
Bab.26.
Sekitar pukul.07.00 Dy sampai di Hotel Uvassa.
Karyawan Hotel mulai berdatangan.
Dy lelah karena Beck selalu memberi Dy tugas. Badannya terasa pegal.
Yach....apa boleh buat Dy harus menurut apapun perintah Beck.
Dy kaget setelah masuk ke Suite Room, ternyata Aby masih disana.
Aby tidur dengan lelap.
Dy memandang muka Aby yang tampan.
Alisnya tebal dan ada cambang tipis menghiasi wajahnya.
Dy berusaha tidak membangunkannya.
Dy membuka Filling Cabinet dengan sidik jari. Kemudian mengambil Koper senjatanya. Dy membuka koper senjatanya diatas tempat tidur.
Pertama Dy membuka sepatunya,
" Dyy....". Seru Aby setelah membuka matanya.
" Diam, jangan bergerak!". Kata Dy sambil membuka rompinya.
Dengan rapi Dy melipat rompinya dan menaruhnya di Koper.
Aby memperhatikan Dy dengan perasaan rindu. Satu-satu senjatanya di lepaskan dari tubuhnya. Setelah itu baru koper senjata itu di taruh di filling cabinet.
Kemudian Dy ke kamar mandi, Aby merasa seperti kambing congek yang murah. Sedikitpun Dy tidak punya rasa rindu kepadanya, padahal Aby rindu sekali kepada Dy.
Dy keluar dari kamar mandi sudah memakai Lingerie.
" Aku mau tidur, jangan di ganggu". Kata Dy langsung merebahkan tubuhnya.
Dengan kasih Aby menyelimuti badan Dy yang sexy.
Aby merasa kecewa sekali, tapi Dia merasa bersyukur karena Dy selamat.
Dirinya tidak mengerti apa yang Dy kerjakan dengan senjata penuh di badannya.
Aby tidak mengerti tentang Intelijen.
Pelan-pelan Aby turun dari tempat tidur dan menuju kamar mandi.
Selesai mandi Aby mengambil ponselnya dan mengontak Manager HRD, untuk mengambil cuti.
Selama menjadi JM hampir tidak pernah Aby minta cuti, sering cutinya menumpuk dan hangus. Tapi semenjak ada Dy, Aby mulai menghitung cutinya.
Aby menguap lagi karena Dia tidur hampir pagi.
Dia mengambil bantal dan tidur di Sofa.
Sudah pukul 11.00 siang, Dy membuka matanya.
__ADS_1
Hari ini Dy rencana mau ke SPA.
Badannya pegal semua.
Dy bangun dan tersenyum melihat Aby tidur di Sofa.
Berarti anak ini begadang tadi malam. Pikirnya.
Dy pergi ke wastafel menyikat gigi dan membasuh mukanya dengan air hangat.
Dy mengambil air dari wastafel dan memercikan ke wajah Aby.
Aby kaget dan melihat Dy tertawa.
" Tidak kerja Tuan?". Kata Dy meledek.
" Aku cuti...". Sahut Aby langsung ke Kamar mandi.
" Kenapa Kamu tidak pulang, nanti orang berprasangka buruk kepada Kita". Kata Dy memandang Aby.
" Dy... apakah Kamu sering mengganti pakaian sehabis Kamu tugas di depan seorang laki-laki?". Tanya Aby mengalihkan pembicaraan.
" Temanku 90% laki-laki dan Aku biasa saja dan teman laki-lakiku juga biasa".Sahut Dy sambil berdiri.
Dy menuju ke Kitchen membuat dua cangkir kopi Cappucino.
Aby ikut berdiri mengambil satu gelas kopinya.
" Aku akan memesan makanan, Kamu mau makan Apa". Tanya Dy.
" Apa saja ". Sahut Aby pendek.
Baru Aby mengerti bahwa jam tangan Dy bisa di pake menelpon.
" Apakah Kamu berpikir bahwa dengan pakaianmu yang minim cowok jadi terangsang ". Kata Aby pelan menatap Dy yang lagi duduk di sofa.
" Tidak ada temanku terangsang, Mereka semua baik-baik saja". Sahut Dy heran.
" Kenapa Kamu bertanya begitu?". Dy balik bertanya.
" Apa Kamu pernah punya pacar". Tanya Aby menatap mata Dy.
" Siapa yang berani pacaran dengan Anak Beck quay?, pacaran dengan Aku berarti bunuh diri". Sahut Dy tersenyum.
Istirahat.
Sekarang Aby mengerti, bukan karena Dy tidak laku, tapi semua cowok takut pacaran dengan Dy karena Beck quay. Siapa sih yang tidak terangsang dengan Dy, semua cowok terangsang melihat Dy tapi Mereka pura-pura biasa karena takut dengan Dy atau dengan Beck quay.
" Dy... kalau Kamu bukan Anak Beck quay dan Kamu bukan Intelijen yang pandai mempergunakan semua senjata, pasti Kamu sudah di perkosa orang". Jelas Aby berusaha mengingatkan Dy supaya berpakaian sopan, jangan terlalu minim dan harus punya malu di depan laki-laki.
" Apakah pakaian ku sekarang ini minim? dan Kamu terangsang?". Sahut Dy merasa lucu.
" Pakaianmu sangat minim dan Aku terangsang ". Kata Aby membuat Dy salah tingkah.
Dy menatap Aby lekat-lekat, Dy ingin tahu apanya yang terangsang.
" Apakah Aku harus mengganti pakaianku dengan daster". Tanya Dy.
__ADS_1
" Hanya dengan Aku saja Kamu boleh berpakaian minim, selebihnya tidak".
Kata Aby tegas.
" Kegiatanku banyak, ke SPA, nge gym, berenang, Senam itu semua pakai pakaian minim ". Sahut Dy.
" Setiap kegiatanmu yang memakai pakaian minim dilakukan atas sepengatahuanku".
" Apakah Beck yang menyuruh Kamu ngomong begini atau Kamu sendiri yang punya pemikiran jadul?". Sambung Dy lagi membuat Aby tersenyum tipis.
Aby bingung mau menjelaskan apa. Mungkin Dy tidak peka akan getaran cinta Aby.
" Waktu SMA Kamu lebih banyak bergaul dengan laki-laki atau perempuan?". Tanya Aby selanjutnya.
" Laki-lakilah, karena perempuan sangat lamban. Disamping itu Aku selalu di kawal sama anak buah Beck, jadi Aku jarang juga main sama teman ". Kata Dy selanjutnya.
" Jangan-jangan Kamu lesbian ". Kata Aby menakuti Dy.
" Aby jangan menakutiku, jangan buat Aku panik". Kata Dy menganggap serius omongan Aby.
" Jangan panik, sekarang Aku mau tes Kamu. Apakah Kamu Cinta sama Gama atau Sama Aku atau Christian". Tanya Aby pura-pura serius.
" Tidak ada". Sahut Dy tegas.
" Nah itu artinya Kamu lesbian dan Kamu perlu tes kedua ". Kata Aby bohong.
Dy betul-betul panik.
" Apa tes kedua itu " tanya Dy tegang.
" Aku akan menciummu, apabila Kamu menolak berarti lesbian". Kata Aby hampir mau tertawa.
" iih...kampret, itu mah bohong". Kata Dy tertawa, Aby juga tertawa.
" Kalau gak mau berarti lesbian ". Kata Aby. Suara ketukan pintu menghentikan pembicaraan Mereka.
Aby cepat-cepat menyuruh Dy pakai piyama.
Aby membukakan pintu. Seorang waiter dan dua orang Cleaning service masuk.
Aby menyuruh menaruh makanan di Living Room, karena di dalam akan di bersihkan.
" Yank... mari Kita makan ". Aby sengaja memanggil Dy Sayank, supaya Karyawan Dy bergosip dan gosip itu bisa sampai ke Gama. Maklumlah Gama juga cinta banget sama Dy.
Dy keluar memakai piyama sambil cengar cengir.
" Kenapa sih Kamu aneh, memanggil Aku Sayank". Bisik Dy setelah sampai di Living Room.
" Supaya orang tidak menilaimu lesbian". Sahut Aby tersenyum.
Dy mesem, Mereka akhirnya makan siang berdua. Mau tidak mau pikiran Dy tersita juga sama omongan Aby yang mengatakan Dy Lesbian.
Tapi apakah dengan di cium Aby akan membuktikan Aku Lesbian atau tidak?.
Pikir Dy termenung.
Dy melirik Aby, memperhatikan bibirnya.
__ADS_1
Iihh...serem!!.
*******