AGENT 06

AGENT 06
Kemarahan Nyonya Ida.


__ADS_3

Bab.21.


Sekarang Weekend seharusnya Dy ke Romero Hotel menemui Jannet, tapi terpaksa urung karena Beck akan kembali ke Jakarta.


"Paa, Aku masih kangen kepadamu.


Aku ingin Papa tinggal disini, sampai Aku mengerti tentang Hotel, baru Kita sama-sama balik ke Jakarta ". Kata Dy ketika Beck mau ke Bandara.


" Tidak bisa, Aku banyak pekerjaan". Sahut Beck.


" Terus gimana posisiku sekarang. Papa suruh Aku memegang Hotel, Papa juga suruh Aku jadi Intelijen......".


" Kamu jangan membantah perintahku ". Potong Beck.


Kalau sudah begitu Dy tidak bisa bicara apapun, kecuali cemberut dengan mulut manyun.


"Aku sudah di jemput. Peralatanmu ada di Brankas. Kunci Mobil dan kunci Brankas ada diatas Meja". Kata Beck mengecup kening Dy.


" Jaga dirimu, sebentar lagi Aby akan datang mengajarimu. Hati-hati dengan Nyonya Ida". Sambung Beck keluar.


" Paa.. apa Papa tidak sayang ke padaku, Papa selalu memaksaku".


Kata Dy lirih


Beck menahan langkahnya, menoleh sebentar kepada Dy. Terlihat rahang pipinya mengeras. Kemudian Beck melanjutkan perjalanannya.


Air mata Dy mengalir, hatinya merasa sedih.


Aku tidak tahu apa yang Kamu pikirkan Beck. Bathin Dy lalu menghapus air matanya.


Dy duduk di Sofa dengan mata kosong.


Pintu tiba-tiba terbuka, Aby masuk terus menaruh Kartu Chip ( kartu untuk membuka pintu Hotel ) di tempatnya.


Tadi Om Beck sudah berbicara panjang lebar dengannya, mengenai Hotel ini dan juga menitipkan Dy supaya Aby bisa menjaga Dy.


Sebelum Aby tahu Dy anaknya Beck perasaan Aby kepada Dy sangat mesra dan Aby berharap untuk bisa menjalin hubungan yang lebih erat.


Tapi setelah tahu Dy anaknya Beck, rasa itu lenyap dan berubah menjadi marah, mengingat gara-gara XPostOne atau Dy keancuran Mamanya berada di depan mata. Hanya ada dendam yang membara di hatinya sekarang.


Cuma Aby ragu apakah dendamnya bisa melumpuhkan getaran cintanya.


Karena setiap memandang Dy getaran itu ada. Tapi tuntutan balas demdam harus dilakukan.


" Aku akan membawa Kartu Chipnya satu, jadi kalau Kamu tidak ada Aku bisa masuk". Kata Aby duduk di Sofa di samping Dy.


" Terserah...". Sahut Dy pendek merasa ke hadiran Aby mengganggu.


" Aku akan ke Hotel Romero ketemu Jannet, Aku sudah janjian ". Kata Dy berdiri.


"Dy..Papamu menyuruh Aku kesini untuk mengajarimu Management Hotel, Kamu tidak boleh pergi". Sahut Aby ikut berdiri.


" Aku tidak mau!!". Seru Dy masuk ke kamar. Dy mengganti pakaian dengan Celana pendek Jean dan atasan You Can See serta sepatu sandal santai, bodynya yang sexy sangat menawan.


" Dy jangan pergi, Kamu ini kenapa sih". Kata Aby ketika Dy keluar dari kamar.

__ADS_1


Aby sangat kagum melihat ke cantikan dan ke sexy an Dy.


Tapi Aby harus membuang semua rasa itu dan menggantikan dengan rasa dendam.


" Aku sudah berjanji mau berenang bersama Jannet. Dan hari ini Jannet terakhir di Bali ". Sahut Dy kekeh.


Aby terpaksa mengikuti Dy keluar dari Suite Room menuju life.


Dy menaiki Mobil Lambhorgini ExPostOne.


Aby sangat terkesan melihat tunggangan Dy. Mobil ini sangat canggih dan sudah di Variasi disana sini.


Aby duduk diam disamping Dy yang lagi menyetir, pikirannya melayang ke Mamanya. Tadi malam Mamanya memerintahkan Aby supaya menghancurkan Dy.


" Aby!! Mama minta supaya Kamu bisa mempergunakan waktu ini untuk menghancurkan Dy yang telah menjerumuskan Kita, terutama Mama dan Pak Burhan ". Kata Nyonya Ida ketika Gama telah masuk Kamar.


" Tapi Dy hanya pekerja, Dy juga tidak tahu Kita. Yang sebenarnya perlu Kita hancurkan adalah Admesh, karena Dialah semuanya terjadi". Sahut Aby berusaha menbela Dy. Aby tidak terima Mamanya terus memojokkan Dy.


" Kalau Dy hancur Mereka semua akan hancur, karena Dy itu adalah keponakan tante Tami ". Kata Nyonya Ida.


Dendam dan cinta.


Kata-kata Nyonya Ida telah merasuki hati Aby. Kesedihan Nyonya Ida membuat Aby berusaha melawan rasa cintanya yang besar.


" Pantas Tante Tami kelihatan sangat akrab dengan Dy.


Aku baru tahu, jadi Kita masih ada hubungan keluarga dengan Dy donk". Sahut Aby.


" Tidak!!, Dy itu musuh Kita. Kamu harus hancurkan". Ucap Nyonya Ida berapi-api.


"Mama sangat menyesal menerima Dy menjadi Sopir di rumah Kita.


Seharusnya Kita curiga ketika Dy melamar menjadi Sopir.


mana ada Sopir secantik Dy dan sewangi itu, Kita kurang sensitif.


Ke hancuran Kita sudah di depan mata". Kata Nyonya Ida membuat Aby baru sadar, bahwa efek dari ulah Dy bisa membuat Sahamnya anjlok.


" Aku akan menuruti perintah Mama". Sahut Aby yakin.


Perasaan kagumnya kepada Dy, harus Dia rubah menjadi rasa benci.


" Mama bisa di penjara kalau Om Burhan di penjara ". Kata Nyonya Ida sedih.


" Aku tidak mengerti kenapa masalah Papa meninggal membuat Om Burhan dan Mama di curigai Polisi ". Tanya Aby heran. Aby memang selama ini tidak begitu memperhatikan masalah rumah, karena Aby lebih fokus dengan pekerjaannya sebagaiJenderal Manager di Romero Hotel.


Masalahnya Mamanya lebih dekat sama Gama dan Pak Burhan.


" Karena Admesh dan Tante Tami mencurigai kematian Papa, yang jelas dibalik semua ini adalah Dy yang pura-pura menjadi Sopir tapi sebenarnya Dy memata-matai Kita selama ini". Kata Nyonya Ida kesal.


Mendengar penuturan Mamanya Aby ikut emosi dengan Dy.


Aby tidak bisa membayangkan kalau Mamanya di penjara.


Terbayang kehancuran Romero Hotel kalau sampai sahamnya anjlok.

__ADS_1


Aby menarik nafas panjang....


Lamborghini itu memasuki Romero Hotel dan langsung ke Basement.


Tidak satupun kata-kata keluar dari mulut Mereka. Aby berusaha menahan gejolak hatinya dengan cara mengingat semua omongan Mamanya.


Semua mata Karyawan memandang kagum kepada Aby dan Dy yang berjalan santai menuju ke kamar Jannet.


" Aku akan masuk ke dalam, apakah Kamu mau ikut ? ". Tanya dy menatap mata Aby. Mereka saling pandang, Aby sempat terpesona dengan mata indah Dy.


Tapi cepat-cepat Aby mengalihkan mukanya.


" Aku ikut ". Sahut Aby pendek.


Akhirnya Mereka masuk berdua.


" Ini pacarmu?". Bisik Jannet setelah Aby dan Dy duduk di Sofa.


" Ya Aku pacarnya ". Sahut Aby memakai bahasa Inggris.


Dy terkejut mendengar pernyataan Aby, Dy mau menyanggah tapi tidak jadi, mengingat Aby Manager di Hotel ini.


" Finally you look for a companion ". Kata Jannet memeluk Dy.


" Cepat ganti pakaian Kita ke Waterboom". Perintah Dy ke Jannet.


Setelah Jannet ke Kamar mandi Dy menatap Aby dengan muka memerah jengah, Jannet akan percaya kalau Aby adalah pacarnya.


Dy memandang Aby dengan kesel, Aby pura-pura tidak bersalah.


" Jangan bikin fitnah, temanku banyak di Aussie, nanti tersebar". Kata Dy mendekati Aby.


" Apa ada yang salah?? ". Sahut Aby enteng.


Percakapan Mereka berhenti karena Jannet sudah keluar dari kamar mandi.


" Mari Kita berangkat.... ". Ajak Jannet.


" Tapi Mobilnya bangkunya dua, terus Jannet dimana?". Bisik Aby ketika keluar dari Kamar Jannet.


" Oh ya...kalau begitu Kamu jangan ikut". Sahut Dy spontan.


" Gak mau". Sahut Aby cemberut.


" Kalau begitu Kamu pangku Jannet". Kata Dy tertawa.


" Kalian punya masalah?". Jannet tiba-tiba bertanya, karena Aby dan Dy tidak beranjak dari depan pintu.


" Kita akan berenang di hotel saja, karena Mobil tidak cukup, kecuali Kamu mau di pangku Aby". Jelas Dy sambil melirik Aby.


" NO..NO..NO...". Sahut Jannet tertawa.


Akhirnya Mereka sepakat berenang di Kolam renang Hotel.


*****

__ADS_1


__ADS_2