AGENT 06

AGENT 06
PINDAH KERUMAH BARU.


__ADS_3

Bab.51.


Sebulan telah berlalu, semenjak Dy memproklamirkan cintanya kepada Publik.


Baginya inilah kebahagiaan sejati..


Ternyata cinta itu sangat menggairahkan, membuat hari-harinya terus berarti.


Sekarang ada pelabuhan hati untuk mengadu, atau teman tidur yang mengasyikkan.


Tapi tetap ada pembatasan "area", karena Mereka belum menikah.😁


Dy merapikan semua barang-barangnya, hari ini Dy akan keluar dari Suite Room.


Beck telah menghadiahkan sebuah Rumah mungil di hari Ulang Tahunnya yang ke 21.


Dy sangat bersyukur....


Baginya Beck bukan hanya sekedar Orang tua, tapi lebih dari itu...


Beck adalah seorang malaikat yang selalu melindunginya.


" Mobil sudah siap, apa Kami sudah boleh mengangkat barang Nona??".


" Silahkan, cuma ada 4koper yang akan di bawa ". Sahut Dy kepada 2orang


Concierge yang membantunya.


Lega rasanya keluar dari Suite Room, semua mata Karyawan memandang hormat kepada Dy.


Dy membalas dengan senyuman kepada Karyawan yang berusaha bergaya ramah kepadanya.


Maklumlah Mereka sudah tahu sekarang bahwa Dy adalah calon istri JM nya, disamping itu Dy adalah Owner nya, walaupun Saham Dy cuma 25% di Romero Hotel, tapi Dy bisa juga memecat karyawannya kalau ada yang salah.


" Maaf Nona, Saya di suruh Pak JM untuk menemani Nona ". Kata Pak Made, Asmen baru pengganti Lopi.


Pak Made datang buru-buru menghampirinya.


" Tidak apa apa Pak, barang-barang sudah di angkut ke Mobil ". Sahut Dy tersenyum.


" Tapi Nona, Saya takut di marah JM". Tungkas Pak Made merasa kecewa karena ditolak oleh Dy.


" Nanti Saya menghubungi Pak JM, supaya Pak Made tidak di marah".


" Trimakasih Nona, kalau Anda ada kesulitan tolong hubungi Saya ".


" Trimakasih Pak Made ". Sahut Dy mengangguk.


Pak Made mengikuti Dy sampai di Lobby.


" Nona, tolong katakan kepada Pak JM, Saya sudah bertemu Nona ". Kata Pak Made pelan ketika Dy mau masuk ke Mobil.


" Oya Pak, nanti Saya sampaikan ". Sahut Dy tersenyum. Pak made mengangguk takzim kepada Dy.

__ADS_1


Mobil Hotel mengikuti Mobil Dy memasuki kawasan perumahan Elite di Renon. Beck membeli satu unit Rumah Minimalis semi Villa lengkap dengan kolam renang, Taman bermain, Gasebo dan tempat nge' gym.


Garasinya cukup luas, 3 mobil dan 2motor bisa masuk.


" Silahkan Pak, barangnya taruh disini saja". Kata Dy kepada 2orang Concierge hotel yang membantunya.


" Ada yang bisa Saya bantu lagi Nona?".


" Cukup, trimakasih Pak ". Sahut Dy lalu memberi sekedar tip kepada Mereka.


" Trimakasih Nona, Kami kembali ke Hotel". Kata Mereka, kemudian keluar dari Rumah Dy.


Dy Kemudian mengunci pintu gerbang dan kembali masuk ke Rumah barunya.


Minggu lalu Dy sudah pernah diajak kesini oleh Beck dan Aby. Malah Ulang Tahun Dy di adakan disini. Waktu itu tidak ada yang hadir, karena Beck memang merasahiakan tempat tinggal Dy. Sebagai Intelijen, Dy tidak mau orang lain tahu tentang Rumahnya. Baginya ini sangat Privasi.


Dy membuka pintu utama dan menguncinya dari dalam.


Dy kaget melihat ruang tamu ini sudah lengkap dengan Furniture yang mewah.


Kemudian Dy ke ruang keluarga, disini terpampang lukisan dirinya dan Beck.


Ruangan ini ditata seperti di Hotel, lengkap dengan Televivi sampai tempat Karaoke.


Sekarang Dy ke Kamar utama. Sebuah King size bed sebagai tempat tidur Dy. dan Kamar mandi dalam, Bathtub, ruangan basah dan kering dengan ruangan ganti yang hanya disekat dengan kaca serta Almari pakaian yang berjejer, Etalase tempat Aksesoris, Rak sepatu dan sampai Filling Cabinet tempat senjata rahasia agent.


Berarti Beck masih menginginkan Dy melanjutkan tugasnya. Bhatin Dy.


Dy menarik nafas panjang, hatinya sangat berat kalau Dy meninggalkan Aby untuk menunaikan tugas.


Berjejer 3kamar yang di peruntukan untuk PRT dengan ukuran 3x4 dengan kamar mandi dalam dan disamping kamar mereka ada mesin cuci tempat menyuci dan menjemur.


Ada bar mini yang tembus ke ruang belakang, ada taman serta kolam renang.


Ruangan SPA dan mesin pemijat kaki.


Tidak jauh dari kolam ada tempat nge gym dan peralatannya.


Hanya tempat menembak saja tidak ada, disini lengkap sampai ke Samsak sudah di siapkan.


Dy lalu naik ke lantai atas lewat tangga, karena tidak ada life seperti Rumahnya di Jakarta.


Di atas ada lagi 3kamar tidur langsung kamar mandi dalam dan kamar bersantai serta perpustakaan.


Berarti cuma ada 4 kamar, dibawah 1kamar dan diatas 3kamar.


Langkah kaki Dy gontai menuju ke Dapur, pikirannya ke Aby. Sudah 3hari Aby ke Luar Negeri perjalanan Bisnis.


Perasaan kangen memenuhi jiwanya, membuat Dy malas berbenah.


Dy duduk di ruang keluarga dengan sebotol air mineral.


Jadi Dy tidak perlu membeli apapun, karena segala perlengkapan rumah ini telah terpenuhi.

__ADS_1


Sampai hal sedetil-detilnya ada, misalnya pembalut wanita, cotton bud atau potongan kuku, kapas dll.


Beck sangat perhatian. Pikir Dy.


Dy meraih ponselnya lalu DM Aby.


" Yank, Aku sudah pindah rumah. Semua perlengkapan rumah sudah ada, rupanya Beck telah membelinya. Tapi Aku lihat ada Filling Cabinet tempat senjata Agent, kurasa Beck tidak "melepas" Ku ". 😭Kirim...


Belum di balas, mungkin Aby lagi meeting.


Perbedaan waktu di Bali dengan Korsel hanya 1jam. Sekarang disini pukul.11.30 disana berarti pukul.12.30.... berarti Aby lagi makan siang, bukan meeting....


" Itulah sebabnya Sku tidak senang jatuh cinta, karena pikiranku akan terbelah, antara tugas dan cinta. Tentu saja rasa takut akan membelah hatiku, mengoyak sanubari Ku apabila Aku pergi menjalankan tugas". 😒 kirim....


Belum di balas.... mungkin lagi bersama client risih Chattingan.


"Yank, Beck menyogok Aku dengan segala ke mewahan supaya Aku tetap menjafi Intelijen, Beck hanya ingin membunuhku dan memisahkan cinta Kita", πŸ’”πŸ˜§ kirim...


Belum di balas mungkin batere ponsel Aby low.


" Yank, kemana sih Kamu ini jam istirahat.


Jangan-jangan Kamu pelukan sama Arkor Artis korea) di situ ya ".😈 kirim...


Sudah tidak sabar karena tidak kunjung dibalas....


" Yank, Aku mau berenang mumpung Dilan datang.....πŸ‘‹πŸ–πŸ– kirim....


Mungkin harus berbohong....


" Yank, jangan bikin Aku marah Aku lagi Bording Pass ...usir Dilan dari Rumah ".


πŸ‘ΊπŸ‘ΊπŸ‘ΊπŸ‘Ί baru di balas, Dy cuma tersenyum. Dasar pecemburu..


" Wkwkwk...🀣🀣🀣


Dy menutup ponselnya, menarik kopernya ke kanar ganti.


Setelah itu Dy mulai merapikan semua barang-barangnya.


Almari nya berjejer tiga, berarti untuk Aby satu. Tapi apakah Aby mau tinggal disini?


Masalahnya Dy belum menikah dan Aby tidak Amnesia lagi, tidak menjadi target pembunuhan.


Masalah ini harus di bicarakan dengan Aby, karena kurang pantas tinggal berdua dalam keadaan belum menikah.


Semoga saja Aby mengerti. Bathin Dy.


Sehabis merapikan pakaian Dy mulai berpikir untuk mencari PRT.


Dy mengambil ponselnya dan mencari lewat Online. Semoga saja dapat, karena sekarang sangat sulit mencari Pembantu.


Zaman sekarang Orang lebih memilih keluar Negeri karena gajinya lebih besar ketimbang disini.

__ADS_1


********


__ADS_2