
Bab.40.
Ini hari kedua Aby dan Dy terkurung di Suite Room. Beck dan Dilan belum memberi kharbar.
Aby sangat bersyukur dipilih Beck untuk menjadi pendamping Dy.
Dia akan berusaha mengambil hati Dy. Bagaimanapun caranya Kamu harus bisa menundukkan Dy. Supaya Dy bisa mencintaimu. Itu pesan Beck setiap Mereka berdua bertemu.
Itulah yang menjadi masalah, walaupun Dy menyerahkan sebagian tubuhnya, tapi Aby masih ragu.
Apakah Dy mencintai dirinya atau sekedar nafsu saja.
Umpamanya kalau laki-laki lain ada di posisinya sekarang, apakah Dy juga berlaku mesra?.....
" Tuan..jangan melamun Belanda masih jauh....". Kata Dy ngeledek Aby.
" Pasti mikirin Vivi ya ". Sambung Dy lagi.
" Apa sih, Aku mikirin nasib Kita.
Kapan Kita keluar dari sini ". Sahut Aby ngeles.
" Kita lagi "Lockdown " jangan mimpi mau keluar. Kalau Beck sudah menemukan dalang dari masalah ini baru Kita bebas".
Sahut Dy sambil merubah chanel TV.
" Apa Kamu sudah tidak betah bersamaku?". Tanya Dy pura-pura marah.
" Ya sudah bosan disini, Aku maunya menibanmu di Ranjang" sahut Aby menbuat Dy langsung duduk di pangkuan Aby. Wajahnya di dekatkan ke Aby.
Jiwa mudanya tidak pernah bosan melakukan permainan asmara dengan Aby.
Dy berkhayal nikmatnya menjadi istri Aby. Kalau sudah sah menjadi istri, pasti tidak ada pembatas untuk melakukan asmara yang terpendam.
Dy semakin jauh mengkhayal, membuat gairahnya memuncak.
Dy baru tahu nikmatnya bercinta, walaupun masih terbatas.
Suara ketukan pintu membuat Dy menurunkan badannya dari pangkuan Aby.
Room service datang menyajikan makanan dan minuman, menyiapkan pesanan Dy, dan melakukan clear up.
Kemudian menunjukkan Bill.
Tapi Room Service kaget ketika melihat JM nya ada disitu.
" Maaf Pak... Saya tidak tahu bahwa ini pesanan Anda ".
" Tidak apa-apa, tugasmu sudah bagus ". Sahut Aby mengambil Bill dari Stafnya.
" Saya permisi Pak dan ...Nona...".
" Nyonya!!ini istri Saya". Sahut Aby membuat Dy malu.
Setelah Room Service pergi Dy langsung menarik Aby.
"Tuan Aby yang ganteng Aku mau tanya, kenapa Kamu mengatakan Aku istrimu di depan Anak buahmu. Apa Kamu sudah ke hilangan nalar, atau Kamu mau semua karyawanmu heboh".
"Karena Kamu memang Istriku ". Sahut Aby langsung duduk di Meja makan.
Aby tidak peduli apa yang di katakan Dy, Aby sudah lapar banget.
Dy mengikuti Aby duduk di Meja makan.
Siang ini Dy memesan makanan Bali yang terdiri dari Nasi merah, sate pelecing, sate lilit, Ayam bongkot dan sambel.
Sayur urap Bali.
" Yank..nanti Kita berenang yok ". Ajak Dy.
__ADS_1
" Oke..". Jawab Aby pendek.
" Aku boleh pakai Bikini?".
" Bugil juga boleh ". Jawab Aby.
" iihh genit ".
" Yank, Aku besok mau kerja, masalahnya Admesh harus balik ke Ubud ". Kata Aby.
Lama Dy tidak menjawab.
" Boleh khan Yank, kalau terlalu lama Aku cuti, kerjaannya bisa numpuk". Sambung Aby lagi.
" Oke...kurasa tidak masalah, toh Gama menganggap Kita keluar Kota ". Sahut Dy
Menyetujui kalau Aby mulai kerja.
"Kurasa Beck sudah menangani Gama".
Kata Aby mengakhiri makanannya.
" Apa tidak sebaiknya Kita telepon Beck?".
Tanya Dy sambil menikmati Dessert.
" Jangan!! Beck pasti lagi konsentrasi".
Kata Dy lalu berdiri.
Dy mendengar ada suara ketukkan pintu.
Tapi tidak ada siapapun ketika Dy mengintip dari lobang pengintip.
Mungkin salah dengar. Pikir Dy lalu kembali ke Meja makan.
Pagi ini Aby mulai kerja. Dy mengantarnya sampai di Kantor.
Pandangan mata Karyawan mulai berbeda
Ďy yakin Karyawan Aby pasti sudah bergosip ria tentang keberadaannya di Suite Room bersama Aby.
Masa bodo!!.
" Yank, Aku mau balik ke Suite Room ya". Kata Dy setelah Aby berada di Kantor.
" Ya istirahatlah, Ku rasa aman-aman saja. Kamu jangan kemana-mana". Sahut Aby mengecup bibir Dy.
Dy balik ke Suite Room dengan perasaan lega. Hari ini Dy ingin berenang, badannya terasa pegal karena tidak pernah Olah Raga. Sampai di Suite Room Dy langsung mengganti pakaiannya dengan Bikini.
Dy memakai Sunblock ke sekujur tubuhnya.
Dy beranjak dari Sofa ketika ada yang mengetuk pintu. Dy melihat keluar dari lubang pengintip. Ternyata Dilan yang datang. Dy membukakan Dilan pintu.
" Dilan..mana Beck ". Tanya Dy.
' Masih di Markas, Aku di suruh jaga Abi disini ". Kata Dilan memandang Dy dengan tatapan penuh arti.
Dilan menaruh Tas Ranselnya di Sofa.
" Aby kerja, karena kerjaannya menumpuk.
Tapi Kurasa Aby kasihan melihat Admesh lama meninggalkan istrinya". Kata Dy.
" Aku nanti akan ke Kantornya, semoga aman-aman saja". Sahut Dilan.
" Dilan, Kita lomba berenang yok". Ajak Dy bersemangat.
Sebenarnya Dilan capek sekali, tapi Dy memaksanya berenang. Dilan tidak enak kalau menolak.
__ADS_1
Keceriaan Dy terpancar dari raut mukanya. Dilan meladeni Dy berenang dengan beberapa gaya.
Setelah capek Mereka duduk di pinggir kolam.
" Aku paling terkesan berenang di Raja Ampat, kapan-kapan Aku mau kesana lagi.
Semoga Kamu bisa ikut ". Kata Dy memandang air kolam.
"Kita belum ke Telaga Bintang ". Sahut Dilan memandang Dy dari samping.
Mata Dilan menyapu seluruh tubuh Dy yang memakai Bikini.
Dilan berusaha menahan gejolak asratnya.
" Kita akan kesana. Semoga masalah ini cepat selesai ". Sahut Dy. Kemudian Dy berdiri.
" Dilan Aku mau mandi, gantian ya. selesai mandi Aku panggil Kamu. Kamu santai dulu di bangku panjang".
Kata Dy ngeloyor pergi tanpa menunggu jawaban Dilan. Badannya terasa lengket.
Dilan memandang kepergian Dy dengan perasaan bercampur.
Seandainya Kamu bukan anak Beck, Aku sudah menggumulimu. Bisik Dilan dalam hati.
Selesai mandi Dy langsung mencari Dilan.
Ternyata Dilan tertidur di kursi panjang.
Mata Dy terpana memperhatikan tubuh Dilan terbaring sexy.
Badan Dilan yang tinggi tegap dengan otot-otot yang sedikit menonjol membuat Dy menelan salivanya.
Dy mulai membandingkan tubuh Aby dan Dilan. Dy mulai berkhayal mencium bibir Dilan dan berada di dekapan Dilan.
" Dy...Aku ketiduran ". Kata Dilan bangun.
Dy tersipu malu kepergok memperhatikan seluruh badan Dilan.
"Kenapa Kamu tidak membangunkanku?".
" Aku terpesona melihat badanmu yang sexy ". Kata Dy terus terang. Dilan kaget mendengar pernyataan Dy.
" Apa Kamu menyukainya??". Tanya Dilan menatap Dy.
" Mungkin...". Sahut Dy Tertawa, lalu menyerahkan handuk ke Dilan.
" Kamu mandi di dalam, Aku menunggumu disini ". Kata Dy duduk di Sofa.
Dilan merasa bangga, ternyata Dy memperhatikannya. Tetapi Dilan sangat menyayangkan sifat Dy yang terbuka, karena bisa memancing emosi cemburu Aby atau memancing pemerkosaan.
Dy membuat 2cangkir kopi Cappucino dan Sandwhich.
Bayangan tubuh Dilan mengusik pikirannya. Semenjak Aby mengajarinya bercinta, Dy jadi suka mengkhayal porno.
" Dilan, sarapan dulu, tidak ada nasi, kecuali kalau Kamu mau ke Restoran ".
Kata Dy
" Ini sudah cukup, orang yang seperti Kita mana bisa memilih makanan". Sahut Dilan sambil duduk.
" Aku sering tidak sempat makan atau sehari hanya makan satu roti manis saja kalau lagi tugas ". Kata Dy mengingat masa-masa menjalankan tugas.
" Kamu ingin tugas lagi??".
" Untuk sementara belum, mungkin nanti Aku akan kembali ". Sahut Dy ragu.
Dan Merekapun mulai sarapan.
******
__ADS_1