
Siang ini Dy kembali menyusuri jalan Toll Bali Mandara menuju Hotel Romero.
Jalan tidak begitu rame, Dy menjalankan Mobil dengan kecepatan sedang.
Dy tidak perlu buru-buru, supaya kelihatan seperti dari Jakarta.
Mobil berbelok ke Kawasan Hotel Romero, Dy menurunkan kaca Mobil seorang Scurity mempersilahkan Dy masuk.
Dari Basement Dy naik ke Lobby, Jannet sudah menunggu nya. Mereka berpelukan melepaskan rindu.
Seorang F.O menyodorkan buku tamu.
Dy langsung memperlihatkan Kartu Member.
Mereka mengangguk dan mempersilahkan Dy masuk.
Jannet dan Dy mempergunakan bahasa Inggris kalau bercakap-cakap.
" Apa rencanamu?". Tanya Dy setelah Mereka keluar dari Life.
" Ya, Aku ingin lebih banyak mengenal Bali.
Aku ingin Kamu mengantarku keliling". Sahut Jannet memandang Dy.
Jannet mengeluarkan Kartu Chip untuk membuka pintu Kamar.
Mereka berdua masuk ke Kamar.
Dy langsung duduk di kursi, matanya menyapu seluruh ruangan.
Ada tempat tidur satu bed, Bath Room, Almari pakaian, telepon, dressing table, Luggage rack atau Rak untuk meletakkan koper dan meja dengan dua kursi.
Lumayan nyaman.
" Disini ada Pantai Kuta tempat berjemur sekalian meliat Sunset atau Kamu mau ke Beach Club dengan Panorama lautnya yang Indah ". Kata Dy memandang Jannet.
Jannet adalah seorang gadis remaja masa kini, dengan beberapa Tatto menghiasi tubuhnya.
Badannya tidak begitu tinggi, tapi padat berisi. Dulu waktu Dy tugas di Aussie, Cover Dy adalah Personal Trainer di tempat Nge Gym nya Jannet.
Dy menyelidiki kasus perdagangan Organ Tubuh yang di dalangi oleh sebuah Club rahasia yang berkedok Usaha Fitnes Gym.
Dari sanalah Dy kenal dengan Jannet, karena Jannet sering menyewa jasa Dy sebagai Personal Trainer.
" Kamu mau mengajak Aku kemana, Aku akan senang". Sahut Jannet membuyarkan lamunan Dy.
" Tapi Aku tidak banyak punya waktu, Aku kerja,. Kecuali Sabtu Minggu" kata Dy mengingat tugasnya yang banyak.
Apalagi nanti malam Dy sudah berjaji menyambangi Kantor Pak Burhan.
" Ok. Tidak masalah...". Sahut Jannet kecewa.
' Aku akan mengirim orang nanti malam kesini, Dia akan menemanimu sampai hari Jumat, bagaimana Kamu setuju ??".
" Aku sangat setuju ". Jawab Jannet senang.
Siang ini Dy mengajak Jannet ke Restoran makan siang ala Buffet dengan konsep
“all you can eat".
Beberapa pilihan makanan Nasional sampai Internasional tersedia.
Dy lebih memilih makanan Jepang yang tidak terlalu berat, karena Dy sudah merasa badannya kurang enak, gara-gara Dy tidak sempat Nge Gym, semenjak Dy ada di Bali.
" Kamu nginap dimana? ". Tanya Jannet.
" Di rumah Saudaraku ". Sahut Dy bohong.
" Apa Sore ini Kamu bisa berenang denganku ?". Kata Jannet.
__ADS_1
" Tidak, Aku ada kerjaan. Hari Sabtu Aku kesini, Kita akan bersenang-senang seharian ". Kata Dy serius.
Kemudian Jannet banyak cerita tentang segala macam.
" Kamu sudah punya pacar?". Tiba-tiba Jannet bertanya.
" Jangan tanyakan itu, Privasi...". Sahut Dy tersenyum. Jannet ikut tersenyum.
" Jan.. Aku akan membayar semua
tagihanmu di Hotel ini. Aku punya Kartu Member Hotel ini ". Kata Dy membuat Jannet heran.
" You Crezy.... Aku disini seminggu dan semalam harga Kamarku Enam Juta rupiah. Belum Bill makanan
dan minuman ".
Sahut Jannet berusaha menolak. Tapi Jannet bungkam ketika melihat ATM Dy yang Unlimited....
Selesai makan Jannet kembali ke Kamar.
Mereka berbincang-bincang dengan segala topik anak muda.
Dari masalah Artis Idola sampai masalah Narkoba.
Ketahuan versi Aby.
Aby berusaha tidak percaya apa yang Dia dengar, tapi tetap saja ingatannya merekam semua pembicaraan Dy dengan teman Bulenya.
Tadi Aby tidak menyadari kehadiran Dy.
Mereka duduk di meja yang berbeda dan saling memunggungi.
Sebagai JM atau setaraf Manager kalau makan Siang memang di Restoran.
Tadi Aby tidak menyangka yang duduk dibelakang punggungnya adalah Sopir Mamanya atau Dy.
Dan anehnya Dy dan Aby saling memunggungi.
Aby bergegas ke ruang Manager Scurity.
Dia lupa sekarang jam makan siang, ruangan Manager sepi.
Aby memutar CCTV. Aby tidak salah dengan penglihatannya dan pendengarannya.
Itu Dy....
Aby merasa nafasnya memburu.
Dia sangat yakin Dy pasti anak haram Papanya yang menghambur-hamburkan harta Papanya.
Aby kembali ke Ruangannya.
Kenapa Dy bisa punya Member Hotel Romero. Kecuali Dy anak Papanya.
Setelah lama berbincang-bincang dengan Jannet, Dy mulai menyadari, sudah waktunya Dy menjemput Aby.
" Jannet Aku akan pulang, sudah hampir Jam empat sore ". Kata Dy melihat Ponselnya.
" Ok. Aku menunggumu hari Sabtu ". Sahut Jannet berdiri.
Setelah pelukan dan Cepika Cepiki Dy langsung ke Basement.
Dy kaget melihat Aby sudah bersandar di Body Mobil. Matanya tajam memandang Dy. Kebetulan Dy tidak memakai kaca mata dan masker nya, jadi Dy tidak bisa menghindar dari tatapan Drakula Aby.
" Sore Boss...". Sapa Dy seenaknya.
Dy lalu membuka pintu Mobil dan naik ke Mobil.
Aby tidak menyahut, Dia duduk di belakang Dy.
__ADS_1
Masa bodo. Pikir Dy.
Mobil melaju sedang karena Gama pulang sekitar Jam Setengah Lima.
Dy iseng melihat kaca Spion, pandangan mata Mereka bertemu.
Waduhh.....ternyata Aby juga menatapnya.
Cepat-cepet Dy memalingkan mukanya.
Selesai menjemput Gama Dy terakhir menjemput Nyonya Ida.
Mungkin karena capek atau apa Gama sepanjang perjalanan diam.
Kalau si Drakula memang selalu diam.
" Dy lebih baik Kamu membawa motornya kembali, supaya bisa tepat waktu". Kata Nyonya Ida.
" Motorku Bawa..". Sahut Gama.
" Ya Nyonya, trimakasih ". Jawab dy.
Dy kembali melihat kaca Spion.
Dadanya bergetar, karena Aby trus menatapnya dengan muka masam.
Apa sih maksudnya. Pikir Dy.
Seolah-olah Aby ingin memangsanya.
Badan Dy terasa lelah sekali. Mungkin juga karena begadang nungguin Aby.
Dy menyetir dengan pikiran jauh.
Setelah sampai di Rumah Nyonya Ida, Dy tidak langsung pulang.
Dy pergi ke Kamar istirahat, Bibi pasti sibuk ngurusi Bos Mereka yang baru datang. Dari Kamar istirahat Dy langsung meloncat ringan ke Balcon Aby.
Tas nya Dy letakkan disamping Sofa.
Kemudian Dy duduk dengan kaki di selonjorkan. Dy menutup matanya dan tidur.
Sehabis mandi Aby memakai Piyama, malam ini Dia ingin langsung tidur. Dia merasa kecewa dan tidak akan peduli lagi dengan Dy.
Tok..tok...tok...
"Aby... Aby....". Suara Gama diluar membuat Aby bangun dan membukakan pintu.
"Ada apa?".
" Ada Dy kesini?". Tanya Gama langsung masuk kedalam, matanya jelalatan melihat Kamar Aby.
" Ngapain Kamu mencari Dy kesini?, aneh banget ". Sahut Aby kesel.
" Masalahnya Dy sudah diberi Kunci Motor, tapi Motornya masih ada ".
" Biarin saja, mungkin Dy naik Gojek. Sudah sana keluar, Aku mau tidur ".
" Kakak Tidak makan?". Tanya Gama keluar dari Kamar.
" Sudah makan di Hotel". Sahut Aby lalu mengunci pintu.
Aby bergegas membuka pintu belakang dan benar, Dy duduk dengan mata terpejam. Aby merasa kasihan melihat Dy yang selalu menemaninya dengan cara yang tidak Aby mengerti.
Aby mengangkat tubuh Dy ke dalam dan menidurkannya di Kasur.
Dengan pelan Aby membuka sepatu Boots Dy, kemudian Aby membersihkan telapak Kaki Dy dengan Tissue basah.
Aby mengunci pintu belakang.
__ADS_1
Akhirnya Aby pun tidur disamping Dy.
*******