalu dalam pengawasan seorang Dokter. Kami juga punya Dr pribadi ". Sahut Aby.


" Jaman sekarang penyakit banyak sekali, walaupun Kita sudah hidup sehat, tapi Virus semakin banyak saja. Kita cuma bisa pasrah dan berserah sama Tuhan ". Kata Dimas menghentikan langkahnya.


Dimas mengajak Aby duduk di bawah pohon Akasia, nyelip di antara banyak orang. Ngobrol asyik tanpa beban, menikmati body-body sexy yang lewat.


Pagi beranjak siang, tapi orang-orang tetap bertahan. Mereka ber jogging atau sekedar lewat.


Tapi ketenangan itu berubah jadi keributan, seorang Ibu sedang naik motor dijambret.


Ibu itu jatuh dari motor.


Terjadi tarik menarik antara Ibu dan si penjambret.


Akhirnya Ibu itu terpaksa melepaskan tasnya.


Dua penjahat itu, mau tancap gas, tapi tendangan maut keburu menghantam motornya dan kedua cowok itu bisa dilumpuhkan walau terjadi perkalian seru.

__ADS_1


Setelah Cowok itu di ringkus,


Orang-orang pada ribut ingin menghakimi, untung Polisi keburu datang.


Semua orang kagum melihat si penolong. Seorang gadis cantik yang bernama Valuma Uvassa meringkus kedua penjambret itu.


Dimas dan Aby ikut menyaksikan kejadian itu. Dan Dimas sungguh kaget melihat siapa cewek itu.


Dia tidak salah lihat, Dyana memakai Baju senam Aerobik dan sepatu cats.


Rambutnya di kuncir Kuda.


Dimas mau memanggil tapi tidak jadi.


Banyak orang yang membantu Ibu itu berdiri, tapi lebih banyak yang mengambil gambar untuk di upload di Ponselnya.


Dy cepat menyelinap pergi sebelum Polisi meng introgasinya.


Suasana berul-betul riuh sperti Pasar.


" Hebat sekali cewek itu ".


Kata Aby.


Dimas tidak mengindahkan Omongan Aby, matanya terus tertuju kepada Dy.


"Kenapa Kamu melotot melihat


Cewek itu?". Tanya Aby ingin tahu.


" Cewek itu inceranku, tapi kenapa Dy ada disini ya". Kata Dimas heran.


" Kamu kenal sama cewek itu?". Tanya Aby menoleh ke Dimas.


Akhirnya Aby bercerita tentang pertemuannya di Bengkel dengan Dy . Pertama Aby tidak begitu peduli, tapi waktu Dimas mengatakan plat Mobilnya Aby mulai mendengar serius.


" Mendengar ceritamu dan mencocokan Plat Mobil yang Kamu ingat, sepertinya Kamu ngomongin Sopir Mamaku". Kata Aby tersenyum memandang Dimas


" Dyana itu Sopir Mamamu??".tanya Dimas. Aby mengangguk.


" Ya, cuma Aku ragu kalau cewek itu Kamu sangka Dyana ". Kata Aby serius.


Sopir di rumahnya tidak secantik itu. Malah kelihatan jadul.


Pakai kaca mata dan masker mulut.


" Ya ampun, Dyana itu Sopir Mamamu??, tahu gitu Aku main kerumahmu ".


Kata Dimas serius.


" Sadar...sadar.....Belanda masih jauh......


Jangan halu....".


Canda Aby kembali ke lapangan.


" Aku yakin banget itu Dyana ". Kata Dimas lagi.


Aby juga akhirnya ikut penasaran, Aby ingin memata - matai Dy.

__ADS_1


"Aku tetap kurang yakin dengan penglihatanmu ". sahut Aby.


" Aku akan ke rumahmu, dan Kita akan buktikan siapa yang benar ". kata Dimas yakin.


__ADS_2