AGENT 06

AGENT 06
Melayani Tuan Muda.


__ADS_3

Bab.5.


Dy bersyukur Gama mau membiarkan Dy pergi. Sekarang Hari Sabtu berarti Mereka semua akan ada di rumah seharian. Tugasnya terhalangi.


Dy lalu ke Dapur.


Gama kembali memasukkan mobilnya ke garasi, Dia tidak jadi olah raga.


Dengan bersiul-siul Gama pergi ke dapur.


Gama masih penasaran dengan Dy.


Bau badan Dy yang wangi menandakan Dy bukan sembarang Sopir.


" Tuan mencari apa, tumben datang ke dapur". Kata Bi Inah.


Semua mata memandang Gama penuh curiga.


" Aku cuma ingin duduk-duduk, ngelihatin kalian masak ". Sahut Gama melihat ke arah Dy. Gama mendekati Dy yang duduk dekat Jendela dapur.


Gama memandangi Dy dari ujung Rambut sampai ujung Kaki. penampilan Dy tidak layak menjadi Sopir atau pembantu.


Dy seperti Artis India Katrina Kaif yang sexy itu.


" Begitu ya Tuan, Kami sudah selesai memasak nasi goreng, apa Tuan mau sarapan? ". Tanya Bi Ijah.


" Tidak ..tidak . Aku mau disini dulu". Kata


Gama menatap Dy yang lagi membersihkan bawang.


Gama memperhatikan kuku Dy yang terpotong rapi, dan kulit tangannya yang halus licin. Rambutnya juga panjang dan wangi. Pakaiannya walaupun murahan, tapi bersih dan harum.


Ini pasti cewek orderan High class.


Atau cewek ini sengaja kesini jadi sopir supaya bisa menjebak Putra Nyonya Ida. Pikiran Gama berkecamuk .


" Dimana Kamu tinggal?". Tanya Gama mulai menginterogasi Dy .


" Apa Tuan petugas Sensus?". Tanya Dy balik.


" Serius lho, Aku ingin tahu Rumahmu".


" Sanur Tuan, pinggir Pantai, tidak ada nomor, maklum Rumah Nelayan". Sahut Dy mulai sebel.


" Aku tidak percaya, titik! ".


" Kamu Orang Jawa atau Bali ". Kembali Gama bertanya.


" Indonesia". Sahut Dy pendek.


Ketiga Bibi yang ada disitu merasa lucu.


Tumben ada yang berani dengan Tuan Gama. Biasanya Mereka takut berkata salah.


Aby masuk ke Ruang makan, Nyonya Ida tidak ada, mungkin tidak ikut makan.


Dy membantu Bibi mengatur makanan di Meja. Aby duduk dengan cuek.


Gama juga ikut duduk di Meja makan.


Setelah itu Dy berbisik kepada Bibi untuk pergi ke bengkel.


" Dy, sarapan dulu...". Kata Bi Inah sebelum Dy pergi.


" Tidak Bi, nanti Aku beli nasi jinggo aja".


Bisik Dy.


" Hee....mau kemana, temani Tuanmu makan ". Kata Gama menarik tangan Dy.


" Lepasin Tuan, Saya harus ke Bengkel".


Kata Dy berusaha sabar.

__ADS_1


" Tidak, Kamu harus disini duduk".


Dy mengalah duduk di samping Gama.


Hatinya kesel dengan tingkah Gama yang menganggap dirinya cewek murahan.


Jangan-jangan Gama ini penjahat kelamin. Pikir Dy membuat matanya melotor melihat Gama.


" Layani donk Kita berdua ". Kata Gama lagi. Dy berdiri mulai mengambilkan Gama makanan.


Dy menata makanan seperti orang makan di Hotel.


Tentu saja Gama dan Aby bingung melihat Dy.


" Kamu pikir Kita makan di Restoran ". Kata Gama protes.


" Maksudnya, makanannya kurang enak?".


Sahut Dy tidak mengerti.


" Ngapain Kamu menata piring lengkap begini seperti di Hotel". Kata Gama menunjuk sendok, garpu, pisau dan lain-lain. Dy diam, kalau di rumahnya memang begitu.


" Terus harus bagaimana, Aku khan Sopir jadi tidak mengerti ". Sahut Dy merasa heran.


" Cukup sendok saja, ini taruh semua. Kamu dulu pernah sekolah di SMK?".


Tanya Gama.


" Aku gax sekolah ". Sahut Dy. Kembali merapikan semua peralatan tadi.


" Bohong Kamu". Kata Gama, tangannya mau menarik Dy. Cepat-cepat Dy berkelit mundur, membelakangi Aby.


Bau farfum Dy menyapu hidung Aby.


Ini bukan farfum murahan. Pikir Aby.


Tapi Aby diam saja.


Kebengkel.


Lagu Always Remember Us This Way dari Lady Gaga mengiringi perjalanan Dy ke Bengkel.


Untung Dy cepat ke Bengkel, karena hari Sabtu cuma sampai Pukul 11.00 saja.


Dy masuk kedalam, menunggu antrean.


Seorang Cowok mendekatinya.


Dy paling tidak senang ada yang mau kenalan pada saat Dy menjalankan tugas.


" Hallo Mbak, Servis mobil ya ". Kata Cowok itu mendekati Dy.


Kebetulan Dy tidak memakai Kaca mata dan Masker, jadi Wajah cantiknya menarik perhatian cowok-cowok di Bengkel.


Korban pertama adalah Dimas.


" Ya Dik ". Jawab Dy acuh. Sudah tau, nanya lagi. Bathinnya.


" Kenalkan Saya Dimas umur 24 tahun ". Kata Dimas karena kesal di panggil Adik.


" Saya Diana umur 30 tahun ". Sahut Dy asal, lalu pergi menuju Mobilnya.


Dimas penasaran sama tingkah Dyana. Cewek ini aneh banget. Pikirnya.


" Biarpun 30 tahun yang penting masih Orisinil ". Kata Dimas di belakang Dy.


" Maaf ya, sudah punya Anak tiga". Sahut Dy tanpa menoleh.


Dimas semakin ingin tahu siapa gadis ini.


Kebetulan Mobil mereka bersamaan selesainya.


Dy mengirim Nota pembayaran lewat WA kepada Nyonya Ida.

__ADS_1


- Nyonya ini notanya silahkan Anda bayar lewat Banking Bank- Dy menambah caption di bawahnya.


Kemudian Dy naik ke Mobil, tidak lupa Dy memakai masker dan kaca mata.


Dimas memperhatikan tingkah Dy dari dalam Mobil. Dimas sangat tertarik dengan gadis ini.


Sebagai seorang Intel tentu saja Dy tahu Dimas memperhatikan Dy dari dalam Mobilnya.


Mobil Dimas mengikuti Mobil Dy. Pertamanya memang pelan jalan Mobil Dy, tapi setelah lampu merah Dimas sudah kehilangan jejak. Jalan Mobil Dy seperti terbang.


Tapi Dimas merasa bersyukur karena Dimas masih mengingat Plat Mobil Dy.


Mobil Pajero itu berbelok ke Restoran Nusantara.


Dy mau mengisi perut dulu.


Sampai di rumah Nyonya Ida, Dy langsung ke Dapur.


Sepasang mata terus memperhatikannya dari lantai dua.


Dy mau tertawa melihat gerak gerik Gama, kaca mata Dy meng Zoom apa yang Gama kerjakan.


Mungkin sudah dari tadi Gama menunggunya.


Dy menurunkan maskernya dan ikut mencicipi masakan yang Bibi buat.


" Kurang garam Bi ". Kata Dy menambahkan garam Himalaya sedikit.


" Nanti Kita makan ketoprak". Kata Bi Ijah senang melihat Dy sudah datang.


" Saya sudah makan Bi ". Sahut Dy lalu duduk di kursi yang ada di Dapur.


" Sepertinya Tuan Gama curiga kepada Dy, Tuan menanyakan Kami Siapa sebenarnya Dy ". Kata Bi Narti memandang Dy.


" Terus Bibi bilang apa kepada Tuan ".


Tanya Dy.


" Kenapa Tuan curiga kepada sopir, Apa Tuan naksir kepada sopir?".


" Gak level, Gitu katanya ".


Dy tertawa mendengar pengaduan Bibi.


" Hati-hati sama Tuan Gama, Dy itu mata keranjang". Kata Bi Ijah serius.


Bi Ijah tidak menyadari bahwa Gama sudah di belakang Bi Ijah.


" Ga level Bi, turun derajat Saya kalau sampai kecantol sama orang mata keranjang ". Sahut Dy menyindir sambil tertawa.


" Bi Ijah, jangan buka rahasia ". Seru Gama membuat Bi Ijah kaget.


Gama langsung duduk disamping Dy.


" Orang sombong tanda tak laku". Kata Gama menatap bibir Dy.


"Bi...yang mana harus di bawa ke ruang makan ". Kata Dy, mengalihkan perhatian Gama.


" Yang ini Dy ". Sahut Bibi membantu Dy menghindar dari Gama.


Dy berdiri membantu Bibi mengatur makanan di meja makan.


Gama juga ikut membantu.


" Kamu mau kemana nanti Malam". Kata Gama mendekati Dy.


" Pergi sama Suamiku ". Sahut Dy.


" Kamu senang sekali bohong, Kamu belum punya Suami khan?". Kata Gama.


Dy tersenyum manis membuat Gama tambah kesemsem.


*******

__ADS_1


__ADS_2