
Bab.45.
Pagi ini Aby membuka matanya dengan malas, Dia masih mengantuk.
Tapi alarmnya sudah berbunyi.
Sebenarnya Aby ingin sekali memeluk Dy seharian.
Kerjaannya di Kantor menuntut supaya Aby bangun.
Beberapa kali Aby menguap, badannya terasa letih.
Kembali Aby ke Kantor dengan perasaan masgul. Kemarin Gama datang dan minta maaf kepadanya.
Aby maunya mengumpulkan semua saudaranya mumpung Beck masih di Bali.
Bagaimanapun Gama adalah adiknya, Aby tidak tega meninggalkannya sendirian.
Sepanjang Gama mau berubah Aby akan tetap merangkulnya.
Semua Karyawannya memandangnya aneh, Aby merasa tidak ada yang salah pada dirinya.
Aby masuk ke Ruangannya.
Dia mengingat kejadian kemarin, ternyata Dy cemburu juga.
Tapi apa benar Dy cemburu??
Pagi ini di saat Morning Briefing, kejadian tadi malam di bahas oleh semua Manager.
Masalahnya Dy mengangkat senjata, walaupun setelah itu para tamu tenang.
Tapi Managernya merasa terusik dengan sikap Dy.
" Pak JM..pengawal Bapak sangat mengganggu ke amanan Hotel ini ". Kata Lopi.
" Kalau saya tidak tahu kejadiannya, tapi di cctv ada ". Sahut Manager yang lain.
" Disini sudah ada Scurity, mengapa Bapak masih minta pengawalan darinya", kata Lopi lagi.
" Dia calon istri Saya ". Sahut Aby membuat semua para Manager diam.
" Harusnya Dia di rumah mengapa harus mondar mandir disini ". Serang Lopi lagi.
" Karena Dia juga yang punya Hotel ini, kalau Kamu merasa kurang nyaman komplin kepadanya ". Sahut Aby membuat Lopi diam.
Aby menyudahi morning briefing nya dengan Skak Mat.
Mereka kembali ke Ruangannya masing-masing.
Lopi tidak percaya kalau Dy punya Saham di Hotel ini, kalau kaya ngapain jadi pengawal. Pikir Lopi.
Aby menyibukkan dirinya di balik laptop.
Sudah pukul 12.00 siang Dy belum juga bangun. Beck dan Dilan dari tadi sudah datang, Mereka duduk di Ruang Tamu.
" Ada permintaan untuk mengawal Seorang Aktor menghadiri pemakaman Orang tuanya di China". Kata Beck.
" Aku yang ngambil ". Sahut Dy tiba-tiba sudah di belakang Beck.
" Jangan, Orang tua Aktor ini adalah seorang penjudi berat di Macau,.Mereka meninggal karena di habisi Oleh Yakusa.
Lebih baik di tolak, anaknya pasti sudah jadi target ". Kata Beck berharap Dy mundur.
" Aku ingin mencoba ". Kata Dy mantap.
" Lebih baik berpikir lagi ". Dilan ikut nimbrung.
__ADS_1
" Kamu takut jadi bayanganku ". Kata Dy.
" Ya Papa pikir dulu, kita makan siang di Restoran ". Sahut Beck
"Sekitar jam dua sore ini, Kamu berdua dapat tugas menangkap gembong Narkoba. kerja sama dengan Polisi. ". Jelas Beck.
" Koq mendadak Paa?".
" Baru ada laporan. Ganti pakaian Kalian ". Sambung Beck lagi. Kemudian Dy masuk kekamar.
Dy dan Dilan memakai Celana Jeans Hitam dan Baju Kaos Hitam yang bertuliskan "Agent".
Dy menguncir kuda rambutnya kemudian pakai Topi pet.
Mereka lalu memakai Holster lengkap dengan pistol FN.. dan sepatu Boots Warna senada.
Rompi, Jam Sensor dan Kaca Mata Agent.
Mereka berdua betul-betul Limetid Edition.
Pemandangan langka ini membuat mata Karyawan dan Tamu Hotel balapan mengerling, Ketika Mereka berjalan menuju Restoran. Mereka pada kagum, dan berusaha memasang gaya supaya Dilan atau Dy menoleh kepada Mereka, sekedar senyum atau boleh juga ditatap mesra.
Sampai di Restoran, suara yang tadi riuh mendadak hening.
Dy menyapu pandangannya keseluruh meja dan matanya tertuju kepada Aby yang duduk makan di temani Lopi.
Hati Dy langsung panas.
Ibarat api di siram bensin. BERKOBAR..
Pantasan Aby rajin kerja. Pikir Dy
Melihat Mereka datang Aby langsung tidak enak hati. Takut di sangka yang tidak-tidak dengan Lopi.
Padahal Lopi yang sengaja duduk dekat dengannya.
BERANTAM
Rahang Dy mengeras melihat Lopi dan Aby duduk dalam satu meja.
Ingin sekali Dy mengayunkan tinjunya untuk Lopi yang Sok cari perhatian.
"Aku tidak menyangka Kalian akan datang, silahkan...". Aby mendekati Mereka.
" Maaf tidak memberitahumu, Om langsung kesini mau ada tugas ". Bisik Beck. Dilan tersenyum kepada Aby.
" Yank, Kamu duduk Aku yang ngambilin makan ". Bisik Aby kepada Dy. Beck sudah merasa Dy pasti ngambek dengan Aby, makanya Dy minum-minum.
" Paa.. Aku mendadak kenyang, Aku ke Lobby ya, Mobil ada di Lobby". Kata Dy langsung pergi, tanpa menunggu jawaban Beck.
Dilan bingung melihat tingkah Dy.
Tadi bilang lapar. Pikir Dilan.
" Maaf Om, Saya ke Lobby dulu ". Bisik Aby. Mukanya kelihatan cemas.
" Yaya, jaga sikapmu, jangan biarkan Dy lepas darimu". Kata Beck pelan.
":Ya Om ". Sahut Aby mengangguk dan cepat menuju lobby.
Aby berjalan menuju ke Lobby.
mendekati Dy yang memanaskan Mobil, pintu mobil masih terangkat ke Atas.
Aby langsung duduk di sebelah Dy.
"Mumpung Dilan belum datang Aku duduk disini. Semoga saja teman hebatmu itu lama datangnya ". Kata Aby menyindir Dy.
__ADS_1
Aby 100% cemburu melihat Dilan dan Dy bersama. Aby terus menyindir Dy atas kebersamaannya dengan Dilan. Dy tetap cuek tidak mau ngomong.
" Enak sekali menjadi Dilan, selalu dipuji, kalau makan di suapin, kalau tidur di peluk...". Aby memancing emosi Dy.
" Eehh..jangan fitnah, Aku tidak sepertimu.
Selalu lengket berdua, sampai rela tidur di Kantor demi Nyai ". Sahut Dy emosi.
Aby diam, hatinya senang kalau Dy cemburu.
" Namanya masih jomblo, kalau ada orang yang mencintaiku dengan setulus hati, masak Aku tolak. Orang lain mau menerima kekuranganku yang hina ini .....".
" Kesana saja, cari Nyaimu.....". Potong Dy mendorong tubuh Aby.
Dy sudah marah sekali.
" Aku akan ikut Kamu ". Kata Aby menutup pintu Mobil.
" Aku lebih baik Amnesia seumur hidup, daripada sadar tapi terus di sakitin". Kata Aby suaranya tercekat. Dy langsung diam.
" Lebih baik Kamu menembak Aku dari pada Kamu menyiksaku setiap saat.
Aku memang salah mencintaimu yang terlalu tinggi levelnya, Aku tidak seperti Dilan". Sambung Aby mengeluarkan unek-uneknya. Dy merasa serba salah. Dy tdak menyangka kalau Aby tersinggung selama ini.
" Turun!!". Perintah Dy tanpa menoleh, Dy berusaha menyembunyikan rasa bersalahnya. Dy juga takut Aby ikut, karena sangat berbahaya.
" Tidak!!, Aku ikut, Aku tidak takut mati". Sahut Aby kekeh.
Kalau sudah begini Dy tidak bisa berkutik.
Jalan satu-satunya adalah....
Dy membuka kaca matanya dan mendekatkan wajahnya ke Aby, dan Dy menyerang Aby dengan ciuman lembut...
Dari pada MUBAZIR Aby menerima serangan mendadak itu.
Asrat memang tidak mengenal tempat, dimana bisa terjadi.
" Sekarang turun". Bisik Dy lembut.
Tapi Aby tidak mau turun, Abi menggunakan aji mumpung dan terus minta tambah....
Mereka berhenti saling pagut ketika Beck dan Dilan sudah datang.
Aby dan Dy lalu keluar dari Mobil.
" Papa mau ke Markas, kalian hati-hati bertugas". Kata Beck kepada Dilan dan Dy.
" Aku akan menunggumu pulang". Kata Aby sedih.
Beck memeluk Dy dan mencium keningnya. Kemudian Dy dan Dilan naik ke Mobìl.
Lamborghini Aventandor itu melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah Rumah kontrakan ber Cat hijau.
Kebetulan Rumah ini jauh dari Rumah penduduk dan di sekitarnya sawah yang kering. Menurut Beck ada sekitar lima 0rang penghuni di dalamnya.
Dy memarkir Mobilnya jauh dari rumah kontrakan. Mereka berdua turun dari Mobil disambut oleh gonggongan Anjing. Maklum banyak sekali Anjing liar.
Dy dan Dilan memakai Masker gas Respirator, karena Dilan akan menembakan senjata pelontar gas air mata kalau Mereka tidak mau menyerah.
Dy mencabut senjatanya dari Holster dan mulai mendekati Rumah target.
Mereka mengambil jarak sekitar 200meter.
Dilan mengambil Mic Wireless dan mulai memerintahkan orang yang ada di dalam untuk keluar.
********
__ADS_1