AGENT 06

AGENT 06
Tidur di Sofa.


__ADS_3

Bab.23.


Kalau baru bangun yang di cari pertama kali adalah Ponsel.


Seperti pagi ini yang pertama di ingat adalah melihat Instagram dan melihat status Dy.


Rahang Aby mengeras melihat Dy dengan seorang Cowok Bule lagi minum-minum.


Aby melempar Handphonenya ke Kasur, dan lari ke Kamar mandi.


Mobil Porsche itu melaju kencang.


Baru Pukul 06.30 Aby sudah sampai di Hotel Uvassa.


Aby tidak peduli dengan pandangan Scurity, Dia langsung meluncur ke Basement.


Hatinya terasa sakit melihat Status Dy di Instagram.


Aby sangat bersyukur mempunyai Kartu Chip Kamar Dy. Jadi Dy tidak perlu repot-repot mengetuk pintu kalau mau masuk ke Kamar Dy


Perasaan marah Aby meluap ketika melihat Dy tertidur lelap.


Bau Alkohol tercium keras, kecurigaan Aby tidak terbukti, cowok Bule itu ternyata tidak ada disini. Berarti Dy cuma minum bareng saja. Hati Aby lega.


Aby memandang Wajah Dy yang cantik, ingin rasanya Dia tidur di samping Dy, memeluknya dan mengulum bibir Dy yang ranum.


Tapi disisi lain Aby harus menuruti perintah Mamanya yang ingin menghancurkan Dy.


Masalah ini membuat Aby mumet setiap hari.


Aby mengambil air di wastafel langsung di cipratin ke wajah Dy.


Tentu saja Dy kaget, matanya melotot melihat Aby sudah berada di Kamarnya.


" Abyy...., Aku baru tidur ".


Kata Dy kembali memeluk bantal.


"Dy...bangun, Kita akan ke Hotel Romero ". Sahut Aby menarik kaki Dy.


" Ngantukkk ". Kata Dy terpaksa bangun. Terus ke Kamar mandi.


" Makanya jangan suka keluyuran ". Sahut Aby marah.


Aby keluar duduk di ruang tunggu. Pikirannya melayang ke rumah.


Kemarin Mereka sudah dapat surat dari Polisi bahwa akan ada Autopsi terhadap Jenazah Papanya.


Semua ini gara-gara Dy...pikir Aby marah.


" Aku sudah siap ". Kata Dy menghampiri Aby. Kelihatannya mata Dy masih merah karena mengantuk.


" Ayo Kita berangkat ". Ajak Aby bangun dari kursi. Matanya tidak lepas dari Dy.


Hari ini Dy memakai atasan Batik model kekinian dan Celana panjang hitam.


Dandanan Dy betul-betul Flawless.


" Pakai Mobil ku ". Kata Dy setelah Mereka berada di Basement.


" Kamu mengantuk, biarin pakai Mobil Ku".


Sahut Aby.


Tapi Dy sudah menuju ke Mobil nya, mau tidak mau Aby harus menurut.


Sepanjang Dy memanasi Mobil, Aby terus mengoceh.


" Kenapa sih Kamu senang ngomel, semua yang Kamu katakan tidak benar".


Sanggah Dy ketika Aby mengatakan bahwa Bule yang Dy ajak minum hanya


memamfaatkan Dy.


" Kamu bela Bule itu, apa hubunganmu dengan Bule itu". Tanya Aby emosi.

__ADS_1


Mobil keluar dari Hotel Uvassa menuju Hotel Romero.


Mobil melaju cepat, membuat mulut Aby yang ngomel berhenti.


Tidak ada 15 menit Mobil sudah sampai di Basement Romero Hotel.


Semua Karyawan heran melihat JM mereka datang pagi-pagi.


Apalagi bersama gadis cantik.


Biasanya Aby datang jam Sembilan, setelah itu Morning Briefing dengan Staf Manager.


" Aby Aku ngantuk, Kamu terlalu pagi datang, mana Aku bisa belajar ". Kata Dy setelah Mereka berada di ruangan JM.


Dy langsung merebahkan badannya di Sofa tanpa menunggu komentar Aby.


" Dy jangan aneh-aneh nanti Karyawan lihat ".


" Makanya Kamu intercom Asmen, supaya Karyawan tidak kesini". Sahut Dy, langsung memejamkan matanya.


Daripada ribut Aby membiarkan Dy tidur di Sofa. Juga baru jam tujuh lewat sedikit.


Aby mengganti pakaiannya dengan pakaian Kantor.


Karyawan Hotel yang menjabat, pakaian kerjanya tidak di bawa pulang, di Londry di Hotel.


Dari rumah berpakaian bebas, sampai di Hotel baru diganti.


Kemudian Aby membuka laptopnya, mulai bekerja. Tapi pekerjaannya terganggu dengan suara Ponsel Dy yang terus berbunyi.


Bertengkar.


Mungkin saking ngantuknya Dy sampai tidak mendengar bunyi Ponselnya.


Iseng Aby mengambil Ponsel Dy.


Banyak sekali DM, WA dan panggilan.


Tapi panggilan yang paling banyak hari ini dari Christian...


-Dy.. Aku tunggu di Bar nanti malam.


I NEED YOU. Christian💌


Dada Aby bergetar membaca DM dari Christian untuk Dy.


Aby duduk di pinggir sofa berpikir apa yang harus Dia lakukan.


" Dy bangun, sudah siang". Kata Aby menggoyangkan badan Dy.


Aby berusaha menahan marahnya.


Dy menggeliat dan membuka matanya.


Dengan malas Dy bangun dan langsung ke Kamar mandi.


" Apa hubunganmu dengan Christian ". Tanya Aby setelah Dy datang dari Kamar mandi. Dy tidak langsung menjawab, Dy duduk di Sofa.


" Jawab!!". Aby setengah teriak.


Dy sudah tahu ini akan terjadi, makanya Dy santai.


" Pacarku, apa ada masalah Tuan Aby". Jawab Dy memandang wajah Aby yang memerah.


Dy senang sekali melihat Aby marah.


Mata Aby yang hitam akan menatapnya tajam, setelah itu Aby akan menggertakan giginya. Dy sudah hapal semua itu.


" Kamu tidak boleh pacaran dengan siapapun. Aku tidak mengijinkan!!".


Kata Aby tegas.


" Aku terlanjur mencintainya, Kami saling cinta. Mungkin Aku akan ikut ke Negaranya". Sahut Dy bohong.


" Kamu terlalu gegabah, dasar perempuan murahan....". Ucap Aby marah lalu membanting Ponsel Dy.

__ADS_1


Pertengkaran tidak bisa di elakan lagi.


Dy menyerang Aby dengan sepontan.


Aby juga emosi, karena Dy merobek baju Aby... semua kancing bajunya lepas di tarik Dy.


Pergulatan itu terhenti karena ada suara ketukan pintu.


Aby cepat-cepat bangun dari lantai dan membuka pakaiannya.


Sampai Kaos oblongnya robek, di dada Aby ada bekas gigitan Dy.


" Handle orang, jangan dikasi masuk ". Kata Aby lewat Intercom kepada Asmennya (Asisten Manager).


Dy bangun dari lantai, duduk di sofa.


Air matanya keluar membasahi pipinya. Dy kesel sama Aby yang meredahkannya.


Untung tadi Dy banyak menahan emosi, kalau tidak Aby bisa hancur.


" Maafin Aku Dy ". Kata Aby mendekati Dy. Rasa bersalah menggelayuti hatinya.


Dy diam sambil menghapus air matanya.


" Aku akan mengganti Ponselmu". Sambung Aby sambil memunguti pecahan Ponsel Dy.


Dy melirik ke badan Aby yang bidang, terdapat bekas gigitan Dy di dada Aby. Kelihatan tanda merah bekas Dy pukul di lengan, dan punggung Aby.


Untung ruangan Aby ada peredam, jadi pertengkaran Mereka tidak terdengar dari luar.


Aby kemudian memakai pakaian sipilnya kembali, pakaian yang robek Dia bungkus pakai koran.


" Kita akan kembali ke Suite Room, Sisir rambutmu ". Kata Aby sambil duduk di samping Dy.


Badannya terasa sakit, tadi Dy sempat memukulnya.


Dy bangun mengambil tasnya, membenahi pakaiannya dan rambutnya yang awut-awutan. Tidak lupa Dy memakai kaca mata hitam untuk menutupi matanya yang sembab.


" Tunggu disini Aku ke Asmen dulu". Kata Aby lalu keluar dari ruangannya.


Mungkin Aby mau mengatakan bahwa hari ini Dia ijin.


Dy tidak peduli.


Dy kembali duduk di Sofa.


Tidak berapa lama Aby kembali datang dan mengajak Dy keluar.


Karyawan Hotel mulai banyak berdatangan.


Banyak mata memandang kagum kepada pasangan ini.


Mereka mengira Dy adalah pacar Aby, karena Mereka sangat serasi.


Dy menuju Mobilnya, Aby duduk bersandar di jook Mobil.


Badannya mulai terasa sakit.


" Kita ke Selluler World dulu". Kata Aby tanpa menoleh. Aby mau membelikan Dy Ponsel.


Dy tidak menyahut.


Mobil keluar dari Romero Hotel menuju Uvassa Hotel.


Dy tidak mengindahkan omongan Aby yang menyuruh Dy ke Toko Handphone.


Tadi Dy sudah menghubungi Perwakilan XPostOne yang ada di Bali untuk membawakannya Ponsel baru.


Sepanjang perjalanan Aby diam.


Terdengar beberapa kali Aby menarik nafas panjang.


Mobil Dy melaju dengan kecepatan sedang.


*****

__ADS_1


__ADS_2