
Bab.36.
Hawa cemburu masih tersirat di muka Aby. Dy hanya diam mendengar ocehan Aby. Selalu ngomel kalau Aby cemburu, sifat itu Dy sangat tahu.
Sifat Aby yang asli, yang tidak Amnesia.
Kalau dulu Dy akan marah kalau Aby ngomel, tapi sekarang tidak.
Dy terus menggali emosi Aby sampai Aby mengaku kalau sebenarnya Dy tidak Amnesia.
Tapi Aby terlalu licin, Dy tidak akan mengaku sebelum Dy menjadi miliknya.
Aby akan selalu pura-pura Amnesia di depan semua orang, termasuk di depan Dy. Hanya itu senjatanya untuk melindungi dirinya.
Siang ini Dy mengajak Aby ke Seluler World untuk membeli Ponsel.
Seorang gadis mendekati Aby, mengajak Aby memilih dari beberapa Ponsel Up to date. Dy memilih duduk sambil memperhatikan tingkah Aby.
Sesekali Aby mengedipkan sebelah matanya tanda cinta kepadanya.
Dan Dy tersenyum bahagia mendapat perlakuan Aby yang selalu mesra.
" Yank, Aku memilih yang Silver ". Kata Aby mendekati Dy.
Dy mengangguk dan mengeluarkan ATM nya, Aby menolak dan ikut mengeluarkan ATM nya juga.
" Yank, bukankah Kamu Amnesia?, Kamu pasti lupa nomor PIN ATM mu". Bisik Dy di kuping Aby. Tentu saja Aby baru sadar, hampir Dia lupa, cepat Dia memasukan ATM nya ke dompetnya.
Aby... Kamu tidak akan bisa menipuku. Bathin Dy.
Mereka kembali ke Suite Room menjelang malam. Dy dan Aby menghabiskan waktu seharian di Pantai Pendawa.
Hari yang menyenangkan.
Dy membiarkan Aby membawa barangnya ke Dapur. Tadi Dy membeli beberapa Roti gandum dan perlengkapan untuk Sarapan besok.
Perasaan Dy tidak enak, karena pintu Kamar terbuka.
Dy hampir berteriak melihat semua barang Aby berantakan.
" Ada apa Yank ". Kata Aby segera menghampiri Dy. Matanya melotot melihat barang-barangnya berantakan.
" Apa yang Kamu sembunyikan!!, Aku istrimu". Bentak Dy membuat Aby kaget.
Aby cepat keluar sebelum terpancing emosi.
Kamu bukan istriku, karena kamu tidak mencintaiku. Bhatin Aby.
"Aby Kamu jangan pergi, Kamu tahu semuanya. Masalah ini bukan main-main, nyawamu taruhannya ".seru Dy menarik tangan Aby.
Mereka sekarang berhadapan.
Dy menatap Aby yang mendadak pucat.
" Aku mohon, Kamu jangan diam, Aku akan membantumu". Kata Dy lalu memeluk Aby. Dy berusaha memberi ketenangan kepada Aby.
Kemudian Dy mengajak Aby masuk kembali ke Kamar.
" Dy Kamu jangan berprasangka, Aku tidak tahu semua yang Kamu maksud". Sahut Aby ketika Dy terus mencecar Aby.
" Oke sayank, maafkan Aku...". Kemudian Dy merapikan barang-barang Aby dan menaruh kopernya di tempat semula.
Aby merasa lega " lepas " dari Dy.
Sementara Aby mandi Dy membuka filling cabinet nya dengan sidik jari.
Dy mengambil alat2 Agen untuk mendeteksi semua ruangan.
__ADS_1
Beberapa alat cctv Dy taruh di luar Kamar, sampai ke Living Room.
Butuh beberapa detik untuk memeriksa koper Aby dengan sensor, dan Dy menemukan sesuatu yang Aby sembunyikan selama ini.
Ini bukan koper biasa.
Koper ini sengaja di buat sedemikian rupa untuk menyimpan file.
Berarti orang yang datang kesini bukan seorang Agen, tapi penjahat biasa.
Target pertama adalah Gama, hanya Gama yang tahu tentang kepergiannya tadi pagi.
" Yank, mandi sudah malam ". Kata Aby.
" Ya Sayank... sudah selesai ". Sahut Dy lalu duduk di pinggir tempat tidur.
" Kamu lagi ngapain?, mandi dulu". Aby ikut duduk disamping Dy.
Dy cuma mengangguk.
"Masalah ini jangan sampai orang Hotel tahu, misalnya Gama". Kata Dy kepada Aby.
" Ya Aku mengerti ". Sahut Aby pendek.
Dy bangun dan langsung ke Kamar mandi.
Ciuman pertama.
Malam ini Aby sangat tegang.
Matanya Tidak bisa tidur.
Sudah 3 hari Aby tidur dengan Dy, tapi tidak ada hal yang menarik, yang ada malah kejutan yang tidak di inginkan.
Masalah ini membikin Aby pusing.
Tapi kalau tidak bilang jantungnya terus berdegup, takut ada yang datang dan menculiknya.
Ingat di film-film jadinya.
Mata Aby terus menatap Dy yang main handphone di pojok kanan.
" Yank, kenapa Kamu menatapku". Tanya Dy menoleh, Ponselnya Dy taruh dan mendekati Aby.
" Kamu cantik, tapi kapan ya Kamu mencintaiku ". Sahut Aby ngelantur.
Dy tersenyum dan mendekatkan wajahnya ke Aby.
" Apa setelah Aku mati ". Kata Aby lirih.
Dy langsung memeluk Aby. Hatinya terenyuh.
" Yank, jangan ulangi lagi perkataanmu, bukankah Aku sudah jadi istrimu?".
Aby tidak menjawab tapi bibirnya langsung mengulum bibir Dy.
Dy gelagapan, merasa sesak.
" Kamu adalah istriku". Kata Aby tambah erat memeluk Dy.
Muka Dy langsung merah.
Perasaannya tidak menentu dan tubuhnya merasa bergetar. Dy tidak menyangka Aby akan menciumnya.
" Aku..Aku..merasa sesak ". Kata Dy masih gemetar.
Aby mengelus rambut Dy. Aby tahu Dy belum pernah berciuman makanya Dy merasa sesak.
__ADS_1
" Makanya jangan dilawan, ikuti aja". Bisik Aby kembali mencium Dy.
Akhirnya Dy merasa ada suatu gairah yang tidak bisa Dy ucapkan.
Sangat lembut dan merasuk hatinya dan tembus ke sumsumnya.
Dy terbuai sesat.....
" Yank....". Bisik Dy sewaktu bibir Aby mau menyentuh gunung kembarnya.
Aby kemudian sadar.
Untung tidak ke blabasan, bisa-bisa Dia diusir lagi sama Beck.
" Jangan Kamu acak-acak yang lain ".
Kata Dy malu. Mereka lalu saling berpelukan.
" Yank, Aku mau ambil minum". Bisik Aby.
" Jangan..jangan... Aku saja". Kata Dy langsung loncat.
Dy merasa punya kesempatan mengatur nafasnya. Dy tersenyum sendiri membayangkan sentuhan Bibir Aby.
Kemudian Dy mengambil dua botol minuman ringan.
Kembali masuk ke Kamar.
Aby duduk di sofa yang ada di Kamar.
Bibirnya tersenyum melihat Dy masuk.
Dy menaruh minumannya di meja di hadapan Aby.
"Yank, duduk sini ". Kata Aby menyuruh Dy duduk di pangkuannya.
Dy dengan ragu duduk di pangkuan Aby, wajah Dy sejajar dengan wajah Aby.
Aby langsung memeluk Dy.
" Minum dulu". Bisik Dy.
Malam ini perasaan Mereka sangat bahagia. Pindah dari Sofa Mereka kembali ke tempat tidur.
Aby seolah-olah mendapat mainan baru yang enggan Dia lepas.
Rasa takutnya telah hilang, berganti dengan asratnya yang memuncak.
Tapi Aby harus bersikap dewasa dan tahu diri, kebebasan Beck memberi peluang kepada dirinya karena Dia pura-pura Amnesia dan yang kedua adalah karena Beck dan Papanya pernah berjanji untuk menjodohkan anaknya.
Aby sungguh beruntung karena Dia yang dipilih Beck, bukan Gama.
Padahal dulu sebelum ada peristiwa yang menimpa keluarganya Gama yang di gadang-gadang, makanya Mamanya berani menjodohkan Aby dengan Vivi.
" Yank, Aku mau tidur ". Kata Dy menyusupkan kepalanya ke dada bidang Aby. Perasaan Dy merasa nyaman.
Aby mengecup kening Dy dan membiarkan malam ini berlalu membawa impian Aby....
Apakah ini sebuah permulaan yang baik atau sekedar kesenangan sesat yang dirasakan oleh Dy.
Semua ini adalah pengalaman pertama dan nuansa baru yang Dy jamah dalam kehidupan remajanya.
Dy tidak mau buru-buru menghakimi dirinya, bahwa Dy telah membuka hatinya untuk Aby, karena sejatinya Dy tidak tahu dan tidak mengerti apakah Dy mencintai Aby atau tidak.
Tapi kalau kasihan Dy kasihan kepada Aby dan Gama.
******
__ADS_1