AGENT 06

AGENT 06
Sendiri.


__ADS_3

Bab.44.


Selesai makan siang Beck pergi dengan Dilan, padahal Dy mau mengajak Dilan berenang. Gama sudah pergi ke Kantor Aby. Mungkin mau kembali menyambung persaudaraan yang sempat putus gara-gara Gama mau membunuh Aby.


Dy tidur-tiduran di Ranjang dan langsung ketiduran.


Sudah pukul 02.00 dini hari Dy baru bangun. Ternyata Aby tidak ada di sampingnya.


Dy keluar dari Kamar berharap Aby ada di Sofa, tapi Aby tidak ada.


Beck dan Dilan juga tidak ada.


Perasaan sepi menghimpitnya, Dy kembali masuk Kamar dan melanjutkan tidurnya. Tapi matanya tidak bisa tidur.


Dinihari Dy baru kembali mengantuk


Dy bangun kesiangan.


Sudah jam sepuluh pagi, Aby belum juga pulang. Dy mau ke Kantor Aby. Pikirannya tidak tenang kalau tidak bertemu Aby.


Dy memakai Celana Jean dengan atasan you can see putih, serta slayer melingkar di lehernya. Kemudian kaca mata hitam menutupi mata indahnya.


Rambut panjangnya Dy kuncir kuda.


Dy masuk ke Ruangan Aby tanpa mengetuk pintu.


" Oh sory...". Kata Dy langsung duduk di Sofa. Aby cuma menoleh sebentar, kemudian kembali berbicara dengan seorang gadis.


Dy memandangi Mereka berdua dari balik kaca mata hitamnya. Hatinya panas sekali melihat gadis itu sok ganjen di depan Aby. Dan Aby juga seolah-olah menanggapi apa yang di tanyain gadis itu.


Kemudian gadis itu keluar seraya melirik sekilas kepada Dy.


Dy cepat bangun dan mendekati Aby.


" Siapa itu ". Tanyanya kasar.


" Asmen ( asisten manager) baru, Dy lulusan Singapore, sudah cantik pintar lagi. Tumben Aku punya Asisten perempuan ". Kata Aby pura-pura acuh.


Dada dy nyesek...


" Ow..jadi itu yang membuat Kamu tidak pulang". Suara Dy sudah bergetar menahan marah.


Aby sengaja diam, mau tahu reaksi Dy.


Secepat kilat tangan Dy sudah menyapu maap yang menumpuk di Meja dan langsung keluar.


Semua surat-surat beterbangan. Aby kaget melihat reaksi Dy.


Aby sengaja tidak mengejar Dy. Supaya Dy tahu bagaimana sakitnya


di bandingkan dengan orang lain.


Dengan langkah panjang Dy menuju ke Basement.


Dy menghapus air matanya.


Aku tidak boleh menangis karena hal sepele, Aku tidak boleh cengeng. Bhatinnya.


Dengan kasar Dy membuka dan menutup pintu Mobilnya.


Sepanjang perjalanan Dy menangis.


Ponselnya terus berbunyi.


Dy tidak peduli siapa yang menelponnya


Mobilnya terus berjalan ntah sudah sampai mana.


Tapi akhirnya Dy turun dari Mobil setelah sampai di pantai Kuta.


Dy melangkah menuju Area Pantai.


Ternyata banyak sekali Turis yang berjemur. Ada beberapa Bule dan orang lokal bermain persilancar.

__ADS_1


Dy mencari Pohon perindang, mencoba berkomunikasi dengan Bule-bule yang duduk disana.


Dy mulai menyapa dengan kata Hallo kepada dua orang gadis Bule yang duduk tidak jauh darinya.


Mereka langsung mendekati Dy.


Ketty dan helena, bule Australia.


" Kamu sering ke Bali?". Dy mulai membuka percakapan.


" Kita baru satu kali ". Sahut mereka tersenyum. Dy merubah cara ngomongnya supaya tidak seperti orang meng Interview.


" Aku sering ke Aussie, Negara kalian sangat maju, Aku menyukainya ". Kata Dy.


" Bali juga sangat Indah, masih alami dan Aku senang melihat Orang-orangnya yang ramah. Aku merasa Bali itu Sesuatu banget...". Kata Ketty.


" Aku juga merasa begitu "". Helena ikut nimbrung.


" Kalian tinggal dimana?". Tanya Dy.


" Kita menginap di Hotel Bintang 5 dekat sini. Kita baru kemarin kesini, belum tahu mau kemana ". Kata Helena.


Dy langsung menyerahkan Kartu namanya. Mereka kelihatan kagum, karena di kartu namanya tertulis "Owner Hotel Uvassa dan Hotel Romero "


Yang membuat Kartu itu adalah Aby, Katanya biar tajir, jadilah Kartu nama super Absurd.


Kebetulan Ketty dan Helena Orangnya super gaul, jadi Dy merasa cocok saja berteman.


Minum.


Hari menjelang malam Dy masih berbincang-bincang dengan Ketty dan Helena.


Setelah malam Dy pindah ke Pub sekitar kuta dengan Ketty dan Helena.


Mereka bertiga mencari tempat duduk di pojok. Belum banyak yang datang.


":Kamu minum apa ". Tanya Dy melirik Ketty.


"Cocktail atau Black label ".


" Aku Vodka, bikin cepat sepaneng ". Sahut Helena tertawa.


Satu botol Vodka sudah datang.


Dy menuangkan sebanyak 45ml ke dalam gelas yang sudah didinginkan, dan membiarkan ditangan sekitar 2menit untuk menyesuaikan suhu, baru Mereka minum.


Ketty mengajak Dy turun bergabung dengan tamu lain. Menggoyang badan mengikuti Live musik.


Inilah ke gembiraan semu. Pikir Dy.


Malam sudah semakin larut, Dy mencolek Ketty dan Helena yang lagi "On".


Dy membayar Bill kemudian


menyelinap ke Kamar mandi dan mencolok mulutnya supaya minuman semua keluar.


Setelah itu Dy berkumur di wastafel.


Dy mengganti bajunya dengan kaos dan memakai Holster di pahanya.


Suara musik masih hingar bingar, ketika Dy keluar dari Pub itu.


Dy mencabut pistol dari pinggang dan menyarungkan di Holster di paha.


Angin malam menyapu wajah nya ketika Dy berjalan menuju tempat parkir.


Ada beberapa Bule memperhatikannya, karena pakaiannya.


Mungkin karena kaos hitamnya bertulisan "Agent" di punggungnya.


Dy berpikir akan kembali menjadi Agent.


Mobilnya melaju kencang menuju Nusa Dua. Kemudian berbelok ke Romero Hotel.

__ADS_1


Dy menaruh Mobilnya di depan Lobby, kemudian masuk menuju Bar.


Semua orang di Bar jadi kalang kabut ketika Dy datang.


Tapi untunglah Dy cepat bergerak.


"Jangan bergerak ". Teriak Dy mengangkat senjata.


" Kalian tenang, Aku disini cuma mau minum. Truskan kesenangan kalian". Kata Dy lalu duduk di kursi Bar.


Terdengar suara lega dari Mereka.


Rata-rata orang yang berada di Bar sangat kagum melihat penampilan Dy.


Tapi Dy tidak peduli.


Seorang Bartender melayani Dy dengan sopan, karena Dia tahu siapa Gadis Cantik ini.


Karyawan disini semua tahu Dy sebagai pengawal atau Pacar JM Mereka.


Dy memesan segelas Vodka dan menghabiskan dengan cepat.


Malam ini Dy ingin menikmati minuman ini supaya cepat tidur.


Kemudian Dy keluar dari Bar itu dengan tatapan ingin "memiliki " dari mata para lelaki. Dasar lelaki!!.


Dy berjalan santai ke Suite Room.


Sudah pukul 23.59 malam Dy belum juga datang. Aby merasa khawatir. Apalagi Dy pergi dalam keadaan marah.


Aby duduk menunggu di Sofa, Dia tidak mengerti akan sifat Dy yang sebenarnya.


Apakah Dy cinta kepada dirinya atau sekedar ingin memiliki.


Aby kaget ketika pintu terbuka, Dy masuk kedalam dengan langkah tegap..


Sedikit pun Dy tidak menoleh kepada Aby.


Dy kemudian membuka Holsternya dan menaruhnya diatas meja.


Kemudian Dy langsung naik ketempat tidur masih memakai sepatu.


" Yank, sudah makan?". Tanya Aby sekenanya. Dy tidak menjawab.


" Kamu mau langsung tidur?". Tanya Abu lagi. Dy memejamkan matanya berusaha tidur.


Aby keluar mengunci semua pintu. kemudian kembali masuk ke dalam Kamar, bau Alkohol memenuhi ruangan. Pelan-pelan Aby membuka sepatu Dy dan membersihkan kaki Dy dengan Tissue basah.


Aby memungut Topi Dy di lantai dan menaruh diatas meja.


Perempuan apa yang Aku cintai. Bisik Aby dalam hati.


Aby mengunci pintu Kamar dan berbaring disamping Dy.


Dengan lembut Aby membelai rambut Dy dan mengecup keningnya.


Aby meraba-raba kantong celana Dy, takut kalau masih ada senjata.


Aby cuma menemukan HP dan Kunci Mobil.


Aby Kepo... lalu membuka Ponsel Dy.


Tidak ada yang istimewa yang membuat Aby harus mencurigai Dy.


Tadi sebelum Dy datang Aby ingin marah


karena Dy pulang malam.


Setelah Dy datang Aby tidak bisa marah.


Aby langsung tidur disamping Dy dan memeluknya sampai pagi.


*******

__ADS_1


__ADS_2