
Bab.19.
Belum sampai Dy di Dapur sudah terdengar suara benda pecah.
Dy dan Bibi cepat ke Ruang Tamu.
Aby terlihat lari ke atas.
" Bi hati-hati banyak beling, Aby membanting gelas ". Kata Dy.
Bi Narti dan Bi Ijah membersihkan beling yang berserakan.
" Saya mau ke atas dulu ". Kata Dy lagi.
" Ya cepat ke atas supaya Tuan tidak ngamuk ". Sahut Bi Narti. Sepertinya Mereka faham kalau Tuan Mereka menyukai Dy.
" Mau kemana Kamu ". Gama menghadang ketika Dy mau ke Kamar Aby.
" Aku mau ke Kamar Aby, kamu jangan bikin masalah ". Jawab Dy kesel.
" Biarin saja ntar juga baik ". Kata Gama.
" Aku cuma mau lihat sebentar, setelah itu Aku mau pulang". Sahut Dy.
Akhirnya Gama ikut ke Kamar Aby.
Kamar Aby tidak di kunci. Terlihat Aby tidur tengkurap.
" Kak...". Panggil Gama. Aby tidak respon.
" Aby, mumpung belum terlalu malam, Kita keluar yok ". Kata Dy mendekati Aby.
Aby diam. Dy duduk di Sofa memutar otak.
" Gam Aku mau pulang aja kalau gitu,
Ini kunci Motormu". Kata Dy menyerahkan kunci dan STNK.
" Terus Kamu naik apa?". Tanya Gama.
" Gampang ". Sahut Dy keluar dari Kamar Aby. Dy menolak ketika Gama mau mengantarnya pulang
Dy keluar menuju Apotik 24jam.
Sampai Disana Dy mengambil Ponselnya dan mengontak Aby.
Lama sekali Aby tidak mengangkat Ponselnya. Akhirnya Aby mau menjawab.
" Ada apa, biarin Aku mati saja". Suara Aby langsung menohok tanpa basa basi. Dy jadi ketakutan.
Bagaimana kalau Aby Mati, bisa-bisa Beck akan memarahi dirinya.
" Halo Sayank...Kamu jangan berkata yang tidak-tidak. Sekarang Aku tunggu di Apotik 24jam. Kita akan menginap di Hotel". Kata Dy berusaha merayu Aby.
Aby langsung melompat dari tempat tidur dan mengganti pakaiannya. Dia juga membawa pakaian ganti.
Ingin sekali Dia menunjukkan kepada Gama bahwa malam ini Dia juga akan pergi dengan Dy.
Akhirnya Kamu menyerah Dy. Gerutu Aby.
Dy menunggu Aby dengan khawatir. Pikirannya melayang ke Beck. Dy takut kalau Beck mengatakan misinya gagal.
Gagal berarti terbunuh atau bunuh diri.
__ADS_1
Mobil Aby sudah datang, Dy senang.
Aby keluar dari Mobil dan Dy langsung memeluknya.
" Kamu tidak apa-apa khan? ". Tanya Dy cemas. Aby menggeleng, Aby tidak menyangka Dy mengkhawatirkan dirinya.
Sekarang Aby sudah tahu cara jitu untuk membuat Dy tunduk dengannya.
Aby naik ke Mobil dan sekarang Dy menyetir Mobilnya. Dy berusaha terus tersenyum kepada Aby, padahal Dy merasa capek sekali.
" Kamu harus makan dulu ". Kata Dy membelokkan Mobilnya ke Rumah Makan Minang.
" Aku makan di Hotel saja ". Sahut Aby.
" Tidak!!. Kamu harus makan sekarang supaya tidak sakit ". Kata Dy kekeh.
Dy menggandeng tangan Aby masuk kedalam dan menyuruh Aby duduk.
Dy memesan Satu porsi nasi isi Rendang, Paru goreng, Perkedel kentang, Sayur dan Sambal Ijo dan kuah rendang.
Minumnya 2gelas air jeruk hangat.
" Kamu tidak makan?". Tanya Aby ketika makanan datang cuma 1porsi.
"Tadi sudah makan, Aku minum saja". Sahut Dy.
" Tadi makan apa dengan Gama?".
" Makan Mie ". Jawab Dy pendek.
" Cuma Mie ". Kata Aby seolah mengejek.
Loe gak tahu yang gue makan Mie Udon yang harganya seporsi 60ribu. Bisik Dy dalam hati.
Dibayarin kalau makan, di rayu kalau ngambek, di bela kalau diganggu orang.
Pokoknya Dy selalu pasang badan untuk dirinya. Satu saja yang kurang dari Dy adalah CINTA.
Berhenti kerja.
Semua menunduk lesu dengan pikiran masing-masing. Aby dan Gama sangat terpukul dengan ke putusan Dy yang mau berhenti bekerja.
" Tidak bisa ditunda Dy, Saya belum dapat Sopir ". Kata Nyonya Ida sedih.
" Maaf Nyonya Saya harus pergi ". Sahut Dy mantap. Perasaannya juga sedih kalau meninggalkan Mereka yang semua baik. Terutama Bibi ber tiga.
Gama memandang Dy dengan mata berkaca-kaca, sedangkan Aby sudah keluar air matanya. Aby tidak malu memperlihatkan kesedihannya.
Sepertinya Dialah yang paling terpukul atas kepergian Dy.
" Dy ini gajimu, maaf kalau Saya ada salah". Kata Nyonya Ida. Dy mengambil amplop yang di disodorkan oleh Nyonya Ida. Setelah berbasa-basi sebentar Dy langsung ke Dapur di ikuti oleh Gama dan Aby.
" Bi.... Saya mohon pamit, trimakasih selama ini Bibi sudah baik kepada Saya".
Kata Dy ikut duduk di antara Bibi yang juga sedih atas kepergian Dy.
" Bibi juga minta maaf kalau Kita bertiga ada salah dengan Dy". Sahut Bi Narti.
" Ini ada sedikit dari Saya untuk Bibi bertiga, tolong Bibi terima" . Dy lalu meletakkan Amplop gajinya di atas meja.
Gama kaget, tapi Aby tidak kaget dan Bibi bertiga juga kaget.
"Tapi....ini terlalu banyak". Kata Bi Inah.
__ADS_1
Dy cuma tersenyum. Setelah cepika cepiki dengan Bibi Dy lalu keluar tanpa menoleh kepada Aby dan Gama.
Dy merasa sedih juga ninggalin dua cowok itu, apalagi Aby....
" Dy... ". Panggil Gama sedih. Dy menghentikan langkahnya dan menoleh.
" Kenapa kalian?, Aku cuma berhenti, Kita tetap berteman...". Kata Dy berusaha tenang.
" Kamu tidak pergi khan?". Tanya Gama.
" Kapan-kapan Kita ketemu lagi". Kata Dy
Menatap Aby dan Gama.
Dy pergi menemui Pak Satpam.
" Pak ini ada sekedar untuk beli kopi".
Dy menaruh Amplop yang sudah Dy siapkan dari rumah.
" Trimakasih Dy ". Kata Pak Adi terharu. Setelah basa basi sedikit Dy pamit.
Sebuah Lambhorgini Aventandor sudah menunggu Dy. Semua bengong melihat Dy naik Mobil mewah. Tapi Mereka tidak tahu siapa yang menjemput.
Dy menorehkan kesan di hati Mereka.
" I Love You paa...". Teriak Dy saat melihat Beck ada di Mobil.
Dy memeluk Beck dengan perasaan rindu.
Beck membelai rambut Dy dan menciumnya dengan kasih.
" Apa Kamu senang bekerja di Rumah Nyonya Ida??". Tanya Beck ketika Mereka
menyusuri jalan ke Home Stay.
" Biasa saja, Aku bisa lebih menghargai orang dan Aku bisa lebih sabar".
" Di antara Putra Nyonya Ida, Kamu lebih tertarik dengan yang mana?".
" Maksud Papa?". Tanya Dy, tumben Papanya menanyakan penilaian Dy tentang lelaki.
" Maksudnya yang mana Kamu senang"
" Manusia itu tidak ada yang sempurna Paa, tentu Mereka punya kelebihan dan kekurangan. Kalau Aku lebih kasihan kepada Aby, karena Dy menjadi target pembunuhan".
" Cuma kasihan saja, Kamu tidak ada hati sama Mereka ".
" Papaa.. karena umurku 20tahun Papa bicara begini. Aku tidak ada Feelling dengan Mereka. Cuma kasihan doank kepada Aby, karena Aby lebih membutuhkan Aku, Dy lebih manja, lebih rapuh....".
" Ow gitu...., papa kira Kamu ada hati dengan Mereka ". Kata Beck tersenyum.
" Papaa..kenapa kasusnya di hentikan, Aby masih menjadi Target pembunuhan". Tanya Dy.
" Sudah lengkap, Mr.X yang menangani selanjutnya. Data-data penggugat sudah lengkap". Sahut Beck.
" Ow gitu..berarti Aby tidak apa-apa khan Paa?, Aku khawatir dengannya".
" Cuma khawatir tidak ada Cinta?".
" Ya ampun..Papaa... Aku tidak mencintai Dia, cuma kasihan karena Dia lemah". Sahut Dy merasa heran terhadap perkataan Beck.
Yang bisa dilakukan oleh Beck cuma mengangguk tanda percaya.
__ADS_1
******