
Bab.4.
Ini hari kedua Dy bekerja di rumah Nyonya Ida. Dari pagi pekerjaan sangat banyak.
Ada saja yang di suruh sama Bi Ijah sepertinya Bibi memanfaatkan dirinya.
Dy ke garasi untuk mengambil Motor, Dy ingin langsung pulang.
Tapi tiba-tiba Kotak GSM nya berbunyi.
Dia membuka tasnya, kotak GSM nya menyala. Sebuah pesan masuk.
-Help me..
Cafe Dedari XP12.
Dy memasukan Kotak GSM nya kembali ke Tas.
Agen XP.12 minta tolong kepadanya.
Dy mencari di Google Map Cafe Dedari.
Untung Nyonya Ida meminjamkan Motor kepadanya.
Motor Ninja itu berlari kencang menyusuri gelapnya malam. Angin dingin menerpa tubuhnya. Lampu jalanan menuju Cafe Dedari tidak begitu terang.
Mungkin karena Cafe ini sengaja di buat di tempat sepi dan agak ke dalam.
Jalanannya juga masih flintstone.
Akhirnya Dy sampai juga di Cafe Dedari.
Motor dy taruh di parkiran agak di luar.
Dy membuka helm nya dan menggantungnya di Motor.
Kemudian Dy masuk ke Cafe dan mencari tempat duduk tersembunyi.
Kaca mata yang Dy pakai memberi sinyal bahwa ada Orang dalam keadaan bahaya.
Mata Dy terpaku dengan seorang Pemuda yang duduk diapit 2 orang laki-laki.
Jam tangan Dy meng "zoom" keberadaan Mereka, terlihat dilayar ada senjata api yang menempel di punggung Pemuda itu.
Dy yakin 0rang itu XP.12.
Ternyata salah satu dari laki-laki itu menodongkan Pistol ke XP.12.
Dy langsung keluar dari Cafe.
Sebuah Senjata Api sudah terselip di pinggangnya.
Dy menunggu diatas motor agak jauh dari Cafe.
Tidak berapa lama Target keluar, menjauh dari Cafe.
Mereka berdiri di pinggir jalan. Mungkin menunggu jemputan.
Cepat-cepat Dy menyimpan kaca matanya dan memakai Sarung tangan.
Dy menaiki motornya dan menghampiri Mereka.
" Maaf Pak, mau tanya kalau ke Kuta jalannya lewat mana ". Dy bertanya kepada Target pertama. Dy melirik XP.12. yang punggungnya ditempelin Pistol.
" Putar saja terus lurus ". Target ke dua menjawab.
" Maksudnya apa Pak, Saya kurang mengerti. Masalahnya Saya Perempuan kalau kesasar bisa berabe ". Sahut Dy pura-pura bloon.
" Dasar ******....pakai Google Map saja". Seru Target pertama.
__ADS_1
Dy turun dari motor.
" Pak ngomong jangan kasar". Bentak Dy.
" Maumu apa, jangan sok jagoan, Kamu belum tahu siapa Kita......". Sebelum Target 1 menyelesaikan bicaranya, sepatu Dy sudah menendang mulutnya.
Perkelahian tidak bisa di hindari.
Dy ingin cepat-cepat menyelesaikan permainan ini, sebelum teman Mereka datang. Dy memberi lawan Pukulan upper cut dilontarkan dari bawah.
Merasa Target 1 kewalahan menerima amukan Dy, Target ke 2 ikut membantunya dengan cara menodongkan Pistol ke Dy.
XP.12 seketika menendang Target ke 2.
Sebelum kedua Target sadar di perdaya Dy sudah meloncat ke motor di ikuti XP.12. Ninja itu lari kencang menuju Home Stay.
Sampai di Home Stay Dy mempersilahkan XP.12 masuk untuk mengganti pakaian.
Dy memberi XP.12 Sweater dan masker.
Setelah itu Dy menghubungi Taxi.
"Kamu harus cepat ke Bandara, nanti tiket akan dikirim lewat Ponsel, ". Kata Dy sambil meminta nomor kontak XP.12.
Dy menarik nafas lega setelah XP.12 pergi.
Di antara Agen biasanya jarang saling mengenal.
Mereka berkomunikasi apabila ada keperluan darurat dan ada dalam Wilayah yang sama.
Dy lalu mengirim Tiket Pesawat lewat ponselnya, syukurlah masih ada satu Penerbangan malam ini.
Dy mengambil GSM nya dan mengirim pesan kepada Beck.
Kemudian Dy mengeluarkan Laptopnya dan mengirim gambar dan beberapa data kepada Beck.
Jarum jam sudah menunjukan pukul 02.00 dini hari.
Perutnya sangat lapar, karena belum makan dari Sore.
Dy mengambil Roti tawar dan mengoleskan sesendok Madu Clover.
Kemudian Dy menuju kamar mandi.
Air hangat dari Shower membasahi badannya.
Pertemuan.
Jalanan pagi sudah ramai, sepertinya Kota Denpasar tidak ada matinya.
Motor Ninja itu berlari kencang menuju kediaman Nyonya Ricardo Romero.
Ternyata pintu gerbang sudah terbuka lebar, Dy langsung belok.
Dy kaget, hampir saja Dy tertabrak mobil.
Mobil Jazz yang mau keluar.
" Siapa Kamu!!". Teriak seorang Pemuda turun dari Mobil.
"Maaf, Saya Sopirnya Nyonya". Sahut Dy berusaha sabar.
" Kalau diajak bicara, buka penutup mulutmu". Kata pemuda itu lagi.
Dy yakin ini Anak kedua Nyonya Ida yang bernama Antaragama Romero ( Gama)
Yang baru mendapat gelar Sarjana Ekonomi.
Dy sudah hafal Biodata orang ini, sampai ke titik komanya.
__ADS_1
" Ya Tuan, maaf". Sahut Dy langsung naik ke motornya dan masuk garasi.
Merasa di cuekin Gama mengejarnya ke garasi.
" Kamu jangan berulah, Aku suruh Mama memecatmu!! ". Bentak Gama gusar dan menarik tangan Dy dengan kasar.
Dy paling malas meladeni orang seperti ini, mungkin kalau orang lain Dy sudah tinju mulutnya.
" Ada apa pagi-pagi ribut ". Kata Bi Ijah menghampiri Mereka.
" Tidak usah ikut campur, sana ke Dapur ". Kata Gama mengusir Bibi.
" Ini Dy, sopir Nyonya, Tuan mau apain Dia?". Tanya Bi Ijah heran.
" Aku mau pecat ". Sahut Gama terus menarik tangan Dy ke ruang tamu.
Bi Ijah mengikuti dari belakang, tapi kembali Dia di usir oleh Gama.
Terpaksa Bibi pergi ke Dapur.
" Jangan pecat Saya Tuan". Kata Dy memelas.
" Buka Helm mu, kaca matamu dan maskermu, supaya Kamu punya sopan santun ". Kata Gama melepaskan tangan nya dari Dy.
Mata Gama berbinar melihat kecantikan Dy setelah membuka helm, kaca mata dan masker, Gama malah bengong.
Dy cepat-cepat mengikat rambutnya dengan karet gelang.
Tadi pagi Dy memang tidak sempat menjalin rambutnya.
" Siapa namamu?". Tanya Gama lembut. Suaranya yang tadi bentak-bentak mendadak lenyap.
" Dyana". Sahut Dy pendek. Dy mulai risih dengan tingkah Gama.
"Maaf; Aku tadi kasar kepadamu, bisa tidak Kamu mengantar Aku Olah Raga pagi ini?".
" Maaf Tuan Saya sopir Nyonya, Disamping itu Saya harus cuci mobil dulu pagi ini".
" Tapi kalau besok bisa khan?, besok hari Minggu".
" Tidak Tuan, besok Saya libur mau pulang kampung". Sahut Dy kekeh.
Gama sampai gregetan karena ajakannya di tolak. Belum pernah ajakannya di tolak oleh seorang gadis.
Gama kesal, seorang sopir bisa menolak ajakannya.
Untung tragedi ini tidak ada yang menyaksikan, kalau ada orang tahu, derajatnya bisa jatuh.
" Maaf Tuan Saya bekerja dulu ". Kata Dy ngeloyor pergi.
" Dy.... Dy...". Gama mengejar Dy ke garasi.
" Kenapa sih Kamu kembali menutup wajahmu ". Kata Gama penasaran melihat Dy yang berkaca mata dan memakai masker.
" Soalnya Saya tidak bisa melihat kalau tidak pakai kaca mata, kalau masker untuk melindungi Virus dan debu". Kilah Dy sesabar mungkin.
Dy menaruh helm nya di motor.
" Ow gitu, tapi Aku lebih senang kalau Kamu tidak pakai penutup ". Kata Gama mulai genit.
" Kamu sudah punya pacar?". Sambungnya lagi.
" Malah Saya sudah punya suami Tuan".
Jawab Dy bohong, membuat Gama mundur satu langkah.
" Kamu bercanda khan?". Kata Gama tidak percaya.
" Percaya atau tidak itu urusan Tuan, kalau Tuan mau bertemu Suami Saya boleh. Suami Saya mengajar Taekwondo di Denpasar sini". Sahut Dy berusaha menakuti Gama.
__ADS_1
" Tidak..tidak...Aku percaya koq". Ucap Gama lalu kembali ke Mobilnya.
********