
Bab.9.
Sehabis mandi Dy kembali duduk di belakang laptop, melanjutkan memasukan data-data ke Laptop.
Kemudian di Ship ke Flashdisk.
Dy mengambil sebuah kancing Manegtik yang berisi percakapan antara Nyonya Ida dan Pak Burhan, percakapan ini mengerucut kepada pembagian Laba dan tentang Asset yang belum terlacak.
Dy berpikir Nyonya Ida ikut berperan di dalam penyelewengan harta Suaminya.
Ada beberapa Sertifikat yang tidak di ketemukan, tapi lahan ada.
Kalau di bilang masih di Notaris, atau
belum selesai, minimal ada Kartu Kuning, kesimpulan dasar Sertifikat masih dalam proses Balik Nama atau di Gadaikan.
Dy meraih Ponselnya ketika ada
panggilan telepon dari nomor Pribadi.
" Hallo,.
" Kita bertemu Pukul Sembilan Malam di Cafe Kiss ".
Itu Suara dari Mr.x.
Orang yang menyewa Agen XPostOne.
Beck sudah menberitahunya, bahwa akan ada Orang yang punya kepentingan menghubunginya.
Dy berbenah akan pergi ke Cafe Kiss, sekarang sudah pukul 20.35 menit
Rambutnya Dy biarkan terurai panjang, Dia memakai Black tank top dimatch sama Jeans belel ditutup dengan jaket Jeans Cropped.
Trus pake sepatu Sneakers.
Dy tidak memakai Kaca matanya, tapi Dy menyematkan Kamera mini berbentuk kancing Jas yang bisa merekam gambar dan suara.
Sebuah senjata berbentuk Lipstik yang berisi satu peluru dengan diameter 4,1mm berada di kantong celananya.
Sebenarnya Dy tidak perlu membawa semua senjata itu, karena Dy hanya akan menyerahkan Flashdisk saja kepada Mr.x.
Tapi hanya untuk jaga-jaga.
Dy menuju mobil yang telah di sediakan oleh XPostOne.
Sebuah Mobil Lamborghini Aventandor warna Biru metalic.
Dy masuk ke Mobil.
Mobil ini sangat canggih. Ada sekitar lima model senjata tersimpan di Body Mobil ini.
Tergantung senjata mana mau ditembakkan.
Dy mulai memacu mobilnya
Tidak sampai 15 menit Dy sudah sampai di Cafe Kiss.
Dy memarkir Mobilnya agak di luar, karena Dy berpikir tidak akan lama disini.
Cafe dalam keadaan ramai, padahal belum malam. Apalagi sudah malam pasti tambah ramai.
Dy tidak bisa memilih tempat duduk, karena ramai sekali.
Tapi untung ada satu meja kosong.
Dy memesan Cappucino dan Salted Egg Chicken.
Tidak berapa lama seorang laki-laki duduk di depannya. Dy tidak bisa melihat wajahnya karena laki-laki ini memakai Sweater menutupi kepalanya dan masker mulut. Matanya yang hitam memandang Dy tanpa berkedip.
Dy mengambil Ponselnya dan mulai mengetik.
- Kamukah ini -
__ADS_1
- Ya -
- Ok . Ambil barangnya -
- Tq -
Dy mengambil Flashdisk nya yang sudah di bungkus rapi dan menaruhnya di kotak Salted Egg Chicken, kemudian mendorongnya ke depan Mr.x.
Mr.x berdiri langsung pergi setelah membawa barang itu.
Dy menoleh kesamping merasa ada orang memandangnya dan jantungnya hampir copot.
Tuan muda Abyshaka Remero memandangnya dengan pandangan tidak di mengerti.
Mengapa Aby ada disini, bukankah Dia harus istirahat.
Dy cepat bangun membayar bill, tanpa menyentuh minumannya.
Buru-buru Dy keluar.
Aby membuntutinya sampai di parkiran dan berhenti tidak jauh darinya.
Dy naik ke Mobil dan menjauh dari Cafe Kiss...
Dy mengatur nafas panjang.
Lamborghini itu berlari kencang kembali ke Home Stay.
Aby berdiri termangu meragukan keyakinannya, setelah melihat tunggangan Cewek yang mirip dengan Dy.
Sebagai Jenderal Manager di Romero Hotel, Aby hanya bisa mrmbeli Porsche 718, itu sudah terasa mewah.
Dengan tanda tanya besar di otaknya Aby menaiki Mobilnya menuju Rumahnya.
Besok pagi-pagi Dia akan bangun terus ke dapur, supaya melihat Dy yang sebenarnya.
Sampai dirumahnya Aby langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya.
Bayangan cewek tadi, menari-nari di matanya.
Otaknya jadi mumet.
Dia menyetel Alarm pukul Enam Pagi.
Tapi Aby baru ingat bahwa besok hari Minggu, Dy tidak kerja.
Kembali Aby menyetel Alarm pukul Delapan pagi.
Gama Putra kedua.
Pak Adi tersenyum melihat kedatangannya, setelah membayar Ojek Dy mendekati Pos Satpam.
Dy memberikan Pak Adi sebuah bungkusan berisi kudapan.,
"Nona Dy, ini hari Minggu kenapa datang?". Kata Pak Adi heran.
" Saya mau mencuci Mobil ". Sahut Dy tersenyum.
" Oh begitu, trimakasih Nona kudapannya". Kata Pak Adi senang.
Hampir setiap hari Dy membawakan Pak Adi Snack. Lumayanlah untuk menemani minum kopi.
Dy masuk ke Rumah Nyonya Ida langsung menuju Garasi.
Matanya memperhatikan debu yang menempel di body Mobil.
" Ngapain Kamu melototi Mobil Mamaku".
Kata Gama mendekati Dy.
" Mobilnya berdebu Gam.. ". Sahut Dy.
" Cuci donk, itu tugas Sopir ". Kata Gama enteng.
__ADS_1
" Itu dia....Aku tidak bisa cuci Mobil ". Sahut Dy tersenyum.
" Gampang, bawa saja ke tempat cuci Mobil ". Kata Gama.
" Temani ya....".
" Kamu gak bercanda bukan?". Tanya Gama ragu.
" Tapi tunggu dulu disini Aku mau mengambil barangku di dalam ". Kata Dy masuk kedalam. Dy mau menengok Aby.
Semoga tidak ada yang melihat Aku ke Kamar Aby. Bhatin Dy.
Dy melangkah pelan tanpa suara menuju Kamar Aby. Dy mengetuk pintu Kamar Aby pelan.
Dy menunggu agak lama, baru Aby membukakan pintu. Dy cepat masuk.
Aby heran melihat Dy datang.
Dy menaruh telunjuknya di bibir supaya Aby jangan ribut.
" Hari ini Kamu ada pusing?". Bisik Dy.
" Aku mandi dulu...".
" Hee..jangan dulu, Aku cuma sebentar.
Aku hanya memastikan Kamu hari ini sehat?". Tanya Dy menarik Aby.
":Tunggu Aku, kalau gak mau Aku teriak ". Ancam Aby.
" Aku mau Cuci Mobil sama Gama, Jangan bikin masalah".
" Aku ikut!!". Sahut Aby bandel.
Dy membiarkan Aby masuk ke Kamar mandi setelah itu Dy cepat turun.
Setidaknya Dy sudah tahu keadaan Aby, supaya Dy bisa memberitahu Beck.
Dy naik ke Mobil, di sampingnya sudah ada Gama menunggunya.
" Tuan ganteng, apa calon Papamu tidak datang hari ini ". Kata Dy mulai membuka percakapan ketika Mereka sudah berada di jalan puputan.
" Tidakk". Sahut Gama singkat.
" Aku melihat Pak Burhan calon Bapak yang baik ". Dy mulai memancing emosi Gama.
"Aku benci dengannya. Mama saja matanya buta, tidak tahu apa yang Pak Burhan ingini". Sahut Gama emosi.
" Memang nya dia ingin apa??".
Tanya Dy
" Harta, semua itu gara-gara Mama orang Kaya. Aku pernah melihat Pak Burhan dengan perempuan lain, kalau di kasi tahu Mama gak pernah percaya ".
" Ku rasa jalan satu-satunya Kamu harus bertindak. Lindungi hartamu.
Misalnya Kamu mencari tahu apa saja Pak Burhan sudah rebut dari Nyonya, Kamu harus berani dan tegas ". Kata Dy.
" Susah, masalahnya Aby tidak mendukung". Sahut Gama kesal.
" Kamu pernah kerumah Pak Burhan?".
" Pernah semasih Papa hidup, setelah itu tidak pernah".
" Waktu Papamu meninggal Kamu tahu?".
" Tahu, sebelumnya Papa memergoki Mama berselingkuh dengan Pak Burhan.
Mereka bertengkar hebat, setelah itu Papa meninggal. Dokter bilang Papa sakit Jantung".
" Kami sangat berduka, mulai itu Aku benci sama Pak Burhan. Gara-gara Dia Papaku meninggal".
" Yeah...sabar, semoga ada jalan untuk membuka kedok Pak Burhan ". Kata Dy.
__ADS_1
*******