AGENT 06

AGENT 06
Dijemput.


__ADS_3

Bab.48.


Habis Morning Briefing Aby langsung pergi ke Markas.


Perasaannya sangat senang mengetahui Dy tidur di Markas.


Tapi bukankah disana ada Dilan??. sepertinya Dy sengaja mencari Dilan. Pikir Aby. Kemudian Aby memanggil sopir Hotel untuk mengantarnya ke Markas.


" Pak tolong antarkan Saya ke Sanur ". Kata Aby setelah duduk di Mobil Hotel.


" Ya Pak...". Sahut Pak Asep sopan.


Tumben JM nya minta di antar, biasanya JM nya naik mobil sendiri, padahal Pak JM berhak minta Sopir.


" Bapak sudah sarapan??". Tanya Aby.


" Sudah Pak, di Rumah ". Sahut Pak Asep.


Perbincangan Mereka terputus, karena ada telepon dari Lopi.


" Hallo .... ada apa Lopi?".


" Pak..Saya tidak terima dengan ke putusan Bapak, Saya bisa mengadukan ke Serikat Kerja. Jangan Bapak sewenang-wenang ". Ancam Lopi. Suaranya terdengar berapi-api.


" Silahkan, Saya tidak akan merubah keputusan Saya". Sahut Aby tenang.


" Seharusnya Bapak mengeluarkan SP.1 dulu, dimana letak kebijaksanaan Bapak sebagai JM ".


"Maaf Pak, Kita mau kemana Ini? tolong alamatnya ". Pak Asep menyela.


" jl.Bali No.331 X ". Sahut Aby cepat.


" Hallo...hallo... ". Ternyata Lopi sudah menutup Ponselnya. Aby menarik nafas panjang. Semenjak ada Lopi Aby menjadi sering bertengkar sama Dy.


Kemudian Aby ke Kantor Beck.


Dulu Aby sering kesini bersama Papanya.


Rupanya Beck lagi menerima Tamu.


Akhirnya Aby menuju Kamar Beck, sebelum masuk Kamar Aby berdoa supaya Dy mau memaafkannya dan mau kembali ke Suite Room.


Dengan pelan Aby masuk kedalam.


Aby duduk dipinggir tempat tidur, memandangi wajah Dy yang tertidur lelap.


Tangan Aby meraba telapak kaki Dy dan mulai memijatnya dengan lembut.


Pekerjaan ini rutin Aby lakukan.


" Aby...". Dy mengigau.....


Aby lalu mendekati Dy membelai rambutnya ..


Dy membuka matanya dan mendapatkan Aby sedang membelai rambutnya.


Cepat Dy menepis tangan Aby dengan muka cemberut.


Dy bangun dari tempat tidur.


" Ngapain kesini ". Kata Dy ketus.


Aby tidak menjawab tapi langsung memeluk Dy.


" Aku datang untuk menjemput Cintaku". Bisik Aby mesra. Dy melepaskan pelukan Aby dan pergi ke Kamar mandi.


Beck datang menemui Aby.


" Siang Om...maaf baru sempat datang, tadi masih Morning Briefing ". Kata Aby langsung duduk di Sofa di samping Beck.

__ADS_1


" Tidak apa-apa, Om rencananya balik ke Jakarta besok, Kamu baik-baik jaga Dy ". Sahut Beck tersenyum menepuk punggung Aby.


" Om Saya ingin bicara berdua". Kata Aby menatap Beck.


"Ada apa, mari ke sebelah ". Sahut Beck mengajak Aby ke Ruangan sebelah.


Mereka duduk berhadapan.


" Maaf Om, Saya lancang...". Kata Aby seraya menarik nafas.


" Saya sangat mencintai Dy, apakah boleh Dy berhenti ber tugas Om, masalahnya Saya sangat cemburu kalau Dy bersama Dilan ". Sambung Aby jujur.


Beck tersenyum merasa kasihan dengan Aby. Anak ini sangat polos.


WalaupunJabatannya JM, tapi tidak sombong. Mirip Ricardo Romero.


Aku harus melindunginya. Bhatin Beck.


Selesai mandi Dy tidak mendapatkan Aby di Kamar. Dy mencari Aby, ternyata Aby curhat dengan Beck.


Dy langsung menguping di pintu, perasaannya sangat senang mendengar suara Aby yang terbata-bata mengadu kepada Beck perihal kaburnya Dy tadi malam.


Dy keluar, mencari Dilan. Dilan sedang membersihkan Revolvernya.


Melihat Dy datang Dilan sangat senang.


Selesai menaruh senjatanya, Dy sudah menarik tangan Dilan.


Dy berjalan setengah berlari menuju ke Kantor Beck.


Cemburu.


Dilan tidak tahu kenapa Dy menariknya ke Ruangan Beck.


" Dilan sini cepat ". Kata Dy.


" Ada apa, Aku bisa di marah sama Beck. Sahut Dilan.


Dy menyiapkan 2cangkir Cappucino dan Sandwhich.


Dilan ragu-ragu memakannya.


" Dy ini punya siapa?, nanti Aku ditembak Beck". Tanya Dilan heran.


" Ini punyaku, Papa pasti beliin. Makan aja, Aku tanggung jawab". Kata Dy memaksa Dilan makan Sandwich.


" Dilan, bagaimana rencanamu? Jadi ndak Kita keluar Negeri ?".Tanya Dy


Merapatkan tubuhnya dengan Dilan.


" Jadilah, Kamu mau ikut denganku?,


Kalau begitu Kita ke Cina ". Kata Dilan serius. Dilan yang tidak mengerti siasatnya Dy merasa sangat Surprise.


Dilan reflek memeluk Dy.


" Heemm...heemm..". Dilan langsung melepaskan pelukannya dengan Dy, karena Beck dan Aby sudah di depannya.


Dilan langsung gemetar dan pucat.


" Maaf Pak, maaf Aby.....". Dilan berdiri tegap menunduk.


" Dilan ke Ruanganmu ". Perintah Beck Dilan langsung ngacir tanpa menoleh.


Muka Aby sudah merah melihat pemandangan tadi.


Dy pura-pura tidak mengerti kalau Aby marah.


" Paa...Aku akan tugas ke Cina dengan Dilan ". Kata Dy merajuk setelah Beck duduk disampingnya. Matanya sengaja melirik Aby.

__ADS_1


"Aby duduk...". Beck menyuruh Aby duduk.


":Trimakasih Om. Sahut Aby serak.


" Tidak ada tugas ke Cina. Nanti Papa mau mengirim Kamu ke Uganda, kerja sama dengan Agen disana". Kata Beck tenang.


" Maksud Papa apa?, koq Papa tega sekali, Aku tidak mau". Protes Dy cepat.


" Kalau tidak mau, Dy harus tetap tinggal di Bali, Papa besok sudah harus balik ke Jakarta".


Kata Beck tertawa dalam hati.


"Aku tinggal di Bali saja, tapi sendiri ". Sahut Dy melirik Aby.


" Ya memang sendiri, Aby sudah Papa usir dari sana ".


Dy diam mendengar Papanya mengusir Aby. Hatinya merasa sedih.


" Apa? Aby mau kemana?". Bisik Dy di kuping Aby.


" Mana tahu, biarin jangan di urus ". Kata Beck menambah Dy sedih.


Dy memandang Aby yang terus menunduk.


" Aby kalau mau pulang silahkan, beres-beresin barangnya dulu. Semoga saja Aby dapat pacar yang baik. Kalau pulang boleh naik gojek ". Kata Beck.


" Paa.. Aku mau pulang ". Dy cepat berdiri dan lari kedalam mengambil kunci Mobil.


"Itu bukti Dy cinta kepadamu". Bisik Beck kepada Aby.


Aby sangat berterimakasih kepada Beck yang selalu memberinya semangat.


" Om trimakasih..". Kata Aby berdiri. lalu keluar dari Ruangan Beck.


" Kamu kedepan pura-pura mencari Ojek". Bisik Beck lagi. Aby mengangguk dan keluar dari Ruangan Beck.


" Paa.. Aby kemana?". Teriak Dy khawatir.


" Mana Papa tahu, sudah pulang...


Belum selesai Beck bicara Dy sudah lari kedepan mengambil Mobilnya.


Hati Dy terasa sakit, Dy merasa sedih mendengar Aby di usir oleh Beck.


Air matanya jatuh.


Sepanjang jalan Dy tidak melihat Aby.


Dimanakah Kamu Sayank??. Bisik Dy dalam hati.


Dy kembali memutar Mobilnya, mungkin Aby terlewat...


Benar saja Aby terlihat berada di pinggir jalan. Dy langsung banting stir dan berhenti di depan Aby.


Dy keluar dari Mobil dan menarik tangan Aby.


" Cepat naik ". Teriak Dy. Akhirnya Aby naik ke Mobil sebelum banyak klakson yang berbunyi menyuruh Dy minggir.


Dy merasa lega Aby sudah di ketemukan.


Setelah jauh Dy meminggirkan Mobilnya dan berhenti dj pinggir jalan.


" Yank, Kamu sedih??". Tanya Dy menggemgam tangan Aby.


Melihat Aby diam Dy lalu mencium pipi Aby, tapi tidak ada reaksi dari Aby.


Kemudian Dy kembali menyetir mobilnya.


Dan belok ke Restoran Minang.

__ADS_1


******


__ADS_2