AGENT 06

AGENT 06
Nuansa baru.


__ADS_3

Bab.39.


Beck mengambil kunci Mobil dengan buru-buru. Dia akan ke Markas. Sepertinya ada perkembangan baru yang di dapat Dilan.


" Paa..mau kemana?", tanya Dy melihat Beck buru-buru.


" Papa mau ke Markas, Dilan sudah menunggu. Mungkin nanti Papa tidak pulang ". Sahut Beck.


" Aku juga mau balik ke Kantor. Dy jaga Aby ya...jangan sampai Dia cengeng..". Kata Admesh. Mereka tertawa.


Beck memeluk Dy dan mengecup keningnya.


Admesh dan Beck keluar dari Suite Room.


Tinggal Aby dan Dy berdua.


Dy mengunci pintu dan menyetel AC supaya lebih dingin.


Cuaca sangat panas, hujan salah musim.


Kemudian Dy dan Aby melompat ketempat tidur.


Mereka melepaskan lelah, setelah seharian merasa mumet.


" Aku tidak menyangka Gama Anak Pak Burhan ". Kata Dy memandang Aby.


Mereka lagi tidur-tiduran.


" Aku tidak akan pernah membenci Gama, biarpun Dia anak siapa. Menurutku Gama baik Orangnya. Mungkin karena keadaan Dia berubah ". Sahut Aby termenung


" Berarti sekarang Kamu sudah sadar khan, gak Amnesia lagi?".


" Sudah...makanya Aku tahu Kamu


istriku", sahut Aby langsung memeluk Dy.


" Dasar genit..." . Kata Dia membiarkan Aby memeluknya.


Mereka mencari nuansa baru dalam Irama Asmara yang bergejolak.


Dy tidak tahu apakah kelakuannya benar atau salah? Yang Dy rasakan adalah suatu ke mesraan yang belum pernah terbayang dalam benaknya.


" Aku mencintaimu dan sangat mencintaimu....". Bisik Aby di antara gelora hatinya.


Dy tersenyum.


" Bagiku ini terlalu dini dan Aku tidak mengerti Apa Cinta itu, yang kurasakan saat ini adalah rasa nyaman berada didalam dekapanmu. Seperti Aku di dekap Papa...".


Tadinya Aby mau protes atas testimoni Dy, tapi Aby membiarkan. Siapa tahu benar. Pikir Aby.


Aku akan mengajarimu perbedaan RASA antara Beck dan Aku. Bisik Aby dalam hati.


" Yank, Kita ke Pantai Yok". Tangan Aby mulai usil.


" Jangan, Kamu masih menjadi target ".


Sahut Dy meraih Ponselnya ketika berbunyi.


" Siapa Yang menelepon ?". Tanya Aby.

__ADS_1


Dy menaruh telunjuknya dibibir tanda diam.


" Halo Gam...ada apa?".


" Kenapa kalian pindah tidak bilang-bilang, tadi Aku kesana kosong. Teganya Kalian". Kata Aby kecewa.


" Sorry Gam.... Aku buru-buru ". Sahut Dy serba salah.


" Dimana kalian?".


" Aku di Romero Hotel mau pamit ke kak Admesh, Aku rencana keluar Daerah beberapa hari ini ". Sahut Dy terpaksa jujur tentang keberadaannya, Dy lupa mematikan Lokasi Ponselnya. Gama pasti tahu Dy dimana.


" Kalian mau kemana?". Tanya Gama lagi.


" Kurang tahu, mungkin ke bagian Timur ". Sahut Dy bohong.


" Oke..sampai ketemu nanti ". Kata Gama mematikan Ponselnya. Dy merasa lega.


Cepat-cepat Dy menghubungi Admesh supaya keberadaannya di rahasiakan.


Kemudian Dia mematikan Ponselnya.


Aby juga Ponselnya di matikan.


Dy turun mengambil GSM nya dan jam sensor, ditaruh di Meja Lampu supaya dekat mengambilnya.


Dy kembali berbaring di samping Aby. Tumben Dy punya perasaan takut begini, seumur hidup belum pernah Dy punya perasaan setengil ini.


Apa karena Aby menjadi target pembunuhan?.


Dy memandang Aby yang juga menatapnya.


Perasaan sedih mendorong Dy semakin erat memeluk Aby.


" Aku takut kehilangan Kamu ".


" Peluklah Aku dengan erat, supaya Aku tidak lari ". Sahut Aby cekikikan.


" uuhh..dasar..". Dy langsung melepas pelukannya dan menggulingkan badannya kepinggir. Aby memeluknya dari belakang.


Kemudian Mereka guling-gulingan.


Semakin mesra.


Semua Hotel hampir sama memfasilitasi Kamar Suite Room nya dengan ukuran kamar tidur dan kamar mandi yang lebih luas. Bahkan ruangan di Suite Room luasnya bisa mencapai 300 meter persegi. Sedangkan untuk kamar tidur di Suite Room biasanya telah menggunakan Bed atau tempat tidur yang paling besar dan nyaman, yakni tipe King size.


Kamar mandinya mengusung Western style dengan shower dan Bathub.


Di Kamar mandi dapat menemukan bathroom amenities atau perlengkapan mandi seperti handuk, sikat dan pasta gigi, hairdryer, jubah mandi, sandal hotel, sisir, dan sebagainya.


Suite Room memiliki konsep layaknya Private Villa, fasilitas yang di sediakan sengaja diatur selengkap mungkin dengan interior yang modern agar para tamu bisa betah berlama-lama layaknya di Rumah sendiri. Oleh sebab itu seringkali para pengelola menyisipkan fasilitas pendukung dalam suite room layaknya dapur, mini bar, TV kabel, AC, coffee/tea maker, ruang makan, living room, kolam renang, dan masih banyak lagi.


Begitulah kehidupan Dy di Bali, pindah dari Suite Room Uvassa Hotel, ke Suite Room Romero Hotel.


Jelasnya sekarang Dy bersembunyi di sini, bukan untuk dirinya tapi untuk Aby.


Dy memandang wajah Aby yang ganteng, ada rasa kasih menyelimuti hatinya, seperti rasa kasih kepada Beck.


Mengapa orang harus Mati ?, pikir Dy. Terus terang Dy tidak sanggup hidup kalau Aby atau Beck mati.

__ADS_1


Dy menyeka air matanya....


Dy bangun menuju Kamar mandi.


Setelah mandi Dy memakai Lingerie dan memakai flora eau de cologne untuk menyegarkan badannya.


Malam ini Dy tidak akan ke Restoran untuk makan malam.


Dy sudah biasa tidak makan atau makan seadanya kalau tugas, tapi ntahlah Aby...


Dy keluar dari Kamar mandi sudah mendapatkan Aby duduk di pinggir tempat tidur.


" Yank sudah bangun?". Kata Dy tersenyum


" Aku gantian mandi ". Sahut Aby langsung ngeloyor ke Kamar mandi.


Dy keluar Kamar menuju Dapur.


Ternyata Admesh sudah memenuhi kebutuhan Dapurnya.


Ada Roti tawar lengkap dengan bahan-bahan untuk membuat Sandwich dan Burger.


Dy ke Mini Bar segala minuman ringan sanpai minuman keras tersedia, cuma Minuman ini berbayar, tergantung berapa Hotel mematok harga.


Ada alat sensor yang terpasang untuk mengetahui perpindahan barang yang ada di Mini Bar.


Aby memperhatikan Dy yang sibuk menghitung Minuman yang ada di Mini Bar.


" Yank Kamu mau mjnum?". Tanya Aby mendekati Dy.


" Tidak, Aku cuma melihat apa ada Rice Wine disini. Ternyata tidak ada ". Sahut Dy lalu kembali ke Dapur.


" Yank..Kamu bisa tidak makan nasi seharian?". Tanya Dy kepada Aby.


" Bisa, kalau tidak ada nasi boleh bubur ayam atau lontong balap". Sahut Aby membuat Dy tertawa.


" Itu sami mawon saja Tuan, Aku tanya bisa Kamu makan Roti seharian?".


" Bisa.... kalau Kamu terus ada di sampingku. Jangankan makan Roti, gunung kembar Ku telan ". Sahut Aby membuat muka Dy memerah.


" Iihh..genit ". Kata Dy melanjutkan membuat Burger. Aby mendekati Dy dan meneluknya dari belakang.


Bau wangi tubuh Dy membuat asratnya memuncak.


" Dy Kita menikah yuk". Bisik Aby membuat Dy kaget.


" Lho..katanya Kita sudah menikah, Kamu bilang Aku ini istrimu. Berarti Kamu tidak Amnesia donk" . Sahut Dy membuat Aby baru sadar. Dia selalu lupa bersandiwara Amnesia.


" Aku ingin pernikahan kedua, kalau pernikahan pertama bolehnya hanya sampai di gunung saja, kalau pernikahan kedua Aku pasti dikasi melewati lembah ". Sahut Aby tidak kalah cerdik.


Dy langsung membalik badan dan mencium Aby dengan gemas.


Aby yang tidak menyangka ada serangan fajar berusaha mengimbangi dengan mesra.


"Sudah pintar sekarang ya ". Goda Aby ketika Dy melepaskan ciumannya.


" Aku akan menggigitmu dan menelanmu sampai Kamu merasa sesak". Sahut Dy gemes.


*******

__ADS_1


__ADS_2